Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
berbunga-bunga


__ADS_3

" Pah, Itu Mas Danur sama Tante Desi, Mas Danur!!,"  Belum Juga Devan menoleh ke arah yang di tunjukan Citra, Citra sudah  menurunkan kaca mobil dan berteriak memanggil Danur yang di bonceng Ibu nya, 


"Astaga,Mereka bonceng empat, Berani sekali wanita itu," Gumam Devan pelan,


" Mas Danur mau kemana? Ke Mol?,"  Tanya Citra, 


" Nggak Cit, Kita mau ke Taman kota, Mau nerbangin Layang-layang nya Mas Danur, Tuh ada di belakang nya Mas Layang-layang nya,"  Sahut Dara, sembari menunjuk ke arah belakang,


" Wah.. Pasti sangat menyenag kan, Aku boleh ikut?," Tanya Citra penuh pengharapan, 


Dara menoleh Ibu nya yang sejak tadi terus memerhatikan Lampu merah yang belum juga berubah Hijau, 


" Boleh Bu, Citra mau ikut katanya," 


Desi pun menoleh di mana Citra menanti jawaban darinya,  Yang sebenar nya tidak perlu itu, Sebab ke taman Kota itu kan umum dan bebas, Tidak perlu meminta izin nya jika ingin kesana,


 Sejenak pandangan nya bertemu dengan sepasang mata tajam yang langsung menarik seulas senyum kepadanya, Saat bertemu pandang,


" Boleh, Tentu saja boleh, " Ucap Desi tersenyum kepada Citra sehingga menanoak kan gigi gingsul nya, yang semakin membuat nya terlihat manis, Tak sadar jika Pria dewasa yang sejak tadi mencuri-curi pandang kepadanya itu, merasa di hinggapi ribuan kupu-kupu di dadanya, 


Definisi dari Ge'er yang melanda,


" Asik…! Pah, Nggak jadi ke Mol Citra mau ikut tante Desi ke Taman, Mau lihat Layang-layang," Ucap Citra riang,Hilang sudah wajah kusut nya, Kini telah berganti wajah Riang berseri-seri,

__ADS_1


"Sesuai ke inginkan mu sayang," Devan mengikuti dari belakang Motor Desi yang membonceng, Ketiga anak nya, 


" Wah….! Bagus banget Layang-layang nya Mas, boleh pegang benang nya,"  Ucap Citra yang sejak tadi terus saja menempeli Danur, yang telah berhasil menaikkan Layang-layang nya, 


"Boleh nih!,"  Danur mengulurkan benang layangan tersebut kepada Citra yang antusias ingin memegang,


" Pah! Liat Citra pegang layangan,"  Citra bersorak riang memamerkan kepada Papa nya yang duduk tak jauh dari tempat nya berdiri, Devan mengacungkan kedua jempol nya dengan senyum lebar,


"Riang banget dia, Kek nya seneng sekali setiap min dengan mereka,"  Tukas Devan yang duduk bersisian dengan Desi, Sembari mengawasi Dimas dan Dara yang tengah bermain bola, 


"Iya, Semua anak-anak juga pasti seneng kalau banyak temen Pak," Sahut Desi sembari tersenyum memandang Kedua anak nya yang sedang menendang bola,  Dara terlihat menjadi kiper untuk Dimas, 


"Sangat cantik," Ucap Devan  spontan, Saat  memandang Desi yang tersenyum manis sehingga memperlihatkan gitu gingsul nya,


"Oh itu, Kata Azka Mba Desi ini punya Katering ya?,  beberapa hari lagi di kantor ada acara, Rencana Saya mau pesan Katering nya mba, Nasi Box gitu, Boleh minta No hp nya biar nanti saya hubungi lagi untuk lebih lanjut nya," 


Tukas Devan, Dengan lancar otak nya langsung bekerja dengan cepat jika situasi darurat seperti ini, Padahal di kantornya tidak ada acara apa-apa, Namun ia akun tetap memesan Nasi box keada Wanita cantik fi samping nya itu,


"Boleh-boleh, Ini Pak, Desi menyodorkan kartu namanya kepada Devan, Dengan wajah sumringah, 


Sedang Devan, Tak usah di tanya lagi Pria Duda satu anak itu sangat bahagia saat ini, Namun ia tetap mengontrol mimik wajah nya seperti biasa, 


" Oh iya tadi saya bawa ini dari Rumah, Silahkan di cicipi Pak," Desi Menyodorkan Tempat bekal yang berisi Risol mayo yang masih anget itu,

__ADS_1


Membuat Wajah Devan kian berseri, mendapat tawaran cemilan kesukaan nya itu,Hati Devan saat ini tengah berbunga-bunga, Karen sudah berhasil mengobrol berdua dengan Desi, Dan juga karena telah mendapat kan no kontak Wanita cantik itu,


"Wah enak ini, Terima kasih," Ucap nya setelah mencomot Risol tersebut,


"Sama-sama Pak," Balas Desi tersenym sangat manis, Membuat Hati Devan kian meleleh,  


Tak jauh dari mereka duduk Seorang wanita tengah memperhatikan interaksi kedua nya, Dia bisa melihat pandangan Suka Devan kepada wanita yang duduk di samping nya itu, 


Sangat terlihat sekali bahagia nya saat wanita janda dengan tiga anak itu menawarkan Makanan kepada Devan, Dan Devan menerimanya nya dengan senang, 


Perasaan nya sangat dongkol melihat hal itu, Pandangan nya beralih ke arah Citra yang tertawa riang karena Danur mengangkat nya dengan masih memegangi benang layangan itu, Membuat gadis kecil itu tertawa bahagia, 


" Sial sekali, Mereka seperti sangat bahagia bersama orang miskin itu,Apa kurang nya aku, Aku cantik dan sexy, Tapi Pak Devan nggak pernah ngelirik aku sama sekali huh,"  Ucap wanita tersebut dengan bersungut-sungut,


Eh…. Siapa itu ya..?


Bersambung…….


Jangan lupa ya guys dukungan nya, 


Love u all 🤗


 

__ADS_1


__ADS_2