Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab, 159


__ADS_3

Pagi menjelang,


Seperti biasa Desi telah bangun sejak pukul 5 dini hari, walaupun lelah akibat pergumulan nya dengan sang suami yang tidak ada puas nya menggagahi tubuh sexy nya, Namun Desi tetap menjalan kan kewajiban nya sebagai istri yang melayani suami dan anak-anak nya dengan baik


Salah satunya dengan menyiapkan sarapan dengan tangan nya sendiri, Tanpa mengandalkan Art,


Setelah ke kamar mandi untuk membasuh wajah nya, Desi segera ke dapur, Di dapur ternyata sudah ada bi Surti,


"Selamat pagi bi. Kenalin saya Desi, " Desi mengenalkan diri nya kepada bibi yang sudah lama mengabdi kepada keluarga Syailendra itu, Semalam Devan menceritakan sedikit tentang bi Surti sebelum keduanya terlelap karena kantuk dan capek,


Karena mereka sampai rumah sudah malam, Dan keinginan Devan yang tidak bisa di tunda, Alhasil Desi tidak sempat berkenalan dengan ARt di rumah itu, Terutama kepada bi Surti,


"Pagi nyonya. Saya Surti, " Sambut wanita parubaya tersebut dengan tak kalah ramah dari Desi,


"Panggil Desi saja bi, Atau Ibu juga nggak apa-apa asal jangan Nyonya. Kesan nya kek gimana gitu " Seloroh Desi sembari terkekeh, Masih menjabat tangan bi Surti,


" Tapi Nyonya.. Saya tidak enak jika hanya memanggil ibu. Apalagi nama, Nanti kena marah sama Tuan, " Tukas nya merasakan tidak enak, Dulu saja saat Almarhum ibu nya Citra masih hidup pun ia memanggil nya Nyonya,


"Tidak apa-apa bi, Kalau mas Devan marah atau keberatan itu akan menjadi urusan saya, Saya kurang nyaman dengan panggilan itu, Kesan nya seperti kita berbeda saja, saya lebih nyaman jika bi Surti memanggil saya dengan sebutan Ibu saja,


Desi berkata dengan sungguh-sungguh, kepada bi surti, Baginya panggilan Nyonya itu tidak pantas di sematkan kepadanya, Yang hanya dari kalangan menengah ke bawah,


" Baik bu, Ibu Baik sekali, " Puji wanita itu dengan tulus,


"Bi Surti bisa saja, Oya bi. Tolong tunjukan letak bahan-bahan untuk memasak ya bi, biar saya nggak nanya-nanya lagi jika ingin membuat sesuatu, "


"Baik bu, mari saya tunjukan, " Jawab nya kemudian mulai menunjuk kan Tempat-tempat menyimpan bahan dan juga yang lain nya, Serta berkenalan juga dengan beberapa Art dan Security di rumah itu, Yang sudah bangun untuk mengerjakan tugas mereka masing-masing,


Setelah berkutat selama 20 menit kini aneka hidangan sudah tertata rapih di atas meja makan, Desi yang memang hobi memasak itu sangat cekatan, Tanpa bantuan bi Surti,


Beberapa menu rumahan kesukaan Devan dan juga anak-anak mereka telah terhidang, siap santap, Bi Surti hanya mengamati cara kerja Desi yang sat set, Terlihat begitu lihai menggunakan alat-alat dapur,


Sangat berbeda dengan Almarhum ibu nya Citra dulu yang anti dengan polusi dapur, Tahu beres saja semuanya, bahkan untuk menginjak kan kaki nya di Dapat itu bisa di hitung dengan jari,

__ADS_1


Apa-apa Art lah yang melakukan nya, bahkan yang menyiapkan makanan untuk Devan juga adalah Art yaitu bi Surti,


"Em bi Surti sudah lama bekerja dengan Keluarga Syailendra?, " Tanya Desi yang kini telah duduk di kursi meja makan sembari menyeruput teh anget nya,


"Sudah lama bu, sejak Tuan Devan remaja saya sudah bekerja dengan keluarga Syailendra," Jawab nya dengan senyum kecil yang terukir di wajah tuanya,


"Oh sudah lama banget dong ya, Sini bi duduk kita ngeteh dulu sambil nyemil bakwan udang. Mumpung masih anget, " Desi menarik sebuah kursi di depannya dan menyuruh bi Surti untuk duduk,


Pasal nya sejak tadi bi Surti hanya berdiri saja, tidak ada niat sama sekali untuk ikut duduk bersamanya,


" Maaf bu, saya tidak enak duduk disini, tempat saya ada di belakang bersama Art lain, " Tolak nya merasa tidak enak jika dirinya menerima tawaran istri baru majikan nya itu,


"Nggak apa-apa bi, sini temani saya ngeteh, sambil kita cerita-cerita, " Desi berdiri dan menuntun bi Surti untuk duduk di kursi yang telah ia siap kan tadi,


"Ini masih jam setengah 6.sebentar lagi bangunin anak-anak. Citra dan Dara hari ini mau saya daftarkan sekolah taman Kanak-kanak, Jadi nanti bibi tolong ikut saya ya, setelah dari mendaftar sekolah kita langsung kepasar belanja kebutuhan rumah, Sudah banyak yang kosong, " Ucap Desi kepada bi Surti yang kini tengah menerima satu gelas teh yang baru saja Desi tuangkan untuk nya,


"Baik bu, "


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Tidak berbeda dengan suasana di kediaman Azka, Arum juga pagi-pagi telah bangun untuk menyiapkan sarapan untuk suami dan putranya nya, Dibantu bu Tina dan bu Siti yang telah tinggal di rumah nya, Sejak Arum masuk rumah sakit seminggu lebih yang lalu,


Hari ini Azka akan kembali masuk kantor lagi, setelah seminggu lebih tidak masuk dan hanya bekerja dari rumah saja,


Arum membuat menu sarapan kesalahan keluarga kecil nya, Tidak lupa ia juga menyediakan sarapan untuk penghuni rumah dan kedua orang yang bertugas menjaga baby twins di rumah itu,


"Bu nanti tolong siapin sarapan untuk Dokter dan juga perawat nya ya, Aku mau bangunin Mas Azka dulu, Hari ini dia sudah mulai ngantor lagi, "


"Asiap boss, jangan khawatir semua pasti beres, " Jawab bu Siti dengan semangat,


"Oh iya, jangan lupa kasih gorengan dan juga kopi buat bapak nya Jaka ya, jangan di lupain itu, " Peringat Arum kepada bu Siti yang sering lupa menghidangkan kopi kepada suaminya sendiri,


"Siap!! pokonya gak akan lupa mulai sekarang mah, sudah di catet di otak, dengan urutan paling depan hehehe, "

__ADS_1


"Halah gayamu Ti, wong setiap hari juga mba Des yang ingatin untuk membuat kan sarapan bojomu, " Timpal bu Tina yang baru kembali dari menyiram tanaman di halaman depan Rumah,


"Ya kan sekarang lagi usaha ini Tin, kebiasaan di rumah sih mas bojo kan apa-apa dia buat sendiri, paling aku tinggal masak nasi dan lauk saja, " Ucap bu Siti membela diri,


"Istri durhakim kamu Ti, Bisanya lupa sama bojo sendiri, " Balas bu Tina sembari membuat Teh untuk dirinya dan bu Siti,


"Bukan durhakim Tin, Aku itu tipe istri solehot,"


Arum hanya menggelengkan kepalanya


melihat tingkah duo serangkai itu,


Setelah semua rampung. Wanita itu segera mencuci tangan nya lalu mengering kan nya dengan tisue, Setelah itu ia berlalu hendak ke kamar baby twins nya


15 menit berada dikamar baby twins, Kini Arum kembali kekamar nya untuk membangun kan Azka, jarum jam sudah menunjukan pukul 6:15 sudah waktunya suaminya itu bangun, jika ingin berolahraga dengan lari santai di halaman juga masih ada waktu,


Arum perlahan menutup pintu kamar nya, suasana masih sunyi itu bertanda jika sang suami masih belum bangun, Seulas senyum terbit menghiasi wajah cantik nya,


Perlahan ia mendekati tempat tidur dimana suaminya masih setia menutup mata nya dengan selimut yang membalut tubuh tegap nya yang hanya menutup sampai pinggang nya saja,


"Mas. ayo bangun sudah pagi, " Arum mengelus rambut Azka dengan lembut, Namun suaminya itu bergeming,


"Mas.. sudah jam setengah tujuh loh, nanti mas nggak sempat olahraga loh, Katanya badan nya nggak enak karna sudah seminggu lebih nggak olahraga raga saat di rumah sakit, " Ucap Arum masih mengelus rambut tebal Azka menyisir nya dengan jari nya,


" Hem. jam berapa sekarang?, " Tanya nya tanpa membuka matanya. Namun tangan nya menarik tubuh Arum untuk ia dekap, sebagai pengganti guling,


"Sudah setengah tujuh tuh, Katanya mas mau olahraga di halaman, Nanti gak sempat loh, " Jawab Arum sekaligus mengingatkan sang suami yang ingin berolahraga pagi sebelum ke kantor,


"Sebentar sayang, si otong lagi tegak-tegak nya tuh, Biasanya dia suka rewel kalau bukan kamu yang bujuk supaya dia nggak rewel, " Tukas Azka dengan menggigit pelan cuping telinga Arum,


Sehingga membuat sang empunya kegelian, karena ulah nya itu, "Mas.. sudah hentikan nanti. bukan nya tidur tuh si otong tapi malah akan bangun sepanjang pagi, " Ucap Arum yang segera meloloskan diri dari dekapan sang suami,


BESTIE MOHON . AAF SEKALI YA, BARU SEMPAT UP, 🙏

__ADS_1


TERNYATA SEKUAT-KUATNYA OTHOR. KO JUGA DI SERANG FLU, IDUNG MELER, TENGGOROKAN SAKIT DAN KEPALA CENAT CENUT, 🥴🥴


JANGAN LUPA LIKE KOMEN NYA YA😘😘🤗


__ADS_2