Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
kurang sehat


__ADS_3

" Mas,"


"Hem," 


"Mas ini orang Kaya ya?" Tanya Arum polos,


Azka terkekeh mendengar pertanyaan Istri nya yang polos itu,


"Nggak juga sayang, Mas bukan Orang kaya, Mas cuma di beri kecukupan dalam hal Materi, Itu saja Kenapa memang nya?" 


"Nggak, Aku lihat mobil-mobil Mas banyak, Terus Rumah nya juga gede dan bagus gini, Kalau nggak kaya mana mungkin bisa memiliki semua ini, Aku aja masih kek mimpi bisa tinggal di dalam rumah sebesar ini,"  Tutur Arum panjang lebar, sembari menopang dagu nya,


" Sini sayang," Azka menyuruh Arum untuk Duduk di pangkuan nya,Saat ini kedua nya sedang berada di ruang kerja Azka, Setelah sarapan tadi Damar hanya menyerahkan beberapa berkas setelah itu Pemuda tampan itupun kembali ke kantor,  


Tanpa di suruh dua kali Arum bangkit dari kursi nya, Dan mendatangi Suaminya, 


" Kamu tahu?, Suamimu ini seorang pengusaha, Duit nya banyak, Tapi itu dulu, Sekarang tidak lagi," Ucap Azka sengaja menggantung perkataan nya, Sedang Arum memandang Suaminya dengan alis mengkerut, 


Cup, satu kecupan singkat  mendarat di bibir sexy istrinya, 


" Sekarang Suamimu ini nggak punya apa-apa lagi, Karena Semua aset dan juga harta serta saham di Perusahaan Mas, Bukan milik Mas lagi, Bahkan Rumah dan semua mobil di garasi itu bukan milik Mas lagi sayang," 


Azka masih memperhatikan mimik wajah Arum yang serius menanggapi penuturan nya,


"Jadi ini rumah siap sekarang? Apa nggak masalah kalau kita tinggal disini? Orang nya nggak marah?"  Tanya Arum lagi dengan nada khawatir,


" Nggak tahu juga, Marah apa nggak, Coba nanti kamu tanya sama Nyonya Dewantara, Karena semua ini kan Milik Nyonya Dewantara, Bukan milik Mas,"  Ucap Azka dengan menahan senyum, 


" Iiihh Mas Azka Ini..! Udah serius juga..! Malah bercanda,"  Arum mencubit gemas perut Azka, yang tertawa terbahak-bahak, 

__ADS_1


"Aduh ampun sayang, Tapi beneran loh, Semua hartaku sekarang sudah menjadi milik Nyonya Dewantara,  Jadi sekarang Suamimu ini jadi kere, Nggak punya apa-apa, Apa kamu masih tetap cinta? Sama suami keremu ini," Goda Azka lagi, 


"Mas.. Iihh,  Gitu ngomongnya, Aku tetap cinta walaupun Mas kere dan nggak punya Apa-apa," Ucap Arum, seraya menyembunyikan wajah nya di dada Azka, Dan menggigit nya gemas, 


Perlakuan Arum itu membuat gairah Azka kembali bergejolak, Dengan mendongak kan wajah istrinya Azka kembali menyesap bibir  sexy menggoda istri nya itu, 


Dan Arum menyambut nya dengan tak kalah bergairah nya, Seluruh tubuh nya kini terasa sudah meremang, Ingin lebih,


Arum merasa sedikit aneh dengan dirinya beberapa hari belakangan ini, Dirinya begitu mudah terpantik gairah, Dan selalu mendamba Sentuhan suaminya itu, Ia merasa seperti bukan dirinya,


Perlahan tangan Azka terangkat dan menyusuri Punggung Istrinya, meraba mencari sesuatu, Setelah menemukan nya, dengan perlahan ia menurunkan resleting dress Arum hingga ke pinggangnya, Tanpa melepaskan ciuman mereka, 


Tangan Arum tak tinggal diam,  Kedua tangan nya sudah mengelus Dada bidang Azka, meraba dan memijat otot-otot lengan Azka yang selalu membuat nya meremang dan kagum,


Lenguhan Arum terdengar samar karena ciuman mereka, Saat tangan Azka menyusuri lekuk pinggang nya, Naik ke punggung dan melepas kan pengait sesuatu yang menghalangi bagian kesukaan nya itu,


Tangan nya sudah bermain-main di kedua gundukan yang sepertinya semakin bertambah ukuran nya itu,


Suara Azka sudah berubah serak saat ini, Bibirnya telah turun menyusuri leher hingga sampai pada dada Arum dan menyesap nya bergantian,


Arum hanya mendongak kan kepalanya menikmati sensasi nikmat yang di berikan suaminya itu, Jari-jari lentik Arum telah meremas rambut lebat nya, 


Inti tubuhnya sudah menggeliat di bawah sana ingin di lepaskan dari kurungan nya,


" Sayang..!, Mas ingin melihat nya, Boleh?,Mas kangen," Azka menciumi seluruh wajah Arum, Setelah melepaskan kedua gundukan itu,


" Boleh sayang? "  Ulang nya,


" Tapi Mas,, Nanti Rakha bangun gimana?"

__ADS_1


"Sebentar saja, Boleh?, " 


Mata sayu Azka membuat Arum tak sampai hati untuk menolak keinginan suaminya itu,


.


.


"Sayang.  Mau cari Art sendiri atau kita ambil dari Yayasan aja?,"  Tanya Aza pagi itu, 


Tak terasa kini sudah seminggu berlalu mereka menempati Rumah baru mereka, Tanpa Art, Arum mengerjakan pekerjaan Rumah sendiri, Seperti biasa nya,


Besok rencana nya Azka akan masuk kantor, Semua urusan telah di selesaikan oleh Damar, Asisten sekaligus Tangan kanan nya, 


" Entar Aku tanya Bu Siti dulu Mas, waktu itu dia pernah ngomong, Kalau mau cari Art dia bersedia katanya, Anak nya cuma satu si Jaka Udah gede juga, Itung-itung 


 bantu Suaminya," 


Saut Arum yang pagi itu nemplok di tubuh Azka, Sembari menghirup aroma khas Suaminya itu,  pagi itu Arum terlihat kurang sehat, Badan nya lemah saat  pagi,  Tapi akan kembali sehat di sore hari, 


Azka menoleh Istrinya yang terlihat agak pucat itu, Yang sejak tadi mengelayuti nya, di sebelah Kiri nya Rakha yang sedang anteng memakan Roti bakar nya, Dengan segelas Susu, 


" Baik lah kalau gitu,Semua terserah kamu sayang, Kita ke dokter ya, Mas khawatir kamu kenapa-napa, Kamu pucet gini loh," 


"Nggak.., Aku nggak sakit kok, Cuma lemes aja, Mau nya ya gini, Wangi Mas seger banget.." Arum kembali mendusel-duselkan hidung nya di tubuh Azka,


Membuat Azka sedikit heran dengan istrinya itu, Tak jarang Arum tidur di bawah ketiak nya tiap malam, Walaupun ia belum mandi, Tetapi istrinya bilang tetap wangi dan segar, 


Next.....

__ADS_1


Maafkan bila banyak typo ya kaka 🙏


jangan lupa jejak-jejak nya 🤗


__ADS_2