
Hari itu Azka benar-benar memanjakan istrinya, Menghiasinya yang memang sudah menjadi hak istri nya, Buah kesabaran Arum yang telah merawat nya dengan. Penuh cinta,
sebagai istri dari Azka Dewantara Seorang Pengusaha hotel mewah yang tersebar di berbagai penjuaru Indonesia Arum berhak mendapatkan semua kemewahan itu,
"Mas..apa ini nggak berlebihan?, Harganya juga mahal-mahal Mas," Cicit Arum saat mereka keluar dari Toko perhiasan itu,
"Tidak ada yang berlebihan untuk istriku tercinta, Semua ini belum ada apa-apa nya buat kamu, " Azka kembali merangkul pinggang Arum dengan hati-hati,
"Sekarang kita kemana lagi?,Apa ada yang kamu inginkan?, Makanan mungkin?," Tanya Azka menghentikan langkah nya dan menyelipkan rambut Arum ke belakang telinga nya,
"Em..Aku pengen makan Donat J'co Mas. Mau 10 yang toping nya pink semua," Ucap Arum malu-malu, Menatap Suaminya itu,
"Siap Nyonya,Ayo kita ke bawah,J'co nya ada di lantai dasar," Ucap Azka,
Dari beberapa meter dari mereka berdiri Arini terus saja memperhatikan Mereka, Memperhatikan bentuk tubuh Arum yang sepertinya sedang hamil itu,
"Siapa suaminya. Seperti nya tidak asing," Gumam nya pelan, Sembari matanya mengikuti langkah Arum dan Azka, Yang kini telah berada di tangga Eskalator menuju lantai dasar,
********
"Papa…! Papa bawa apa ini?" Pekik Citra girang saat melihat kedatangan Papa nya,Yang menenteng satu kantong plastik besar berlogo Salah satu supermarket yang ada di kota itu,
"Uuhh seneng banget kek nya Putri Papa yang cantik in," Tanya Devan sembari mengelus rambut putrinya,
"Ini bawa Cemilan buat Citra dan juga Kakak-kakak," Jawab Devan menyerah kan kantong itu kepada Citra,
"Makasihh Pah," Ucap nya sembari membawa kantong tersebut dan mem bukan nya bersama Dara dan Dimas, Sedang Danur Remaja itu sedang mengerjakan tugas dari sekolah nya di kamar,
"Ehh Mas Devan sudah datang,".
Tukas Desi yang baru saja keluar dari Arah dapur sembari membawa senampan gorengan. Bakwan jagung dengan. Sambel bawang yang menggugah selera bagia yang melihat nya,
" Mau jemput Citra,Mau langsung pulang kah?,Tas Citra masih di dalem, Sebentar tak ambilkan dulu," Desi segera menaruh namoan tersebut di atas meja yang ada di teras itu hendak kembali masuk kedalam, Namun di tahan oleh suar Devan,
"Belum kok Des, santai aja aku juga baru nyampe nih, masa langsung di usir aja," Gurau nya, menatap Desi yang sore itu mengenakan Daster midi warna marun terlihat sangat cantik di mata Devan,
__ADS_1
" Oh..bukan gitu maksud aku Mas..," Terang Desi merasa tak enak hati,
"Kamu nggak mau nawarin aku itu?," Tunjuk Devan pada gorengan Bakwan yng di bawa Desi tadi, "Sepertinya enak, Tercium dari wanginya saja udah bikin perut Aku keroncongan nih," Sambung nya Tak tau malu,
" Ya ampun maaf Mas, Ini silahkan di cicipi, sambel nya nggak pedas itu sengaja buat Anak-anak," Sekali lagi Desi merasa tidak enak kepada Papa nya Citra itu,
"Aku kira Mas Devan nggak suka sama yang beginian, inikan makanan…,"
"Aku suka semua apa yang ada padamu Des,"
Deg!!
Jantung Desi seperti ingin melompat dari tempat nya, saat mendengar ucapan Devan barusan,
"Aku suka semua apa yang kamu masak juga, Apapun itu pasti rasanya akan sangat enak," Ulang Devan Sembari merutuki dirinya sendiri kenapa sampai keceplosan bicara sih, Bagaimana kalau sampai Desi ilfiel padanya, Oh ya ampun'
"Mas Devan bercanda mulu deh," Tukas Desi masih merasa deg-deg'an Akibat ucapan Devan tadi,
"Pah..nanti saja kita pulang nya ya, Citra mau makan malam disini dulu, Tadi Tante Desi udah masakin Sup ayam kesukaan Citra, Iya kan Tante..?," Ucap Citra meminta pembenaran,
"Iya.Makan malam di sini aja ya Mas Citra nya, Dia antusias banget tadi pas aku masukin Sup Ayam,
"Eeh..,"
*******
"Mas..apa kita akan begini begini terus? Nggak ada kemajuan? Perusahaan yang di berikan Azka itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan kita setiap bulan nya,"
"Terus kita harus bagaimana sayang, Apa perlu aku melakukan sesuatu kepada mereka?,Sepertinya saat ini mereka sedang bahagia-bahagia nya, menunggu calon pewaris kerjaan bisnis nya lahir ke dunia,"
"Jadi…wanita Sialan itu sudah hamil? " Sabira langsung menegak kan posisi duduk nya saat mendengar perkataan suaminya, Jika Arum sedang hamil anak Azka,
"Benar sekali sayang, Aku dapat info dari orang-orangku yang aku perintahkan untuk mengawasi mereka,"
Adit kembali merangkul pinggang Istrinya dan menciumi leher jenjang nya, Membuat tubuh Sabira meremang nikmat,
__ADS_1
"Apa kamu tahu,Setelah aku menyelidiki lebih lanjut,Ternyata Azka juga pemilik Perusahaan Real Estate terkemuka yang berada di luar negri Tepat nya ada di pusat kota LN, Itu adalah warisan dari Kakek nya sari Ibu nya, Selama ini dia menyembunyikan nya darimu dan mempercayakan nya kepada Salah satu paman nya yang tinggal di sana, "
Ucap Adit panjang lebar, Dengan wajah geram, Sebab selama hampir lima tahun berada di sini Azka menjadi pesuruh patia itu, Tak sedikitpun ia mengetahui tentang hal sebesar ini.
"Apa…! Jadi…jadi selama ini dia membohongiku..?, Dengan menyembunyikan nya dariku, Kurang ajar sekali dia, Aku tidak akan membiarkan mereka bahagia, Aku tidak terima hanya di beri perusahan kecil seperti ini," Geram Sabira,
"Mas Kamu harus melakukan sesuatu kepada mereka, Aku tidak ingin anak kita lahir dalam kemiskinan, Sementara mereka bergelimang harta, " Ucap nya lagi penuh emosi,
"Tenang sayang…,Aku sudah memikirkan semua itu, Kita bisa memulainya dengan yang ringan-ringan saja," Jelas Adit dengan senyum devil nya,
*********
"Kemana sih mereka lama banget, Masa cuma jemput aja selama ini, "
"Kamu kenap sih Nur? Nunggu siapa kok kesel gitu muka nya? ," Tanya bi Surti yang sejak tadi memperhatikan tingkah pengasuh Citra itu,
Pasalnya sejak pulang dari kantor Majikan nya sing tadi Pengasuh Citra itu sudah menekuk wajah nya, Hingga sekarang terus saja bolak balik melihat keluar Rumah seperti menunggu seseorang,
" Lagi nunggu Non Citra bi, Masa sudah jam segini belum pulang juga,"
"Nunggu Non Citra aja? Nggak nunggu Bapak nya juga?," Tanya bi Surti sembari menggelengkan kepalanya,
"Sudah Nur kamu itu jangan ngimpi ketinggian, Pak Devan itu nggak mungkin ngelirik kamu, Wong teman perempuan nya saja cantik-cantik Pak Devan malah menolak mereka kok, Mending kamu sama si Paijo saja yang jelas mau sama kamu," Nasehat bi Surti,
"Apaan sih bi.Sok tahu betul. Daripada ngurusin aku mending bibi pergi sana, Nggak usah repot-repot nasehatin aku," Kesel Nur
"Yehh dikasih tahu kok malah ngeyel, Entar kamu sendiri yang sakit hati kalau Pak Devan nggak memilihmu, Yo wes lah sakarepmu.." bi Surti berlalu ke kamar nya untuk beristirahat karena semua pekerjaan rumah sudah rampung semua,
"Pasti Pak Devan di tahan-tahan sama si jendes gatel itu, Dasar nggak tahu diri banget si jendes itu, " Dumel nya semakin kesal, Saat membayangkan kedekatan mereka saat ini, Membuat mya semakin kepanasan,
Eh.eh.. Nur…Ente memang kadang-kadang ente ya
Jangan lupa like dan komen nya ya bestie 🤗
Bila berkenan sedekah bunga dan kopinya munging hehehe, 😇
__ADS_1
Terima kasih untuk semua nya ya para Readers Ku tersayang.🤗🤗