
Setelah beberapa menit, Kini mereka telah tiba di rumah, Mereka tidak mampir ke rumahnya Desi lagi, Karena wanita baik itu mengabarkan,Jika Danur masih kangen dengan Rakha, Sebab hampir sebulan tidak bertemu,
Desi mengabarkan jika Rakha akan di antar nanti malam, Danur masih mau lepas kangen katanya,
" Pak stop di depan gang saja ya," Arum menyetop Taxi yang di tumpangi nya di depan gang masuk rumah nya, jarak nya sekitar 200 meter untuk menuju ke rumah nya,
"Loh sayang, Kenapa stop disini? kan kumayan itu kalau kamu dorong Mas. dari sini sampai ke rumah, Nanti.kamu capek,"
Tanya Azka heran, Sebab Arum menghentikan Taxi yang mereka tumpangi di depan Gang rumah menuju Rumah Mereka,
"Nggak apa-apa Mas, Ada yang mau Aku beli di Counter itu," Tukas Arum sembari mengusap sisa-sisa air mata yang ada di pipi nya,
"Pelan-pelan Mas," Arum membantu Azka turun dari mobil dan menduduk kan nya di kursi roda nya, Dengan hati-hati,
" Mau beli apa di Counter? " Tanya Azka lagi,
" Ada, mau beli paket data, Sekalian nyari sesuatu," Arum menjawab dengan tersenyum di belakang Suaminya, Mendorong kursi roda itu dengan Hati-hati, Sampai mereka tiba di depan Counter, Yang berada di sisi kanan gang.
" Eh Mba Arum cari apa mba?,". Tanya seorang gadis, penjaga Counter tersebut,
" Biasa mau beli paket data yang untuk sebulan, Sa, Jawab Arum,
"Ok. Ke nomor biasa kan?." Tanya Sasa penjaga Counter itu, Dan di jawab dengan Anggukan kepala oleh Arum,
Mata Arum melihat-lihat Hp yang berjejer di dalam Etalase yang ada di depan nya,
" Yang ini berapa Sa?." Arum menunjuk Hp model terbaru yang menarik minat nya,
" Kalau yang Ini 2,7. Mba agak mahal memang, Karena model terbaru dengan Ram 6 GB, Ada warna silver dan hitam, kalau yang ini. 1,9. Ram 3.GB Bagus juga ini kalau hanya untuk main game online,
Arum menimbang-nimbang Yang mana yang sesuai untuk Suaminya, dia kasian melihat Azka yang selama dua bulan ini hanya duduk di kursinya dengan menonton siaran berita di televisi,
Setelah Tadi sebelum ke rumah sakit untuk nebus obat. dia menerima Uang dari Desi hasil pembagian laba mereka selama Sebulan ini, Desi bilang bulan lalu omset mereka naik pesat, Jadi Laba mereka juga lumayan.
Arum berniat ingin membelikan Hp murah, Namun sangat mahal bagi nya, untuk suaminya itu, Biar ada hiburan di saat suntuk,
" Yang ini aja Sa, Arum memilih Hp dengan harga 2,7, Warna silver, Yang Ram nya gede, siapa tahu Suaminya pengen main Game online seperti Danur, Begitu pikir Arum,
" Sekalian sama kartu perdananya ya, yang udah ada pekat nya adakan?," Tanya Arum lagi,
" Ada mba, siap,"
__ADS_1
Setelah membayar Hp nya Arum menjantilkn nya di pegangan kursi Roda Azka, kemudian mulai Mendorong nya untuk pulang ke rumah,
" sayang Mas, mau Pipis, Tolong ambilin Pispot nya, " Tukas Azka, sesaat setelah mereka baru saja masuk ke salam kamar,
" Iya Mas, Arum melek kan Tas nya dan juga belanjaan nya tadi di tempat tidur, kemudian dengan lngkh cepat ia menuju kamar mandi untuk mengambil Pispot yang biasa di guanakn Azka jika ingin buang Air kecil,
" Sudah, "
Arum dengan vekatan mengambil Pispot yang ada di tangan Azka kemudian membawanya ke kamar mandi untuk membuang dan juga mencuci nya agar nyaman saat di gunakan kembali oleh Suaminya itu,
"Sini Mas," Panggil Arum setalah keluar dari kamar mandi, Dan kini tengah duduk di tepi ranjang, Seraya tangan nya meraih bungkusan yang ia beli di Conter tadi,
Tanpa banyak bicara Azka mendekati di mana Arum duduk, dengan menggerakan Kursi Roda nya sendiri,
Arum mengeluarkan Isi kantong tersebut dan membukan Kotak Hp tadi,
" Mas, Bagus nggak?," Tanya Arum, mengangkat hp yang baru ia beli tadi di hadapan Azka, Dengan senyum merekah,
" Bagus, " Ucap nya dengan tersenyum, kepada Istri nya itu,
" Ini aku beliin Buat Mas Azka, Siapa tahu Mas ingin membaca berita di hp, Aku perhatiin Mas Azka suka nonton Berita di Televisi, " Tukas Arum dengan senyum Merekah,
" Untuk Mas?," Tanya Azka lagi meyakinkan, Selama ini dia memang sangat membutuh kan benda itu, untuk mengontak teman-teman nya dan juga Damar,
Tapi ia merasa tidak enak jika harus merepotkan Istri nya yang baik itu, Apalagi ia tahu jika Obat yang baru saja mereka tebus tadi sangat mahal, Dan juga obat herbal dan lain-lain, Di urus saja dia sudah sangat bersyukur, Tak ingin terlalu merepotkan kan istri nya,
" Iya, Untuk Mas Azka, " Ucap Arum tersenum, Yang menampakan kan lesung pipi nya yang sangat manis,
" Tapi.., Itu pasti mahal Sayang, Belum lagi tadi nebus obat nya juga mahal kan? Sedang uang yang kemarin itu sudah habis buat kebutuhan kita," Azka benar-benar merasa tidak enak karena telah merepotkan sekali,
" Nggak apa-apa, Mas, Hari ini Aku baru di kasih Uang sama Mba Desi, pembagian Laba bulan kemarin, Alhamdulillah Omset bulan kemarin Naik, jadi dapat nya lumayan, " Ucqp Arum,
"Makasih ya Sayang, Mas jadi nggak enak ini udah ngerepotin kamu, " Tukas nya,
". Sama-sama Mas, Nggak apa-apa Mas, Kita jalani kehidupan kita bersama-sama, Semoga Mas segera sembuh ya, Soal Uang nggak usah di pikirkan, " Arum menyerahkan Hp yang telah ia nyalakan, Kepada Azka,
" Sini peluk Mas Dulu," Azka merentangkan Kedua tangan nya, Yang di sambut Arum dengan Senyum dan segera beranjak dari duduk nya dan masuk kedalm pelukan Hangat Suaminya,
Kedua nya masih belum membahas lagi soal kejadian di rumah sakit tadi,
Azka tidak ingin bertanya, macam-macam keada Arum, dia menunggu Sampai Arum sendiri yang bercerita,
__ADS_1
Melihat Mata Arum yang masih sembab akibat menangis tadi selama di mobil dalam perjalanan pulang,
" Makasih ya Istriku sayang, " Ucap Azka tangan nya mengangkat Dagu belah istrinya sehingga mendongak, Sesaat pandangan mata keduanya bertemu,
" Sama-sama Mas," Jawab Arum yang masih setia memandang netra tajam Suami nya,
Perlahan Azka memiringkan kepala nya dan menempelkan Bibir nya di atas bibir Arum yang selalu menggoda nya,
Kini Posisi Arum Sudah Duduk di pangkuan Azka dengan. posisi miring, Kedua tangan nya telah mengelus Rahang kokoh Azka, Yang mulai kasar oleh cambang yang belum di cukur,
Arum suka Mengelus Cambang Azka sebelum dia cukur, Mas ganteng, Ucap Arum setiap kali mencukur cambang nya,
Keduanya larut dalam Ciuman yang dalam dan semakin panda dan menuntut,
satu tangan Azka sudah menyusup kedalam Baju Arum dan memijat lembut Dada nya,
Membuat Arum melenguh tertahan karena bibir seksi nya masih di sesuap oleh Azka,
tangan Arum telah turun meraba dada Azka dengan sensual, Ciuman yang semakin lama Semakin menuntut Itu pun tak bisa di hindari lagi,
Namun...
Tok! tok! tok!...
" Arum!,.... Rum..? "
Suara melengking Bu Siti membuat kedua pasangan yang sedang panas-panas nya itupun terkaget karena nya,
"Mas. Ada bu Siti,". Tukas Arum, melepas kan tautan bibir mereka, dengan Nafas terengah-engah, " Sebentar ya," Arum memegang Pipi Azka sebelum turun dari pangkuan nya dan berjalan keluar kamar Tanpa menunggu jawaban Dari Suaminya itu,
.
Next...
**Mohon maaf ya readerku tersayang, Othor lama up nya, 🙏
Othor lagi nggak enak body Guys,
Ini Othor paksakan untuk Up walau nggak banyak
Maaf kan bila banyak typo nya ya,🙏🤗**
__ADS_1