
Rangkaian acara berjalan lancar dan tertip, baby twins juga tidak rewel. Kedua bayi cantik itu nampak anteng didalam box nya, Keduanya tidak terganggu dengan bising nya para tamu yang datang silih berganti,
Anak-anak yatim sudah pulang lebih dulu dengan membawa bingkisan Masing-masing, dengan wajah yang ceria,
Momen bahagia itupun tidak lupa diabadikan oleh salah satu wartawan yang diundang khusus untuk peliput serangkaian acara bahagia sang Ceo Dewantara's Group itu,
Dan untuk pertama kali nya Azka mempublikasikan keluarga nya ke hadapan media, Memperkenalkan Arum sebagai istri nya dan Arkha sebagai putra sulungnya serta kedua baby twins nya yang baru berusia 40 hari itu,
Berita itupun seketika telah menjadi tranding topik didunia maya, Dengan sebuah post keluarga bahagia yang harmonis,
Banyak ucapan selamat dari warganet untuk kelahiran bany Twins Ar dan Sil.
Banyak pula komentar yang bermunculan dengan menanyakan keberadaan mantan istri sang Ceo,
Namun komentat tersebut tertutupui oleh banyaknya komentar yang memuji penampilan Arum yang berwajah cantik natural tampan polesan makeup yang berlebihan,
******
"Ar bagaimana rasa nya melahirkan normal dan Caesar? " Tanya Lulu saat ini mereka sedang berada di ruang tengah. Menemani Arum memberikan asi kepada baby Sil,
"Hem.menurut aku sih enakan normal Lu, walaupun sakit pada awal nya. Tapi setelah sembuh kita bisa bergerak leluarsa tanpa khawatir dengan luka, " Jawab Arum sembari melirik sang sahabat yang berada disamping nya,
"Kenapa? Kamu ingin melahirkan normal atau Caesar?, " Tanya nya kemudian,
"Em.. Nggak tahu Ar. Aku sekarang mulai baca-baca artikel tentang ibu hamil. Tapi kok aku kadang merasa takut ya. Takut saat nya melahirkan nanti. Katanya sakit pake banget. " Ungkap Lulu mimik wajah nya kentara akan rasa khawatir,
"Nggak usah khawatir Lu, memang rasa takut dan khawatir itu pasti ada, wajar hal itu dirasakan wanita yang baru pertama hamil, Dulu juga saat hamil si abang aku juga takut banget, Tapi setelah sudah saatnya lahiran perasaan takut itu hilang entah kemana. berganti perasaan tak sabar ini bertemu dengan dengan si baby. "
Ucap Arum panjang lebar, ingatan nya kembali kemasa beberap tahun yang lalu, saat dirinya tengah mengandung Arkha tanpa status,
__ADS_1
Dan Desi adalah satu-satunya orang yang selalu mensuport dirinya agar tetap semangat menjalani kehamilan nya, Dan selalu siaga melayaninya jika tengah menginginkan sesuatu,
Mengingat hal itu serasa bagai mimpi. bisa melalui masa itu. Sama-sama meniti tangga satu demi satu bersama Desi yang notabene nya adalah orang asing namun baik nya melebihi saudara,
"Aku saranin sih sebaiknya Lahiran normal saja Lu, Sakitnya hanya sebentar nggak kek Caesar agak lama, ini aja aku masih suka ngilu, "
"Tapi apa sakit banget ya Ar? Apa sakitnya ngalahin sakitnya saat MP? " Tanya Lulu dengan wajah serius. Dan pertanyaan Lulu itu membuat Arum terkekeh,
" Sakitnya MP mah gak ada apa-apa nya Lu, melahirkan itu sakitnya berkali-kali dengan sakitnta saat MP, " Sahut Bu Tina yang datang sembari membawa salad buah ditangan nya sesuai permintaan Bumil,
"Masa sih bu Tin, wahh bakal sakit banget dong ya, " Respon Lulu dengan tangan terulur menerima mangkuk salad buah yang dibawakan bu Tina. tak lupa mengucapkan Terima kasih,
" Sakitnya melahirkan itu membawa pahala yang besar, sementara sakit nya saat MP membawa rasa nikmat yang membuat ketagihan yang melakukan nya. Hehehehe, " Lanjut bu Tina diiringi kekehan,
Arum melebarkan matanya mendengar perkataan bu Tina, Ibu satu ini memang suka rada-rada kalau ngomong,
"Tin! Ini lagi rame orang loh, jaga bahasa dulu ih. Nanti jika ada tamunya ayah nya Rakha yang dengar gimana? Kan bisa sawan dengar omongan mu, " Bu Siti yang melintas diruang tengah mendengar perkataan absur teman nya itupun langsung menegur nya,
"Eh iya. Aku lupa kalau diluar banyak orang hehe, " Ucap bu Tina yang baru sadar keadaan dan situasi saat ini,
"Sudah yuk kita keluar Tin, aku baru ingat kalau mas bojo belum ku anterin makan siang, " Bu Siti segera menarik lengan bu Tina yang seketika mencebik kan bibir nya,
"Sudah Ti. Tadi sekalian aku bawain pas aku nganterin makan suamiku, kamu ini kebiasaan banget selalu lupa sama suami. Katanya istri sholehot tapi seringnya lupa dan menjadi kebiasaan, " Omel bu Tina namun tak urung mengikuti langkah bu Siti keluar mmenuju dapur,
"Ah syukur lah kalau begitu, Memang kamu adalah sahabat sejatiku Tin, nggak ada duanya. Susah nyari sahabat yang modelan kamu ini, "
Puji bu Siti tulus. Sebelum hilang keluar pintu,
Arum dan Lulu hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah duo serangkai itu, keberadaan mereka berdua selalu menciptakan suasana ramai penuh canda tawa,
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Disebuah ruangan tepatnya disebuah kantor seorang pria kini tengah duduk di sofa dengan pandangan lekat menatap layar datar berukuran 41inch itu dengan mata memerah menahan sesak didadanya,
Hari ini memang adalah hari libur. Semua kantor tutup karena hari ini adalah hari minggu, waktunya bersantai menikmati waktu bersama keluarga, teman sahabat atau kekasih, Setelah enam hari lamanya berjibaku dengan pekerjaan yang menguras otak dan tenaga,
Namun tidak dengan pria yang satu ini, Ia sengaja datang ke kantor dengan alasan banyak kerjaan yang menumpuk. Demi menenangkan hati dan perasaan yang bergejolak di dada,
Ya pria itu tidak lain adalah Rangga.
Tidak ingin mendapat ultimatum dari sang istri dirumah, Karena menonton tayangan live serangkaian acara Tasyakuran bayi kembar keluarga Dewantara, maka kantor adalah pilihan nya saat ini,
Dadanya semakin sesak saat tayangan itu memperlihatkan wajah tampan Arkha. Yang merupakan putranya darah daginya bersama Arum sang mantan,
Wajah putranya itu jika diperhatikan semakin mirip saja dengan Azka yang merupakan ayah sambungan nya yang tidak memiliki ikatan darah sama sekali,
"Seharusnya aku yang berada di posisi itu, Seharusnya aku yang tersenyum bahagia bersamamu dan putra kita, " Gumam Rangga dengan mata memerah menahan tangis,
"Andainya aku tidak bodoh dan tetap berada di Desa. Dan menolak perintah nenek untuk kembali ke kota, Mungkin saat ini yang berdiri di sampingmu saat ini adalah aku bukan dia, " Rangga meraup wajah nya dengan perasaan hancur untuk kesekian kalinya. Saat menyaksikan Senyum bahagia mantan kekasih nya itu,
Selama ini dirinya sudah berusaha melupakan dan merelakan Arum. Namun semakin ia berusaha untuk tidak mengingat nya justru bayangan wajah cantik Arum semasa SMA dulu selalu memenuhi otak dan pikiran nya,
"Arumni!!. bagaimana caranya melupakanmu," Teriaknya tangan nya menekan tombol off pada remote yang ada di atas meja didepan nya, Tidak kuat melihat wanita masa lalunya bersanding dengan pria lain,
.
Rangga itu derita elo😏
Bestie terimakasih banyak ya, untuk keseetiaan nya,
__ADS_1
Aku hanya bisa membalas nya dengan doa yang tulus dari lubuk hatiku yang paling dalam,
Semoga All bestie semua selalu diberi kesehatan, kelancaran rezeki, Terkabul segala hajat dan keinginan, Aaamin ya Allah🤲