
Rangga hanya bisa memandang kepergian Arum dan juga anak nya, dengan di bonceng oleh suaminya dengan sebuah motor,
Tanpa bisa melakukan apapun, Setelah permohonan nya di kabul kan untuk menggendong Sang anak, walaupun hanya beberapa detik, Sebab sang anak yang tidak mau di gendong oleh orang asing, Dan segera menjulurkan kedua tangan nya kepada Azka, yang ia panggil sebagai Ayah,
Hatinya sakit, Luar biasa sakit, Namun aoa nyang bisa nia lakukan? Tidak ada mau menyalahkan siapa, Ini semua adalah buah dari keputusan yang bia ambil dua tahun yang lalu,
Dan jika ad yang ingin di persalahkan dalam keadaan ini adalah, Nenek nya, Tapi apakah ia tega melimpahkan semua kesalahan ini kepada Sang Nenek yang sudah uzur itu,
Dari tempat nya berdiri Rangga sudah tidak melihat lagi Arum dan Anaknya, air matanya menetes, Siring dengan langkah kaki nya yang kembali menuju Mobil nya,
Didalam mobil nya Rangga masih terdiam di balik kemudi nya, satu tangan nya meremas dada nya, Rasa nyeri itu semkin menyiksa nya, Nafas nya semkin sesak, Ingin teriak, sekencang-kencangnya, demi mengurangi rasa sesak di dada nya,
Kedua tangan nya menumpuk di atas stir, dengan menyembunyikan wajah nya di antara kedua lengan nya,
Bahu nya terguncang, Rangga menangis, Menagisi Cintanya dan juga Anak nya, yang sudah menjadi milik orang lain, Karena kebodohan nya di masa lalu,
"Aaarrrgggg!!!!!,". Rangga berteriak, dan memukul stir mobil nya demi melampiaskan rasa sakit yang mongoyak hatinya,
Drrtt..Drrtt..
Dering Hp yang ada di saku nya membuat Rangga kembali menegak kan Tubuh nya, kemudian merogoh saku celananya, dilihatnya nama sang istri yang tertera di layar hp nya,
Dengam mengulir tombol hijau Rangga menempelkan benda pipih itu ke telinganya,
" Hal…"
" Mas. Kamu di mana?, kok belum pulang, Akun udah masak makanan kesukaan kamu nih,"
Suara Istrinya di sebrang sana terdengar sangat riang saat mengatakan jika ia memasak makanan kesukaan nya,
Sejenak Rangga tercenung, mengingat ucapan Arum sebelum meninggalkan nya tadi di depan stand minuman kekinian itu,
" Ingat istri dan Anak mu, Jangan karena kami, Kamu kembali mengulangi kesalahan yang sama, Aku sudah bahagia dengan kehidupan ku saat ini, Aku mencintai suamiku,"
Begitu kata Arum sebelum naik ke atas motor dan memeluk erat pinggang suaminya,
" Mas?, Mas dengar aku nggak?,"
__ADS_1
Suara Vika kembali menyadarkan lamunan Rangga, " Iya sayang dengar kok, ini udah di jalan, bentar lagi nyampe,"
Setelah mengakhiri sambungan telponnya Rangga melajukan mobil nya pulang ke rumah, Istri dan Anak nya yang lain telah menunggu kepulangan nya,
.
" Mas,mikirin apa?" Arum menghampiri Suaminya yang tengah duduk bersender di tembok ruang tamu yang hanya di alasi dengan karpet tipis,
Ia baru saja keluar dari kamar setelah selesai menidurkan Rakha, Dari dapur ia melihat suaminya duduk menghadap Televisi yang menayangkan berita Bisnis,
Namun Suaminya tampak melamun, tak memerhatikan tayangan yang tersaji di Televisi tersebut,
" Eh, Sayang. Rakha sudah Tidur?," Azka tak langsung menjawab sapaan Istrinya, Tangan nya terulur meraih tangan Arum dan membawanya kedalam pangkuan nya,
" Kamu beneran sayang sama Mas? Cinta sama Mas?," Azka melontarkan pertanyaan bertubi-tubi kepada sang istri, Seraya tangan nya membelai pipi mulus nya,
Arum menikmati belaian tangan hangat suaminya, Matanya terpejam menikmati kehangatan itu,
" Kenapa Mas masih menanyakan hal itu?," Arum menjawab pertanyaan itu dengan pertanyaan juga, Masih memejamkan matanya,
" Sekarang Aku mau bertanya dengan pertanyaan yang Sama, Apa Mas benar-benar mencintaiku dan Rakha? Apa mas tidak malu menikahi wanita yang telah memiliki anak di luar Nikah?,"
Arum telah membuka matanya, Dan memandang lekat Mata Suaminya,
" Aku ini wanita kotor Mas, Aku hamil di luar nikah tanpa suami," Arum berkata dengan Mata yang sudah berkaca-kaca, Memandang Suaminya,
" Akm…"
Arum tidak bisa melanjutkan kata-katanya, Karena bibir nya telah di bungkam oleh bibir Azka, Dan ********** dengan Lembut,
Setelah mengakhiri ciuman lembut dan sedikit menuntut itu, Kini Azka menatap lekat kedua bola mata Istrinya, yang sayu,
" Mas mencintaimu dengan segala kelebihan dan kekurangan mu, Mas mencintai kalian berdua melebihi apapun, Kamu dan Rakha adalah harta yang paling berharga buat Mas, Dan Mas nggak.malu, Dan nggak akan pernah malu karena memiliki kalian berdua, kalian berdua sangat berharga buat Mas,"
Azka kembali membenamkan bibir nya,Dengan bibir istrinya, Menyesapnya dalam,Sehingga menimbulkan suara decakan nyaring dari kedua bibir yang saling beradu itu,
Malam itu keduanya kembali mengulang mendaki puncak kenikmatan surga dunia, Malam ini ada yang berbeda dari biasnya,
__ADS_1
Jika biasa nya Arum yang selalu berkerja esxtra, Untuk mencapai puncak nirwana, Malam itu tidak, Azka mendominasi, permainan mereka
Bagai singa jantan yang kelaparan Azka mengeksekusi Sang mangsa dengan berbagai gaya, Yang ia ingin kan, dengan durasi yang cukup lama dalam satu Ronde nya,
Membuat Arum lemas tak bertulang,Di ronde ke tiga, Bahkan untuk memganggat tangan nya saja ia tak mampu,
Berkali-kali ia mencapai puncak, hingga lutut nya bergetar, Sedang Azka, Yng telah memendam keinginan bercinta nya dengan durasi panjang itupun bagai tak kenal lelah,
Tepat jarum jam menunjukan angka 2 dini hari, Arum jatuh tertidur dalam rengkuhan Azka, membuka mata saja. Arum sudah tak sanggup,
Azka mengecup sayang kening istrinya yang masih di bubuhi keringat, "Maafkan Mas ya sayang, Sudah membuatmu lelah,"
Azka menarik selimut yang teronggok di lantai, saat ia menyingkirkan nya tadi, Agar gerakan nya tidak terhalang apapun,
Kemudian menyelimuti istrinya yang sudah terlelap karena ulah nya itu, Azka turun dari tempat tidur, dan meraih selembar handuk untuk menutupi tubuh polos nya,
Azka berlalu ke kamar mandi dan membersihkan Tubuh nya yang lengket oleh keringat,
Setelah 15 menit ia keluar dari kamar mandi, dengan keadaan lebih segar, Usai mandi air dingin,
Setelah mengenakan boxer longgar nya dengan kaos warna hitam, Azka meraih hp nya dan mencari nama seseoramg,
Azka mengetik kan pesan untuk seseorang yang saat ini mungin sudah tertidur, kemudian mengirimkannya, Ia tak sabar ingin membawa anak dan istrinya tinggal di rumah yang sesungguh nya,
Setelah mematikan hp nya Azka memeriksa Rakha yang telah.melorotkan selimut nya, karena bergerak ke sana kemari saat tidur, Azka mengecup kening putra sambung nya itu, setelah memperbaiki selimut nya,
" Tidur yang nyenyak sayang," Gumam nya,
Kemudian ikut masuk kedalam Selimut Arum, dan kembali merengkuh tubuh polos Arum kedalam peluknya nya, dan ikut menyusul kedalam mimpi bersama istri dan anaknya,
Next…..
mohon maaf bila banyak typo nya ya bestie 🙏
,
__ADS_1