Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab, 121


__ADS_3

Karena merasa aman sebab dia mengira jika Damar tertidur akibat kelelahan karena sedari pagi menjadi pajangan untuk menerima ucapan selamat dari para tetangga dan juga kerabat,


Tanpa curiga Lulu langsung melepaskan handuk yang melilit di tubuh nya, Kemudian meraih dalaman untuk ia kenakan, Setelah itu ia pun meraih dalaman bagian atas nya hendak ia kenakan,Namun ia terjengkit kaget luar biasa saat ada tangan yang melingkar di pinggang nya,


Bulu kuduk nya seketika merinding dengan tubuh yang seketika berubah menjadi kaku, Kala merasakan kecupan hangat mendarat di punggungnya yang masih polos,


"Ba.. Bang! " Suara Lulu terbata dengan tubuh yang bergetar, saat Damar mengecup punggung nya, Dalam hatinya ia menrutuki dirinya sendiri, Karena telah ceroboh mengira jika pria yang telah menjadi suaminya itu tengah tertidur pulas,


Tidak ada suara yang keluar dari mulut pria itu, hanya kecupan nya yang kini telah berpindah di bahu mulus Lulu, Menyesap nya sehingga meninggalkan jejak disana,


Tubuh Lulu bergetar menerima semua itu, Antara takut dan malu secara bersamaan sebab saat ini ia tengah polos hanya dalaman bagian bawah saja yang menutupi area sensitif nya,


"Bang! biarkan aku memakai bajuku dulu," Ucapnya berusaha menghentikan kegiatan pria yang telah menjadi suaminya itu,


Jam sudah menunjukkan pukul 6 sore sebentar lagi waktu makan malam,


" Begini saja, pakai pun juga akan di buka nanti, " Jawab Damar dengan suara serak, Otot lengan nya mengetat saat ia membopong tubuh Lulu dan membawanya ke arah tempat tidur,


"Bang!! "


Tindakan Damar yang tiba-tiba itu membuat Lulu tersentak dengan suara tertahan, kedua tangan nya reflek menutup kedua gundukan nya yang polos tanpa penutup itu,


"Bang mau apa?! " Tanya Lulu panik, Saat tubuhnya telah menyentuh tempat tidur itu, dengan perlahan Damar membaringkan nya disana, Kemudian mengukungnya,


"Menurutmu apa yang akan di lakukan sepasang pengantin baru hem? " Damar menjawab pertanyaan Lulu dengan sebuah pertanyaan pula, Sebelah tangan nya membelai wajah cantik istrinya


Perlahan kecupan demi kecupan di berikan Damar kepada wanita yang telah menjadi istrinya itu, Harum sabun beraroma buah berpadu dengan aroma khas sang istri semakin membuatnya berhasrat,

__ADS_1


Sesuatu di bawa sana sudah menggeliat dari tidur nya, Sejak ia melihat sang istri yang baru selesai mandi, Damar menyingkirkan kedua tangan Lulu yang sejak tadi menutupi area pribadinya itu, Pandangan nya langsung di suguhkan dengan kedua buah yang baru pertama kali ia lihat itu,


Mendengar perkataan suaminya Lulu semakin panik, pikiran nya sudah kemana-mana, Bahkan gadis yang sebentar lagi akan menjadi wanita seutuhnya itu sudah membayangkan hal yang paling ditakutinya,


Yaitu sakitnya malam pertama seperti yang pernah di dengar dari teman-teman nya yang telah menikah lebih dulu,


" Bang! jangan sekarang. Kita makan malam dulu yuk, Gak enak ada paman dan keluarganya," Dengan cepat Lulu berkata sebelum suaminya itu berbuat jauh, Bukan apa-apa selain dirinya takut dia juga tidak enak kepada keluarga nya yang pasti akan menunggu mereka untuk makan malam bersama, Dan juga hari masih sore untuk melakukan itu,


Keringat dingin mulai mengembun di kening nya, Rasa malu bercampur takut kini menjadi satu, Takut jika Damar akan melakukan nya sekarang, Apalagi ia bisa merasakan sesuatu yang telah mengeras mengganjal di pahanya,


Perkataan Lulu bagai angin lalu di telinga Damar dirinya masih terpesona dengan pemandangan yang tersaji di depan nya, Pemandangan yang baru pertama kali ia lihat secara nyata,


Lulu memalingkan wajah nya kesamping, dirinya merasa malu dipandangi sedemikian oleh suaminya,


Tok! Tok! Tok!!


Di angkat nya wajahnya dari kedua bukit kembar sangat istri yang telah memerah wajah nya menahan sesuatu yang sulit didefinisikan dengan kata-kata,


"bang!! " Panggil nya dengan suara pelan,


Mendengar suara sang ibu dari balik pintu kamar nya Lulu pun menyahuti nya dengan suara sedikit terbata, Lulu mengatakan akan menyusul sebentar lagi bersama suaminya


mengerti dengan sorot mata istri nya Damar pun menghentikan aktivitas nya,


"Kali ini kamu lolos sayang! Tapi tidak dengan lain kali, " Ucap nya setelah itu ia membenamkan bibir nya di bibir Lulu yang merekah, menyesap nya sesaat setelah itu melepaskan nya, kemudian turun dari ranjang yang menimbulkan bunyi kriekk!!


Dalam hatinya ia bertanya apakah ranjang tersebut akan kuat menahan guncangan nanti,

__ADS_1


"Aku mandi dulu sebentar setelah itu kita makan malam, Cepat pakai bajumu. Jangan sampai aku berubah pikiran, " Ucap nya setelah itu ia meraih handuk yang terletak di atas meja rias dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya yang telah lengket oleh keringat, Sekalian untuk meredamkan sang adik yang telah terbangun dengan sempurna itu,


Setelah pintu kamar mandi tertutup dengan sempurna, Lulu segera bangkit dari tidur nya kemudian meraih pakaian yang teronggok di lantai yang sempat ia ambil tadi, Kemudian segera mengenakan nya jangan sampai Damar kembali melihat tubuh polos nya,


Bisa-bisa mereka tidak jadi makan malam bersama, Membayangkan hal itu Lulu kembali meremang, Segera Lulu menyingkirkan pikiran-pikiran kotor nya,Sembari menunggu suaminya selesai mandi Lulu berjalan kearah lemari dimana pakaian sang suami berada,Lulu mengambil kaos oblong dengan celana chinos sebatas lutut kemudian meletakan nya di atas ranjang,


Tak berapa lama Damar keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang segar dan bersih, Lulu menoleh kepada suaminya yang berjalan kearah nya, Dengan sebelah tangan nya menggosok-gosok rambut nya yang basah dengan handuk,


Damar terlihat sangat tampan di mata Lulu, Gadis itu memandagi suami nya tanpa berkedip, Menurutnya Damar terlihat sangat sexy dengan penampilan seperti itu,


Otot-otot lengan dan juga dada bidang nya ter expose sempurna dihadapan nya hanya selembar handuk yang menutupi area pinggangnya sampai lutut, Harus ia akui pria yang telah menjadi suaminya ini memiliki pesona yang luar biasa,


Hatinya menjadi bertanya-tanya apakah Damar benar tidak mempunyai kekasih di luar sana.


PLETAKK!!


"Auuhhhh!! "


Lulu mengaduh ketika sentilan manja Damar mendarat di keningnya,


"Apa yang ada di otak kecilmu ini gadis nakal! " Ucapnya setelah itu dia meraih pakaian nya yang telah disiapkan Lulu untuk nya, Kemudian memakain nya, Sedang Lulu hanya membuang pandangannya ke arah lain dengan wajah yang sudah memerah menahan malu,


Maaf baru up 😓😩


Jangan lupa komen nya ya bebs🤗🤗


Dan juga maaf bila banyak typo nya🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2