Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab, 174


__ADS_3

Acara Tasyakuran baby twins sudah berakhir tiga jam yang lalu, Kini Arum sudah berada dikamar nya tengah memangku salah satu bayi kembarnya yang terbangun usai di ciumi oleh sang Ayah sebelum berlalu ke kamar mandi tadi,


"Mas.Lulu bilang dia ingin syukuran empat bulanan di Desa, Itu permintaan Tante Yanti katanya, Kalau mas nggak sibuk. Aku ingin ikut sekalian ingin mengunjungi nenek dan kakek. Mereka pasti sudah sangat tua sekali, "


Arum memberitahu suaminya tentang rencana Lulu yang ingin pulang ke Desa saat usia kandunganya memasuki empat bulan,


Sekaligus meminta izin untuk berkunjung ke Desa,


Azka yang baru keluar dari kamar mandi usai membersihkan tubuh nya yang lengket oleh keringat setelah menemani para tamu yang datang seharian ini,


Sementara Arkha sudah terkapar di kamar nya karena kelelahan usai mengawal kedua adiknya selama acara berlangsung. Takut jika para tamu yang datang membawa pergi sang adik. Begitulah alasan nya setiap kali ditanya tamu yang datang,


Setelah memakai pakaian nya berupa kaos putih polos dengan celana boxer, Azka mendekati Arum yang tengah duduk selonjoran di atas tempat tidur. dengan punggung yang bersandar di kepala ranjang, Tengah menyusui salah satu bayi nya,


"Tentu saja boleh sayang, Mas akan atur skedule agar kita bisa mudik bareng, besok mas akan menanyakan kepada Damar. Jika dia mau nanti sekalian saja mengadakan resepsi pernikahan nya, Mereka belum mengadakan resepsi kan? "


Jawab Azka yang sudah duduk disamping Arum sembari tangan nya memijat-mijat bahu Arum, Ia tahu jika istrinya itu pasti kelelahan melayani tamu yang datang silih berganti sampai acara selesai pukul lima sore tadi,


Arum setuju dengan usul suaminya itu, Biar sekalian kan, "Terimakasih mas, " berterimakasih setelah Azka menyudahi pijatan nya setelah ia merasa cukup,


"Sama-sama sayang, " Jawab nya


Azka masih memandangi putri nya yang sudah melepas kan sumber makanan nya setelah puas menyusu dengan lahap,


"Sini biar Mas saja yang menaruhnya kedalam box, kamu disini saja," Azka beranjak dari duduk nya dengan mendekap putrinya penuh kasih sayang, kemudian meletakan nya dengan hati-hati kedalam box nya yang berada tepat di samping tempat tidur.


Arum hanya memperhatikan suaminya yang selalu antusias saat menggendong putri mereka,


*******


Ke esokan harinya seperti biasa pada hati senin adalah hari yang sibuk dengan rutinitas setiap harinya, Setelah libur sehari, Azka tengah bersiap pergi ke kantor Arum selalu cekatan menyiapkan semua keperluan suaminya, Dan selalu menyempatkan diri membantu sang suami seperti memakaikan dasi dan menyiapkan sarapan suami nya dengan tangan nya sendiri,


Kedua bayi kembar nya masih terlelap di dalam box nya, biasanya bayi akan bangun pada saat nya mandi nanti, kedua bayi nya akan kompak terbangun saat kedua nya tengah di jemur di bawa sinar matahari pagi sebelum jam 8 pagi,


"Terima kasih sayang, kamu selalu melayaniku dengan baik, " Azka mengucapkan terimakasih diiringi dengan sebuah kecupan hangat yang mendarat di kening Arum yang reflek memejamkan kedua matanya, Meresapi kasih sayang sang suami yang selalu tercurah setiap hari kepadanya dan juga anak-anak nya,


"Sama-sama mas, semangat ya kerjanya, kami selalu menunggumu pulang " sebuah kecupan diberikan Arum dipipi kanan suaminya, yang langsung saja menahan wajah nya dengan membalas mencium bibir nya,

__ADS_1


Keduanya terlibat pangutan yang dalam dan penuh kasih sayang, Setelah melepaskan tautan bibir mereka. Keduanya keluar dari kamar menuju meja makan untuk sarapan pagi sebelum berangkat ke kantor,


"Abang mana. Tumben belum bangun, biasanya juga jam segini sudah wangi dan duduk di kursi nungguin Ayah, " Tanya Azka saat ia baru saja menduduk kan dirinya di kursi meja makan,


"Abang masih tidur mas. Sepertinya kecapekan kemarin deh, kan nggak ada tidur siang ngawal adik-adiknya terus sampai sore, " Sahut Arum sembari menuangkan nasi goreng seafood kesukaan sang suami, Dengan toping telur ceplok setengah matang dengan taburan bawang goreng,


"Hem. Kasian sekali anak ayah, " Respon Azka di iringi kekehan saat mengingat wajah serius putra nya yang mengawal adik-adiknya, sembari menyuapkan makanan kedalam mulut nya, rasanya selalu enak dan pas di lidah nya,


*


Azka menahan Damar yang akan menuju ruangannya, yang berada di samping ruangan Ceo,


Kini Damar bukan hanya sekretaris nya. Tetapi Damar juga menjabat sebagai wakil Ceo di perusahaan Dewantara's Group itu,


Azka memberikan jabatan itu sebagai bentuk terimakasih nya kepada Damar dan Lulu, Terlepas dari jabatan baru nya Damar tetaplah Sekretaris utama yang handal bagi Azka,


Dua minggu lalu telah merekrut dua orang Asisten yang akan membantu Damar nantinya


"Ada apa Tuan muda? " Damar menghentikan langkah nya,


"Keruangan ku sebentar. Ada hal yang mau aku bicarakan dengan mu, "


" Semalam Arum mengatakan jika istrimu akan pulang ke Desa saat usia kehamilan nya memasuki empat bulan, "


"Benar Tuan muda, itu atas permintaan ibu mertua saya, Yang menginginkan jika syukuran empat bulanan nanti di laksanakan di desa, " Jelas nya membenarkan.


" Bagaimana jika sekalian saja kalian menggelar resepsi pernikahan?, Biar sekalian kan Acaranya,"


Damar berpikir sejenak sebelum memberikan jawaban, "Nanti saya tanyakan dulu kepada istri dan juga kedua mertua saya Tuan muda, " Jawab nya, Damar tidak ingin mengambil keputusan sendiri, Semua harus atas persetujuan bersama,


Azka pun menganguk mengerti dengan keputusan sang sekretaris handal nya itu,


*****


Pagi hari suasan di kediaman Devan sangat berbeda dengan suasana di kediaman Arum dan Azka, Jika suasana pagi hari yang tenang karena Anak-anak nya masih pada tidur, lain hal nya dengan anak-anak Desi dan Devan,


Citra dan Dara yang tidur sekamar sering menciptakan keriuhan di pagi hari. Seperti saat ini,

__ADS_1


"Ibu!! Ibu.!! "


Tok!! Tok!! Tok!!


Suara nyaring Citra dan Dara terdengar jelas di telinga sepasang suami istri yang masih saling memangut itu, Lebih tepatnya Devan lah yang menyergap sang istri, Desi berusaha meloloskan diri dari dekapan suaminya itu dengan cara mendorong dada bidang sang suami dengan sekuat tenaga,


Namun bukan nya mengendur, dekapan sang suami malah semakin kencang dan semakin brutal pula serangan bibir nya,


"Mas!! Cukup itu anak-anak sudah menggedor pintu, " Akhirnya Desi berhasil melepas kan bibir nya dari serangan Devan,


"Aku tahu. Dan aku dengar, biarkan saja dulu sayang ini masih jam 6 lewat masih ada waktu buat ngurus junior yang sudah rewel sejak bangun pagi tadi," Ucap nya dengan wajah meringis menahan ngilu pada junior nya yang sudah mengeras melebihi keras nya kayu ulin,


" Lagian itu bocah tumbenan banget jam segini sudah bangun, biasanya juga masih anteng dibawah selimut, " Lanjut nya dengan terus menciumi bahu Desi yang terbuka sebab daster kesayangan kebesaran istrinya itu sudah sobek akibat ulah sang nya


"Mas.lepas dong. Kan semalam juga sudah itu, Masa sekarang mau lagi, itu anak-anak kan memang biasa bangun jam segini, mas aja yang tumbenan jam segini sudah rewel, " Ucap Desi gemes dengan tingkah suami nya yang selalu manja jika berada di kamar berdua, bahkan manjanya Devan melebihi manja nya Citra dan Dara,


"Ibu!!! "


Tok!! Tok!! Tok!!


Suara Citra dan Dara kembali terdengar disusul dengan suara ketukan pintu,


"Iya sayang tunggu sebentar, " Desi menjawab panggilan kedua putrinya sembari bergegas menuju lemari dan mengganti daster nya yang sudah koyak oleh ulah suaminya yang tidak sabaran,


Meninggalkan Devan diatas tempat tidur dengan wajah nelangsa, Sebab sang junior gagal bertemu bunga nya,


Desi tengah membereskan buku anak-anak nya kedalam tas kemudian membawanya keruang keluarga,


Anak-anak nya sudah berada di ruang makan sedang menunggu Papa Devan yang sebentar lagi akan turun setelah ia panggil tadi,


.


Wanita itu setiap pagi selalu mengurus ke empat anak-anak nya, Dengan bahagia. Bahagia memiliki kehidupan yang jauh lebih baik dari kehidupan masa lalu nya,


Memiliki suami yang super baik dan penyayang kepada semua anak-anak nya,


Bestie tersayang... Maaf lagi ya karena kemoloran anuušŸ™ƒ

__ADS_1


Entah menggapa setiap kali mengetik itu mata sulit diajak kompromi🄓 Selalu saja ngantuk dan ngantuk, tapi aneh nya jika keliling Gc mata selalu segeršŸ¤•


__ADS_2