
Kini ketiga anggota keluarga kecil itu telah duduk melingkar di depan sebuah meja makan sederhana, dengan Arkha yang di dudukan di sebuah kursi dengan di alasi sebuah bantal bukat, agar bisa sejajar dengan Meja makan,
Arum sedang menyiapkan makanan yang di bungkusan Desi untuk nya tadi, Sedang Azka tak hentinya memperhatikan semua pergerakan Arum yang cekatan, Daster tipis yang membungkus tubuh wanita yang sudah menjadi istri nya itu berkibar seiring dengan gerakan Arum yang lincah,
" Mas, Bisa makan ini?, " Tanya Arum sembari menyodorkan Pepes Ikan Nila dengan limpahan bumbu kuning dengan daun kemangi yang menambah keharuman hidangan tersebut,
" Itu apa?, " Tanya Azka polos, Ia yang lahir dari keluarga berada sebagai Anak tunggal, tidak perna memakan makanan sembarangan, Makanan nya selalu tak jauh-jauh dari makanan modern khas luar,
" Ini namanya Pepes Ikan Nila Mas, Cobain deh, Enak kok ini," Arum mengambil daging ikan Nila tersebut dan meletak kan nya di piring Azka, Setelah memastikan tidak ada duri ikan yang ikut,
" Silahkan Mas, Maaf ya hanya ini yang ada, besok Aku masakin yang lain," Tukas Arum sambil menyuapi Arkha dengan Nasi lembek dan sup Ayam,
Dengan ragu Azka meraih sendok, Sekilas melirik Arum yang makan dengan menggunakan Tangan nya, Dan terlihat sangat Nikmat sekali, Azka menilik jari'jari tangan nya, Kuku-kuku nya sangat panjang dan terlihat sangat mengerikan,
Terakhir di Porong sekitar Dua bulan yang lalu, Itupun Yang memotong nya Adalah Damar, yang berhasil mengendap-endap ke kamar nya, Dan hampir ketahuan oleh Art kepercayaan Sabira,
Azka selalu menolak di sentuh Art yang mengurus nya selama Sakit, Jarang sekali Azka menurut, selalu Azka memberontak tidak mau di sentuh denga. sembarang orang, apalagi seorang wanita,
Dan juga ketidak hormatan mereka membuat Azka semakin murka, Namun apa Daya, ia hanya bisa duduk diam di atas kursi roda,
Sesaat setelah memasuk kan satu suapan ke dalam mulut nya, Azka sangat takjub dengan rasa masakan yang Arum sajikan untuk nya malam itu,
" Em.., Ini enak banget Rum, " Tukas Azka setelah menandaskan piring nya yang sampai dua kali nambah nasi, Rasa-rasanya ia baru merasakan nikmatnya rasa masakan yang benar-benar pas di lidah nya, selama ia hidup di dunia ini,
Masakan Rumahan yang sangat enak,Saking enak nya dirinya sampai nambah dua kali tanpa malu,
" Syukurlah Kalau Mas suka, Karena hanya ini yang ada, besok baru belanja kebutuhan kita, " Ucap Arum dengan senyum lebarnya,menampak kan lesung pipinya yang sangat manis di mata Azka,
Membuat Azka susah memalingkan tatapan nya, dari Seraut wajah cantik yang sedang duduk di depan nya itu,
__ADS_1
" Ehem.. Kamu beli dimana Makanan ini? Semuanya enak-enak sekali," Azka mengalihkan pikiran nya yang berkelana kesana kemari,
" Em.. Ini nggak beli Mas, Ini tadi Aku di sanguin sama Mba ku, Kebetulan Aku sama mbaku punya katering kecil-kecilan, Di rumah, dan tadi masih ada stok Pepes Nila nya, jadi aku bawa ajah kali aja Mas suka," Tukas Arum panjang lebar,
" Wah kamu punya war..."
" Nggak Mas, Kami membuka usaha rumahan aja, Dengan membuka lapak Online, begitu Mas," Potong Arum Cepat,
Dan di sambut Azka dengan Ber Oh panjang,
Jam kini sudah menunjuk kan pukul Sembilan malam, Arum sudah menidurka. Arkha terlebih dahulu, Setelah Putra nya tidur, Arum keluar kamar dan mendekati Kursi Roda Azka,
Yang tengah asik memperhatikan Anak-anak remaja di kampung itu yang sedang bermain gitar di teras depan Rumah nya, yang berhadapan langsung dengan kontrakan mereka, Azka sedari tadi duduk menghadap Jendela yang belum di tutup oleh Arum,
" Mas,Mau tidur sekarang?," Tanya Arum sembari menggeser Kursi Roda Azka dan menutup jendela yang lupa ia tutup tadi sore,
"Boleh," Jawab Azka dirinya juga sudah lelah seharian duduk di kursi Roda, Dan ingin segera membaringkan dirinya di tempat tidur
"Azka tak langsung menjawab, Ia terdiam sejenak, Dan mendongak menatap Arum yang kini juga tengah menatap nya,
" Aku mau minta tolong gantiin baju Aku bisa?" Tanya Azka kemudian masih dengan menatap wajah cantik Arum,
" Bisa Mas, mau pakai piyama?" Tanya nya, sambil membuka lemari yang baru mereka beli tadi sore, Baju-baju Azka sudah tersusun Rapih di dalam lemari sederhana itu,
" Iya,"
Setelah mendengar sahutan dari Suaminya Itu, Arum segera menarik setelan Piyama untuk di pakai oleh Azka, Setelah itu Arum mendorong Kursi Roda Suaminya ke pinggir pintu kamar mandi dan membantu memapah Azka berdiri,
Setelah Membantu Azka menyikat gigi Dan juga menyeka kembali tubuh putih Azka, Dengan susah payah memberanikan dirinya dengan tangan gemetar, ia berhasil melakukan nya,
__ADS_1
Azka sudah wangi dan siap untuk Tidur, Arum kembali memapah Suaminya itu dan mendudukan nya di tepi ranjang, Dan mengatur bantal sedikit Tinggi untuk Azka,
Setelah memastikan posisi Suaminya nyaman, Arum pun segera menaiki tempat tidur di sebelah Azka, posisi Tidur Arum berada di tengah Ranjang, di antara Azka dan Arkha,
Dengan canggung keduanya berbaring, Menghadap plafon kamar itu, Dalam keheningan,
" Rum, " panggil Azka,
" Ya,?" Arum menyahut dengan pelan,
" Terima kasih sudah mau merawatku, Dan maaf sudah merepotkan mu juga dengan keadaan ku yang seperti ini," Tukas Azka dengan memiringkan kepala nya, menoleh Arum, yang berbaring di samping nya dengan pandangan lurus,
" Sama-sama Mas, Mas kan suami aku, jadi nggak perlu sungkan, itu memang sudah tugas aku sebagai seorang istri, " Jawab nya dengan memiringkan tubuh nya Menghadap Azka,
Sesaat pandangan mereka bertemu, Arum yang sangat lelah seharian itu, membuat mata nya sayu, Karena kantuk bercampur lelah,
" Kalau mas pegel dalam posisi ini, Dan ingin berbalik jangan sungkan untuk membangun kan aku ya, biar aku bantu untuk memiringkan badan nya," Lanjut Arum seiring dengan mata nya yang tertutup,
Sebenarnya dirinya sangat merasa canggung dan juga takut, tidur bwrsm seorang Pria dewasa di ranjang yang sama, membuat bulu kuduk nya meremamg,
Perasaan takut dan gugup itu ada, Namun sebisa mungkin ia menepis itu semua, Suaminya sakit, Nggak mungkin kan kalau.., Arum segera menutup matanya dengan Rapat agar cepat terlelap, Dan tak butuh waktu lama dirinya sudah berada di alam mimpi, Akibat lelah seharian ini,
Malam sudah larut, suara gitar para remaja yang berada di sebrang rumah mereka kini sudah sepi, sepertinya sudah bubar kembali ke rumah masing-masing untuk beristirahat,
Namun berbeda dengan Azka, Matanya seakan susah hanya untuk terpejam, Dengan susah payah diri nya memiringkan tubuh nya menghadap Arum yang sudah tertidur lelap di samping nya,
Tangan nya terulur dan merapikan helaian rambut Arum yang jatuhbmenutupi sebelah wajah nya,
" Kamu sangat cantik sekali Rum, Aku yakin di luar sana pasti banyak pria yang mengejar mu, Aku berharap kamu Tulus nerima aku apa ada nya ya Rum,". Azka membelai kepal Arum yang sudah terlelap sedari tadi,
__ADS_1
Next....
jangan lupa like dan komen nya ya bestie 🤗