
"Bapak yakin ingin ikut saya ke desa? " Lulu bertanya sekali lagi demi meyakinkan pendengarannya, Sebab tidak yakin seorang Damar Anggara yang dingin dan cuek itu mau bersusah-susah mengantar nya pulang ke desa,
"Apa ditampangku ini terlihat sedang bergurau! Atau mau ngeprank gitu? " Tanya Damar dengan wajah sedikit kesal, Gadis didepan nya ini sudah bertanya berkali-kali dan ia menjawabnya dengan jawaban yang sama,
Dan juga demi menutupi rasa yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, Hanya Damar dan Tuhan saja yang tahu,
Yang jelas Jantung nyabkini sedang bersisco ria saat berhadapan dengan Lulu, Si gadis bar-bar
"Ya bukan begitu sih. aku hanya ngak yakin aja bapak akan kuat, Perjalanan darat selama 6 jam loh pak 6 jam!, " Ucap Lulu dengan mengangkat 6 jarinya,
Sedang Damar berdiri di ambang pintu menunggu Lulu selesai bersiap, Namun karena Lulu yang tidak yakin jika Damar akan ikut ke desa untuk mengantarnya sampai dia bertanya berulang-ulang,
"kamu ini terlalu cerewet! nggak bisa diam ngoceh terus! " ucap Damar mulai tak sabar menunggu Lulu di qmbang pintu, Damar melangkah masuk untuk mengangkat Tas ransel milik Lulu, Ketika bibir cerewet itu kembali bersuara,
" Jangan sampai Nanti baru setengah jalan bapak mabok terus pingsan!! Kan jadinya ngerepotin aku nanti pak, Dan jugabMana ada yang bisa nolong di tengah humh… "
Kata-kata Lulu tertahan di tenggorokan saat Damar membungkam nya dengan Ciuman, Damar sengaja melakukan itu supaya gadis bar-bar nya itu berhenti mengoceh,
Damar mencium Lulu dengan sedikit Me ***** nya kemudian melepaskan nya, Sementara Lulu yang di serang secara tiba-tiba itu nampak syok! Dengan kedua lutut yang gemetar,
"Itu hukuman untukmu gadis cerewet, Jika kau masih saja cerewet maka bersiaplah menerima hukuman yang lebih dari ini, " Ucap Damar dengan mengusap Bibir basah Lulu dengan ibu jarinya,
Setelah mengatakan itu Damar meraih Tas ransel milik Lulu dan hendak keluar dari kamar gadis itu, " Apa kamu akan berdiri disitu sampai besok?" Tegur Damar menoleh kebelakang, setelah dirinya sampai di ambang pintu namun belum juga ada pergerakan di belakangnya,
" Cepatlah jika tidak ingin kemalaman dijalan! " Ucap Damar lagi dengan menahan senyum, Wajah Lulu yang syok sangat menggemaskan dimatanya,
__ADS_1
Lulu yang mendengar suara nyaring Damar langsung tersadar, "Kurang asem tuh orang bisa-bisanya Dia mencuri ciuman pertamaku awas saja kau, " Kesal Lulu dengan cepate megambil Tas slmpang nya dan segera keluar dari kamar nya, Dengan lututnya yang terasa tak bertulang, Sebelum pria aneh itu kembali berulah
" Hem..sangat manis," Batin Damar masih, meresapi rasa yang baru saja ia cicipi tadi, Walaupun ia melakukan nya dengan singkat,
"Ah sepertinya aku sudah tidak waras, menggapa berdekatan dengannya selalu membuatku deg deg'an, Dan selalu ingin..ahh sudahlah sepertinya Otak ku sedang konslet, " Lanjut Damar membatin sepanjang jalan menuju mobil,
Setelah pamit kepada Arum dan Azka kini mereka sudah berada dijalan, Dengan Damar yang menyetir mobil, Ekor matanya bisa melihat Lulu yang duduk di samping nya dengan wajah cuek,
Walaupun wajahnya terlihat cuek namun rona merah di pipinya tidak bisa dia samarkan, Hal itu menandakan jika dia sangat malu saat ini, Lebih tepatnya malu dan kesal menjadi satu,
… … …… … … … … … . …
"Bu! Hari ini anak itu berjanji akan pulang kan? " Tanya Pak Bambang dengan semangat,
"Iya Pak! barusan Lulu ngabarin jika saat ini sudah dijalan, mungkin sekitar 2 jam lagi dia akan tiba Pak, " Jawab bu Yanti tampak kurang bersemangat, Bukan nya tidak senang putrinya pulang. hanya saja niat suaminya yang membuatnya tidak suka, tapi juga tidak bisa melawan,
Kepada istrinya,
Bu Yanti sedikit kesal mendengar akan ada Pak lurah yang akan datang kerumah mereka, pasalnya bu lurah terkenal sangat medit bin pelit, dan juga suka nyinyir, bu Yanti kurang suka padanya,
" Pak sebaiknya jangan dulu mengundang mereka, Kasian Lulu biarkan dia istirahat dulu! " Ucap bu Yanti kepada suaminya,
"Kita sudah membohongi nya agar dia mau pulang, Jangan sampai dia minggat lagi jika tahu bapak akan kembali menjodohkan nya dengan anak pak lurah itu, " Sambung bu Yanti dengan serius,
" Tidak akan lah bu, Itu memang sudah seharusnya, pak lurah sudah tidak sabar ingin berbesan dengan kita, jadi tidak perlu di tunda-tunda lsgi" Tutur pak Bambang tidak mau mendengar saran dari istrinya,
__ADS_1
"Pokonya ibu tidak usah banyak protes! Lakukan saja seperti yang bapak minta, " Lanjutnya lagi sembari berlalu dari hadapan bu Yanti yang sedikit kesal kepada sifat keras suaminya itu,
Ditempat lain Lulu harus sekuat tenaga menahan malunya, duduk berduaan didalam mobil dengan seorang pria yang beberapa jam lalu mencuri ciuman nya,
"Huh lancang!!" Gumam Lulu pelan namun masih bisa didengar oleh telinga tajam Damar, Sehingga membuat pria itu menoleh kearahnya sekilas, Kemudian kembali lagi menatap lurus kedepan,
Damar harus menahan senyumnya ketika melihat wajah Lulu yang nampak bersungut-sungut itu, " Apa.. Kamu tidak ingin menggantikan ku menyetir? " Damar mencoba membuka percakapan setelah hening selama berjam-jam,
Ternyata sangat tidak asik jika saling diam, Dan seperti ada yang kurang jika tidak mendengar ocehan gadis bar-bar nya itu,
Entahlah sepertinya memang dirinya sudah terkena virus,
Virus yang bisa membuat orang pintar jadi kelihatan bo do h jika sudah terserang virus yang namanya cinta,
Mendengar perkataan Damar lantas membuat Lulu menoleh kepada pria itu, "Bapak mau gantian nyetirnya?, " Tanya Lulu,
" Kenapa nggak bilang dari tadi jika sudah capek! Sini kita gantian.biar aku saja yang nyetir, Lagian sudah dekat kok nggak sampai 2jam lagi kita sampai,"
Damar menepikan kendaraan nya di bahu jalan. Untuk bertukar tempat dengan Lulu, Setelah itu Damar tidak langsung turun, Damar menoleh kearah Lulu dengan satu tangan nya di atas kemudi untuk menopang kepalanya,
Lulu terkesima melihat pose Damar seperti itu,
Entah menggapa dimata Lulu Damar terlihat sangat tampan jika ber pose seperti itu, "Astaga aku sudah gila rupanya, " batin Lulu dengan Mengeleng-geleng kan kepalanya, Saat sadar jika dirinya telah mengagumi pria dingin itu,
Damar yang melihat tingkah Lulu hanya tersenyum dalam hatinya, ia tau apa yang ada didalam otak kecil gadis cerewet itu,
__ADS_1
" Hem tapi ingat jangan membawa mobil seperti dulu! " Peringat Damar sembari menatap Lulu, " Jika kamu berani.. Maka aku akan menghukummu!, " Bisik Damar di telinga Lulu dengan sengaja,
Dan hal itu sukses membuat Lulu bergidik dengan bulu kuduk nya yang seketika berdiri, Akibat bisikan Damar di telinganya,