
"Jadi mereka menikah secara dadakan gitu?" Tanya Desi sambil mengaduk kolak ubi campur pisang gepok atau pisang sanggar, Pesanan bumil yang tiba-tiba saja datang ke rumahnya sore itu,
Ya Arum datang mengunjungi Desi sore itu karena ingin memakan kolak ubi buatan Desi, Dan Desi dengan senang hati membuat kan nya,
"Iya mba, Semalam Lulu menelpon ku menggambarkan hal itu, " Ucap Arum dengan mulut penuh mengunyah pai buah buatan Desi,
"Uhh enak nya pai nya mba! Aku udah habis 3 loh ini, " Ucap Arum lagi setelah menghabiskan 3 pai buah yang ada diatas meja itu,
"Iyakah? " Desi menaikan sebelah alis nya memandang Arum yang juga memandangnya dengan cengiran,
"Hem kamu ini ada-ada saja dari dulu juga sudah seperti itu rasanya, " Desi menghampiri Arum dengan membawa mangkuk berisi kolak ubi yang menyebarkan aroma wangi daun pandan berpadu dengan santan kelapa asli . Sangat lezat di penciuman bumil yang sedang mengidam itu,
"Tapi beneran Mba makin kesini makin enak aja semua buatan mba ini, Ini pasti karna mba Desi masak nya pake bumbu-bumbu Cinta yang sedang merekah itu kan! "
Ucap Arum sengaja menggoda Desi yang belum lama ini telah menerima lamaran Damar,
"Ish kamu ini. Nggak usah godain mba kek gitu lah nanti didengar bapak-bapak di luar sana, " Ucap Desi dengan menjawil pipi Arum yang tembem karena kehamilan nya,
Azka dan Devan sedang melatih Danur berjalan tanpa menggunakan tongkat, cidera bahunya sudah sembuh hanya saja belum bisa di gunakan untuk mengangkat beban berat,
"Ahahaha iya iya, mba Desi bisa malu-malu juga ternyata, " Lanjut Arum masih menggoda Desi,
"Udah ihh jangan menggoda mba terus. Nih kolak nya dimakan. katanya lagi ngidam ini tadi kan? " Desi mendorong mangkuk kolak yang masih mengepulkan asap nya,
"Iya mba ku sayang yang sebentar lagi akan menyandang status sebagai Nyonya Devan Syailendra, " Arum menutup mulut nya menahan tawa ketika mata Desi melotot kepadanya,
"Jangan galak-galak Onty. Nanti makin cantik loh, makin klepek-klepek Uncle Devan nya, " Lagi dan lagi Arum menggoda mba nya itu, Sehingga membuat Desi menutup muka dengan kedua tangan nya,
"Nakal kamu ya,Nanti kalau ngidam masakan aku lagi, mba nggak mau buatin, Biarin aja babymu ileran entar karena ngidam nya gak keturutan, " Canda Desi mengancam bumil yang masih terkikik-kikik karena menertawakan nya,
"Ihh Onty gitu deh masa tega biarin banyak ileran, " Ucap Arum dengan wajah sedih nya,
Desi menjadi tidak tega melihat nya, "Ya maka nya jangan nakal,Dari tadi godain teros, " Ucap Desi tertawa kecil melihat wajah memelas Arum,
__ADS_1
"Jadi gimana Lulu bisa menikah dengan Damar, emang mereka selama ini pacaran kah?" Tanya Desi penasaran dengan kisah Lulu dan Damar yang dia tahu selalu saja ribut jika bertemu,
"Entah aku juga kaget mba, Tiba-tiba dia nelpon mengatakan kalau hari ini dia akad dengan mas Damar, " Jawab Arum sembari meniup sendok yang berisi potongan ubi itu kemudian memasukan nya kedalam mulut nya ketika sudah sedikit dingin,
"Baru akad katanya. Resepsi nya nanti nunggu aku lahiran, Biar aku bisa hadir di hari bahagianya, " Lanjut Arum lagi,
"Apa jangan-jangan mereka dinikahkan paksa karena orang tua Lulu menggira kalau Damar itu pacar Lulu, " Tebak Desi
Karena kan sangat mustahil bila mereka yang seperti kucing dan tikus bila bertemu dan sekarang tiba-tiba menikah,
"Nggak mungkin mba. Karna kan om Bambang itu ingin menjodohkan Lulu sama Anak lurah di desa kami itu, Makanya Lulu kabur ke kota ini ya karna itu, "
Jelas Arum yang merasa tidak mungkin bila Damar bisa di paksa menikah dengan Lulu oleh om Bambang, yang setahu nya sangat ingin bila Lulu menikah dengan Randy,
"Sudah lah mba nggak usah kita pusing mikirin si Lulu, Nanti kalau dia sudah kembali baru kita sidang dia sampe keakar-akarnya kita tanyain, " Ucap Arum kepada Desi yang memonyongkan bibir nya karena masih penasaran dengan kisah kedua orang itu,
"Sekarang bagaimana dengan mba sendiri, Kapan rencananya kalian akan menikah? " Tanya Arum serius menatap Desi yang juga menatap nya,
"Aku sudah memutuskan menunggu Danur hingga pulih total dan bisa berjalan dengan normal, Setelah itu baru kami menikah, Dan mas Devan sudah menyetujuinya, " Jelas Desi serius,
"Jadi apa rencana mba selanjutnya nya, Jika sudah resmi menjadi Nyonya Syailendra nanti? " Tanya Arum lagi
"Nggak mungkin kan kalian masih tinggal disini, Secara Mas Devan lebih dari sanggup untuk memboyong kalian kerumah nya, " Lanjut Arum lagi,
Desi Pun nampak berpikir setelah mendengar perkataan Arum barusan, Dirinya belum memikirkan sampai sejauh itu,
"Mba belum memikirkan hal Rum, " Ucap Desi jujur,
"Mba harus memikirkan itu dari sekarang, Secara Katering mba ini udah lumayan besar, Udah dikenal juga dimana-mana. Sayang aja jika nanti harus tutup karena suatu hal kan?" Ungkap Arum serius menatap Wanita yang sudah ia anggap sebagai kakak baginya,
"Misalkan nya ya. Ini masih misalkan. jika nanti setelah kalian menikah dan Mas Devan melarang mba Desi untuk nggak kerja lagi dan menyuruh mba di rumah saja dan fokus mengurus keluarga bagaimna? "
Tanya Arum semangkuk kolak ubi telah ludes ia santap, Sehingga menimbulkan bulir-bulir keringat di dahinya, Desi mengangsurkan selembar tisue kepada Arum yang mengucapkan terimakasih,
__ADS_1
Kemudian megusap keringat di kening nya, "Kolak buatan Onty memang enaknya luar biasa ya nak, Mama sampai kalap makan nya, " Tukas Arum memuji masakan Desi yang selalu enak,
"Bisa aja kamu, " Ucap Desi, "mau nambah nggak? " Tanya nya lagi dan di jawab gelengan kepala oleh Arum sembari mengelus perut buncit nya yang kekenyangan,
"Bagaimana bro! " Tanya Azka kepada Devan yang baru saja selesai mengantar Danur keruang keluarga untuk bermain bersama adik-adik nya, Setelah selesai berlatih berjalan selama beberapa menit,
"Bagaimana apanya?" Devan balik bertanya dengan menaikan sebelah alis nya,
"Semprul emang lu, gue tanya malah balik nanya, " Kesal Azka dengan meninju pelan lengan Devan yang cengegesan,
"Serius nih gue, Kapan rencana lo mau nikahin mba ku?" Tanya Azka lagi dengan raut serius,
"Mau gue sih secepatnya bro! Tapi kata doi tunggu sampai Danur sembuh total dulu dan bisa berjalan dengan normal, " Ucap Devan menjelaskan,
"Masa iya kita nikah sementara Danur masih duduk di kursi roda, Ya nggak tega juga lah gue bro! " Lanjut Devan lagi sembari memasukan satu buah pai kedalam mulut nya,
"Iya ada bener nya juga sih begitu, Setidak nya Danur nggak akan merasa di tinggalkan dan di acuhkan disaat-saat terberatnya kan! " Ucap Azka lagi,
" Hum, Kata dokter jika berlatih terus dan rajin terapi, Bulan depan Danur sudah bisa berjalan dengan normal, " Jelas Devan,
"Wahh berarti loe harus bersabar setidak nya selama satu setengah bulan lagi ya? " Tanya Azka menatap sahabat nya itu,
"Yub bener, " Sahut Devan dengan polos nya,
"Gue sebagai sahabat loe yang baik memberikan semangat untuk adik kecil loe itu, semoga dia bisa bersabar sampai waktunya tiba, " Ucap Azka meledek Sahabat nya yang telah lama menduda itu,
"Semoga belom karatan ya bro, Karena kelamaan puasa, Atau jangan-jangan nanti gak bisa bangun lagi karna tidur terlalu pules!
"Asem loe. Temen gak ada ahlak emang, Adik gue selalu on jika berdekatan dengan doi" Tukas Devan gelisah, mengingat jika setiap kali berdekatan dengan Desi adik nya yang telah lama berpuasa itu selalu menggeliat ingin lepas dari sangkarnya,
"Hahahah Selamat berjuang bro semoga adek loe nggak khilaf ya!! " Ucap Azka sembari bangkit dari duduk nya dan berlari masuk kedalam rumah menghindari lemparan bantal kursi dari Devan yang kesal karena telah ia ledek,
"Awas loe ya. Teman gak ada ahlak, " Kesal Devan ikut berdiri dan masuk kedalam rumah ingin mencari keberadaan sangat pujaan hati,
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar nya ya bestie❤️
dan maaf bila banyak typo🤧