Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Sambel Rawit


__ADS_3

"Ibu.... Ibu...Citra datang Bu, " Citra berlari kedalam rumah Desi sesat setelah Papa nya baru saja mematikan mesin mobil nya,


Devan yang menyaksikan tingkah putrinya yang sangat bahagia itupun tak kuasa menahan senyum bahagianya,


Dalam hatinya ia sangat berharap, Jika apa yang di ingin kan putrinya dan juga dirinya akan terkabul, Hari ini Devan akan berangkat ke Kantor lebih siang,


Dirinya sudah berniat akan mengungkapkan isi hati dan juga keinginan nya, Untuk melamar Desi sebagai istrinya, Setelah mengambil Tas perlengkapan Citra yang ditinggalkan begitu saja oleh sang empunya,


Devan segera keluar dari dalam mobil nya, Dengan perasaan berdebar ia melangkah kan kaki nya menuju pintu masuk rumah Desi,


Tepat di pintu masuk dirinya berpapasan dengan Danur yang akan berangkat sekolah, Di susul Desi yang berjalan di belakang nya, Jantung Devan semakin berdetak kencang saat melihat wajah cantik Desi pagi itu, Namun ada yang berbeda dengan mimik wajah ibu dari Danur itu, Wajah cantik nya sedikit muram,


Devan mengernyitkan dahinya saat Desi menghindari tatapan nya, saat tak sengaja tatapan mereka bertemu, Tidak seperti biasanya wanita itu begitu,


"Pagi Om, " Sapa DANUR sambil mengulurkan tangan nya kepada Devan, Untuk menyaliminya. hal yang sama yang dia lakukan kepada Ibu nya Desi,


"Pagi Dan. udah mau berangkat?, " Sahut Devan sekaligus bertanya,Setelah menyambut uluran tangan Danur,


"Iya Om. Danur hari ini ada jadwal piket, Jadi harus berangkat pagi-pagi, " Jawab Remaja 15 tahun itu,


"Ayo Om anter kesekolah., " Tawar Devan sembari membalik kan tubuh nya hendak kembali menuju mobil nya,


"Ngak usah Om. makasihh Danur berangkat sendiri aja, Pakai motor soal nya nanti pulang sekolah, Danur sekalian latihan karate, "


Tolak Danur dengan halus, Dirinya memang ingin berangkat sendiri kesekolah, Tidak lagi di antar oleh sang Ibu, Semenjak Arum memberikan motor nya untuk Danur, Remaja ganteng itu kini lebih suka berkendara sendiri, Dengan tetap berhati-hati dan mematuhi aturan lalulintas,


Padat nya kegiatan yang Danur lakukan setiap harinya, Sering membuat Desi kerepotan, Disaat pesanan katering sedang ramai,


Hingga akhirnya Desi terpaksa meberikan izin nya untuk Danur berkendara sendiri,


"Oh begitu ya, Ya sudah hati-hati bawa motor nya ya, Jangan ngebut bahaya, " Nasehat Devan lembut kepada remaja ganteng itu, Yang di angguki oleh Danur sebelum ia pamit kepada Ibu nya untuk berangkat sekolah,


Keheningan terjadi ketika motor Danur mulai tak terlihat lagi dari pandangan mata, Devan terus saja memperhatikan wajah cantik Desi yang pagi ini terlihat sangat berbeda,

__ADS_1


Ada gurat kesedihan di raut wajah cantik wanita 30 tahun itu, Tak seperti biasanya. Devan semakin bertanya-tanya dalam hatinya, Ada apa dengan Ibu Danur tersebut, Apa ada masalah yang tengah di alaminya,


"Des. apa....." Suara Devan tertahan di tenggorokan saat Desi memotong perkataan nya,


" Ayo masuk dulu Mas, Ada yang ingin aku katakan, " Desi berucap sembari melangkah kan kaki nya masuk kedalam rumah, Tanpa melirik Devan yang ikut mengekor di belakang nya,


Devan melangkah mengikuti langkah kaki wanita cantik yang mulai mencuri hatinya itu, Dengan perasaan was-was, Entah mengapa kini timbul perasaan takut di hatinya, Jika Wanita itu akan mengatakan sesuatu hal yang akan membuat nya sakit,


.


..............................................


Jam baru saja menunjukan pukul 10 pagi, Tetapi Ibu hamil itu sudah mulai lapar lagi, Padahal tadi pagi dia sudah srapan bersama Suami tercintanya, Namun baru juga beberapa jam. perut nya sudah kembali berdisco,


Arum melangkah menuju dapur dengan sesekali mengelus perut nya yang sudah membuncit itu, Langkah nya terhenti saat mendengar tawa bahagia putra nya, Dari tempat nya berdiri ia menyaksikan Bu Tina yang sedang menemani Rakha bermain sambil menonton siaran televisi Kartun,


Senyum nya mengembang kala menyaksikan Putra nya tertawa bahagia saat Bu Tina mengelitik nya karena gemas,


Sesampainya di Dapur dirinya langsung di sambut oleh Bu Siti yang sedang menyiangi sayur untuk makan siang nanti,


"Ada apa Rum. apa ada yang di inginkan?, " Tanya Bu Siti sambi bangun dari duduk nya dan mendekati Arum,


" Laper Bu. hehe, Ada cabe rawit yang ijo itu nggak Bu?, "


"Ada di dalam kulkas. sini tak ambilin, " Bu Siti kemudian membuka kulkas dan mencari apa yang di inginkan Mama nya Rakha itu,


" Mau di buat apa Rum cabe rawit nya."


"Sini Bu. biar ku siangin sendiri aja, Ibu tolong goreng kan tahu tempe ya sama Terong, Aku pengen buat sambel rawit Bu hehe, "


Arum meraih bungkusan cabe rawit dari tangan Bu Siti, Kemudian membawanya ke washtafel dan menyianginya sekalian dia cuci bersih, Setelah nya ditiriskan di wadah agar saat di goreng tidak berair,


Sedang Bu Siti kini tengah melaksanakn permintaan Arum, Yaitu menggoreng tahu tempe. berikut terong juga tidak lupa,

__ADS_1


" Pake bawang nggak. biar ku kupasin?, "


" ngak usah Bu. rawit aja lebih enak, "


Arum kemudian menggoreng cabe rawir yang sudah ia tiriskan air nya tadi, Setelahcabe nya matang kemudian ia angkat dan langsung menaruh nya di cobek,


Bu Siti hanya memperhatikan saja apa yang di kerjakan majikan sekaligus teman baik nya itu, Dirinya sedikit aneh dengan apa yang di buat Arum, Namun ia juga penasaran bagaimana rasa nya sambel


🤣 cabe rawit tanpa bahan lain nya itu, Selama ini Bu Siti hanya tahu sambal ijo saja yang ada di warung nasi padang,


Ia baru kali ini melihat Arum membuat sambal rawit tanpa bawang atau bahan lain nya, Arum hanya menggunakan sedikit garam dan gula, Setelah mengulak nya hingga halus, Kemudian Arum menuangkan sedikit minyak panas dan mengaduk nya dengan sendok,


Sambel rawit ala Arum pun siap di santap dengan tahu tempe dan terong goreng, Dengan sepiring nasi anget Arum sudah duduk manis bersila di atas karpet yang baru saja di bentang kan oleh Bu Siti,


Setelah memanggil Bu Tina dan juga pekerja lain nya kini Arum. telah menikmati makanan nya dengan lahap, kening nya kini sudah berhiaskan titik-titik keringat kecil, Dengan bibir yang memerah karena pedas dari sambal yang ia santab,


" Uhh enak banget sambel nya Rum, Aku sampe nambah dua kali loh, Lama-lama berat badanku bakal naik teros ini, " Bu Tina berkata dengan mulut penuh mengunyah makanan,


" Udah Tin. telan aja dulu makananmu, Baru kamu ngomong. percuma klo ngomong sekarang. gak jelas karna mulut penuh dengan makanan, "


Ujar Bu Siti sembari memasukan satu potong tahu goreng yang sudah ia cocol dengan sambel rawit dan mengunyah nya dengan penuh nikmat, Arum hanya tersenyum simpul melihat tingkah kedua Teman baik nya itu,


Dirinya sangat bersyukur dengan semua yang di alaminya saat ini, Tuhan sangat baik padanya, Dengan mempertemukan nya dengan orang-orang baik, Seperti Bu Tina dan Bu Siti yang selalu membantunya tanpa pamrih,


Next.......


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGAL KAN JEJAK NYA YA BESTIE,


SUPAYA OTHOR YANG DOYAN MAGER INI KEMBALI SEMANGAT UNTUK MENULIS🤣


TERIMA KASIH YANG MASIH SETIA MENUNGGU KELANJUTAN CERITA INI😁


NEXT SEMOGA MAKIN RAJIN UP NYA😎

__ADS_1


__ADS_2