
Di tengah keceriaan dan kebahagiaan yang kini dirasakan Nyonya Gayatri karena telah berhasil memberi pelajaran kepada Desi,
Dari ambang pintu ruangannya yang berada di lantai dua bangunan butik nya itu kini berdiri seorang pria yang berusia tidak jauh berbeda dengan dirinya,
" Bagaimana sayang. Apakah aku sudah boleh mencicipi hadiahku? " Tanya pria tersebut yang tiada lain adalah orang yang sama yang telah menabrak Danur beberapa jam lalu,
Suara bass yang terdengar di pendengaran nya membuat Nyonya Gayatri menolehkan wajah nya ke arah sumber suara yang begitu ia kenali,
Senyum nya merekah saat tatapan nya bertemu dengan sosok yang telah membuatnya merasakan kenikmatan surga dunia selama beberapa tahun belakangan ini,
Sudah dia tahun lebih mereka menjalin hubungan yang tidak sehat, Sebab pria itu adalah pria berkeluarga, Yang masih memiliki istri dengan tiga orang anak yang masih bersekolah,
Bukan tidak tahu akan status sangat kekasih,
Namun nyonya Gayatri tidak perduli dengan semua itu,
Baginya hanya kebahagiaan dirinya lah yang paling utama,
" Tentu saja sayang, Aku sudah menunggumu sejak tadi," Nyonya Gayatri bangun dari kursi kerjanya dan berjalan mendekati pria yang sudah ia rindukan sentuhan nya itu,
"Bagaimana.Apa kau sudah pastikan jika plat kendaraan kita tidak bisa di lacak oleh petugas kepolisian? " Nyonya Gayatri bertanya sembari menggabungkan kedua tangan nya di leher sangat pria yang menatap nya dengan penuh maksud,
"Ah kau tenang saja sayang. Aku sudah mengurus semuanya, Kita akan aman karena plat kendaraan yang kita gunakan tadi sudah aku ganti dengan yang asli, "
Keduanya kini kembali mengulang pergulatan panas yang sering mereka lakukan jika keduanya saling menginginkan, Tanpa perduli jika perbuatan yang tidak seharus nya mereka lakukan, Tanpa memikirkan perasaan seorang wanita yang berstatus sebagai istri sang pria, Yang kini telah dikhianati cinta dan ikatan suci pernikahan nya,
__ADS_1
… …… … … … … … … … …
Tap… tap… . Tap… . Tap… .
Suara derap langkah Seorang wanita dengan wajah panik kini tengah berlari menyusuri lorong rumah sakit, Kepalanya menoleh kesana kemari mencari nama semuah ruangan di mana sang Putra tengah di tangani,
Setelah bertanya kepada petugas yang berjaga di loby Rumah sakit tersebut, Tanpa menunggu lagi Desi semakin mempercepat langkah nya, Tanpa memperdulikan penampilan nya yang hanya menggunakan baju rumahan,
Airmatanya seakan tiada habis nya sepanjang jalan ia menangis, Takut akan kembali kehilangan satu-satunya keluarga yang masih tersisa, Bayangan akan kejadian di masa lalu terus saja menari-nari di benak nya, Ia bagai mengulang kejadian beberapa tahun silam
Dimana sebuah kejadian paling kelam dalam hidup nya kehilangan sosok Kakak yang paling ia sayangi, Setelah melewati beberapa ruangan kini Desi telah sampai di depan ruang UGD dimana di sana Beberapa orang petugas dari kepolisian duduk di bangku tunggu yang di sediakan khusus untuk pasien,
Lutut nya kembali melemas seakan tiada bertulang saat ia menatap pintu yang masih tertutup dengan rapat itu, Seorang dari mereka yang menyadari kehadiran Desi kini berdiri dan menyapa nya dengan memastikan apakah dirinya adalah Ibu atau keluarga dari pasien yang berada di dalam ruangan tersebut,
" Selamat pagi menjelang siang bu, Apa anda Keluarga saudara Danuarta? " Tanya seorang petugas kepolisian tersebut kepada Desi yang hanya mampu menganggukan kepalanya saja sebagai jawaban,
" Ibu tenang dulu ya bu, Sini ibu duduk dan minum dulu biar lebih tenang, " Ujar salah seorang petugas kepolisian wanita, Dengan menuntun Desi agar Duduk dan menyerahkan Air mineral kemasan botol,
Desi pun menurut dan segera meminum air mineral yang di berikan oleh polwan cantik itu kepadanya, Setelah ia menghabis kan hingga setengah dari isi botol tersebut kini dirinya sudah sedikit lebih tenang,
Tak berapa lama terdengar suara pintu di buka, Dan hal itu serentak membuat Desi dan juga beberapa orang petugas kepolisian itu berdiri dan menghampiri Seorang Dokter yang baru saja keluar dari ruangan UGD tersebut guna memberikan kabar terkait kondisi pasien saat ini kepada keluarganya,
" Dokter ba… bagaimana keadaan putra saya Dok?" Tanpa menunggu lama Desi telah bertanya dengan suara terbata-bata nya takut jika kabar yang akan ia dengar tidak sesuai dengan. Harapan nya,
" Tenang dulu ya bu jangan terlalu panik," Ucap sang Dokter menenangkan Desi dengan wajah ramah nya, Ia tahu wanita di depan nya ini terlihat sangat panik dan takut, maka dari itu Ia akan menyampaikan kondisi Danur dengan hati-hati agar Desi tidak terlalu syok,
__ADS_1
" Alhamdulillah pasien tidak terlalu parah luka nya," Ucap sang Dokter l menggantung kan ucapan nya, Demi melihat raut wajah pucat dan panik Desi, Desi yang mendengar hal itu Kini menghembuskan nafas nya dengan sedikit lega, Sebab Danur masih selamat dari maut,
"Ibu harap bersabar dan harus tenang, Karna kondisi pasien yang akan saya sampaikan ini sedikit berat buat ibu," Lanjut dokter tersebut, Dan hal itu sukses membuat jantung Desi kembali bertalu-talu,
" Tolong katakan Dok bagaimana keadaan putra saya, Apa ada sesuatu yang fatal terjadi padanya?" Tanya Desi tak sabar,
" Luka nya memang tidak seberapa, Hanya luka lecet di wajah dan juga tangan nya, Namun kaki kanan serta bahu kiri nya mengalami retak dan patah tulang, " Perkataan Dokter tersebut sukses membuat Desi terhuyung kebelakang,
Jika saja tidak di tahan oleh polwan itu, mungkin Desi sudah ambruk di lantai dengan air mata yang kembali bercucuran, Dirinya tidak sanggup membayangkan Putra kesayangannya mengalami semua itu,
" Jadi bagaimna selanjutnya nya Dok? Apa Danur Harus melakukan oprasi Dok? " Tanya Desi dengan lemas,
" Tentu saja Bu, kita akan melakukan oprasi secepat nya setelah ibu mengurus administrasi nya kita akan langsung tangani, " Ucap adopted tersebut setelah itu dokter itupun berlalu untuk memeriksa pasien lain,
" Ya Tuhan, kenapa Danur Harus mengalami semua ini,"
Batin Desi hatinya semakin sedih kala mengingat kegiatan Danur yang selalu Ia ikuti setiap munggu nya, Main basket dan karate, adalah olahraga favorite Danur, Di kamar nya berjejer piagam dan penghargaan saat Ia memenangkan pertandingan antar sekolah,
"Mba Desi!!
Di tengah lamunan dan kesedihan nya Ia menoleh ke sumber suara yang memanggil dirinya, Air matanya semakin mengalir dada nya sesak seakan Ia ingin menunjuk kan ketidak berdayaan nya saat ini kepada seseorang yang paling berjasa dalam hidup nya itu,
Next……
Jangan lupa like dan komentar nya ya bestie,
__ADS_1
Terima kasih🙏🤗