
Lulu duduk di tepi tempat tidur nya setelah sambungan telpon dengan sang ibu terputus dengan di akhiri salam, pikiran nya masih tertuju pada pembahasan nya dengan sang ibu barusan,
Sang ibu mengatakan jika bapak nya sedang sakit, Akibat mengalami kecelakaan dua hari lalu, Saat pergi membeli stok kebutuhan warung nasi mereka, Dan dirinya di mohon untuk segera pulang ke desa sesegera mungkin, ,
Hatinya bimbang apakah ia harus meninggalka sahabat nya yang sedang tidak baik-baik saja saat ini, Ataukah ia harus pulang ke desa, Bukan nya tidak sayang atau khawatir dengan orang tua,
Tapi Lulu khawatir jika ini adalah jebakan sang Bapak untuk menyuruhnya pulang, Sebab dari nada suara sang ibu yang terdengar tidak sedang panik dan terkesan santai,
"Apakah aku harus pulang dan menghadapi segala kemungkinan terburuknya, " Gumam Lulu pada dirinya sendiri,
Tapi jika tidak pulang dan bapak beneran sakit gimana? "
Capek berpikir akhirnya Lulu merebahkan tubuh nya diatas kasur empuk nya, Hari ini sangat melelahkan, Sekilas saat ia memehamkan matanya sekelebat bayangan Damar menyelinap di kepalanya,
Reflek tangan nya terangkat memegang bibir nya, Jantung Nya Kembali berdetak tak menentu kala mengingat benda kenyal dan hangat itu menempel di bibir nya,
"Ahh… kenapa seh harus dia yang mengambil ciuman Pertamaku!" Lulu berguling-guling di kasur sambil tersenyum-senyum sendiri saat bayangan bibir keduanya menempel kembali terlintas di kepalanya,
"Ahh dasar menyebalkan memang tuh orang, Pasti dia juga berlaku begitu dengan cewek lain, Uhh dasar buaya!" Kesal nya dengan kembali menduduk kan dirinya di tepi tempat tidur,
Lulu beranjak kekamar mandi untuk membersihkan dirinya, Sebelum ia istirahat. Itu adalah hal yang wajid ia lakukan setiap menjelang tidur, walaupun ia sebelum nya sudah mandi,
Dan saat akan tidur malam ia wajib mandi lagi agar tidur nya nyenyak dan tidak gelisah,
Lulu adalah pecinta kebersihan, Walaupun ia sedikit bar-bar tapi kebersihan nomor 1 ,
Di kamar Arum,
Azka dengan telaten mengeringkan dan menyisir rambutnya istri nya dengan penuh kelembutan, Keduanya baru saja menyelesaikan ritual mandi mereka yang memakan waktu hampir 1 jam itu,
__ADS_1
Jika tidak ingat Arum sedang mengandung mungkin Azka tidak akan melepas kan itu, Dirinya selalu gemas setiap kali melihat tubuh polos istri nya,
Jika sehari saja tida menyentuh nya maka seperti ada yang kurang, setiap inci dan setiap yang ada pada istri nya selalu membuat nya Candu,
"Mas! bagaimna dengan berita itu, Apa hal itu tidak akan mempengaruhi bisnis mu? " Tanya Arum dengan menatap wajah suaminya melalui pantulan cermin meja rias yang ada di depan mereka,
Mendengar pertanyaa Arum, Azka tidak langsung menjawab pertanyaan istrinya, ia masih fokus merapihkan rambut indah istrinya,
"Mas! aku khawatir jika berita ini akan berdampak buruk untuk masa depann Perusahaan, Dan juga rekan-rekan bisnis mas akan…"
"Semua akan baik-baik saja sayang, jangan kau pikirkan hal-hal yang belum tentu akan terjadi," Ucap Azka memotong perkataan Arum dengan cepat, Ia tidak ingin istrinya itu banyak pikiran,
"Percayalah sayang mas tidak akan membiarkan hal buruk apapun menimpa keluarga kecil kita oke!, " Lanjut Azka sembari mengecup pucul kepala dan juga pipi istrinya,
"Tapi mas aku.. "
"Nggak ada tapi-tapian pokonya Mama nya Rakha harus rilex gak boleh banyak pikiran. Apalgi stress jangan sampai ya sayang, Kasian Anak kita di dalam sini, " Ucap Azka sembari mengelus perut buncit istrinya,
" Ya sudah sekarang waktunya pakai baju, sini biar mas bantu, " Azka membantu Arum berdiri dari duduk nya, Kemudian menuntunnya dengan pelan menuju ruang ganti,
Di Rumah Desi,
Setelah membantu Danur berbaring di ranjang dan menyelimuti nya, Desi beranjak keluar untuk menemui Devan yang sudah menunggunya sejak tadi, Pria Tampan itu datang sejak pukul 7 tadi,
Untuk menjenguk Danur dan juga Desi tentunya, wanita pujaan nya, si pencuri hatinya yang selalu membuat nya rindu,
"Mas! Kita bicara disana! " Suara Desi sukses mengagetkan Devan yang sedang melamun memikirkan bagaimana ia harus menyampaikan niatan nya untuk melamar wanita nya itu, Agar ia bisa engan leluarsa menjaga nya, menjaga mereka semua,
"Ahh iya sayang, " Jawab Devan segera berdiri dan mengikuti langkah Desi yang berjalan menuju teras samping Rumah nya,
__ADS_1
Desi yang mendengar Devan memanggilnya nya dengan panggilan sayang,desiran halus yang menimbulkan percikan-percikan api asmara yang kian mengelora di hatinya,
Namun dengan sekuat tenaga ia menahan dan mencoba menahan segala perasaan nya itu, Keamanan dan juga kenyamanan anak-anak nya lebih utama, ia tidak ingin kejadian yang di alami Danur akan kembali menimpa anak-anak nya yang lain,
Keduanya kini telah duduk berdampingan di bangku panjang yang terbuat dari Kayu itu, Posisi keduanya saling berhadapan dengan posisi duduk menyerong,
Keduanya terdiam cukup lama, hingga akhir nya Devan memulai percakapan dengan meraih satu tangan Desi dan mengeggam nya dengan lembut,
" Apa ada yang ingin kamu sampaikan?" Tanya Devan dengan lembut, seraya menatap manik Desi yang berusaha menghindarinya,
Desi masih bungkam dengan diam nya, Ia tengah berusaha memilah kata-kata yang pas untuk menyampaikan maksud nya,
Genggaman lembut pria di samping nya ini sangat membuat nya nyaman, Namun kenyamanan itu harus segera ia akhiri sebelum jatuh terlena di dalam nya,
" Maaf kan aku mas!" Ucap nya dengan menjeda kalimat nya, rasa nya sangat tidak rela bila beranjak dari kenyamanan yang di tawarkan pria duda satu anak itu,
"Ada apa? apa terjadi sesuatu dengan Danur? " Tanya Devan. Sebab sejak tadi Desi hanya diam saja,
"Mas! aku ingin mengakhiri hubungan kita, " Ungkap Desi dengan memalingkan wajah nya kesamping, Tidak berani menatap wajah Devan yang kini tengah menatap nya dengan syok!
"Maaf kan aku mas. Tapi ini adalah jalan terbaik buat kita, khusus nya buat aku dan anak-anak ku, Aku tidak ingin karena keegoisan ku yang ingin bahagia malah akan membuat mereka celaka, " Tutur Desi panjang lebar menyampaikan segala isi hati dan juga kegundahan nya,
"Cukup Danur saja yang mengalami hal naas ini mas! Aku tidak ingin ada yang bernasib sama di kemudian hari karena keegoisan ku, " Lanjut Desi lagi dengan mata yang sudah berkaca-kaca siap meluncur kan cairan bening nya,
"Des! Lihat aku. Apa kamu nggak percaya sama aku? " Tanya Devan dengan merangkum wajah Desi dan menghadapkan nya kearah nya, Agar wanita itu bisa melihat kesungguhan nya, Jika ia tidak pernah main-main dengan ucapan nya
SABAR YA AKU BENERAN NGANTUK GESS🤧
sudah minum kopi padahal, Tapi kok nggak ngefek banget di aku kopinya tetap ja ngantuk luar biasa🤧🙏
__ADS_1
Kita lanjut di bab berikut nya ya🙏
Jangan lupa tinggalkan jejak jejak kasih sayang nya ya 🤣🙏