
" Kurang ajar! Dia mengangkut semua barang-barang nya, Kamu memang nggak becus ngurus itu aja nggak bisa! "
Aditya murka sebab, Tuntutan Sabira tentang harta gono gini kepada Azka, Hasil nya tidak memuaskan, Bahkan sangat jauh dari bayngn mereka,
Sabira hanya mendapatkan Hak, satu unit Rumah yang ia tempati sekarang dan 2 unit mobil mewah,Serta satu perusahaan kecil yang bergerak di bilang expedisi,
Hanya itu yang ia dapatkan karena ketidak adanya momongan dalam pernikahan mereka, selama lima tahun lama nya,
Dan Setelah sidang putusan cerai nya dengan Azka selesai di gelar 1 munggu yang lalu, Dua hari kemudian Sudah ada orang-orang Azka yang datang mengemas barang-barang pribadi nya ke Rumah yang sekarang telah menjadi milik Sabira,
Semua barang-barang mahal milik Azka sudah di angkut semua oleh orang suruhan nya,
Deretan Mobil mewah, Yang sering ia gunakan bersama Adit pun kini tinggal Dua buah, Dari sepuluh mobil yang Azka miliki, 8 di antaran nya telah di ambil oleh Sang pemilik,
Hal itu membuat Adit murka, Keinginan nya untuk merebut semua milik Azka tidak seperti yang ia bayang kan,
Menikmati semua yang Azka miliki selama 2 tahun lebih, Membuat nya kemaruk, ingin memilliki semuanya dengan utuh, Namun sekarang semua telah lenyap seketika, Tiada lagi deretan mobil mewah, Tiada lagi deretan jam tangan mewah, Semua sudah kembali kepada pemilik nya,
Prangg!!!
Suara vas bunga yang beradu dengn dinding, Karena di lempar Adit Itu, Membuat Sabira terkaget,
" Mas! Hentikan, Nggak ada guna nya kita kek gini,Semua sudah terjadi," Sabira menarik nafas nya dengan kasar,
"Semua ini kan karena Ide Mas, Yang menikah kan Azka dengan perempuan itu, Jika Mas tidak melakukan hal itu, Kita masih menikmati semuanya, Dengan Azka yang masih lumpuh, "
Sabira berdiri dari duduk nya, Dan mendekati Kekasih nya itu, Yang berdiri di balik meja kerjanya dengan Nafas yang kembang kempis karena emosi yang sudah di ubun-ubun,
" Tenang kan dirimu Mas, Sekarang ini kita harus tenang, Untuk memikirkan Rencana kita selanjut nya, Aku nggak rela wanita sialan itu menikmati semua kekayaan yang seharusnya nya menjadi milik kita,"
Ucap Sabira Memeluk dan membelai dada bidang Sang kekasih, Dengan sensual,Bibir nya telah menelusuri celuk leher Adit, Dan menjalar hingga ke garis rahang nya, Dan berhenti di bawah dagu Adit yang kasar karena bekas Cukuran,
Membuat Hasrat Adit terpantiknkian tinggi dengan sentuhan memabukkan kan Sabira, Yang selalu membuat nya luluh tak berdaya,
" Hem.. Kamu selalu pandai meluluhkan ku sayang,"
__ADS_1
Dengan gerakan Cepat Adit telah meraup bibir Sabira dan menyesap nya dengan ganas,
Lengan kokoh nya mengetat kala mengangkat tubuh Sabira dan menduduk kan nya di atas meja kerja nya yang ada di rumah itu, Yang dahulunya ruangan itu adalah Ruang kerja Azka,
Dengan menyapukan satu lengan nya ia menyingkirkan semua benda yang ada di atas meja itu, Yang menghalangi ruang kerak nya, Yang akan menikmati Tubuh kekasih nya itu,
" Lusa kita menikah, Orang-orang ku sudah mengurus semua nya, Dan Aku berharap kamu segera hamil, Akun ingin memiliki anak darimu sayang,"
"Yahh, Aku..aku mau Mas…!" Sabira menjawab dengan. Suara serak dan bergetar, Saat tangan Adit telah bermin-main di bawah sana,
" Bagus, Itu jawaban yang ku ingin kan darimu sayang, "
Adit membaringkan Tubuh Sabira di ats meja itu, Dengan kedua kaki nya yang tertekuk,
Adit menikmati hidangan lezat itu, Tanpa melewatkan seinci pun dari tubuh Sang kekasih, Membuat Sabira terbang bagai tak menjebak bumi,
Keduanya melupakan urusan rumit yang melanda mereka saat ini, Keduanya larut dalam geloea cinta yang membara dan semakin melingkupi kedua nya siang itu,
.
" Ya ampun Mas, Ini nggak berlebihan? Semua ini pasti sangat mahal harga nya, Mimpi aja aku nggak berni Mas, Untuk memiliki semua ini,"
Setelah percintaan panjang mereka siang itu, Azka mengajak nya untuk mandi bersama, Dan sudah di duga Arum, Jika acara mandi mereka itu bukan hanya sekedar mandi,
Azka kembali mengulangi sesi percintaan mereka di dalam Bathup, Alasannya ingin mencoba Bathup itu, untuk mentes, kekokohan nya, Begitu kata Azka,
"Tidak ada yang berlebihan untuk Nyonya Dewantra," Ucap Azka seraya menciumi celuk leher Arum yang ia peluk dari belakang,
Keduanya masih mengenakan kan Handuk kimono, Dan belum mengenk mengenak kan apapun di balik handuk kimono tersebut,
Bahkan Rambut panjang Arum masih basah, Usai mandi selama satu jam lamanya,
" Mas. Geli,"
__ADS_1
Arum menggoyangkan bahunya, karena geli dengan kecupan-kecupan yang di berikan Azka, Handuk kimono yang ia kenak kan kini sudah melorot dari bahunya,
"Mas! Sudah ih, Aku udah lemes banget loh ini," Rajuk Arum, Dengan bibir monyong, Memandang pantulan Suaminya dari cermin lebar yang ada di ruang ganti tersebut,
Suaminya itu masih asik mengecup leher dan bahu nya,
" Aduh sayang, Mas pengen Lagi,Coba pegang Ini," Azka meraih tangan kanan Arum dan merematkn nya di bagian yang sudak kembali terbangun,
"Hem.. Enak banget sayang," Azka semkin melorotkan kimono itu dari Tubuh Istri nya, yang Putih bersih, Dengam bagian Dada yang melebihi expetasinya juga Bo kong yang bulat dan padat, membuat nya tidak bisa beralih dari kedua hal itu,
Jika berdekatan Dengam Arum, bawaan nya tegang melulu,Bibir penuh terbelah milik Arum itu l, Selalu memantik Gairah nya selalu On,
" Ya ampun Mas, Baru juga selesai, Rambutku aja belom kering loh," Arum semakin memonyongkan bibir nya,
"Sekali lagi ya sayang, Janji," Azka menaikan kedua jari nya membentuk V, Dengan wajah sendu memohon,
Membuat Arum tak kuasa menolak keinginan Sang Suami, Dan untuk kesekian kali nya Mereka melalukan penyatuan di waktu Siang menjelang sore itu,
Dan Azka menepati janjinya.Jika hanya sekali dengan durasi Normal, Ia juga kasin kepada Istrinya yang sudah sangat kelelahan itu,
"Mas, Rumah ini luas banget, Kamar nya juga banyak Loh, Di atas Aja ada 4 kamar, Di bawah ada lima kamar, Belum lagi kamar Art yang ada di bagian belakang , " Ucap Arum, Saat mereka kini bersiap untuk pulang, Setelah mengitari seluruh Ruangan dalam Rumah itu,
" Mas Sengaja sayang, Mas Ingin Rakha banyak Adik nya Nanti, Pokonya Kamu nggak boleh Pakai kontrasepsi apapun, Mas ini udah Tua, Takut nggak keburu,
Teman-teman Mas udah ada yang Tiga anak nya, Devan aja tuh yang masih satu,"
Tutur Azka, Sembari menggandeng tangan Istrinya menuju Sebuah mobil mewah milik nya, Setelah mengunci Pintu Rumah nya,
" Iya Mas, " Jawab Arum,
Next…
Jangan lupa like dan komen nya ya bestie,🤗
__ADS_1
Terima kasih 🙏