
"Mas! Apa aku boleh mengajukan kan satu syarat? " Tanya Desi kepada Devan, Keduanya kini tengah duduk santai di ruang keluarga menemani anak-anak mereka bermain,
"Apa itu sayang. Jangan syarat yang berat-berat ya, " Ucapa Devan bercanda,
Dan ditanggapi dengan senyuman boleh Desi, Senyuman yang selalu membuat Devan meleleh,
"Aku ingin kita menikah nya setelah Danur sembuh dan bisa berjalan normal mas! " Desi berkata dengan serius kepada Devan,
" Aku ingin semuanya dalam keadaan baik dan tidak
Mengkhawatirkan apapun lagi, " Lanjut nya dengan menundukkan kepalanya,
Devan terdiam menimbang-nimbang permintaan Desi, Jika menunggu Danur sampai sembuh total itu artinya sekitar dua bulanan lagi, Menurut penjelasan dokter dua hari yang lalu Danur akan sembuh sebelum waktu tiga bulan karena perkembangan nya sangat baik dan cepat,
Apakah dirinya tahan menunggu hampir dua bulan lagi untuk menikahi Desi, Devan menoleh menatap Desi yang masih setia menunduk kan kepalanya,
" Baiklah sayang. Kita akan urus Danur sama-sama, agar pemulihan nya berjalan dengan baik, " Akhirnya Devan memutuskan untuk menunggu, Ia tidak ingin membuat Desi memikirkan banyak hal,
Dirinya akan berusaha membuat wanitanya itu nyaman berasal disisinya, Tidak tertekan dan tidak terpaksa,
"Terima kasih mas! Sudah mau mengerti keadaan aku, " Ucap Desi tersenyum penuh kelegaan, Sebab Devan mau mengerti apa yang ia rasakan saat ini,
"Tentu saja sayang, Aku bingung kamu nyaman berasal disisiku, " Ucap nya dengan meraih tangan Desi dan mengecup nya,
" Ahh masih lama l! kita harus bersabar ntong jangan rewel ya nanti, " Batin Devan menyemangati dirinya,
🍀🍀🍀🍀
Tak terasa dua hari sudah Damar berada di desa kelahiran Arum dan Lulu, Dirinya kini sedang sibuk mengurusi proyek pembangunan Rumah seperti yang diminta Tuan mudanya,
Ya Tuan mudanya menugaskan nya mengurus semua itu untuk keluarga Arum, Khusus nya nenek dan kakek nya,
__ADS_1
Sebagai bentuk bakti Arum kepada mereka, dan juga sebagai tanda terima kasih Azka arena telah merawat Arum selama ini, Walaupun mereka tidak memperlakukan Arum dengan baik, Setidak nya mereka masih mengakui Arum sebagai keluarga mereka,
Arum tidak pernah membenci mereka, Walau bagaimana pun mereka tetaplah keluarganya, Jadi Azka memutuskan untuk membuatkan rumah sederhana untuk kakek dan nenek istrinya, Agar di hari tua mereka tidak terlantar, Karena tidak punya tempat tinggal,
Melihat jika rumah mereka saat ini sangat tidak layak untuk di huni. Bahkan jika ada angin sedikit saja atap berikut tiang nya akan roboh tersapu angin,
Itulah menggapa Azka memilih membangunkan rumah untuk kakek nenek istrinya, Dan juga supaya Istrinya tidak terlalu kepikiran dengan nasib mereka yang terlalu melarat, Di usia senja yang seharus nya tinggal menikmati hari-hari tua mereka dengan bersantai,
Tidak perlu lagi memikirkan apa yang mau dimasak hari ini dan besok makan apa, Bekerja di ladang borang dengan upah yang tidak seberapa,
Hal itulah yang selalu menjadi pikiran Arum, walaupun mereka sangat membedakan perlakuan mereka kepadanya dan juga Wati, Tetapi hati Arum yang lembut dan gampang kasihan tidak tega dengan mereka, Jika dia juga bersikap seperti ibu dan paman nya yang entah pergi kemana dan tidak ingat dengan orang tua,
Kedua orang tua Lulu yang kini tengah sibuk mengurus ini itu untuk keperluan pernikahan putri mereka, walaupun hanya akad saja tetapi mereka juga akan mengundang beberpa tetangga dan juga kerabat mereka,
Di tengah kesibukan nya mengurus ini itu pak Bambang dibuat makin repot dengan kedatangan pak Lurah kerumah nya yang marah-marah karena menurut nya pak Bambang tidak menepati janjinya untuk menjodohkan putra putri mereka,
"Bambang aku tidak terima dengan semua penghinaan ini! " Teriak nya dari luar rumah, Sikap nya tidak mencerminkan seorang pejabat sama sekali, Yang seharus nya memberikan contoh yang baik kepada warga nya,
Randy yang sudah sangat tergila-gila dengan Lulu sejak mereka sekolah dulu, Memohon kepada sang bapak bagaimanapun caranya Lulu harus menikah dengan nya,
Pemuda manja itu tidak terima saat mendengar kabar jika Lulu akan menikah dengan Damar, Dia mengancam akan mengakhiri hidup nya jika sangat bapak tidak bisa menikahkan nya dengan gadis pujaan nya itu,
Pemuda itu bahkan mengurung dirinya dikamar dan tidak mau makan, Bu lurah sampai di buat panik akan aksi putra nya itu,
Ia pun ikut membujuk suaminya agar mau melakukan sesuatu,
Dan di sini lah sekarang pak lurah itu, Demi melakukan permintaan putra nya yang sudah cinta mati. Kepada Lulu,
Demi sang buah hati dirinya rela berlaku memalukan seperti itu,
Definisi sayang anak, ya begitulah kira-kira
__ADS_1
"Bambang!! Keluar kamu," Teriak nya lagi, Sehingga membuat beberapa tetangga yang melintas ikut heran dengan tingkah pak Lurah itu,
"Ada apa ini! Mengapa bapak teriak-teriak dirumah saya, " Tanya Lulu heran, Lulu yang siang itu baru saja pulang dari pasar bersama Damar di buat heran dengan kelakuan Pak lurah itu yang teriak-teriak di depan rumah nya,
Mendengar ada yang menegur nya lantas pak lurah pun menolehkan kepalanya ke sumber suara,
Bersamaan itu pula pak Bambang keluar dari rumah untuk melihat pak lurah yang sedang marah-marah itu,
" Ah nak Lulu kebetulan sekali. tolong jangan lakukan ini kepada putraku, dia sudah sangat mencintai nak Lulu sejak dulu," Ucap pak lurah dengan sedikit memelas berharap jika ini semua membuahkan hasil yang tidak mengecewakan putra nya
"Maaf Pak lurah,tapi Lulu nggak mencintai Randy. Lulu hanya menganggap nya sebagai teman saja nggak lebih, " Jelas Lulu dengan sopan, berharap pak lurah itu bisa mengerti,
"Tapi bapakmu sudah berjanji kalau nak Lulu akan menikah dengan Randy, Randy sampai mogok makan karena patah hati mendengar nak Lulu akan menikah dengan orang lain,"
Ucap pak lurah dengan penuh harap, berharap jika Lulu akan mengasihani nasib putra nya,
"Pak jarot memang saya perna berkata dan menyetujui perjodohan putar putri kita, akan tetapi saya juga memikirkan kebahagiaan putriku, Jika dia bahagia dengan pilihan nya maka saya akan mendukungnya, " Pak bambang buka suara setelah memahami apa yang membuat pak lurah itu datang marah-marah kerumahnya,
Pak lurah Jarot tidak Terima dengan semua itu,
"Memang nya apa sih yang dimiliki anak kota itu, Sehingga aku yang kaya saja kalian tolak?" Tanya nya dengan raut wajah yang masam,
"Jika putrimu ini menikah dengan putraku maka masa depan nya akan cerah tidak akan susah seperti ibu bapak nya, Karena putra ku adalah pewaris semua sawah dan tanah yang aku miliki, " Lanjut nya secara tidak langsung sudah menghina orang tua Lulu yang miskin,
" Maaf Pak lurah yang Kaya tapi kami tidak silau dengan harta, Lagi pula kebahagiaan tidak bisa di ukur dengan harta, Yang selalu pak lurah pamerkan itu, " Sahut pak Bambang dengan tenang,
MOHON MAAF BARU BISA UP,
JANGAN LUPA LIKOM NYA YA BESTIE
TERIMAKASIH 🙏🙏🤗🤗
__ADS_1
btw moon maap ya bila banyak typo, mau di revisi masih anuu pandangan, 😁🙏