Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Hampir saja.


__ADS_3

Karena gugup saat menyabuni punggung Azka, Sampai ke kaki nya Riri tak sengaja menyenggol gayung yang penuh dengan Air, yang ia letak kan di pinggiran bak air, dalam kamar mandi itu, Membuat tubuh Arum basah di bagian depan nya, membuat daster midi dengan kain super adem itu lengket menyetak jelas kedua gunung kembar nya,


" Ya ampun basah jadinya nih, " Arum menyibak-nyibakkan ujung daster nya yang basah sehingga tak sengaja pahanya yang putih itu terlihat oleh Azka,


Membuat darah nya semakin berdesir, Adik nya yang sudah mulai tenang kini kembali mengeliat,


Sedang Arum masih belum sadar dengan apa yang ia lakukan itu sudah membuat seseorang ingin melahap nya saat itu juga,


Arum terlihat sangat Sexy dengan bagian-bagian tubuh nya yang memiliki ukuran yang di idamkan semua kaum Adam itu,


Dengan Nafas yang kian memburu, Azka menarik lengan Arum dan membawa Arum ke pangkuan nya, membuat Arum terpekik kaget,


Namun dengan segera suara pekik kan itu redam oleh sapuan hangat yang menyergap Bibir nya,


Azka memang lumpuh, kedua kakinya mati rasa, Namun tidak dengan kedua tangan nya, Jika hanya untuk menahan bobot tubuh Arum, Azka masih bisa melakukan nya,


Arum yang kaget karena Azka menarik nya dan langsung mencium nya itupun hanya terdiam kaku, tak tahu harus berbuat apa,


ingin mendorong nya Azka, Namun ia ingat jika pria yang sedang menyesap rakus bibir nya itu adalah Suaminya,


sekujur tubuh nya seakan tak bertulang, tangan nya gemetar, Tak mampu walau hanya mengganhkat nya saja,


" Aku ingin kita menjalani pernikahan ini seperti pasangan suami istri pada umum nya, yang saling mencintai dan juga saling menyayangi," Azka berkata setelah melepaskan tautan bibir mereka, dengan mengusap bibir Arum yang basah dan sedikit bengkak karena ulah nya, dengan ibu jarinya,


Arum hanya menggangguk kan kepala nya tanpa berani menatap mata Azka, Posisinya masih di panggkuan Azka, Dirinya tak berani bergerak sebab ia merasakan bo.kong nya menindih sesuatu yang keras, Entah apa itu,


" Mungkin saat ini kita belum saling mencintai, Tapi aku berharap seiring waktu kebersamaan kita, kita bisa saling menerima satu sama lain, Saling mencintai," Azka kembali melanjutkan Kata-katanya, Seraya mengangkat dagu Arum yang sedari tadi terus menunduk tidak berani menatap nya,

__ADS_1


Sesaat pandangan mereka bertemu, lama Azka menyelami mata teduh nan jernih milik Arum, Hatinya yakin jika Arum adalah seseorang yang dikirim kan Tuhan untuk nya,


Dengan perlahan Azka kembali menyatukan bibir nya dengan bibir lembab Arum, menyesap nya dengan lembut, lebih lembut tidak seperti tadi yang terkesan bringas, Dan tergesa-gesa,


Lama penyatuan kedua bibir itu hingga menimbulkan suara decakkan yang nyaring, Dari kedua bibir mereka,


Arum yang semula hanya diam menerima apa yang di lakukan Suaminya itupun kini mulai membalas pergerakan bibir Azka, Dirinya mengikuti seperti apa yang di lakukan Azka padanya,


Semakin lama, semakin dalam dan panas ciuman keduanya, keduanya ingin sesuatu yang lebih,


Tangan Azka sudah memijat pelan kedua gundukan kenyal itu, dan seperti dugaan nya ukuran nya memang sangat memuaskan, Padat dan kenyal, rintihan dan lenguhan Telah lolos dari bibir Arum,


Tangan Azka sudah menjalar turun mengelus paha Arum yang putih dan mulus, perlahan naik dan menyibakn daster tipis yang sudah basah itu, Sedikit lagi tangan nya mencapai titik yang di inginkan keduanya, Namun...


" Mama...! Huaaa...! Mama...!"


Suara tangis Arkha yang nyaring sukses membuat keduanya terlonjak kaget, Arum bahkan hampir saja terjatuh, Jika tangan Azka tidak sigap menangkap pinggang nya,


" Mama.. uhk..uhk..uhk," Suara Arkah kembali terdengar di telinga kedua nya, Arum segera turun dari pangkuan Azka, dan menyambar handuk yang tergantung di belakang pintu kamar mandi itu,


"Bentar ya Mas," Setelah itu Arum dengan segera mendatangi Anak nya yang tengah menangis mencari keberadaan diri nya,


"Cup.cup.cup, Udah sayang jangan nangis, Mama disini," Arum merentangkan kedua tangan nya memeluk putranya, Setelah beberapa saat kemudian Tangis Arkha sudah berhenti,


" Mandi yuk, bareng Ayah, " Arum menggendong Anak nya setelah Arkha menghentikan Tangis nya, dan membawanya ke kamar mandi,


" Nah mandi sama Ayah ya," Setahun mendudukkan Putra nya di sebuah dingklik, Dan memastika keamanan nya, Arum o4mbali menghampiri Suaminya dengan sedikit kikuk, sebab teringat akan apa yang mereka lakukan tadi,

__ADS_1


Azka yang melihat istri nya malu-malu, Hanya tersenyum kearah nya, " Lanjut mandi kan ya?," Goda Azka, Membuat wajah Arum merona malu,


.


Setelah mendandani kedua pria lintas usia itu kini giliran Arum yang masuk kamarandinuntuk membersihkan dirinya,


" Sini sam Ayah, " Azka yang sudah rapih dan segar, itu kini merentangkan tangan nya memanggil Arkha yang duduk di atas ranjang yang tak jauh dari dirinya,


" Ayo kita makan Roti, sini Ayah pangku," lanjut Azka lagi, membujuk Putra sambung nya itu, yang terdiam memperhatikan Dirinya tanpa berkedip, " Kenapa? Ayah ganteng ya?" Tanya nya narsis, Namun mendapat anggukan kepala dari bocah itu,


Dengan perlahan Arkha mendekati Ayah sambung nya dan tubuh nya langsung di raih oleh Azka, dan menduduk kan nya di pangkuan nya, dan menlan kan kursi roda nya keluar kamar, menuju meja makan, Untuk menyantap Roti bakar yang telah di buat Arum tadi,


.


Plaakk!!!


Suara tamparan keras terdengar menggema di ruangan yang lumayan luas itu, Seorang gadis manis berkulit coklat kini tengah tersungkur di depan kaki seorang wanita yang lebih tua dari nya,


Sebelah Pipi nya terasa kebas, sudut bibir nya sobek, Akibat tamparan yang sangat keras, Menyentuh ermukaanbkukit wajahnya,


" Sudah berulangkali aku mewanti-wanti, kamu, Jaga dirimu! jangan sampai kamu mengandung anak si tua Bangka itu, Tapi sepertinya kamu memang ngeyel ya, minta di injak perut kamu ini, Iya?!.."


Suara keras nan menggelegar itu sangat memekak kan telinga siapa saja yang berada di ruangan itu,


"Ampun Nyonya, Kali ini jangan bunuh anak saya, Saya mohon!" Tangan nya melingkari perut nyanyang sedikit membuncit itu, memeluk nya seakan ingin melindungi bayi yang di kandung nya,


.

__ADS_1


Next....


Jangan lupa ya jejak-jejak nya ya bestie 🤗😍


__ADS_2