Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Menjadi suami istri,


__ADS_3

.


Suasana sore di sebuah kontrakan sederhana itu Kini kembali hening, Hanya suara helaan Nafas yang terdengar seirama, dan juga suara Para anak-anak tetangga yang sedang bermain,


" Sekarang semua keputusan ada pada bapak, " Tukas Arum memberanikan diri menatap Azka, yang juga sedang menatap nya,


" Aku.."


" Aku menerima dirimu dengan segala kekurangan dan juga kelebihan mu," Potong Azka cepat tanpa mengalihkan pandangan matanya yang masih tertaut dengan Arum, Cantik sekali wanita di depan nya ini, tak menyangka jika wanita muda nan cantik ini mengalami nasib yang malang,


" Mari kita jalani pernikahan kita ini seperti pernikahan pada umum nya, Walaupun kita menikah karena terpaksa, mungkin ini sudah takdir dari Tuhan untuk kita bisa saling melengkapi, Akan tetapi untuk saat ini dalam keadaan saya yang seperti ini, Saya belum bisa menjanjikan sesuatu apapun kepadamu,"


Ungkap Azka, masih setia memandang wajah Arum yang cantik,


"Tidak masalah, Jika kamu sudah memiliki anak, Aku akan berusaha menjadi ayah yang baik untuk nya, " Lanjut Azka lagi,


Saat mendengar jawaban Azka, Arum merasa lega sekali, Sebab saat ini diri nya tengah diliputi kekhawatiran. Soal putra nya itu,


" Terima kasih Pak, Terima kasih sudah mauenerima saya dengan segala kekurangan yang saya miliki, Perkenal kan Nama saya Arum, umur saya 20 tahun,". Arum memperkenalkan dirinya dengan menyodorkan tangan nya kehadapan Azka,


Azka yang melihat tangan putih dengan jari-jari lentik itu kini tersodor di hadapan nya, Dengan perlahan Azka mengngkat tangan nya, menyambut uluran Tangan Arum, Yang terlihat sangat mungil, Saat berada dalam genggaman nya,


" Nama saya Azka umur 35 tahun, Sudah cukup tua ya, Jarak kita 15 tahun," Pungkas nya sembari tersenyum kecil,


Arum pun juga ikut tersenyum, Dengan masih saling menggenggam tangan,


" Kamu sekarang adalah istriku, Terlepas dengan bagaimana kita menikah, tapi saya harap kamu bisa menerima keadaan saya yang seperti ini, Seorang pria lumpuh yang hanya bisa duduk di atas kursi Roda, " Azka berkata dengan nada penuh ironi,


" Saya mengalami kecelakaan dua tahun yang lalu, dan mengakibatkan kedua kaki saya lumpuh, tidak bisa di buat berdiri mati rasa," Lanjut nya lagi, Tangan lebar nya meremas pelan tangan mungil Arum yang masih setia ia genggam,


" Saya akan berusaha menjadi istri yang baik buat bapak, Tidak masalah dengan kondisi bapak yang seperti ini, Kita akan berusaha bersama-sama Agar bapak bisa berjalan kembali," Tukas Arum, dengan sungguh-sungguh,

__ADS_1


Setelah mengitari seluruh bagian Rumah kontrakan tersebut, yang memiliki dua kamar dengan satu kamar utama yang untung nya memiliki kamar mandi di dalam,


Dengan Dapur sederhan yang menjadi satu dengan ruang makan, dengan kamar mandi yang bersebelahan dengan dapur di bagian pojok,


" Nah ini kamar kita Pak, Tapi belum ada ranjang nya," Ucap Arum ia berpikir akan membeli ranjang baru saja, sebab jika membawa ranjang nya yang yang berada di kontrakan nya bersama Desi, Pasti tidak akan cukup untuk mereka bertiga,


Arum memang tidak berpikir untuk tidur di kamar yang terpisah dengan Azka, mengingat kondisi Suaminya itu ia harus merawat nya dengan baik,


Sedang Azka yang mendengar perkataan Arum, Yang menyebut kamar kita, Hati nya menghangat, hanya dengan mendengar perkataan sederhana itu, Wanita yang baru ia nikahi beberapa jam yang lalu ini adalah Istri nya,


" Ini kamu pakai uang ini, untuk membeli apa-apa kebutuhan kita," Azka menyodorkan Amplop yang di lemparkan Sabira tadi pagi, Kepada Arum, yang kini mengkerut kan kedua alis nya, Saat memandang apa yang ia sodorkan itu,


" Jangan khawatir, Ini adalah uangku, semua yang mereka nikmati saat ini adalah uangku, ini tidak ada apa-apa nya dengan apa yang mereka nikmati saat ini," Pungkas Azka menatap manik teduh Arum,


Dengan perlahan Tangan Arum mengambil amplop tersebut dan membuka nya, Dengan perlahan Arum menarik isi dari dalam amplop tersebut,


Setelah ia hitung yang ternyata jumlahnya 50 juta, " Mas ini Aku pakai untuk membeli perlengkapan kita yang masih kurang ya,


Seperti tempat Tidur dan juga lemari pakaian, " Tukas Arum dengan memandang Azka,


Arum yang mendapat perlakuan seperti itu. dari Azka membuat hatinya menghangat,


...*****...


" Ahahhaah! Selangkah lagi kita bisa memiliki semua ini sayang," Adit memeluk Sabira dari belakang dengan tangan yang sibuk berpetualang di tubuh bagian depan Kekasih nya itu,


" Tentu saja sayang, Sekarang perintahkan Riko untuk menyiapkan berkas tuntutan ku ke pengadilan, apa semua foto-foto yang kita butuhkan sudah aman?," Sabira bertanya seraya membalik kan tubuh nya dan memeluk kekasih gelap nya itu,


" Seperti yang kamu ingin kan sayang, Riko akan segera menyiapkan semua nya," Tukas Adit dengan mengangkat satu kaki Sabira dan melingkarkan nya di pinggang nya,


Sabira yang mengenak kan Dress sebatas paha itu memudahkan baginya untuk menjelajah di area favorit nya itu,

__ADS_1


" Ahh Aku sudah tidak sabar ingin menjadi istri mu sayang, Aaahh!," Sabira mengelinjang saat tangan Adit sudah sampai di bawah sana dan membelai sesuatu yang sudah lembab itu,


" Ahh, Kamu selalu bisa membuatku tak berdaya sayang..!"


Adit tak menjawab racauan Kekasih nya itu, dirinya sibuk menekuni sesuatu yang selalu membuat nya menegang itu,


" Kamu adalah milik ku sayang, tidak ada yang boleh memiliki mu, selain Aku, "


Dengan gerakan pasti Adit memasuki Tubuh Sabira dalam posisi berdiri, dan menghentak nya begitu kuat, Membuat Sabira memekik dengan mulut terbuka,


Kedua manusia penghianat itu seakan tak ada puas nya untuk berbuat maksiat, dimanapyn dan dalam situasi apapun, Hati mereka sudah tertutup oleh kubangan Dosa,


Sebagai seorang istri yang menghianati suami nya, dan s3bagai seorang sahabat yang dengan tega nya menghianati sahabat yang sudah berjasa dalam hidup nya,


Benar-benar pasangan yang serasi, Dalam segi manapun,


...***...


"Mas, Aku tinggal sendiri dulu ya?," Kini Arum telah merasa Akrab dengan suaminya itu, sudah mengganti cara berbicaranya kepada Azka, Dengan bahasa aku, dan memanggil Azka dengan sebutan Mas, itu adalah permintaan Azka sendiri, dan tidak secanggung seperti tadi pagi,


" Iya, nggak apa-apa, Kamu pergi jemput Arkha saja, Kasian sudah sore ini, Biar Mas yang nunggu orang yang nganter Barang nya, "


Tukas Azka, yang baru saja selesai mandi dengan di bantu oleh Arum, Rmbuta Azka yang panjang sudah tersisir Rapih ke belakang, Azka terlihat sangat segar dan wangi sore itu, walaupun Brewok nya belum sempat di cukur, Arum berencana Akan mampir ke minimarket untuk membeli peralatan mencukur, Ia akan mencukur Suaminya itu besok pagi,


" Aku berangkat dulu ya mas, aku nggak akan lama kok," pamit Arum dengan mengambil tangan Kanan Azka dan mencium nya, Membuat Azka mematung untuk sesaat,


Sebelum nya dirinya tidak pernah di perlakukan semanis itu oleh Sabira, Selama mereka menikah, Dan Arum, wanita muda nan cantik itu memperlakukan dirinya sedemikian, Azka merasa sangat di hargai sebagai seorang Suami,


Next...


jangan lupa ya jempol nya reader sayang

__ADS_1


kepoin juga kisah Arya dan Riri ya


makasih🙏🤗


__ADS_2