
"Mas aku dimana? " Arum masih belum memulihkan ingatan nya, Dan belum sadar jika dirinya tengah berada di rumah sakit,
"Kamu ada di rumah sakit sayang, anak kita baru saja lahir beberapa jam yang lalu, melalui proses operasi caesar, " Azka berkata lembut dengan terus membelai pucuk kepala istri nya,
"Anak kita sudah lahir mas?, " Arum sedikit terkejut dengan itu, reflek tangan nya meraba perut nya, Dan benar saja perut buncit nya sudah rata,
"Mas!, "
"Mereka baik-baik saja sayang, Jangan khawatir. Baby twins baik-baik saja. mereka hanya akan berada di dalam inkubator selama beberapa minggu, karena mereka lahir belum waktunya, " Azka menjelaskan seperti apa yang di sampaikan oleh dokter kepada istrinya,
Arum diam mendengar kan perkataan Suaminya, Walaupun sedih tidak. Bisa langsung melihat kedua buah hatinya, Tetapi Arum sangat bersyukur kedua buah hatinya baik-baik saja saat ini,
"Mas. apa boleh aku melihat mereka?," Tanya Arum penuh harap,
"Tentu saja boleh sayang tapi tidak sekarang, Tunggu sampai kondisi mu pulih, " Ucap nya dengan kembali mencium pipi istrinya,
" Mas!! bagaimana keadaan Lulu?, " Arum baru Teringat dengan sahabatnya nya itu, Sekelebat ingatan nya saat Lulu menolong dirinya dari tikaman Pisau yang di arahkan Sabira kepadanya,
Membuat Arum panik dan ingin bangkit dari bed nya, Namun sedetik kemudian wanita itu meringis saat merasakan sakit yang luar biasa dari perut nya,
"Auhhh, perut aku sakit banget!!, "
"Sayang jangan seperti itu, Lulu baik-baik saja, Tenang kan dirimu, jangan banyak bergerak dulu, kamu baru saja melakukan operasi untuk melahirkan baby Twins, " Azka segera memperbaiki posisi tidur istrinya agar nyaman dan tidak sakit lagi,
"Tapi mas aku ingin melihat keadaan Lulu, Dia.. dia terluka karna aku mas!, " Arum sudah menangis saat kembali mengingat sang sahabat yang berusaha melindunginya nya dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri,
"Tenang sayang. Jangan menangis. Lulu wanita kuat, dia dan janin nya selamat. Walaupun sampai kini belum sadarkan diri dan masih berada di ruang ICU, Untuk perawatan lebih insentif, Untuk saat ini Kita doakan saja semoga Lulu cepat Siuman, Nanti setelah kondisimu sudah membaik baru kita akan melihat keadaan Lulu,"
Azka memeluk tubuh istrinya yang terguncang karena tangis, pria itu sangat sedih jika melihat istrinya menangis seperti ini,
Di depan ruang ICU kini Damar berdiri, Memandang wanita tercintanya dengan perasaan sesih, Pria itu menghapus setitik air mata nya yang jatuh di kedua sudut matanya,
"Sayang cepatlah sadar, jangan berlama-lama tidur nya, " Ucap Damar dengan sangat pelan,
Sudah setengah jam yang lalu pria itu berdiri dengan tangan yang ia tempelkan di kaca pintu ruang ICU tersebut,
"Ayo bangun sayang, Aku sudah menghukum mereka yang telah berani menyakiti mu, mereka akan menderita seumur hidup, " Ucap nya lagi berharap sang istri bisa mendengar suara hatinya dan segera membuka matanya,
__ADS_1
"Bersabarlah Tuan. dan perbanyak lah berdoa, semoga Tuhan akan segera mengabulkan doa tulus dari orang-orang terdekat Pasien, " Seorang dokter yang datang untuk memeriksa perkembangan Lulu, Memberi Damar semangat,
"Terima kasih dokter, " Ucap damar ramah kepada sang dokter yang tersenyum dan langsung masuk kedalam ruang ICU itu,
ππππππππ
Pagi menjelang. Kicauan burung saling bersahutan,Menyambut Sinar mentari yang masih malu-malu di balik awan, Sinar nya yang terang mampu menyinari elok nya bumi yang penuh dengan tipu daya. Yang mampu menenggelamkan sesiapa saja yang terlena akan keindahan semu yang ia suguhkan,
Seorang pria tampan kini tengah tertidur dengan posisi duduk, Kedua tangan nya terlipat didepan dada. Demi menghalau rasa dingin yang menusuk pori-pori kulit nya,
Damar sengaja menunggui istrinya di depan ruangan, Sebab selain petugas medis dilarang untuk mengunjungi pasian terlalu lama, Semalam setelah dirinya memohon kepada salah satu dokter yang bertugas mengawasi istrinya,
Akhir nya Damar bisa menjenguk Lulu walau hanya sebentar, dokter mengatakan jika pasien sedang dalam masa observasi, Alhasil pria itu memilih duduk di bangku tunggu dengan bersidekap, Hingga akhir nya ia tertidur pulas dalam posisi duduknya,
Sebuah tepukan di bahunya nya mampu membuat Damar bangun dari tidur nya, Setelah mengerjakan matanya beberapa detik, Pria itu menoleh ke samping disana Azka sudah menyambut nya dengan senyuman lebar nya,
"Tuan muda!, " Kaget nya sembari menegakkan kan posisi duduk nya,
" Santai Dam, nyenyak sekali tidur dengan posisi seperti itu, Sampai-sampai istri sadar saja tidak tahu, " Goda Azka dengan menahan senyum nya,
"Istri sadar?.. Maksud Tuan istri saya sudah siuman?," Tanpa menunggu jawaban dari Azka Damar langsung bangkit dari duduknya nya
Namun betapa terkejutnya pria itu kala ia hanya mendapati bed itu sudah kosong'
Dengan raut wajah yang bingung serta panik Damar menoleh dimana Azka masih setia menungguinya,
"Tuan istri saya... "
"Dam. Istri mu sudah di pindahkan ke ruang rawat inap 20 menit yang lalu, Lulu siuman pukul 3 pagi tadi. Namun karna dokter tidak tega membangun kan mu akhir memilih menghubungiku untuk memberi kabar, " Jelas Azka sembari bangkit dari duduk nya dan berjalan menghampiri sangat Sekretaris nya yang masih bingung sebab baru saja terbangun dari tidur nya,
"Yuk kita datangin istrimu. Apa kamu nggak kangen sama dia, " Azka menepuk punggung Damar yang masih terdiam mencoba mencerna apa yang di katakan oleh Tuan mudanya itu,
πππππππ
Nurlinda menggeliat kan tubuh nya. Matanya mengerjab perlahan terbuka, mencoba mengumpulkan kepingan ingatan nya tentang kejadian semalam,
Setelah ia menghubungi adik nya yang berada di kampung. Dan mendapatkan kabar jika ibunya tengah di rawat di sebuah puskesmas, Adik nya juga mengatakan jika ibunya harus segera di bawah ke rumah sakit untuk perawatan lebih insentif,Dan hal itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, Nurlinda sangat sedih, Dengan kabar tersebut,
__ADS_1
Apalagi saat mengingat dirinya saat ini tidak memiliki uang sama sekali, sedang sang ibu saat ini tengah membutuhkan perawatan insentif,
Air matanya sudah tidak bisa ia tahan. Dan menumpahkan nya tanpa perduli dengan Andre yang duduk di samping nya,
Dingin nya udara pagi hari tidak menyurut kan niat Nurlinda untuk melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi, Guna membersihkan tubuh nya,
sesampainya nya didalam kamar mandi wanita itu memperhatikan sekujur tubuh nya yang penuh dengan tanda merah keunguan, hasil karya Andre semalam,
Pria itu kembali menggagahi nya, Pasrah itulah yang wanita itu lakukan, melawan pun sudah tiada arti,
"Aku akan keluar kota selama beberapa hari, Selama aku tidak ada di rumah jangan coba-coba untuk melarikan diri, " Peringatan nya,
"Bang.apa aku boleh..., "
"Tidak boleh!! kamu tidak boleh kemana-mana. kamu cukup patuhi apa yang aku katakan dan jangan membantah,"
"Tapi bang. aku sangat membutuhkan.. "
"Ingat Linda. aku tidak suka wanita pembangkang!! " Pria itu memotong perkataan Nurlinda, "Sekarang tidur lah jangan banyak pikiran, " Lanjut nya dengan mengerat kan pelukan nya pada tubuh mungil wanita itu,
"Huft! pada akhirnya aku hanya berakhir dengan menjadi pemuas nafsu pria itu, Ibu maaf kan Linda yang telah salah langkah, " Nurlinda kembali menangis saat mengingat ibunya,
"Bagaimana.apa semuanya nya bekerja dengan sempurna?, " Tanya Andre kepada anak buah nya saat dirinya baru saja tiba di markas dimana Adit dan Sabira berada,
"Sempurna bos, Keduanya sudah kami pindahkan kedalam mobil," Sahut anak buah nya sekaligus melapor,
"Ok kita berangkat sekarang, " Andre berkata sembari berjalan menuju mobil yang akan mereka tumpangi keluar kota,
π±" Segera lakukan tindakan terhadap nya, Jangan sampai terlambat dan membahayakan nyawanya, Ingat! jika sampai terjadi apa-apa karena kelalaian mu. Habis kau!, Nanti sepulang dari tugas aku akan mampir ke situ, " Andre memberikan perintah tegas kepada seseorang yang berada di ujung telpon tersebut, Setelah nya pria dingin itu langsung memutuskan sambungan telpon nya secara sepihak tanpa menunggu sahutan dari lawan bicaranya,
Hay!! apa kabar nya hari ini bestie?
semoga kita semua dalam keadaan baik yaπ₯°π€
jangan lupa like komen nya ya bestieπ
Dan mohon maaf juga bila banyak sekali typo,
__ADS_1
terkadang selain aku yang lalai ada keyboard juga yang suka sekali membelokan ketikan kuπ€§π€§