
Nyonya Gayatri baru saja selesai membersihkan tubuh nya dari sisa-sisa percintaan nya dengan kekasih sekaligus orang kepercayaan nya, Ketika mendengar suara pintu yang di buka dengan Kasar,
Matanya membulat kala melihat beberapa orang pria ber jass masuk kedalam ruangan nya yang masih terlihat sangat berantakan, Akibat percintaan gila nya dengan sang kekasih gelap,
"Si.siapa kalian? " Nyonya Gayatri bertanya dengan suara terbata-bata, Ada urusan apa kalian datang kemari? " Tanya nya lagi kepada beberapa orang pria gagah yang berdiri dengan rapi, Menanti Tuan mereka masuk kedalam ruangan,
Tidak berselang lama, Seorang pria gagah dengan tinggi 187cm dengan bobot 70kg dengan badan nya yang biseb, masuk kedalam Ruangan dengan. Wajah tampan nya tidak bisa menyamar kan raut wajah nya yang mengerikan,
Damar berjalan dengan gaya cool nya dan tanpa sungkan duduk di kursi kebesaran Nyonya Gayatri yang masih mematung di tempat nya, Antara takut dan juga terpesona akan ketampanan mahluk ciptaan Tuhan di depan nya itu,
Karena terus melamun akhirnya Damar menggebrak meja kerja Nyonya Gayatri hingga beberapa barang yang ada di atas meja tersebut berjatuhan ke lantai,
Hal itu tentu saja membuat sang empunya ruangan terlonjak kaget, "Apa apaan ini kenpa kalian datang tiba-tiba dan mengacaukan ruangan ku!, " Marah nya kepada Damar yang duduk kursi kerjanya,
"Apa kau tahu sedang berhadapan dengan siapa wanita Tua?" Tanya Damar dengan wajah dingin nya, Tidak perduli dengan siapa lawan bicara nya,
"Apa kau tahu siapa orang yang telah kau ganggu hem, " lanjut Damar lagi tanpa expresi," Kau telah salah bertindak Wanita Tua dan kau telah mengusik ketenangan keluarga Dewantata, "
"Apa maksudmu? " Nyonya Gayatri sedikit menciut saat mendengar Nama Dewantara, Siapa yang tidak mengenal keluarga Dewantara orang paling kaya di Kota itu, Bisnis nya tersebar di mana-mana di seluruh penjuru Indonesia,
"Kau jangan sembarangan bicara. Sejak kapan aku menyakiti seseorang, " Sangkal nya dengan gugup, Sekelebat ingatan nya kebali ke waktu pagi hari tadi, Bagaimana ia menyuruh anak buah nya sekaligus kekasih gelap nya itu untuk menabrak seorang anak remaja laki-laki,
Remaja laki-laki itu hanya anak seorang wanita murahan tidak hubungan nya dengan Keluarga ternama di kotanya itu, "Aku hanya seorang wanita tua tidak mungkin melakukan perbuatan mencelalai seseorang seperti yang kau tuduhkan barusan,"
Elaknya tidak sadar jika ia telah membongkar kelakuan nya sendiri, Dengan mengatakan semua itu,
__ADS_1
"Dasar Nenek peot, sudah tua bukan nya banyak bertobat. Malah semakin tua semakin menabir dosa, " batin Damar geram,
Damar yang sudah kesal segera memberi kode kepada anak buah nya untuk meringkus wanita tua itu, Dan dengan gerakan cepat mereka melakukan nya,
" Hei apa apaan kalian ini hah? Kalian tidak ada sopan-sopanya kepada orang yang lebih tua" Marah Nyonya Gayatri dengan memberontak ingin melepaskan diri dari cekalan para pria itu,
"Kau memang orang tua tapi orang tua sepertimu tidak pantas mendapatkan perlakuan yang sopan!, " Sahut Damar dengan beranjak dari tempat duduk nya kemudian merapihlan jass nya,
" Bawah dia jika melawan seret saja tanpa belas kasihan! " perintah Damar sembari berlalu dari ruangan Nyonya Gayatri tersebut,
"Lepas kan!!! Kurang ajar kalian semua!! " Jerit nya dengan berusaha memberontak sekuat tenaga, Namun semua itu hanya sia-sia saja, Tenaga seorang pria muda tidak lah sebanding dengan tenaga seorang wanita tua yang tidak ada apa-apa nya itu, ,
Beberapa orang pria tidak peduli dengan teriakan. Nenek dari Citra itu, mereka seakan tuli dengan semua itu, mereka hanya mengikuti perintah Tuan mereka,
Di rumah sakit Desi masih setia duduk di samping bed dimana Danur yang telah kembali memejam kan matanya, Dua jam lalu Danur sudah siuman dan kini kembali tertidur setelah meminum obat dari dokter, Pikiran nya masih terus berkelana memikirkan siapa yang begitu kejam mencelakai Danur,
Selama ini ia tidak pernah mempunyai musuh atau bermasalah dengan seseorang, Lalu siapa.. siapa dan kenapa dia melakukan semua ini,
Desi terus saja melamun dengan tatapan tak lepas dari mamandang wajah Danur yang sedikit pucat itu,
"Abang!! Doakan Danur ya semoga di lancarkan operasi nya besok, Tolong jaga dia dari sana ya Bang! Aku akan berusaha melakukan yang terbaik buat kesembuhan Danur" Batin Desi dengan raut wajah muram penuh kesedihan,
" Mba Desi. Makan dulu mba yuk ini udah aku beliin di kantin," Ucap Lulu yang baru saja masuk kedalam ruangan Danur setelah beberapa waktu lalu pamit untuk membeli makanan untuk dirinya dan juga Desi,
"Kamu makan saja duluan Lu. Mba masih belum lapar" Sahut Desi yang masih setia memperhatikan Danur yang tertidur lelap akibat pengaruh obat,
__ADS_1
Lulu menghela nafas nya dengan sedikit berat, Ini sudah hampir pukul 10 malam, Dan Desi belum juga mau memakan sesuatu untuk mengisi vn perut nya,
Ibu dari Danuarta itu selalu menolak makanan yang ia tawarkan sejak ia sampai di rumah sakiti sore tadi,
"jangan sampai mba ikutan sakit juga siapa yang akan merawat Anak-anak jika mba ikutan sakit karena tidak mau makan, " Ucap Lulu dengan memandang wajah sembab Desi,
" Jika Arum tahu mba begini dia pasti akan sangat khawatir, Apa mba mau membuat Arum khawatir dengan mba tidak mau memakan apapun! itu akan membuat nya khwatir dan akan memaksa untuk kesini, " Tukas Lulu dengan duduk di sofa dan segera membuka makanan yang ia beli untuk nya dan juga Desi,
Mendengar perkataan Lulu barusan sedikit membuat Desi menoleh ke arah dimana Lulu duduk dengan bermacam makanan yang telah dia siapkan untuk nya,
Memikirkan jika Arum akan memaksa Suaminya untuk datang kerumah sakit karena dirinya tidak mau makan, Membuat Desi bangkit dari tempat Duduk nya dan menghampiri Lulu yang mulai menyendiri kan makanan ke dalam mulut nya,
Dalam hati Lulu tersenyum, Akhirnya dengan membawa nama Arum Desi tidak bisa menolak untuk makan lagi, Lulu melakukan semua itu demi kebaikan bersama, Desi sehat Arum juga tidak akan khawatir di rumah karena memikirkan kan keadaan Desi yang sudah seperti kakak kandung baginya,
" Kamu ini nggak ada beda nya sama Arum, Selalu saja punya akal untuk membuat ku luluh, " Ucap Desi sembari duduk di samping Lulu dan segera menyantap makan malam nya, Perut nya memang sudah sangat Lapar karena ia hanya sempat sarapan tadi pagi sebelum datang nya kabar yang luar biasa ini,
"Iya dong! kan aku dan Arum satu server hehehe, " Jawab Lulu dengan tertawa geli dengan omongan nya sendiri,
Desi pun ikut terkiki karena ucapan Lulu barusan, Lulu senang Desi sudah mau tersenyum dan juga mau makan,
Next… . … . .
Jangan lupa ya bestie tinggalkan jejak nya ya 😊😊
Biar Othor makin ter anuu²🤣🤣
__ADS_1