Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab, 157


__ADS_3

" Jadi nak Andre ini teman Linda atau boss nya?, " Yulia yang saat ini sudah bisa duduk dan bercakap-cakap itu bertanya kepada pemuda tampan yang selalu setia menjaganya saat Syla pergi sekolah,


Setelah di rawat hampir seminggu dengan perawatan terbaik, Kini Yulia sudah nampak membaik, wanita itu walaupun masih berwajah pucat, tetapi batuk nya sudah berkurang, dan sudah bisa mengobrol seperti saat ini,


Andre terdiam beberapa saat, memikirkan jawaban apa yang pantas untuk ia berikan kepada wanita parubaya itu, apakah jika ia mengatakan kebenarannya wanita itu akan baik-baik saja,


"Saya... saya calon suami Linda bu, kebetulan Linda nya belum bisa kemari karena pekerjaan nya, Jadi saya yang mengunjungi ibu, " Tukas nya dengan serius,


"Calon suami Linda? " Kaget Yulia saat mendengar perkataan pemuda tampan itu,


"Anak itu nggak pernah bilang apa-apa ke ibu Jika dia sudah memiliki calon suami," Tukas Yulia sembari mengkerut kan kening nya,


"Kami belum lama menjalin hubungan bu, Jadi mungkin Linda belum sempat memberitahu ibu, " Bohong Andre. Tidak mungkin ia memberi tahu yang sebenarnya kepada Yulia, Bagaimana sakitnya perasaan seorang ibu jika tahu anaknya telah melakukan sesuatu yang membuat nya berakhir menjadi tawanan nya saat ini,


"Setitik rasa bersalah mencuat di hati kecil pria itu kepada Yulia, Saat mengingat jika dirinya telah mengambil dan menjadikan Linda sebagai pemuas Nafsunya,


"Terima kasih nak, dan juga maaf sudah merepotkan mu, Biaya rumah sakit ini pasti sangat mahal dan..."


" Tidak masalah bu, Jangan pikirkan tentang itu " Potong Andre cepat, "yang penting saat ini ibu baik-baik saja Linda pasti akan bahagia jika mengetahui ibu sudah tidak sakit lagi, " Lanjut nya,


" Apa Linda baik-baik saja saat ini nak? Bisakah ibu berbicara dengan nya melalui telpon, Ibu merindukan nya sudah lama dia tidak menelpon, ibu, "


Yulia berkata dengan raut sedih, Sedih mengingat perjuangan putrinya di kota untuk bekerja mencari biaya pengobatan nya,


"Maaf kan ibu nak, maaf kan ibu yang telah menyusahkan mu, " Batin nya dengan wajah sendu,


"Maaf bu. Untuk saat ini Linda belum bisa di hubungi, Tapi saya janji saya akan membawa Linda bertemu ibu secepat nya, " jawab Andre, dengan Sungguh-sungguh,


Dan jawaban nya itu seketika membuat wajah layu Yulia kembali cerah, saat mendengar jika Andre akan membawa Linda mengunjungi nya,


πŸ€πŸ€πŸ€


" Dimana dia? " Tanya Andre saat baru memasuki rumahnya yang nampak sepi, waktu masih menunjuk kan pukul 7 malam, belum waktunya untuk tidur pikir nya,


Andre telah kembali.usai mengantar Yulia kembali ke rumahnya, yang telah di perbolehkan pulang oleh dokter, Dengan syarat setiap dua minggu sekali Yulia harus kontrol ke rumah sakit,

__ADS_1


Andre juga meninggalkan beberapa uang untuk biaya pengobatan Yulia selama beberapa bulan kedepan, Walaupun awal nya Yulia menolak, Akan tetapi Andre berhasil meyakinkan nya jika itu adalah uang dari Linda,


"Nona ada di taman belakang Boss, " Jawab anak buahnya yang bertugas menjaga Linda selama dirinya tidak ada,


"Apa ada yang terjadi selama aku tidak ada? " Tanya nya lagi tanpa menghentikan langkah nya menuju Taman belakang rumah nya,


"Tidak ada boss, hanya saja... "


Langkah kaki Andre terhenti saat mendengar kalimat dari anak buah nya itu, "Hanya saja apa? Cepat katakan! " Tegas Andre dengan wajah dingin nya,


"Itu boss. Selama anda tidak ada, Nona sering menangis dan juga jarang memakan, makanan yang telah disiapkan oleh bibi, " Jelas anak buah Andre dengan wajah tertunduk takut,


Mendengar penjelasan dari anak buah nya, seketika membuat rahang pria itu mengeras, Kedua tangan nya mengepal erat menahan emosi,


"Kenapa baru mengatakan nya sekarang! " Suara Andre nampak tegas dan menakutkan di telinga anak buah nya,


"Ma..maafkan saya boss, saya sudah menghubungi boss tapi tidak tersambung, " Jelas anak buah nya dengan perasaan was-was akan kemarahan boss nya itu,


" Lanjutkan pekerjaan mu, " Perintah nya dan segera beranjak dari tempatnya melanjutkan langkah nya menuju Taman belakang rumah nya, Dimana wanita yang telah mengusik pikiran dan hatinya itu berada,


Dari ambang pintu Andre bisa melihat Linda yang duduk di bangku membelakangi nya, Entah apa yang wanita itu pandangi, sehingga tidak bergeming sedikitpun, kepalanya bersandar di sandaran bangku tersebut,


Dengan langkah lebar nya Andre mendekati bangku dimana Linda duduk, di kepalanya telah tersusun sederet omelan yang akan ia lontarkan,


Mulut Andre sudah terbuka dan siap melontarkan kata-kata pedas nya, Namun seketika suara nya tertahan di tenggorokan saat melihat wajah sembab Linda yang tertidur dengan posisi duduk, Dengan kepala bersandar di sandaran bangku.


Perlahan pria itu menurunkan tubuhnya dengan berjongkok di depan Linda, masih bisa ia lihat sisa-sisa air mata yang menetes di kedua sudut mata wanita itu,


"Apa kamu begitu tersiksa dengan semua ini, " Ucap Andre pelan, dengan tangan terangkat mengusap setitik air mata yang masih menetes di sudut mata wanita yang tengah tertidur itu,


Seminggu tidak bertemu, banyak perubahan pada diri wanita itu, wajah pucat, dengan kedua pipi yang semakin tirus, akibat menangis dan makan tidak teratur,


Perlahan Andre mengangkat tubuh kurus Linda yang terasa begitu enteng dalam pangkuan nya, "Kamu enteng sekali, sepertinya kamu benar-benar tidak makan dengan benar selama seminggu ini, " Ucap nya sangat pelan, sembari berjalan Membawa Linda menuju kamar nya,


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€

__ADS_1


"Kita pamit dulu ya Ar, mas Azka, " Desi memeluk Arum dan juga menyalami Azka yang berdiri di samping Arum,


"Iya mba, terimakasih sudah merepotkan mba selama beberapa hari ini, " Ucap Arum dengan membalas pelukan Desi,


" Sama-sama, semangat ya, dalam merawat semua Anak-anak mu, " sahut Desi dengan memberi Arum semangat,


"Thanks bro! Dan pertimbangkan apa yang gue tawarin tadi, Soal Anak-anak nggak perlu khawatir, serahkan saja semuanya sama gue, " Azka berbisik di telinga Devan saat pria itu berpamitan padanya,


"Yoi! elo tenang aja, gue lagi mikir ini. Kira-kira bagus nya gue kemana yang bisa menghabiskan uang Tuan Azka, " Jawab Devan dengan tergelak di akhir kalimat nya,


Membuat Arum dan Desi menoleh kepada mereka dengan kening mengkerut, penuh tanda tanya,


"Biasa obrolan para pria, wanita tidak boleh tahu, " Seloroh Devan dengan nyengir kuda saat Desi menatap nya,


"Ini elo langsung membawa semua pasukan ke rumah elo bro? " Tanya Azka saat Devan telah masuk kedalam mobil nya, ke empat anak-anak nya telah naik lebih dulu kedalam mobil dan mengatur posisinya masing-masing,


"Iya dong, langsung ke rumah gue, Gue cabut ya bro! " Pamit Devan perlahan mobil yang ia kemudikan berjalan meninggalkan halaman luas rumah Azka, Pak Joko dengan sigap membukakan pintu gerbang kemudian menutup nya kembali,


Setelah mengemudi selama 20 menit kini mobil Devan telah memasuki halaman rumah yang tidak kalah luas nya dari halaman rumah Azka, Rumah besar dengan tiga lantai membuat Desi sedikit minder dengan keadaan dirinya yang hanya seorang janda miskin dengan anak banyak, sangat berbeda sekali dengan Devan walaupun dia duda tapi dia memiliki segalanya,


Desi tersentak saat merasakan tangan hangat yang menggenggam tangan nya, Yang menyadarkan dirinya dari lamunan nya,


"Mikirin apa?, Jangan memikirkan sesuatu yang tidak penting, Sekarang yang harus kamu pikirkan adalah ini, " Devan membawa tangan Desi dan meletakkan kan nya tepat di atas adik nya yang telah bangun dan ingin segera di tidurkan,


Sontak saja Desi menoleh kebelakang takut jika anak-anak mereka melihat tindakan Devan saat ini, Desi bernafas lega saat melihat keempat anak-anak nya telah tertidur akibat kecapekan bermain tadi di rumah Arum,


"Kenapa?, Anak-anak sudah tidur, mereka sangat pengertian dengan Ayah nya, " Lanjut Devan, dengan senyum smirk nya,


"Ish apaan sih mas, Itu mereka tidur di mobil ayo kita turun. " Tukas Desi dengan menarik tangan nya dari sesuatu yang semakin bertambah ukuran itu, Dengan wajah memerah menahan malu,


Hoamm NGANTUK BESTIE, πŸ₯±


demi kalian yang terlope2 sekeboon terong, aku hari ini libur dari acara lompat melompat dari gc satu ke gc yang lain berburu sebongkah poinπŸ€£πŸ€£πŸ™


Bercanda ea bestieπŸ™

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMEN NYA YA, DAN MAAF BILA BELUM SEMPAT BALAS KOMEN KALIAN YA, πŸ™ PERCAYALAH OTHOR ITU BAIK KOK GAK SOMBONK 😁😁


__ADS_2