Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab, 129


__ADS_3

"Bagaimna pernikahan kalian bisa terjadi? " Azka membuka pembicaraan dengan menanyakan tentang pernikahan Sekertaris yang sudah ia anggap sebagai adik nya itu,


"Seingatku kalian selalu ribut jika bertemu, Apa kamu serius dengan nya? " Azka kini menatap sekretaris nya itu dengan serius, Mencari sesuatu dalam raut wajah nya, Damar adalah kaki tangan nya, Seseorang yang begitu ia percayai,


"Saya.., "


"Ini bukan di kantor Damar, Bersiakaplah seperti biasa jika kita sedang berdua, Aku bertanya sebagai seorang kakak, Bukan sebagai atasan," Ucap Azka cepat serius memandang pemuda gagah di depan nya itu,


Damar tertunduk dengan perasaan haru menelusup kesanumbarinya, Pria dihadapan nya ini memang sangat baik terhadapnya, Selalu bisa membuat nya berarti dalam segala hal,


Azka selalu memperhatikan nya,


"Sebagai kakak tentunya aku tidak ingin bila adik ku mempermain kan pernikahan, Apalagi sampai menyakiti hati wanita, " Lanjut Azka lagi masih dengan mimik wajahnya yang serius,


"Aku sungguh mencintainya kak, Mungkin cintaku belum terlalu besar untuk nya, Tetapi aku yakin dengan seiring berjalan nya waktu akan tumbuh cinta yang lebih besar di antara kami, " Jawab Damar dengan yakin, Mengingat pernikahan dadakan nya dengan Lulu, Dirinya sadar jika saat ini di hati Lulu namanya belum ada, Tetapi tidak menutup kemungkinan jika suatu saat nanti Wanita itu akan mencintainya dengan tulus,


"Aku nyaman saat bersamanya, Aku nggak ada niat untuk mempermainnkan nya, Apalagi mempermainkan pernikahan, Sungguh aku nggak seberani itu, Aku hanya ingin menikah sekali seumur hidupku kak," Lanjut Damar lagi tak kalah serius nya,


" Bagus kalau begitu aku harap dia juga memiliki pemikiran yang sama dengan mu, Aku lihat dia adalah gadis yang baik terlepas dari dia adalah sahabat istriku, Sejauh ini aku belum menemukan kejelekan apapun padanya selain sedikit bar-bar,"


Azka tersenyum tipis saat mengatakan kalimat terakhir nya, Teringat akan cerita istrinya tentang masa mereka saat sekolah dulu, Arum pernah menceritakan tentang sahabat nya yang tidak sengaja memukul cowok yang ingin menyatakan cinta padanya,


Cowok yang malang itu tidak sengaja kena bogem Lulu karena kaget dengan tindakan pernyataan cintanya, Alhasil Bukan nya mendapat jawaban sesuai keinginan. cowok tersebut malah jatuh pingsan karena syok,


Sementara Lulu mendapat hukuman dari guru nya harus membersihkan toilet sebelum pulang sekolah,


Sejak saat itu tidak ada cowok yang berani memdekatinya apalagi untuk menyatakan cinta, Mereka takut jika bernasip sama seperti yang teman sekolah mereka alami,


Kedua nya melanjutkan pembicaraan tentang cabang perusahaan yang sedang terkena masalah yang berada di kota A, Azka meminta Damar untuk berangkat besok pagi untuk menangani masalah di sana,


Sepertinya Ada yang ingin bermain-main dengan Kita, Kamu harus hati-hati disana, Jangan lupa persiapkan Anak buah mu untuk bersiaga di lokasi, " Peringat Azka kepada Damar agar Berhati-hati selama meninjau cabang Perusahaan yang ada di luar kota itu,

__ADS_1


Jika kedua pria itu sedang terlibat pembicaraan serius tentang bisnis, Maka berbeda dengan kedua orang wanita itu, keduanya juga kini tengah sibuk menyiapkan makan malam, Dengan di selingkuh obrolan receh ala keduanya,


"Ihh wanginya udah gak tahan aku pengen nyobain pepes patin nya, Udah lama banget aku nggak makan ini Lu! " Arum berkata sembari menghirup aroma pepes ikan patin yang di hangatkam diatas kompor, Menggunakan teflon khusus untuk membakar ikan,


"Serius Ar kamu nggak pernah bikin ini sendiri? "


"Iya aku males cium bau amis nya.Tapi kalau sudah masak begini apalagi ibu yang buat uhh bikin aku makan nya nambah berkali-kali, " Ujar Arum terkekeh kecil,


"Iya dong ibu siapa dulu yang buat. Bu Yanti gituloh ahahaha!, "


Keduanya tertawa renyah di dapur. Suara tawa mereka bahkan sampai ketelinga kedua pria yang baru saja keluar dari ruangan itu,


Keduanya kemabli berpandangan saat suara tawa kedua wanita tercinta mereka terdengar begitu renyah,


"Sepertinya mereka sangat bahagia jika bertemu seperti ini, Apa kamu nggak ada niat buat beli rumah di dekat sini Dam?


Sepertinya akan sangat menyenangkan bila kita bertetangga,"


"Hem Sepertinya itu tidak buruk, Akan aku pertimbangkan, " Ucapnya keduanya berjalan menuju ruang makan. Semakin dekat semakin jelas suara tawa bahagia kedua wanita tersayang mereka itu,


Tawa keduanya terhenti saat suami mereka tiba di ruang makan, Lulu dan juga Arum dengan sigap mengalaskan nasi untuk suaminya masing-masing,


"Itu apa sayang, Dari aromanya sepertinya enak!, " Tanya Azka saat melihat Arum membawa piring yang berisi pepes ikan yang baru saja di angkat dari teflon khusus untuk membakar ikan,


"Ini namanya pepes ikan patin mas, oleh-oleh dari desa, Ibu sengaja membuatkan nya untuk ku, " Jelas Arum sembari meletakan piring dengan ikan pepes yang mengeluarkan aroma yang sangat sedap di indera penciuman,


"Mas mau coba? Ini itu enak banget bau amis nya itu ngak brasa karna sebelum di bungkus daun pisang ikan nya terlebih dahulu di bakar dengan bumbu rempah-rempah yang membuat bau amis nya hilang, Setelah itu baru di bumbui lagi dan di kukus sampai bumbunya meresap, "


Arum menjelaskanya panjang lebar tata cara membuat pepes patin yang sangat enak itu (menurut nya, )


Sebab selera kan beda-beda ya,

__ADS_1


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


"Bang berapa lama disana? " Lulu bertanya dengan tangan yang sibuk memasukan pakaian suaminya kedalam koper yang akan di bawanya nanti,


"Tergantung masalah nya cepat selesai ya cepatbjuga abang pulang, " Jawab Damar dengan pandangan fokus ke laptop nya yang sedang memeriksa email data-data cabang Perusahaan yang ada di Kota A,


"Kenapa apa kamu sudah mulai merindukan ku sayang?" Damar menatuh laptop yang di pangkunya itu ke atas Nakas dan beranjak mendekati istrinya yang sedang fokus menyusun keperluan nya untuk di bawa besok pagi,


"Bukan begitu bang. Akukan jadi sendirian dong kalau abang pergi, Sebaik nya aku tinggal di mess saja kali ya. biar aku nggak kesepian, " Tukas Lulu belum menyadari keberadaan suaminya yang sudah berdiri di belakangnya,


"Yakin nggak akan merindukan ku selama aku di sana?" Tanya Damar dengan melingkarkan kedua tangan nya memeluk tubuh istrinya, Dengan menyandarkan kepalanya di bahu Lulu kemudian menghirup aroma khas sang istri yang selalu berhasil memhuat nya tenang, Dirinya pasti akan melewati hari-harinya dengan berat selama berada di luar kota nanti,


"Jika kamu takut tinggal disini seorang diri kamu boleh tinggal di mess untuk sementara sampai Abang kembali, " Ucapnya dengan mempererat pelukan nya pada tubuh istrinya


Dirinya yang baru saja merasakan kenikmatan surga dunia tentu sedang ingin mengulang lagi dan lagi kegiatan nya itu, Namun apa mau dikata saat ini ia harus profesional menjalankan tugas nya sebagai kaki tangan Tuan Muda Azka untuk mengurusi permasalahan yang tengah menimpah Cabang Perusahaan yang ada diluar kota tersebut,


Lulu sedikit terkejut dengan tindakan suaminya yang tiba-tiba saja memeluk nya dengan erat itu, Dia tahu pasti suaminya sedang merasa berat meninggalkan nya saat ini,


"Hem semoga masalahnya cepat selesai ya bang. Supaya abang cepat kembali, " Ucap Lulu dengan mengelus lengan suaminya yang melingkar di perut nya,


Kedua pasangan suami istri itu kembali melanjutkan petualangan mereka mendaki gunung menyebrangi lembah,


(ENTAH GUNUNG DAN LEMBAH APA YANG MEREKA DAKI DAN LALUI, OTHOR PUN TAK TAHU๐Ÿƒ๐Ÿผโ€โ™€๏ธ๐Ÿƒ๐Ÿผโ€โ™€๏ธ


OTHOR KAN MASIH VOLOSSS SEVOLOS BAYI YANG BARU LAHIR ๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œ)


Jangan lupa tinggalkan jejak nya ya bestie, walau hanya 2 atau 3 kata saja, Itu sudah sangat membuat ku bahagia ๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—


Terimakasih๐Ÿ™ untuk All bestie yang selalu setia menanti episodeยฒ selanjutnya nya, Semoga kalian semua selalu bahagia serta rezeki berlimpah ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ,


Maaf bila tidak bisa balas komenยฒ all bestie satuยฒ ya, mohon maklumi Othor yang Anuu ini ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

__ADS_1


SAYANG KALIAN SEMUA๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿค—๐Ÿค—


__ADS_2