
"Rum.. siapa sih sebenar nya wanita tadi? Kok aku gregetan banget pen ku comot mulut nya,"
Lulu masih terus menggerutu sambil menggandeng lengan Arum yang berjalan dengan pelan,
"Aku juga nggak tahu Lu, Tiba-tiba aja dia marah terus maki-maki aku dengan mengataiku pelakor,"
Jawab Arum berhenti tepat di depan pintu lift yang masih tertutup, Tangan nya mengelus perut nya yang buncit,
"Lah. aneh kok bisa dia marah-marah ke kamu kalau kalau kalian aja nggak Saling kenal,"
Lulu pun menghentikan langkah nya di sisi Arum masih dengan wajah kesal nya akibat ulah wanita tadi,
"Kalau nggak ada Security udah aku hajar dia sampai habis!!."
Lulu yang masih geram itu berkata sembari melayangkan kepalan tinjunya ke Arah samping kirinya, Seakan ingin menghajar lawan nya tadi
Bug!!
"Haa!! ya ampun..!" Lulu menutup mulut nya terkejut saat kepalan tangan nya tak sengaja menghantam sesuatu yang lembut namun sangat keras membuat buku-buku jarinya terasa nyeri,
Arum yang sedang fokus memperhatikan angka lift di depan nya pun menoleh ke samping karena mendengar pekikan Lulu,
"Ada apa Lu?," Arum mengerutkan dahinya saat melihat Lulu yang masih menutup mulut nya dengan kedua tangan nya,
Mengabaikan ras ngilu yang mendera buku-buku tangan nya itu,
"Astaga Rum, aku nggak sengaja nonjok pipi dia, Gila keras banget pipinya, " Bisik Lulu di telinga Arum,
Membuat Arum menoleh ke samping Lulu dan ternyata orang itu ia kenal,
" Loh..Mas Damar, mas Damar kok ada disini?, Bukan nya tadi mas Azka bilang kalau mas Damar lagi ke luar kota?, "
Tanya Arum sembari mengerutkan kening nya,
"Iya Mba Arum, saya membatalkan pertemuan hari ini karena ada urusan mendadak,"
Damar menjawab dengan sopan dan sedikit menunduk, kepada Arum. Namun tatapan tajam nya kini mengarah kepada gadis kurang ajar yang telah menonjok wajah nya,
"Oh. begitu." Tanggap Arum,
__ADS_1
"Rum. Kamu kenal sama dia, " menunjuk Damar dengan isyarat matanya, Diakan Sekretaris galak nya Atasan aku disini,"
Tanya Lulu berbisik, namun suaranya masih bisa di dengar oleh Damar yang memiliki pendengaran yang tajam itu,
" Kenal.masa sih galak? ada-ada aja kamu ini," Tukas Arum sembari menggelengkan kepalanya,
" Ya ampun. kamu nggak percaya banget sama aku. Dia ini nyeremin banget tahu dia...."
"Ehem.. Silahkan Nona..anda sudah di Tunggu Tuan muda di ruangan nya"
Ucap Damar setelah pintu lift terbuka menghentikan perkataan Lulu yang sedang asik menghibahinya itu, Benar-benar gadis kurang ajar,
"Ahh iya, Maaf aku sampai lupa, Yuk ah nanti kita sambung lagi, Aku juga mau nanya banyak hal sama kamu, "
Tukas Arum menyeret lengan Lulu memasuki lift menuju lantai paling atas,
Di mana ruangan suaminya berada,
'Ya ampun untung saja tidak terjadi apa-apa dengan Nona muda, kalau sampai terjadi sesuatu padanya dan kandungan nya, Bisa habis aku' Batin Damar lalu ikut masuk kedalam lift bersama Arum dan Lulu,
…………….
" Belum Nyonya. saya masih berusaha.kasih saya waktu sedikit lagi,"
"Hem.. tidak becus di kasih tugas seperti itu saja kamu nggak bisa, Percuma saya membayar kamu mahal-mahal tapi kerjaan kamu nggak beres-beres,"
"Pokoknya saya nggak mau tahu kamu harus bisa membuat Devan menikahimu, sebelum dia tertarik dengan wanita lain, Paham kamu, "
"Paham Nyonya, " Tukas Nur dengan menunduk kan kepalanya,
'Huh..lihat saja wanita tua, jika Pak Devan sudah ku taklukan. jangan harap kamu bisa meraih keuntungan dari semua ini, Aku akan menyingkirkan mu lebih dulu, '
"Ya sudah pergi sana ingat, lebih berkerja keras,"
"Baik Nyonya,". Nur berbalik dan pergi dari hadapan wanita yang telah membayar nya untuk membuat Devan menikahinya,
"Hah..Devan.Devan. susah sekali sih menghancurkan kamu, Padahal kamu sebegitu gampang nya menghancurkan kehidupan Putriku dan membuat nya pergi meninggalkan aku untuk selamanya, "
Wanita tua itu menghela nafas nya dengan kasar, memikirkan semua itu,
__ADS_1
" Kamu lihat saja Devan, setelah kamu jatuh dalam perangkap ku, Kamu akan menjadi ATM berjalan ku, sudah bosan aku hidup menderita seperti ini, "
.......................
" Sayang. Kamu nggak apa-apa? nggak ada yang luka kan?, "
Azka menyambut Arum di depan pintu lift saat Damar mengirimkan pesan singkat yang memberitahukan jika Arum baru saja di serang oleh wanita tak di kenal di Loby,
Dirinya yang sedang mengadakan rapat antar petinggi perusahaan itu tidak tahu akan kejadian ini,
"Maafkan Mas ya Sayang, Aku lalai menjagamu," Azka menciumi pucuk kepal Arum dan mengelus perut buncit istrinya itu,
"Maafkan Ayah ya sayang," Azka sangat merasa bersalah karena telah membuat istri nya dalam bahaya,
"Iya Mas nggak apa-apa. aku baik-baik saja kok,". Arum mengelus pipi Azka untuk menenagkan hati suaminya itu,
Dan Azka kembali memeluk Arum sembari memciumi pucuk kepalanya, tak memperdulikan keberadaan kedua orang jones di depan nya itu,
Sedang Lulu dirinya sangat terkejut saat meliht atasan nya itu memeluk dan mencium pipi sahabat nya,
Dan semakin terkejutlah dirinya saat mengetahui fakta jika Atasan nya itu adalah suami Arum.sahabat nya,.
ya ampun so sweet banget, kamu sangat beruntung Rum'
Batin Lulu dengan menangkup kedua pipinya, saat melihat kemesraan Azka dan Arum,
"Ehem.. mingkem entar kemasukan lalat lagi, "
Tegur Damar tersenyum sinis, memandang Lulu, Dirinya masih kesal karena ulah wanita bar bar yang ada di samping nya itu, sebelah pipinya masih sedikit ngilu akibat tonjokan tangan kecil nya,
'Benar-benar wanita bar-bar' kesal Damar,
Membuat Lulu segera mengatupkan mulut nya, dan menoleh pria yang tak sengaja ia tonjok tadi,
"Apaan sih rese banget jadi orang. lagian mana ada lalat di sini, "
'Pria aneh dumel nya sedikit kesal,
Next...
__ADS_1
jangan lupa like dan komen nya ya sayang-sayangku 🤗