
"Huek...! huek...!, Kamu ini sebenarnya nya mahluk jenis apa sih?, Bawa mobil kok seperti itu. kamu sengaja mau membunuh ku ya, Iya? huek..!!, "
Damar terus saja memuntahkan isi perut nya hingga matanya berair, Sebab rasa mual yang terus saja mengaduk-aduk perut nya,
Bagaimana tidak. Lulu mengemudikan mobil nya dengan kecepatan tinggi, menyelip kendaraan lain dengan lincah, Membuat Damar syok dan kaget, Lulu sengaja mencari area yang tidak terlalu ramai kendaraan berlalu lalang,
Demi membuktikan jika dirinya bisa mengemudi, Lulu sengaja melakukan itu sebab merasa sangat kesal terhadap Damar yang selalu saja sok tahu tanpa bertanya dulu padanya,
Apa saja yang ia kuasai, Apakah ia bisa mengemudi atau tidak, Selalu saja seenak nya sendiri,
"Bagaimana sudah lebih baik?, " Tanya Lulu sembari menyodorkan sebotol air mineral yang sudah ia buka tutup nya terlebih dahulu kepada Damar,
Tanpa menjawab Damar langsung menyambar botol air mineral yang di berikan Lulu kepada nya dengan sedikit kesal, Kemudian menenggak nya hingga air mineral itu tinggal setengah botol saja,
"Di tanya kok diem aja, Kebiasaan banget sih, " Gerutu Lulu dengan sedikit menghentak kan kaki nya di tanah
"Kamu nggak liat keadaan aku kek gini?, Kamu sengaja ingn membunuh ku., Iya?,"
Damar berkata dengan nafas kempang kempis akibat lelah memuntahkan isi perut nya, Dan kini kepalanya mulai berdenyut sakit, Hal itu semakin membuat nya kesal terhadap gadis kurang ajar yang berdiri di depan nya itu,
"Siapa bilang aku ingin membunuh mu Tuan Damar, Aku hanya menunjuk kan jika aku bisa menyetir mobil, Itu saja kok lagian Tuan Damar yang sok tahu ini kan nggak akan percaya dan nggak mau bertanya dulu sama aku. Apa ke ahlian ku atau yang aku kuasai, Betul kan?, "
"Damar tidak menyahuti perkataan Lulu yang sedikit banyak nya memang benar ada nya itu,
Kepalanya yang semakin berdenyut itupun juga membuat nya malas untuk berdebat,
" Lagian kok lemah banget sih, Baru gitu aja udah mabok, "
" Diem, Antar aku pulang kepalaku sakit sekali mendengar ocehan mu itu," Tukas Damar sembari berjalan dengan sempoyongan menuju mobil nya, Kepalanya benar-benar sangat sakit saat ini berbagai macam kilasan kejadian masa lalu kini mulai bermunculan di kepalanya, Dan hal itu semakin membuat nya pusing,
Tanpa membantah Lulu pun segera menyusul Damar dengan. berlari kecil dan membantu Damar yang kesulitan untuk masuk kedalam mobil,
__ADS_1
Lulu sedikit merasa bersalah atas perbuatan nya, Saat melihat wajah Damar yang sedikit pucat, Apa dirinya sudah keterlaluan?,
Lalu tidak menyangka jika Damar akan seperti itu, Dia pikir Damar sudah biasa mengemudi dengan kecepatan tinggi seperti tadi,
....................................
"Hay anak Ayah lagi apa nih?, " Sapa Azka kepada Rakha yang sedang asik bermain lego, di temani oleh Bu Tina, Azka baru saja tiba di rumah saat jam sudah menunjuk kan pukul. 4 sore,
"Lagi main ini Yah, Bikin pesawat, " Jawab Rakha dengan mengangkat mainan nya yang belum rampung ia susun,
"Wahh anak Ayah semakin pinter ya sekarang, Udah bisa bikin pesawat, " Azka memuji putra nya sembari mengusap kepala dan mencium pipinya yang masih belepotan bedak bayi, Sore itu Rakha sudah di mandikan oleh bu Tina,
Membuat balita yang sebentar lagi genap dua tahun itu tersipu malu, Mendapat pujian dari sangat Ayah,
" Mama mana? kok nggak ikut main bareng Rakha?," Tanya Azka kemudian saat ia baru menyadari jika istri tercintanya itu tidak ada di ruang keluarga bersama Rakha,
"Mama di kamar bobo," Jawab Rakha dengan menunjuk pintu kamar Ayah dan Mama nya,
"Maaf Ayah nya Rakha, Sebenar nya sudah sejak siang tadi Mama nya Rakha begini, Sepertinya dia teringat dengan keluarga nya di Desa, " Jelas Bu Tina,
"Teringat dengan. keluarganya?, Apa Arum ada cerita sesuatu kepada kalian?"
" Nggak Pak, hanya bilang kalau dia teringat dengan Kakek Nenek nya yang sudah sepuh di desa," Ucap Bu Tina lagi,
"Ya Sudah. titip Rakha ya Bu Tina, Saya mau lihat Mama nya dulu" Azka bergegas ke kamar nya setelah Bu Tina mengiyakan ucapan nya,
"Sayang. " Panggil Azka saat ia membuka pintu kamar nya dan masuk kedalam, Namun tak ada sahutan dari Arum, Azka Kemudian menutup kembali pintu kamar nya dengan pelan,
Azka berjalan sembari mengedarkan pandangan nya keseluruhan sudut kamar nya, Namun ia tidak menemukan sosok yang ia cari,
"Kemana dia, Sayang..! " Panggil Azka lagi kemudian ia berjalan ke arah kamar mandi dan hatinya terasa plong ketika mendengar suara percilan kran air dari dalam kamar mandi itu,
__ADS_1
"Ahh sedang mandi rupanya," Azka kembali berjalan ke arah sofa dan duduk di sana sembari melepas simpul dasinya yang terasa kian mencekik itu,
Suara pintu kamarandi yang di bb uka dari dalam itu membuat Azka menoleh ke arah suara tersebut, Dari tempat nya ia duduk ia bisa melihat Istri nya keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan selembar handuk yang menutupi tubuh mulus nya,
Azka semakin terpesona dengan kecantikan istrinya itu, Arum terlihat sangat imut sexy dan menggemaskan dengan perut buncit ya yang selalu membuat nya semakin tak tahan ingin menyentuh nya setiap hari,
Inti tubuh nya bahkan sudah mulai menggeliat di bawah sana, Hanya dengan melihat keseksian sang istri,
"Ya astaga tong.. udah bangun aja lu, " Gumam Azka sembari mengelus benda penting nya yang sudah berubah ukuran itu,
Sedang Arum yang masih sibuk mengeringkan rambut nya, Tidak menyadari kehadiran suaminya yang sejak tadi terus saja memperhatikan gerak gerik nya,
Arum masih berdiri di depan kamar mandi sambil menggosok kan handuk kecil pada rambut panjang nya, Tidak menyadari sama sekali jika ada sepasang mata yang terus menatap nya dengan tatapan lapar,
Arum berjalan dengan perlahan masih dengan handuk di tangan nya, Ketika melewati Sofa ekor matanya menangkap sepasang mata yang sedang menatap nya penuh damba,
"Hem.Mas Azka sudah pulang Mas?," Tanya Arum sembari tersenyum sangat manis hingga lensung pipinya tercetak sangat indah, Dan hal itu semakin membuat Azka tak tahan untuk mengeksekusi santapan lezat nan menggairahkan di depan nya itu,
"Tumben Mas. ini masih jam 4:20, " Tanya Arum sedikit heran, Dan juga senang secara bersamaan,
"Sini sayang, Mas nggak tahan, " Azka bangun dari Duduk nya kemudian menuntun Arum untuk duduk di pangkuan nya,
"Mas.. aku berat loh ini, Lihat perutku aja segede ini, Nanti... , "
"Kamu nggak berat sama sekali sayang, " Potong Azka cepat tangan nya sudah mulai melepas lilitan handuk yang membungkus tubuh mulus nan molek istrinya itu, Kemudian....., "
Kemudian bersambung...... 🏃♀️🤣
Jangan lupa like dan komentar ya bestie ku sayang,
nanti kita sambung lagi, Biarkan babang Azka anu dulu😅😅🙏
__ADS_1