Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab, 178


__ADS_3

Nurlinda masih setia duduk di bangku taman. Dengan sesekali mengusap air mata dipipinya. Entah kenapa akhir-akhir ini perasaan nya gampang sekali melow,


Sesuatu yang tidak sesuai keinginan nya saja bisa membuat air matanya menetes membasahi kedua pipinya. Seperti hari ini contoh nya, hanya karena bukan Andre yang memasak kan makanan untuk nya. Dirinya sampai meneteskan air mata dan menolak untuk makan siang yang telah disediakan oleh bi Yatun,


Hatinya merasa sangat kesal, saat mengetahui jika sang suami tidak memasak kan makanan untuk nya sebelum berangkat kerja, padahal dirinya sudah berpesan kepada sang suami untuk membuatkan nya Omlete telur sebelum ia akhirnya tertidur kelelahan usai olahraga pagi yang mereka lakukan,


Namun saat ia terbangun dari tidur nya karena cacing dalam perutnya sudah berdemo minta makan, dirinya dengan riang dan semangat bangun dan segera membersihkan tubuh nya yang lengket, Akibat aktifitas nya bersama sang suami,


Usai mandi ia pun bergegas keluar kamar dengan membayangkan makanan kesukaan nya itu sudah tersaji di atas meja. Baru membayangkan nya saja sudah membuat salivanya hampir menetes,


Namun betapa kecewanya saat tiba di meja makan yang tersaji adalah makanan hasil olahan bi Yatun, Rasa lapar bercampur rasa kesal yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Sehingga tanpa dikomando cairan bening itu menetes membasahi kedua pipi nya yang terlihat semakin cubby, bi Yatun sampai terkejut melihat majikan nya menangis di depan meja makan,


Karena lelah menangis dan juga perut yang lapar, di tambah angin sepoy-sepoy menerpa wajah nya, Nurlinda tertidur dengan posisi duduk dengan memeluk kedua lututnya, Punggung dan kepalanya ia sandarkan di sandaran bangku tersebut,


Andre sudah bisa menebak jika istri nya saat ini pasti tengah tertidur dibangku taman itu. Sudah menjadi kebiasaan Nurlinda yang bukan hanya sekali seperti ini, Tetapi sudah beberapa kali setiap ngambek pasti akan menyendiri ditaman belakang ditempat favorit nya itu,


Andre menghela nafas nya dengan pelan. Saat tiba di hadapan istrinya yang benar saja dugaan nya, ya itu tertidur dengan posisi duduk, Satu lagi kebiasaan aneh istrinya itu akhir-akhir ini tukang tidur.


Gampang sekali mengantuk, dan bisa tidur dimana saja dalam posisi apapun,


" Hem sebegitu ingin nya kah kamu memakan masakan ku sayang. " Andre bergumam dengan mengusap sisa air mata disudut mata istrinya,


Dan hal itu membuat Nurlinda terbangun dari tidur singkat nya, Netra nya kembali berembun siap meluncurkan cairan bening nya, Saat netra nya bertemu dengan netra suaminya,


"Loh kok malah nangis lagi, " Andre segera meraih tubuh mungil yang sudah mulai berisi itu kedalam pangkuan nya, Mendekap nya dengan hangat.


"Ada apa hem, apa yang kamu inginkan? " Ucap Andre seraya mengecup puncak kepala istri nya itu,

__ADS_1


"Abang kenapa nggak buatin pesanan aku tadi pagi? " Sembari tersedu-sedu Nurlinda melayang kan pertanyaan kepada pria yang tengah memeluk nya dengan usapan lembut di punggung nya,


"Maaf sayang, tadi abang buru-buru karena ada yang urgent di kantor. " Andre berkata dengan suara lembut. Satu tangan nya mengusap air mata yang membasahi pipi chubby istri mungilnya itu,


"Sekarang mau makan apa? Apa ada yang diinginkan, abang akan mengabulkan nya untukmu, " Tukas Andre lembut yang disambut dengan mata berbinar oleh Linda,


"Aku pengen makan getas gula merah, tapi harus abang yang buatin. Tapi sebelum nya abang buatin aku Omlete telur dulu ya, abang kan sudah janji tadi pagi mau buatin itu," Nurlinda mengutarakan keinginannya dengan wajah Semringah tanpa melihat wajah suaminya yang melongo tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar,


"Ge..tas? " Tanya Andre demi membenarkan pendengaran nya. Barangkali saja ia salah dengar barusan,


"Iya getas. Abang tahu getas nggak? " Tanya nya mendongak wajah suaminya yang kini menatap nya dengan kening mengkerut,


"Itu... "


"Pokonya abang harus bisa buatin getas untuk ku, " Potong Nurlinda dengan mata yang sudah berkaca-kaca siap meluncurkan cairan bening yang mampu membuat Andre jungkir balik karena nya,


"Iya.iya abang akan buatkan untuk mu, " Tukas Andre dengan cepat, sebelum netra indah istrinya itu berembun kembali,


******


Seorang pria tampan dengan tubuh tegap.seorang kepala BODYGUARD Yang selalu disegani oleh bawahan nya, kini tengah fokus membuat cemilan getas untuk istri tercinta nya,


Pria yang dingin nan tegas itu kini takluk dengan permintaan sang istri untuk membuat cemilan dengan bi Yatun yang membantu mengarahkan nya, Hilang sudah kesan galak dan dingin nya,


Jika para anak buah nya melihat nya seperti ini, entah apa tanggapan mereka, Seorang Andre Pratama seorang pemimpin mereka tengah membuat getas untuk istrinya,


"Maaf Tuan jika saya lancang. Sepertinya Nona Linda saat ini tengah ngidam, saya lihat dari gesture dan perubahan tubuh nya seperti ciri-ciri orang yang sedang hamil, " Ucap bi Yatun sembari menunduk takut jika perkataan nya itu akan membuat majikan nya tersinggung karena di anggap mencampuri urusan yang bukan ranah

__ADS_1


nya,


Andre yang mendengar perkataan Art nya itupun menoleh ke belakang dimana istrinya tengah duduk di kursi pantry dengan sepiring Omlete telur dihadapan nya.


Istrnya itu tersenyum lebar dengan mengangkat kepalan tangan nya sebagai simbol meemberi semangat , Ia pun reflek tersenyum tipis,


" Apa benar begitu? " Tanya nya dengan penuh harap.


"Sepertinya begitu Tuan, untuk lebih detailnya nya sebaiknya tuan membawa Nona ke dokter agar lebih meyakinkan dugaan saya. "


πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„


"Ma, ayo makan dulu makanan nya. Mama jangan sampai sakit loh, " Vika mencoba membujuk Arini untuk kesekian kalinya, Namun yang dibujuk hanya diam tanpa merespon sedikit pun,


Sudah sejak dua hari yang lalu wanita itu egan menyentuh makanan yang di sediakan oleh Art, dirumah itu, pikirannya kalut melalang buana memikirkan sang suami yang tak kunjung pulang ke rumah,


"Ma, ayo dong! Jangan buat Vika makin khawatir dengan keadaan mama, jika mama seperti inj terus mama akan sakit. Tolong jangan siksa ditri mama sepertii ini,," Tukas Vika dengan mimik kekhawatiran di wajahnya. Vika setiap hari selalu memperhatikan mama sambung nya itu, Jika beberapa hari lalu Arini masih gampang dibujuk agar mau makan, Namun tidak dengan dua hari ini, mama sambung nya itu bahkan tidak manyahut saat di ajak bicara,


"Mama... "


"Mama nggak lapar nak. bawa kembali makanan nya, mama mau istirahat, tolong jangan diganggu ya, " Setelah berkata demikian wanita parubaya itupun menarik selimut hingga menutupi tubuh nya hingga bahu.


Vika menghembuskan nafas nya dengan frutasi, Papa nya belum juga pulang kerumah, dengan alasan masih menyelesaikan urusan kantor yang sedikit lagi akan kelar, tanggung jika harus ditinggalkan, Begitu ucap Papa nya saat ia hubungi kemarin sore,


hai hai bestie..!


nggak tau mau ngomong apa dah, rasa2 nya setiap up selalu minta maaf karena telat mulu,, Tapi ya gitu telat lagi terlat lagi, dan lagi lagi telat up nya😩

__ADS_1


Maaf kan ya All bestie πŸ™πŸ€—


Dan terimakasih banyak banyak untuk semuanya yang selalu setia menungguπŸ™πŸ’•


__ADS_2