
Sedari mereka pulang dari berjalan-jalan tadi. Wajah Arum terlihat kurang bersemangat, Seperti ada kesedihan dimatanya, Walaupun dia tidak menunjukan nya dan berusaha menutupinya dengan senyuman,
Azka tidak bisa dibohongi soal itu, Dia tahu jika suasana hati istrinya itu sedang tidak baik-baik saja saat ini, Ada sesuatu yang dia pikirkan,
Azak jadi merasa bersalah dan menyesal telah mengajak istrinya berbelanja di Mall itu, Seandainya dia memilih tempat lain mungkin Arum tidak akan bertemu dengan Ibu nya, Ibu yang tidak mengakui nya,
Azka masuk kedalam kamar setelah memastikan Arkha sudah masuk kedalam kamar nya bersama bu Tina untuk istirahat karena lelah bermain time zone di mall tadi,
Didalam kamar ia melihat Arum sedang duduk di tepi tempat tidur dengan mengusap usap perut nya, Istrinya itu seperti sedang memikirkan sesuatu,
"Sayang! " Panggil nya setelah menutup pintu kamar nya dengan rapat, Kemudian berjalan menghampiri sang istri,
Arum yang mendengar suara suaminya langsung menoleh kearah suara, "Iya mas? " Sahutnya dengan tersenyum kecil,
"Ada apa sayang! Apa yang sedang kamu pikirkan? "
Azka duduk di samping Arum dengan tangan yang langsung melingkari pinggang istrinya,
" Nggak ada mas! " ucap nya singkat,
"Sayang jangan menutupi sesuatu dariku! " Ucap Azka dengan membalikkan tubuh istrinya agar menghadap kepadanya,
"Katakan apa yang membuatmu bersedih. Apa karena pertemuan kita dengan Nyonya Arini? " Tanya Azka langsung
Ia tahu jika istri nya itu sedang sedih,
Arum menundukkan kepalanya saat mendengar perkataan Azka, Benar mood jadi tak menentu saat melihat ibu kandung nya sedang menemani anak sambung nya berbelanja,
Sedang dirinya yang anak kandung nya malah tidak diakui, bahkan diperingati agar tidak menyapanya bila bertemu lagi,
Hanya karena anak nya miskin. Ibunya tega melakukan hal itu,
__ADS_1
Air mata Arum menetes, Ia sudah berusaha sekuat hati agar tak lagi menangisi ibunya itu, Namun entah menggapa melihat ibu kandung sendiri akrab dengan orang lain ketimbang dirinya malah membuat nya kembali sedih,
Azka yang melihat istri kesayangan nya kembali menangis, ia jadi paham benar dugaan nya, jika istrinya bersedih karena pertemuannya dengan sang ibu yang tidak mengakuinya,
"Sudah sayang jangan menangis lagi kasian baby twins nya pasti ikut sedih juga karna mama nya sedih, " Ucap Azka dengan memeluk istrinya dengan sayang,
"Aku juga pengen disayang sama ibu mas! Belanja bareng jalan-jalan bareng, " Keluarlah semua yangbia pendam sedari tadi, Dengan bercucur air mata Arum mengadu kan semua uneg-uneg nya,
"Iya sayang mas mengerti perasaanmu, Menangislah untuk kali ini, tapi janji kedepan nya mas nggak mau melihatmu menangisi hal yang tidak penting seperti itu, " Ucap nya,
Azka bisa mengerti perasaan istrinya saat ini, Ditambah lagi keadaan nya yang tengah hamil pasti moodnya berubah-ubah.
Kasian sekali istrinya pikir Azka, yang merindukan kasih sayang seorang ibu sejak usia belia, Namun begitu bertemu setelah sekian tahun, ibunya malah lebih menyayangi anak sambung nya di banding dirinya yang anak kandung, bahkan tidak mengakuinya sama sekali,
Azka merasa sangat geram dengan mereka yang selalu menyakiti istrinya dulu, Rasanya ingin ia memberi pelajaran kepada mereka namun hati nurani nya memcegah semua itu, Selama meraka tidak melakukan hal yang fatal kepada istrinya, Maka dirinya tidak akan bertindak,
………………………..
"Bang memang nya ada kenalan didesa ini?" Lulu kembali bertanya kepada Damar yang sedang menstandart motor nya,
Akhirnya Lulu tidak bertanya lagi dan mengikuti langkah Damar masuk kedalam warung kopi tersebut ,
Setelah mereka masuk kedalam pemandangan yang. Pertama kali mereka lihat adalah beberpa bapak-bapak yang sedang asik menggoda janda kembang sang pemilik warung itu,
Lulu yang menyaksikan. Hal itu di buat merinding dengan tingkah sang janda yang kelewat lebay, Berjalan dengan sengaja mengeol-geolkan. Bokong nya yang mancung kebelakang. Seperti itik,
"Bang ngapain sih ketemuan nya disini! Coba lihat itu norak bener," Ucapnya. Sembari menunjuk ke arah sang janda yang mulai mendekati mereka untuk menawarkan kopi nya,
"Sebentar saja setelah urusan ku selesai kita langsung ok! "
Ucap Damar dengan mengedarkan pandangan nya kesegala arah mencari seseorang yang sudah menunggunya,
__ADS_1
"Kang mas ganteng mau pesan kopi apahh, Ada kopi item kopi susu atau Susuh nya saja juga boleh," Ucap nya dengan suara di buat semanja mungkin,
Damar bergidik mendengar suara wanita dengan lipstik. Merah menyala sangat kontras dengan kulit nya yang gelap,
Sedang Lulu sangat geli dan jijay mendengar suara yang di buat-buat wanita itu, Ingin sekali ia menabok nya dengan kencang agar berkata dengan benar,
"Maaf bu saya tidak minum kopi," ucap Damar singkat
Masih dengan mencari dimana seseorang tersebut, karena pengunjung warung itu lumayan rame,
"Dicoba dulu toh kang mas,Siapa tahu rasa nya cocok!" lanjut nya lagi tidak ingin kehilangan pelanggan ganteng yang baru perna ia lihat, dan hendak memegang lengan kekar Damar. Namun belum sempat tangan nya menyentuh Damar. Tangan Lulu lebih dulu menepis nya dengan kasar,
Sehingga membuat marni sedikit meringis akibat kuatnya tepisan tangan Lulu, " Jaga tangan nya tante, jangan sampai itu tangan nggak bisa lagi buat kopi," Tukas Lulu dengan wajah kesal nya,
"Astaga anak sama ibu sama aja galak nya, " Ucap nya sambil berlalu dengan wajah di tekuk, Sebab tidak berhasil menggoda Damar.
Sedang Lulu tak kalah kesal nya dengan tinglah pemilik warung yang centil itu, "Dasar centil pen ku getok rasanya," Kesal Lulu sedang Damar hanya menahan senyum melihat wajah Lulu yang masem,
"Nah itu dia ada di sebelah sana, " Tunjuk Damar setelah orang tersebut melambaikan tangan nya, Setelah menyadari jika sang boss telah sampai,
Lulu hanya diam duduk di samping Damar, satu tangan nya berasal dalam genggaman Damar sejak mereka masuk kedalam warung itu,
Entah apa yang dibicarakan mereka Lulu kurang mengerti yang dia tangkap hanya tentang pembangunan, Entah pembangunan apa itu,
Setelah urusan nya selesai dengan bawahan nya itu, Damar segera mengajak Lulu untuk pergi dari warung kopi itu, Sekilas ia bisa melihat si pemilik warung sedang merayu salah satu bapak-bapak agar tidak pulang lebih awal dan menawarinya kopi lagi,
"Lain kali jangan membuat janji di tempat seperti itu,mending janjian di sawah aja. bisa sambil bantuin orang nanem padi sekalian, " Omel Lulu setelah Damar menjalankan motor nya,
"Siapp Nyonya Anggara!" Sahut Damar sengaja menggoda Lulu agar tidak mengomel lagi,
"Auhh!!, Jangan di cubit sayang nanti kita jatoh loh, Aku masih ingin menikah denganmu belum mau mati konyol karena kecelakaan! " Ucap nya lagi karena Lulu mencubit pinggang nya dengan keras,
__ADS_1
"Ihh nyebelin banget sih!!!"
SUN AJA LU. BIAR ABANG NYA MAKIN ANUU🏃🏼♀️🏃🏼♀️