
" Mba Desi kenapa sayang?," Tanya Azka sesaat setelah Arumematikan sambungan telpon nya dengan Desi,
" Mba Desi Mas, Dia ngabarin, Kalau dia ngirimin kita makanan, lewat ojol, Biar aku nggak kecapekan katanya,
Tukas Arum sembari duduk di tepi ranjang yang sudah rapih kembali, Setelah Adegan panas mereka tadi,.
" Hem, Pengertian sekali Mba Desi itu, ya, Tahu aja kalau Mama nya Rakha habis kerja extra, dan pasti capek sekali,"
Seloroh Azka, menggoda Istri nya, yang rambut nya saja bahkan bekum kering, Usai mandi bareng tadi,
Arum yang mendengar godaan Suaminya itupun hanya tersipu malu dengan wajah yang merona,
"Eh tapi Mas Serius sayang, Mba Desi itu baik banget ya, Perhatian sekali sama kamu dan Rakha," Lanjut Azka lagi memuji kebaikan Desi,
" Iya Mas, Mba Desi dan anak-anak nya itu baik banget sama Aku, Mereka sudah seperti keluarga bagiku,".
Jawab Arum dengan pandngan menerawang, Mengingat saat-saat dirinya baru menginjak kan kaki di kota ini, Dan bertemu dengan seorang bocah pedagang asongan, Danur,
" Mba Desi itu janda ya sayang?," Tanya Azka lagi dengan hati-hati, takut jika Arum salah paham dengan pertanyaan nya,
" Iya Mas, Mba Desi seorang janda anak 3, Suaminya berselingkuh dengan wanita lain, Mba Desi dan ke tiga Anak nya di usir dari Rumah oleh Suaminya sendiri, Selama aku bersama mereka, Belum pernah aku melihat Mantan suaminya datang walaupun hanya untuk menjenguk anak-anak nya,"
"Jahat banget Mantan suaminya mba Desi itu sayang," komentar Azka, setelah Arum bercerita tentang Desi,
" Iya, Sangat jahat,"
Sahut Arum pendek, Mendadak Arum teringat akan pertemuannya dengan Ibunya tadi pagi,
Ibu yang ia rindukan siang dan malam waktu ia kecil dulu, Tak jarang ia bermimpi Ibu nya telah kembali dari kota, Dan membawa dirinya pergi bersama,
Pergi meninggalkan Nenek dan juga kakek nya serta Wati yang selalu menzholiminya,
__ADS_1
Namun kembali menitihkan Air mat nya dengan tangis yang tertahan, kala ia terbangun dari mimpi indah nya itu,
Terkadang Arum duduk diam melamun di depan pintu, Berharap Ibunya akan tiba-tiba muncul dan memeluk nya, Karena khayalan nya itu, Arum kadang berhalusinasi, Dirinya seperti mencium Aroma tubuh ibu nya di sekelilingnya, Sehingga Wati mengejek nya jika dia gila hanya karena merindukan ibu nya,
Arum kan menangis dan memanggil Nama Ibu nya dalam hati nya, Jika Wati mulai berulah, men fitnah nya, Dan Nenek nya yang akn mengomeli nya dan mengungkit-ungkit Tentang Ayah nya yang sakit dan meninggal tidak meninggalkan harta apapun, untuk nya,
Arum akan semkin sedih jika sang Nenek mulai menyebut-nyebut Ayah nya dengan kata-kata kasar, mengatai Ayah nya Lumpuh dan penyakitan,
Dan tadi pagi dirinya tak di akui oleh Ibu kandung nya sendiri, Tak terasa Arum menetes kan air matanya, Dada nya kembali sesak, karena mengingat hal itu,
"Sayang, Kok nangis? " Panik Azka, kemudian mendekati Arum dengan kursi Roda nya,
" Sayang, Kenapa?" Tanya Azka lagi, Saat tangis Arum semakin pecah,
" Mas, Mas tahu?, Yang kita ketemu di Rumah sakit tadi pagi, Yang dengan tega nya melemparkan gepokan uang padaku, Dia ingin membayar ku agar aku tidak memanggil nya Ibu lagi," Ucap Arum dengan tangis yang tersedu-sedu
Azka segera merengkuh tubuh rapuh istrinya itu kedalam pelukan nya, Dada nya sesak kala melihat wanita yang telah tulus menerima dan merawat nya dengan baik itu menangis karena Seseorang yang telah menyia-nyiakan nya,
Hibur Azka, hanya itu yang bisa ia lakukan untuk Arum saat ini, ruang gerak nya masih terbatas, karena keadaan kaki nya yang mati rasa,
Setelah menumpahkan semua rasa sesak di dada nya, beberapa menit yang lalu,
Kini Arum dan Azka telah duduk berhadapan di sebuahejaakan kecil di ruang makan yangenyatu dengan Dapur itu, Kedua nya tengah menikmati makanan yang dikirim kan Desi, kepada mereka, Siang itu,
2 bulan kemudian,
" Ayo Mas, sedikit lagi! " Teriak Arum menyemangati Azka yang sedang belajar berjalan selangkah demi selangkah,
" Ayah, Ayo cinih kejal laka!" Kali ini Suara Rakha yang terdengar ikut menyemangati Sang Ayah, Untuk mengejar nya,
"Ayo. Ayah Rakha! Semangat, kalau nanti sudah bisa berjalan normal, saya mau suruh Ayah Rakha panjatin pohon mangga ku,"
__ADS_1
Kali nini Suara Bu Siti yang menyemangati Azka, di pagi itu, Azka Arum dan Juga Rakha yang tumben sekli bangun cepat,
" Ya ampun Ti.. Ti, Kalau mau kasih semangat itu ya jangan gitu juga kali, Masa Ayah nya Rakha mau di suruh panjat pohon mangga, Ada-ada saja kamu ini Ti,"
Protes bu Tina yang berdiri di samping Bu Siti ikut berjemur di matahari pagi yang cerah itu.
Azka tengah belajar melatih kaki nya yang sudah bisa di buat berjalan sedikit demi sedikit, Kemajuan yang sangat memuaskan, setelah terapi selama Dua bulan ini,
Di tambah lagi dengan Berbagai obat herbal yang ia konsumsi setiap hari, Arum sangat telaten mengurus nya, memperhatikan makanan nya dan juga merawat nya dengan sangat baik,
Azka kadang merasa tidak enak kepada istri nya itu, Sebab semua biaya terapi dan juga obat-obatan nya, Arum yang menanggung semua nya,
Saat ini Azka sangat bergantung kepada istri nya, Azka kasian sama Istri nya itu,
Dengan segala kebaikan hati nya, dan juga ke ihklasan nya mengeluarkan uang nya untuk biaya terapinya,
sidang perceraian nya dengan Sabira belum juga kelar di gelar, sebab, Sabira yang menuntut semua Aset Azka harus jatuh ke tangan nya, Karena Azka telah memghianatinya dengan melakukan poligami tanpa seegetahuan nya,
Begitu tuntutan yang di layangan Sabira kepada nya, Tetapi Azka tidak menyetujuinya, Azka mengatakan Jika Sabira lah yang menyuruh nya menikah lagi,Disaat dirinya dalam keadaan lumpuh,
Azka telah meminta salah satu teman nya yang berprofesi sebagai pengacara handal untuk menangani kasus persidangan nya,
Ya dua bulan yang lalu, Setelah Arum membelikan nya Hp, Azka segera mengontak teman-teman nya yang sudah sekian tahun putus komunikasi dengan nya, semenjak ia kecelakaan itu,
Sabira selalu menghalangi semua teman dan juga rekan-rekan Azka untuk mengunjunginya, Sabira mengatakan jika Azka tidak ingin bertemu siapapun dalam keadaan nya yang lumpuh, Dia malu, begitu ucap nya kala itu,
Next…
Dua bab ya bestie, kita lanjut besok lagi, Othor belum sembuh total bestie,
Maafkan jika banyak Typo nya ya 🙏
__ADS_1