Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab, 160


__ADS_3

" Pelan-pelan sayang, jangan terlalu grusak-grusuk jalan nya, santai aja, Ingat kamu sekarang lagi hamil, harus jaga baik-baik. Beraktivitas lah yang ringan-ringan, "


Damar menegur istrinya yang pagi-pagi sekali sudah ribut di dapur dengan alat-alat masak nya, apalagi melihat gerakan Lulu yang sat-set, tidak ada gemulai nya sama sekali, layak nya perempuan pada umum nya, Dirinya khawatir dengan keselamatan sang calon bayi yang ada di kandungan sang istri,


"Ini juga sudah pelan bang, mau pelan seperti apa lagi sih?, " Sahut Lulu dengan tetap melakukan pekerjaan nya yang sedang membuat brownies kukus,


Pasal nya dari ia membuka mata pukul 5 subuh tadi, yang ada di pikiran nya hanya makanan manis itu, tidak ada yang lain,


Alhasil pagi-pagi sekalian Lulu sudah beranjak dari tempat tidur nya, Dan segera


Kedapur memeriksa bahan-bahan yang ia butuhkan untuk membuat Brownies seperti yang diinginkan nya,


Dan setelah memeriksa nya ternyata bahan-bahan yang ia butuhkan habis semua, Lulu baru ingat jika dirinya belum sempat belanja saat sebelum dirinya masuk rumah sakit,


Pantas saja semua bahan-bahan makanan kosong semua, Lulu ingat jika gedung Apartemen yang ia tempati saat ini memiliki Minimarket yang lengkap dilantai dasar, Dan tak butuh waktu lama baginya untuk berbelanja di pagi buta, yang masih sepi pengunjung,


"Maksud abang tuh gerakan nya pelan sedikit, Kasian bayi kita nanti pusing didalam sini, " Ucap nya sembari mengusap perut Lulu yang masih rata itu,


"Ya mau gimana lagi bang, aku sudah terbiasa begini, menurut aku ini tuh biasa aja, Abang jangan terlalu khawatir lah, anak kita nggak akan kenapa-napa kok, Aku tahu kondisi aku bagaimana, Nggak mungkin juga aku melakukan sesuatu yang membahayakan anak dalam kandungan ku, "


Jelas Lulu sembari membalikan tubuh nya dan memeluk tubuh tegap suaminya, Menghirup aroma tubuh khas milik suaminya, Yang biasa nya sangat menyenangkan, Namun kali ini berbeda,Aroma yang biasa adalah kesukaan nya itu kini berubah menjadi aroma yang membuat nya mual,


Lulu cepat-cepat mengurai pelukan nya dan segera berbalik menuju wastafel untuk memuntahkan isi perut nya, Saat serangan rasa mual itu mulai mengaduk-aduk perut nya, Akibat dari aroma yang ia hidup pada tubuh suaminya,


Damar sangat kaget dengan apa yang dialami sang istri, pria itu baru pertama kali menghadapi wanita hamil, Dengan cepat ia mendekati Lulu,


"Kamu kenapa sayang? " Panik nya dengan memijat tengkuk Lulu agar sedikit membaik,


"Ini pasti karena kamu kecapekan kesana-kemari makanya jadi muntah-muntah kan, Ayo kita ke dokter, "


Tukas Damar sedikit mengomel, sebab dirinya sudah memperingati sang istri untuk tidak terlalu grusak-grusuk dalam melakukan sesuatu,


" Sebentarr bang!!, " Lulu segera menghentikan Suaminya yang akan membopong tubuh nya,


"Aku nggak sakit, aku hanya mual saja.tolong abang menjauh sedikit, Ngomong-ngomong kok bau abang gak enak banget sih, Abang belum mandi ya?"


Lulu berkata dengan menutup hidungnya, sedikit menjaga jarak dengan Damar yang bengong, tidak percaya dengan apa yang dikatakan istri nya barusan,


Damar mencium ketiak nya secara bergantian, Namun hasil nya tetap saja wangi seperti biasanya, "Abang sudah mandi lah, kan tadi pagi kamu yang siapin baju untuk abang, " Ucap nya bingung,


" Tapi beneran bau abang tuh gak enak banget, Lebih baik jangan dekat-dekat dulu deh, sebelum abang wangi kek dulu, " Ucap Lulu lagi, Entah kenapa ia merasa sangat mual saat menhirup aroma tubuh suaminya,


Selalunya sangat menyenangkan jika berada dalam dekapan hangat pria itu, walaupun ia tidak pernah terang-terangan mengakui nya, namun dengan betah dan berlama-lama dalam pelukan sang suami itu sudah menunjukan seperti apa perasaan nya kepada Damar,

__ADS_1


"Ya nggak bisa begitu dong sayang, kalau abang kangen gimana? Pengen peluk. Pengen cium kamu?, "


"Ya ditahan saja dulu bang, jangan pengen apa-apa dulu untuk saat ini, " Jawab Lulu seadanya, Dirinya juga bingung sendiri saat ini,


Sama-sama baru dalam situasi seperti saat ini,


"Ayo kita ke dokter, biar tahu apa penyebab dan juga solusi dari semua ini, Abang nggak bisa kalau harus jauh-jauhan seperti ini, " Damar berkata dengan wajah putus asa, tidak memeluk istrinya dalam beberapa jam saja dia sudah tidak tahan, apalagi tidak mencium dan hal lain nya, Dirinya bisa gila kalau dibiarkan seperti ini,


"Tapi aku nggak merasa kenapa-napa bang, kalau ke dokter terus ditanya keluhannya nya apa, nggak suka bau suami sendiri apa nggak di tertawain nanti sama dokter nya, " Ucap Lulu lagi,


"Belum lagi dirumah sakit itu bau obat hampir di seluruh sudut bang, makin mual aku baru bayangin nya saja, " Lanjut nya dengan semakin menutup hidupnya dengan tisue saat membayangkan bau obat-obatan yang biasa tercium di area rumah sakit,


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


"Ibu.kita ke mol aja beli bukunya, Citra tau tempat nya, dulu sering beli buku disana sama papa, "


Desi terdiam sejenak setelah mendengar perkataan putri sambung nya itu, Kemudian ia menoleh kepada Dara yang asik. Melihat pemandangan di luar jendela mobil,


Desi menarik senyum kecil di sudut bibir nya, Anak gadis nya baru merasakan naik mobil mewah seperti saat ini, bukan hanya putri nya tetapi dirinya juga,


"Em Dara bagaimana? Mau ikut beli buku nggak di Mall seperti Citra?, "


"Dara ikut saja bu, sama seperti Citra, " Sahut nya, kemudian gadis kecil itu kembali menoleh keluar jendela memperhatikan keramaian yang mereka lewati, Di sepanjang jalan,


"Yess!! Sekalian main ya bu, Dara kita bisa main playground, kamu mau main apa disana nanti? Ada banyak sekali permainan loh, "


Desi menggelengkan kepalanya melihat tingkah Citra yang selalu tidak bisa diam, sangat cocok dengan Dara yang suka heboh saat mendengarkan penuturan Citra,


Tidak besar angan nya saat ini, ia hanya berharap semoga kedepan nya rumah tangganya dengan pria pilihan nya akan baik-baik saja dan bahagia,


Semoga semua anak-anak nya tumbuh saling menyayangi dan saling menghormati satu dengan lain nya, Tidak ada rasa iri atau merasa tersisihkan,


Setelah menelpon suaminya dan meminta izin, Kini Desi dan kedua putrinya sudah memasuki gedung mall yang terkenal di kota itu, Dengan menggandeng Dara dan Citra di kedua tangan nya,


" Terima kasih pak, pak Jaja bisa ngopi atau mencari makanan di sekitar sini, jika tidak ingin ikut kami kedalam, " Desi mengangsurkan tiga lembar uang warna merah kepada sang supir, untuk membeli makanan atau minuman, Karena dirinya akan lama berada di dalam Mall tersebut,


Jangan sampai supir nya itu kelaparan karena menunggu mereka,


"Terima kasih banyak bu, saya menunggu disini saja, " Ucap sang supir senang, Sebab memiliki majikan yang baik dan tidak pelit,


"Ayo bi. Kita masuk, " Ajak Desi kepada bi Surti yang mengganggukkan kepalanya dan berjalan mengikuti langkah majikan nya yang baik hati,


"Ibu.setelah beli buku kita main diplayground boleh?, " Tanya Citra dengan mengedip-ngedipkan matanya berharap permintaan nya di kabulkan oleh sang ibu,

__ADS_1


Desi yang melihat hal itupun tersenyum geli, "Boleh sayang, sekalian kita nunggu waktu makan siang, Kata papa kita makan siang bareng disini, "


Ya saat ia mengabari dan meminta izin kepada sang suami, tentang keinginan Citra yang ingin beli buku di salah satu Mall di kota itu, Devan mengatakan akan makan siang bersama, kebetulan Mall tersebut tidak terlalu jauh dari kantor nya, Dan menyuruh Desi untuk menunggu dirinya disana bersama anak-anak


"Asik!! Citra mau ayam goreng upin-ipin ya bu, "


"Dara juga mau seperti Citra, mau ayam upin juga, " Sahut Dara sembari tertawa -rawa bersama Citra,


"Iya.iya pokonya apapun yang kalian minta ibu akan kabulkan hari ini, "


"Terimakasih ibu, Kita sayanggg ibu!!, " Sorak Citra dan Dara secara bersamaan, membuat Desi terkekeh dengan tingakah kedua putrinya itu,


"Ibu juga sayanggg Putri-putri ibu yang cantik dan cerdas ini, "


Bi Surti sangat bahagia melihat pemandangan hangat seperti hari ini, Semoga selalu seperti ini sampai nanti mereka dewasa, Kasih sayang dan kehangatan kekeluargaan tetap terjaga,


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


"Em.. Memangnya kita mau kemana bang? " Tanya Nurlinda kepada Andre yang duduk di sofa dengan ponsel di tangan nya,


Dirinya bingung saat pria itu menyuruh nya beriap-siap, Bersiap bagaimana dan bersiap untuk apa, Pria itu tidak mengatakan apa-apa selain hanya bersiap, Hari masih pagi apakah dirinya akan diajak lari pagi. Atau sebagainya,


Andre menengadah kan kepalanya. Dan menatap wajah bingung Nurlinda, "Bersiap kita akan keluar hari ini, Aku ada urusan bersama boss, setelah itu kita akan kesuatu tempat, " Tukasnya setelah itu ia kembali menunduk dengan ponsel nya,


Setelah mendengar penjelasan Andre, Nur pun segera berjalan menuju ruang ganti, Dibuka Nya pintu lemari yang menjulang didepan nya, setumpuk pakaian yang ia miliki hanya memenuhi satu sudut lemari besar itu,


Nurlinda meraih satu dress yang pernah ia beli dengan gaji nya, waktu masih menjadi pengasuh Citra, Ia membeli baju itu niat nya untuk ia pakai saat ia berhasil menaklukan Devan sang majikan, Namun apa daya, hal itu tidak pernah terlaksana,


Nurlinda menelisik dress tersebut dari ujung ke ujung, Dress tanpa lengan dengan belahan dada rendah warna silver, Hatinya nyerih saat mengingat kekonyolan nya, menjadi Nyonya Devan Syailendra adalah mimpi disiang bolong, Mimpi yang membawanya hingga pada titik saat ini, Tidak tentu arah,


Berdiri didepan kaca yang memantulkan bayangan dirinya, Dengan berbalut Dress silver tanpa lengan dengan belahan dada rendah,


"Ternyata aku sangat memalukan dengan penampilan seperti ini, Aku seperti wanita-wanita yang menjajahkan dirinya kepada pria kaya, " Gumam nya lirih,


Entah kemana isi otak nya saat itu, Saat dirinya mengagumi bentuk tubuh nya dengan berbalut dress yang sama, Dengan percaya dirinya jika Devan akan takluk padanya,


Ya begitulah manusia, saat ia berbuat salah, tidak menyadari akan kesalahan nya, Namun ketika sadar dan menyesal barulah merasa malu akan kelakuan diri sendiri,


HAY BESTIE. AKU UP NYA PUAANNJAANG YA INI 1500 KATA LOH,


jangan. lupa ya like komen nya 😘😘


TERIMAKASIH UNTUK SEMUA READER SETIAKU, PEYYUUUKK ONLINE SEMUANYAπŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2