
Rasanya jika di tanya siapa yang paling bahagia malam itu, Maka Devan lah orang nya, Ya bagaimana tidak,
Saat ini dirinya sedang Duduk berdampingan dengan seorang wanita manis, Yang telah berhasil mencuri hatinya pada pandangan pertama, Saat mereka bertemu di Rumah Azka waktu itu,
Hatinya semakin membuncah bahagia kala ia tahu jika tujuan mereka saat ini ternyata sama, Ya itu sama-sama akan ke rumah Azka,
Rasanya Devan ingin mencium Sahabat nya itu saat ini juga, Sangking bahagia nya, Umpatan nya beberapa waktu lalu ia tarik kembali,Berganti dengan ucapan terima kasih,Kepada Sahabat yang sangat berjasa dalam keberuntungan nya malam ini,
"Mas, Kita berhenti sebentar di minimarket depan ya,Mau beli sesuatu, " Ucap Desi memecah kesunyian yang mendadak tercipta di dalam mobil tersebut,
" Ok,"Jawab Devan tanpa menoleh ke arah Desi, Takut jika wajah sumringah dan juga bahagia nya itu dapat terlihat oleh wanita itu,
"Ibu mau beli apa? Dara boleh ikut?," Tanya Dara dari jok belakang, yng sedari tadi asik memainkan mainan Rubik di tangan nya,
"Ibu mau beli bahan yng kurang untuk membuat Seblak, buat Tante Arum, Dara disini saja nanti Ibu belikan Es krim ya Buat makan di Rumah tante bareng Rakha," Ucap Desi, Menoleh anak nya di jok tengah,
" Baik Bu, Aku rasa stroberi ya," Ucap Dara, Yang kembali anteng memainkan Rubik nya,
"Astaga, Aku hampir lupa kalau ada anak kecil di belakang, Untung aku nggak ngomong yang aneh-aneh tadi,"
Batin Devan meringis,
" Mba Desi…! Kangen, " Arum langsung menghambur kepelukan Desi, Saat Wanita itu baru saja memasuki Ruang keluarga,
" Mba juga juga kangen, Mana Rakha?," Tanya Desi setelah mengurai pelukan mereka,
" Rakha tuh, Lagi nonton kartun," tunjuk Arum,Kepada anak nya yang kini telah di datangi Dara sembari menyerahkan Es krim, Yang di beli Desi tadi di minimarket,
" Bahagia banget muka lo," Sapa Azka ketika menyambut Devan dari pintu masuk,
" Kok bisa bareng Mba Desi? elo…?,"
"Emang keliatan banget ya?," Tanya Devan balik, "Entar gue ceritain next time oke!,"
" Eh ngemeng-ngemeng, Makasih loh udah Nyuruh gue mampir ke sini, " Ucap Devan, Seraya menonjok pelan bahu Azka,
__ADS_1
" Tahan dulu rasa terimakasih lo itu, Masih ada kejutan lain yang menunggumu, Sebaik nya persiapkan diri lo, Biar nggak pingsan entar, " Goda Azka menaik turunkan kedua Alis nya,
" Emang mau ngapain? Jangan bikin deg deg an lo," Seru Devan, Penasaran Matanya melirik Desi yang kini telah nwr jalan menuju Dapur bersama Arum,
" Yang butuh elo itu bukan gue, Tapi bini gue, Doi pengen makan seblak tapi yang masak Mba Desi sama elo," Jelas Azka, Membuat Devan melebarkan kedua matanya,
"Serius?.. Gue masak bareng…?," Devan menunjuk Punggung Desi dengan Dagu nya, Ingin memastikan jika ia tak salah dengar barusan,
" Yup, Anda sangat beruntung malam ini anak muda,Yuk ah. Sebelum Nyonya bersuara, " Azka segera mengajak Devan menyusul istrinya ke dapur,
,
" Jadi gitu Mba, Mau ya Mba…," Rengek Arum, Setelah menyampaikan keinginan nya,
Desi melongo saat mendengar penuturan Adik nya itu, Memasak bersama pria yang baru beberapa kali ia temui?.
" Mas, Udah ngomong sama Pak Devan kan?, " Tanya Arum kepada Azka yang baru saja tiba di dapur bersama Devan di belakang nya,
" Sudah sayang, Van! buruan lo masak sana," Tukas Azka, melirik Devan yang sudah menampakan kan wajah berbinar nya,
Desi terdiam dan menelisik bentuk tubuh Arum, Ada yang berubah dari bentuk Tubuh nya, Area Dada nya semakin montok, Dan berisi,
" Kamu ngidam Ar?," Tanya Desi, " Kalau dilihat dari ciri-ciri nya kek nya kamu hamil ini, "Lanjut nya lagi,
Membuat Arum dan Azka terdiam untuk beberapa saat,Kedua nya saling bertukar pandang,
" Em.. Aku nggak tahu Mba," jawab Arum, Seraya mengingat-ingat kapan terakhir kali ia mendapatkan tamu bulanan nya, Perasaannya sudah sangat lama,
" Sebentar, " Arum segera membuka Hp nya dan melihat Kalender, Sesaat matanya membulat menatap layar hp nya,
" Mas,"Panggil nya kepada Azka,Seraya menyodorkan hp yang ia pegang,
"Aku udah telat selama dua bulan Mas," Bisik nya di telinga Azka,
Membuat Azka tak kuasa menahan buncahan rasa bahagia di dada nya, Mengetahui jika ia akan segera menjadi Seorang Ayah seutuh nya, Dirinya kan menjadi Ayah untuk kedua anak nya.
__ADS_1
"Serasi banget ya Mas, Seandainya mereka pasangan sungguhan?," Tukas Arum yang duduk di samping suami nya, Seraya memeluk lengan kekar Itu dengan sesekali menciuminya dan menghirup aroma yang membuat nya sangat nyaman,
"He'em, " Jawab Azka masih dengan sebelah tangan nya mengelus perut Arum,
" Nggak nyangka, Di dalam sini udah ada anak Ayah, Adik nya Mas Rakha, Sehat- sehat ya Nak,".
Tak hentinya ia berucap syukur akan hal itu,Walaupun belum memeriksa ke dokter kandungan akan tetapi dengan Waktu lama nya telat siklus bulanan Arum, Sudah bisa di pastikan jika Istrinya itu tengah mengandung anak nya,
"Aduhhh bukan gitu Mas, Tapi begini," Desi sudah menegur Devan berulang kali, Saat pria ganteng itu salah dalam memotong-motong Sosis dan juga pentol bakso yang akan menjadi campuran Seblak request an Bumil yang ada-ada saja itu,
Bagaimana tidak ada-ada saja, Arum menginginkan dirinya memasak seblak bersama Devan, Pria gagah itu di suruh ngobok-ngobok dapur bersama nya!, Ya ampun yang benar saja,
Namun apes ya ya benar adanya, Dan Desi semakin gondok saja rasa nya, Saat pria itu hanya membuat nya susah bergerak, Di suruh ini itu juga salah melulu, Membuat Demi semkin kesal,
" Jangan manyun gitu Ibunya Danur," Goda Devan mencolek pinggang Desi,/ " Makin gemesin deh kalau kamu manyun, Jadi pengen..."
Plak.!
Desi mengeplak lengan berotot Devan, Yang sejak tadi terus saja menggombalinya, Benar-benar tak menyangka jika pria duda itu sangat berisik,
"jangan kebanyakan ngomong, Cepat itu dipotong-potong Sosis sama pentol nya," Ucap Desi mendelik,
" Ya Ampun..Galak nya Ibu nya Danur ini, " Devan mengelus Lengan nya yang baru saja fi sentuh oleh wanita manis di samping nya itu,
"Tapi nggak apa-apa, Galak juga, Aku tetap suka, Apalagi kalau sedang mode Manyun gini. makin gemesin..Kamu terlihat se.."
Plak.!
Devan tidak bisa melanjutkan kata-katanya kala tangan Desi mendarat dengan mulus din perut nya,
Ya Malam itu Devan kelewat bahagia bisa Memasak dan bercanda ria dengan Desi, Benar-benar kesempatan Emas pikir nya,
"Kalau nggak bisa diem, Mending Mas Devan duduk aja sana, Berisik benget sih," Dengus Desi, Merasa Kesal dengan kelakuan duda satu anak itu,
Next…
__ADS_1
Jejak. Nya jangan lupa ya bestie 🙏🤗