Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
ketiban Durian kenyal


__ADS_3

Lulu mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang, Dia khawatir jika keadaan Damar akan semakin parah, Sesekali ia menoleh ke samping nya di mana Damar duduk dengan memejamkan matanya, sedang tangan nyan memijat pelan pelilis nya,


Sepertinya Damar benar-benar tidak baik-baik saja, Dan hal itu semakin membuat Lulu merasa bersalah,


Setelah Lulu memarkirkan mobil Damar di tempat parkir khusus penghuni Apartemen yang lumayan elite itu, Kemudian ia turun dari mobil dan berlari kecil ke pintu kiri mobil, Demi membantu Damar turun dari Mobil dengan memapah nya,


Lulu segera membantu memapah Damar berjalan menuju lift yang tidak jauh dari tempat parkir tersebut,


Untung saja tempat parkir sore itu tengah sepi, Dan hal itu memudahkan Lulu membantu Damar berjalan tanpa harus malu karena di perhatikan orang-orang di sekitar,


"Lantai berapa unit nya?, "


" 20," Jawab Damar singkat dengan suara lemah nya, Kepalanya serasa mau pecah, Belum lagi perut nya yang tidak nyaman,


Setelah Damar menyebut lantai diana unit nya berada, Lulu menekan tombol angka 20, Dengan sebelah tangan nya, bulir-bulir keringat kini tengah memghiasi kening nya,


Akibat menahan bobot Damar yang lumayan berat itu, Sangat tidak sebanding dengan tubuh mungil nya, Yang hanya sebahu Damar itu,


"Hah ya ampun, Ternyata menjadi orang mungil itu sangat tidak enak,"


Keluh Lulu setelah keluar dari lift, Sembari berjalan menuju di mana unit Damar terletak, Nafas nya sudah ngos-ngosan, Seperti baru saja lari maraton keliling komplek 10 kali putaran,


Bug!!


" Astaga...!" Pekik Lulu kaget,


" Maaf nggak sengaja," Tukas Lulu sesaat matanya bertemu dengan mata Sayu Damar yang berada di bawah nya, Yang juga sedang menatap nya,

__ADS_1


Jantung keduanya berdetak tak menentu, Damar merasa semakin sulit bernafas kala merasakan benda kenyal milik Lulu yang menempel erat di dada bidang nya, Dan hal itu tentu saja membuat inti tubuh nya berdenyut, Kala ia tertimpah Durian kenyal milik Lulu itu,


Keduanya masih saling bertatapan, Sedetik. dua detik. tiga detik, Dan.....


"Turun!!. kau pikir tubuh mu ini seenteng kapas?, Sehingga aku tidak merasakan berat hem, " Tukas Damar sedikit ketus, Demi menyembunyikan rasa berdebar nya, Dan juga ia tidak ingin Lulu menyadari jika sesuatu dari dirinya ada yang berubah, Bisa-bisa ia akan kehilangan muka di depan gadis kurang ajar itu,


Mendengar perkataan Damar yang agak ketus, Lulu segera bangkit dari atas tubuh Damar dan tidak sengaja lutut nya sedikit menekan area pribadi Damar yang kini sudah mulai berubah ukuran, Membuat sangat empunya semakin menahan Nafas nya, Agar tidak mengeluar kan suara yang akan membuat nya malu berkepanjangan nanti nya,


"Ya maaf.. kan aku nggak sengaja, Habis nya tubuh Pak Damar itu sangat berat, Tukas Lulu sedikit salah tingkah, Dengan membuang pandangan nya ke segala arah,


Ya sesaat yang lalu, Lulu yang sudah lelah dan tidak sanggup lagi menahan beban tubuh Damar itupun segera membaringkan Damar di Sofa setelah berhasil membuka pintu Apartemen nya, Dengan susah payah,


Pijakan kaki Lulu yang kurang seimbang membuat dirinya terjatuh dan akhir nya, Menimpa tubuh kekar Damar,


.........................


Tanya Azka sembari mengecup bahu polos Arum yang berbaring membelakangi nya, Mereka baru saja menyelesaikan percintaan panas penuh gairah,


Tangan lebar nya turun mengusap perut buncit istri yang amat ia cintai dan kasihi itu, Katakan padaku sayang, Apa yang menggangu pikiran mu hem?, "


Azka kembali bertanya seraya mendekap erat Arum dari belakang,


" Mas. Aku ke ingat Kake Nenek di desa, Aku udah lama nggak mengetahui keadaan mereka, " Jawab Arum seraya membalik kan tubuh nya menghadapi Azka,


Air matanya mengalir membasahi pipi mulus nya, Reflek tangan Azka terangkat dan menghapus air mata yang membasahi pipi mulus istri nya,


" Aku. aku cucu yang buruk Mas, Di saat aku tidak kekurangan apapun, Aku malah melupakan mereka yang sudah Sepuh dalam kesusahan,"

__ADS_1


Arum berkata dengan menahan tangis, Ia merasa jika dirinya sangat jahat dan tidak perduli kepada Kakek Nenek nya, Dirinya tidak yakin jika Wati akan memperhatikan kedua nya,


Azka menarik pelan tubuh istrinya kedalam dekapan hangat nya, Membiarkan Arum menyusupkan wajah nya di Dada bidang nya, Hatinya ikut sedih kala melihat air mata yang jatuh dari netral indah sangat istri,


"Aku cucu yang buruk Mas, Aku nggak memperdulikan mereka yang sudah uzur, Aku...,"


"Sudah sayang. Aku nggak suka melihat mu menangis dan bersedih seperti ini," Azka melonggarkan pelukan nya.kemudian tangan nya mengusap ari mata Arum yang masih membasahi kedua pipi nya,


" Jangan menangis lagi ya sayang, Jika kau mau nanti kita kunjungi mereka di Desa hem?," Ucap Azka seraya mengecup kening Arum,


Sontak saja Arum mendongakkan kepalanya, Saat mendengar perkataan suaminya itu, " Em.. Mas mau kalau kita kunjungi Kakek Nenek ku di desa?," Tanya Arum memastikan, Ia khawatir jika salah mendengar,


" Iya sayang, Jika kau mau kita akan mengunjungi mereka, Tapi belum bisa dalam waktu dekat ini, Mas masih sedikit sibuk dengan Perusahaan, Tapi nanti Mas akan menyuruh Damar untuk. Menjenguk dan melihat keadaan mereka, Bagaimana menurut mu sayang?, "


" Iya Mas. Terima kasih ya Mas, Mas baik banget, "


Tukas Arum dengan kembali menyusup kan wajah nya di dada bidang sang suami yang terasa begitu hangat dan nyaman untuk nya,


.


.


Next......


Jangan lupa dukung karya othor ya guys,


like dan komentar nya,

__ADS_1


maafkan Othor yang selalu lama up nya🙏🤣


__ADS_2