Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab. 139


__ADS_3

Waktu terus berjalan hari-hari berlalu begitu cepat, Tidak terasa sebulan telah berlalu, Damar dan Lulu juga selain romantis sebagai pasangan pengantin baru,


Kandungan Arum sudah memasuki bulan kedelapan, Wanita itu semakin susah bergerak sebab berat badan nya yang semakin bertambah, Seiring dengan perut nya yang semakin membuncit,


Azka yang sudah tidak sabar menanti kelahiran putri kembar nya, Harinya semakin bahagia Arkha pun demikian bocah yang sebentar lagi akan berusia 4 tahun itu setiap hari bernyanyi di perut mama nya, Dan mengajak bicara calon adik-adik nya,


Hal bahagia juga tengah dirasakan Desi dan Devan, Dengan kesembuhan Danur dan rencana pernikahan mereka yang tinggal menghitung hari saja,


Rencananya Devan akan menggelar pernikahan keduanya di salah satu hotel bintang lima milik Azka, Walaupun Desi menginginkan acara tersebut berkonsep Pivat party, Devan tetap mempersiapkan nya tak kalah mewah, Dari resepsi pernikahan nya dahulu,


Pria sudah itu tidak ragu mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk hari bahagia nya itu, walaupun ini bukan lah yang pertama kali untuk keduanya, Namun Devan ingin memberikan yang terbaik untuk wanita tercintanya itu,


"Jadi gimana mba Des deg-deg an nggak?, " Tanya Lulu dengan menahan senyum nya,


"Deg-deg an kenapa nih?, " Tanya Desi tidak mengerti sama sekali maksud dari perkataan Lulu,


"Maksud nya mba Desi deg-deg'an nggak kan sebentar lagi mau dipinang sama pak pengacara, " Sahut Arum menjelaskan kepada Desi maksud perkataan Lulu,


"Deg-deg'an sih nggak, hanya sedikit grogi aja gitu, Lebih tepat nya sih khawatir," jawab Desi jujur,


"Khawatir?, " Tanya Lulu dan Arum bersamaan,


Ya Sore itu ketiga wanita itu sedang berkumpul di rumah Arum untuk membahas persiapan pernikahan Desi,


Dan juga akan membahas tentang Katering yang di kelolah Desi dan akan di pindah tangan kan kepengurusan nya kepada Karyawan kepercayaan nya sekaligus tetangga Desi yang bernama bu Lusi,


"Mba khawatir jika nanti mas Devan akan kecewa dengan mba, Mba kan banyak kurang nya Ar, Nggak seperti wanita-wanita yang diluar sana berpenampilan menarik pandai menghias diri, " Ucap Desi lagi dengan menatap kedua wanita yang sudah ia anggap sebagai adik-adik nya itu,


"Lah kenapa mba bisa perpikir seperti itu, mba itu cantik tanpa make up tebal pun mba tetap cantik, Jangan menyamakan diri kita dengan wanita-wanita diluar sana yang kebanyakan hanya tahu cara bersolek saja tapi nggak ngerti sama urusan dapur, " Tukas Arum tidak Terima jika Desi merendahkan dirinya dan tidak percaya diri di hadapan Devan,


"Betul itu mba Des, Pak pengacara kan cinta nya sama mba Des yang seperti ini," Sambung Lulu lagi,


"Apa jangan-jangan mba Desi grogi Karena mikirin mau MP nya nih?, " Goda Lulu sembari terkikik bersama Arum,

__ADS_1


" Haish kalian berdua ini ya, kalau urusan kesono aja cepat banget konek nya, " Desi berkata dengan memincingkan sebelah matanya menatap Arum dan Lulu secara bergantian,


"Hihihi! bukan begitu juga mba Des. Mba kan sudah lama tuh hidup sendiri, Jadi pasti ada rasa gimana gitu menghadapi MP kan? , " Lulu kembali berkata dengan masih cekikikan melihat wajah Desi yang memerah karena malu,


"Hem, pinter banget kamu ya, " Ucap Desi sembari tertawa,


"Tenang aja mba Des kalau masalah itu yang membuat mba grogi mba Des bisa berguru sama Lulu! " Arum mengedip kan sebelah matanya saat Lulu menatap nya dengan tatapan horor,


"Hem berguru bagaimana menendang suami di malam pertama. Begitu bumil?, " Kini giliran Desi dan Arum yang menahan tawanya saat Lulu memasang wajah cemberut nya,


"Ish kalian ini ejek teros!! Lagian itukan kejadian nya nggak sengaja, Abis nya sakit banget sih, " Tukas Lulu sembari terkekeh saat mengingat kejadian MP nya di desa,


"Sakit-sakit begitu awal nya saja setelah nya mau terus kan, ahahahaha, " Desi tertawa lepas usai mengatakan kalimat itu,


"Bener itu apa kata mba Desi, yang semula sakit berubah menjadi asekk!!, " Imbuh bu siti yang datang mengantarkan Risol mayo yang baru saja dia goreng,


Ke empat wanita itu kini tertawa dengan obrolan absurd mereka, Sembari menikmati cemilan Risol mayo yang masih anget,


Danur menatap tampilan dirinya di cermin kamar hotel yang di sediakan Devan untuk mereka menginap selama serangkaian acara itu berlangsung,


Pemuda yang sebentar lagi akan menginjak usia 15 belas tahun itu nampak gagah dengan setelan jas warna hitam yang dipadukan dengan kemeja putih lengkap dengan dasi kupu-kupunya yang semakin menambah ketampanan nya,


Sebentar lagi Ibu nya akan resmi dipersunting oleh Devan pria duda yang begitu menyayangi nya dan adik-adik,


Danur berharap semoga kebahagiaan ibunya kali ini akan kekal hingga menua bersama,


Tiada yang membahagiakan didunia ini selain melihat orang tersayang kita bahagia,


"Mas!! " Suara pekikan Citra mengalihkan perhatian remaja tampan itu, Sesaat dirinya terpukau dengan penampilan gadis kecil nan cantik itu,


Citra memakai kebaya modern warna soft pink dengan ukuran yang pas di tubuh mungil nya, Sepertinya Devan sengaja memesan kan nya untuk nya,


Rambut nya yang kecoklatan di tata menyerupai sanggul, Citra terlihat sangat cantik pagi itu,

__ADS_1


Hap!!


Jantung Danur berdegup sangat kencang saat Citra yang tiba-tiba saja memeluk nya, Sedetik kemudian Remaja itu menggelengkan kepalanya menghalau pikirannya yang ngawur,


Ada apa dengan dirinya, apa ada yang bermasalah dengan kesehatan jantung nya, Tidak biasa nya ia merasakan hal seperti ini,


"Mas!! Kok malah bengong sih?, " Citra memanyunkan bibir nya kala Danur hanya diam saja saat di ajak berbicara,


"Eh maaf Dek mas tadi terpesona dengan kecantikan mu, Makanya mas sampai bengong hampir saja nggak ngenalin Citra, " Ucap Danur tersenyum sembari mencolek hidung mancung Citra, Demi menghalau rasa aneh yang baru pertama kali ia rasakan itu,


"Citra ngomong apa tadi?," Tanya Danur setelah keduanya duduk di sofa yang ada di ruangan itu,


"Tadi Citra bilang kalau mas Danur hari ini ganteng banget, Jadi mirip seperti ayah, Ayah juga berpakaian seperti ini, " Citra berkata dengan senyum malu-malunya,


.


"Pokonya kali ini kita nggak boleh gagal lagi mas, Ingat kita menjadi seperti ini karena siapa, Aku nggak rela dengan semua ini dia bisa hidup enak tanpa kekuarangan apapun sementara kita..?, " Wanita itu menjeda kalimat nya sejenak seraya mengatur nafasnya yang memburu,


"Kita hidup susah mas, Perusahaan bangkrut juga aku yakin itu pasti ada campur tangan Azka, " Lanjut nya dengan emosi yang meluap-luap, Menatap suaminya yang sejak tadi hanya diam saja mendegar kan ocehan nya,


"Apa mas mendengarkan perkataan ku?, " Tanya nya dengan mata yang sudah melotot hendak melompat dari tempat nya,


" Sudahlah sayang simpan tenagamu untuk nanti, jika kau mengeluarkan emosimu disini kamu akan kehilangan banyak tenaga nantinya, Ingat kita hanya berdua. " Pria itu mengangkat kedua jarinya ke atas sebagai simbol angka 2,


"Kita harus menghemat tenaga sampai waktunya tiba, Kita tidak bisa membayar orang lagi. Kita tidak punya cukup uang untuk semua itu, " Jelas nya dengan memeluk tubuh istrinya dari belakang,


All bestie jangan lupa ya komen komen nya 😘😘


Maaf bila banyak typonyaπŸ™


Dan terimakasih banyak atas dukungan kalian


PEYUKUUKK SAYANG UNTUK KALIAN πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2