Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Ke Taman


__ADS_3

Hari ini Arum merasa sangat lelah, Sedari pagi setelah Azka pamit berangkat ke Kantor,  Ia hanya rebahan saja di sofa, Sembari mengasih Rakha yang bermain lego di atas karpet tebal nan empuk itu,


Tadi pagi Azka kembali menawarkan untuk pergi ke dokter, Namun Arum menolak, Dengan alasan ia tak merasa sakit, Hanya sedikit lemas saja, 


Dan Aneh nya, Setelah Di tinggal Azka ke kanyor tubuh nya seakan tak bertenaga, Lemas seperti tak makan nerhari-hari,


"Mama, Mama Atlit?," Tanya Rakha yang datang menghampirinya, Dengan meletakkan pungung tangan nya di keningnya,


Membuat Arum yang tadi memejamkan matanya, Kini seketika membuka mata,


"Nggak Kok sayang,Mama hanya lelah saja, Abang mau apa?," Tanya Arum, mrmbelai kepala Anak nya,


"Laka  mau Cucu Mah," balita itu mengedip-ngedipkan Mata nya dengan lucu, Ia merasa jika sang Mama memang lagi kurang sehat, Rakha sangat peka pada Mama nya, Jika Arum Sakit maka ia akan merasakan kegelisahan di hatinya, 


" Ya udah, Tunggu bentar ya, Mama buatkan dulu," 


Arum beranjak dari rebahan nya dan berjalan menuju Dapur,  Sedang Rakha kembali menyusun mainan legonya, Setelah mengangguk kepada Arum, 


Arum merasa sangat malas, Bawaan nya nya pengen Mencium  wangi tubuh Suaminya saat ini juga,


Aneh sekali pikir nya, Sebelum-sebekum nya ia tak pernah merasa seperti ini,Ada apa dengan Dirinya, Apa ia memang sakit?,  


" Maacii Mah,"  Ucap Rakha saat menerima uluran botol Susu dari Mama nya,


"Sama-sama sayang," Saut Arum tersenyum kepada Anak nya itu,


Arum kembali merebahkan dirinya di atas Sofa empuk dan mahal itu, Sembari memainkan Hp nya, 


Tak lama suara notif pesan masuk Hp nya, Setelah melihat nya ternyata bu Siti yang mengiriminya pesan,


("Rum. Kamu sudah cari Art?  Kalau belum aku sama Tina Mau Rum,  Bapak nya Jaka di phk di tempat nya berkerja,")

__ADS_1


Arum yang membaca  isi pesan Bu Siti itupun langsung menelpon ya,  


Arum mengatakan jika dirinya belum mencari Art, Dan menyuruh Bu Siti dan Bu Tina datang ke rumah nya, Untuk penjelasan lebih lanjut, 


Setelah memutuskan sambungan telpon nya, Arum melihat jam yang sudahenunjuk kan pukul 11 siang,  Keinginan untuk memeluk dan menghirup Aroma tubuh Suaminya semakin tak terkendali.


"Mah Mau Bobo," Rakha berdiri dengan mata sayu memandang Mama nya,


Botol susu yang tadi isinya  sudah tandas ia minum, 


"Ok yuk kita Bobo," Arum mengandeng tangan kecil Rakha dan mengajak nya ke kamar,


.


" Anak Papan kenapa lagi ini? Kok muka nya di tekuk gitu?," 


"Ayah bohong! Katanya hari ini mau ngajakin Citra main di Mol, Tapi Ayah Lupa kan?," 


Membuat Devan menepuk Jidat nya, Menggapa ia bisa lupa dengan janjinya hari ini, Yang akan mengajak Putri nya ke Mall, Sebagai ganti karena ia tak bisa mengabulkan keinginan Citra untuk bertemu  dan bermain dngam Danur dan Adik-adik nya,,


Devan malu, Mau ngomong apa dia kepada Wanita bernama Desi yang merupakan Ibu dari Danur itu, 


Mau minta Tolong kepada Azka juga tak mungkin,


Dirinya belum mengenal Wanita lebih jauh, Namun Putrinya itu sangat menyukai Anak-anak Desi yang baik dan sopan,


"Maafkan Papa ya Sayang, Papa beneran lupa, Sekarang bagaiman kalau kita ke Mall nya Sekarang,"  


Tawar Devan, Memandang wajah putrinya yang masih di tekuk,


"Mau nggak?, Kalau nggak mau…"

__ADS_1


"Mau..," Citra menjawab dengan cepat ,


"Anak pintar,  Nur Gantiin baju Citra ya, Kita jalan-jalan," Tukas Devan kepada Pengasuh Citra,


"Baik Pak, Yuk Non, kita ganti baju," Ajak nya, Citra masih dengam sedikit cemberut namun tetap menuriti ajakan Nur pengasuh nya, 


Devan hanya menghela nafas nya dengan panjang, melihat tingkah putrinya itu,


Nampak nya ia memang sudah waktunya memikirkan Mencari Ibu untuk Putrinya itu,


" Bu, Kita ke Taman kota kan?" Tanya Dara, Putri bungsu Desi itu memang sudah lama ingin ke Taman kota, Ingin membeli gula kapas dan juga melihat Kakak nya menerbngkan layang-layang raksasa di sana, 


"Iya Nak, kita ke Taman kota,  Mas Danur mana?, Udah siap belom?," Tanya Desi seraya memasuk kan Risol mayo kedalam wadah bekal untuk ia bawa ke Taman, 


" Sebentar Aku lihat dulu ke kamar," gadis 4 tahun itu berlari ke kamar Kakak nya untuk memastikan jika kakak laki-lakinya itu telah bersiap-siap, 


"Hore.! Mas, Nanti terbngin layang-layang nya aku ikut pegang ya," Dara yang berdiri di depan Desi itu berteriak sambil menoleh ke belakang, Di mana Danur dan Dimas berada, Dengan Layang-layang yang berada di punggung Danur


Ya Sore itu Desi membonceng Ke tiga anak nya untuk pergi ke Taman Kota, Danur  ingin menerbangkan Layang-layang nya di taman itu, Sedang Dara ingin membeli gula kapas dann juga ingin naik odong-odong,  Dimas ingin bermain bola.di lapangan luas yang ada di taman kota itu, 


" Iya Dek," Jawab Danur dari belakang,


" Bang Danur..! " Teriak seorang gadis kecil, yang berada di dalam mobil, yang berhenti di lampu merah, tepat di samping motor Desi,


Serempak mereka menoleh ke kanan,


.


Next......


jangan lupa dukungan nya ya sayang-sayang nya Othor, 🤗

__ADS_1


__ADS_2