Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab. 128


__ADS_3

Setelah mandi bersama dan juga membantu istri nya membersihkan diri, Damar kembali membopong Lulu keluar kamar mandi menuju ruang ganti, Setelah mendudukan Lulu di sofa yang ada di ruang ganti itu.


Damar memilih kan dalaman dan juga pakaian santai untuk sang istri, Sebuah dress rumahan yang yang sangat cantik dan nyaman di pakai untuk sehari-hari,


"Loh bang kok sudah ada pakaian wanita di lemarimu?" Tanya Lulu heran. Saat Damar mengambil pakaian wanita lengkap dengan dalaman nya, pasal nya dia belum sempat merapihkan pakaian nya yang dia bawa dari desa,


"Apa ini milik kekasihmu? " Tanya Lulu lagi saat Damar tidak menjawab pertanyaan nya, Lulu menolak saat Damar ingin memakaian pakaian itu padanya, sebelum suaminya itu menjawab pertanyaan darinya,


Pletakk!!!


"Aduhhh sakit tau!! Aku tanya bukan nya di jawab malah di sentil, " Protes Lulu dengan kesal sembari menggosok-gosok kening nya yg sedikit ngilu akibat sentilan manja Damar,


Damar menghela nafas nya sebelum menjawab pertanyaan istrinya itu, "Pakaian ini milikmu bukan milik wanita lain seperti yang ada di otak kecilmu ini, " Jelas Damar dengan mengelus kepala Lulu dengan sayang,


"Tapi bang aku kan nggak pernah naruh pakaian aku di sini, Apalagi ini ada dalaman juga ihh aku nggak pernah merasa. Beli yang model beginian, " Ucap Lulu lagi dengan melirik benda tersebut,


"Haahh wanita ini dalam keadaan seperti ini saja masih banyak protes juga, " Batin Damar gemas dengan sifat cerewet istrinya itu,


"Em.ini aku yang menyiapkan nya untuk mu, " Jawab nya dengan membantu Lulu memamaikan pakaian nya,


"Wah! Abang serius? sudah nyiapin ini semua bahkan sebelum kita menikah begitu? " Pekik Lulu menatap suaminya tak percaya,


"Ya.setelah aku melamarmu waktu itu aku telah menyuruh orang untuk memyiapkan ini semua menyiapkan segala kebutuhanmu, Apa kamu nggak suka dengan semua ini sayang? " Tanya Damar dengan menatap wajah Istrinya.


"Bukan begitu bang, Aku hanya... hanya takut jika semua ini milik wanita lain kekasih mu mungkin, " Lulu memalingkan wajahnya kesamping, Sejujurnya hati kurang nyaman saat menyebut kata kekasih, Damar hanya mengelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya itu


" Sudah jangan berpikir terlalu jauh sekarang pakai bajumu sebelum abang memakan mu kembali, " Ucap Damar mencium pipi Lulu yang masih terdiam,


Mendengar ucapan Damar Lulu segera memakai pakaian nya dengan di bantu oleh Damar, Setelah itu keduanya berjalan keluar dari ruang ganti. Lulu berjalan seperti bebek dengan sesekali meringis menahan perih di area bawah nya,


"Aduhh kenapa sesakit ini sihh, Aku heran kenapa banyak orang yang hamil sampai berkali-kali sementara bikin nya sangat menyakitkan," keluh Lulu saat sudah duduk di depan meja makan, Sementara Damar tengah mengambil minuman dingin di lemari es,

__ADS_1


Mendengar perkataan istrinya lagi-lagi Damar hanya mengelengkan kepalanya, Istri nya ini memang sangat unik, Polos namun sangat bar-bar dan cerewet,


"Bang nanti jam berapa kerumah Arum? " Tanya Lulu dengan menerima uluran minuman softdrink dari Damar, Pria itu duduk berhadapan dengan nya,


" Maunya jam berapa kita kesana. Bagaimna dengan keadaanmu? " Tanya Damar balik,


"Mungkin nanti akan lebih baik bang, " Jawab Lulu menimbang-nimbang keadaan nya saat ini,


Ting! Tong! Suara bel berbunyi


"Sebentar abang lihat itu pasti ojol. " Damar beranjak dari duduk nya berjalan keluar dari dapur saat mendengar bel berbunyi,


Lulu hanya memperhatikan pria gagah nan dingin itu dari belakang, Masih tidak menyangka jika pria es itu kini telah sah menjadi suaminya, Bahkan sudah berhasil membobol kesucian nya,


Lulu menghela nafas nya dengan pasrah, Semoga keputusan nya ini tidak salah, Semoga pria yang menikahinya ini adalah pria yang tepat untuk nya, Pria yang bisa sabar membimbingya kearah yang lebih baik lagi,


Berharap pria itu sungguh-sungguh dengan pernikahan mereka, Mencintainya dengan segenap hati nya, Walaupun ia yakin saat ini cinta di antara mereka masih sangat kecil, Mengingat selama ini mereka tidak terlibat hubungan apapun selain rekan kerja,


"Hey melamunin apa hem. Sampai suami ngomong saja nggak di jawab, " Damar memencet hidung Lulu yang melamun sejak tadi,


"Eh maaf bang. Abang ngomong apa emang?, " Lulu kaget dan juga merasa tidak enak sebab telah mengabaikan suaminya yang mengajak nya berbicara,


Damar menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya itu, Dia tahu apa yang ada dalam otak kecil istri bar-bar nya itu,


"Hey dengarkan abang baik-baik. " Damar berkata serius dengan menatap lekat mata Lulu, Netra pekatnya Menyiratkan keseriusan


"Mungkin saat ini kamu masih ragu dengan kesungguhan ku, Atau meragukan perkataan ku waktu itu? " Damar menjeda kalimatnya kedua tangan nya menggenggam tangan Lulu di atas meja,


"Sebelum nya abang tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita lain, Dan juga abang tidak memiliki kekasih, Jika kamu masih ragu kamu bisa tanyakan hal ini kepada Tuan Muda, Atau kepada Nona Arum, Jika itu yang menjadi beban pikiranmu,"


Lulu menunduk kan kepalanya setelah mendengar ucapan pria yang telah menjadi suaminya itu, Memang ada sedikit keraguan di hatinya, Lebih tepatnya khawatir dan takut bila dirinya akan di campakan setelah dia bosan,

__ADS_1


"Sayang! Lihat abang abang serius dengan pernikahan ini, Abang nggak main-main, " Kata Damar menatap mata istrinya serius,


"Sudah jangan memikirkan sesuatu yang tidak pasti, Lebih baik kita makan setelah itu abang bantu buat beres-beres pakaian kita, " Ucap nya dan di angguki oleh Lulu yang memang sudah sangat lapar,


Tepat pukul 7 malam keduanya sampai di kediaman Arum dan Azka, "Rakha!!! Onty kangen banget!!! " Lulu memeluk keponakan nya itu dengan mencium pipi bulat nya dengan gemas,


"Jadi gimana kok kalian bisa nikah mendadak gitu Lu? " Arum sudah tidak sabar mendengar penjelasan dari sahabat nya itu, Dirinya begitu penasaran dengan kisah mereka, Bahkan ibu hamil itu langsung menarik Lulu ke ruang keluarga,


meninggalkan kedua pria yang hanya saling pandang menyaksikan kelakuan istri-istei mereka,


"Ya ampun bumil aku belum duduk loh ini, belum minum juga sudah di todong pertanyaan aja l, " Lulu menurunkan Rakha di lantai dengan alas Karpet bulu yang lembut, Dengan berbagai mainan nya disana,


Arum hanya terkekeh menanggapi perkataan gadis yang telah menjadi wanita seutuhnya itu, "Ya namanya juga kepo tingkat dewa Lu, Lagian siapa yang nggak penasaran kalian kan selalu nya ribut kalau ketemu tapi malah tiba-tiba menikah, "


"Sebetulnya aku juga kaget Ar saat Abang mengaku sebagai calon suamiku di hadapan ibu, Aku kira dia hanya berakting demi menolongku saat itu, "


"Ciyeee udah panggil abang nih, " goda Arum dengan menahan senyum gelinya, Dan hanya ditanggapi dengan cengiran oleh Lulu,


Lulu menceritakan semua kejadian di desa tanpa terlewatkan sedikitpun, sambil mengawasi Putranya yang sedang asik mewarnai buku gambar nya, Arum mendengar kan dengan serius semua cerita Lulu,


"Wahh apes banget nasib Sekretaris Damar hahahaha, Kena tendangan maut di malam pertama, Udah itu dipan nya ikut pula menambah penderitaan nya, " Arum tidak bisa menahan tawanya saat Lulu menceritakan peristiwa di malam pertamanya,


"Ya mau gimana ternyata sakit banget jadikan aku reflek Ar, Nggak sengaja mau berbuat seperti itu, Itu juga Dipan kan emang udah berumur loh sejak aku SD, " Ujar nya membela diri,


"Iya iya aku tau kok sahabat aku yang bar-bar ini nggak mungkin menganiaya suaminya di malam pertama hahaha, " Arum masih tertawa geli membayangkan sekretaris suaminya mengalami nasib malam pertama yang mengenaskan,


Jangan lupa likom nya ya beb ๐Ÿ™


TERIMAKASIH sudah dukung terus karya aku ya๐Ÿค—๐Ÿค—


Mohon maaf bila banyak typonya๐Ÿ™๐Ÿ’•

__ADS_1


__ADS_2