
"Apa yang kalian lakukan...!!! "
Anton dan seorang wanita muda yang berpenampilan sexy itu terlonjak kaget saat mendengar suara jeritan seseorang.
Keduanya kompak menoleh ke sumber suara. dengan wajah kaget karena telah terciduk, Anton dengan segera menetralkan mimik wajah nya saat melihat wajah sang empunya suara itu memerah dengan rahang mengeras menahan amarah,
Anton memberikan isyarat kepada wanita cantik yang tiada lain adalah sekretaris nya itu. Untuk keluar dari ruangan nya,
Arini menatap sekretaris suaminya yang berjalan melewati nya dengan sinis, Jika tidak ingat ini dikantor. ingin rasanya menjambak rambut wanita gatel itu,
Namun ia mengurung kan niatnya kala mengingat dimana kini ia berada. apalagi hubungan nya dengan sang suami sedang kurang baik,
"Mas.ada hubungan apa kamu dengan wanita jal lang itu? " Tanya Arinj sembari berjalan mendekati sang suami yang memasang tampang datar tanpa expresi,
"Pantas saja. mas betah berlama-lama dikantor. Rupanya kamu memelihara ja lang dibelakang aku mas!! " Cecarnya lagi dengan suara yang kian bergetar menahan tangis.
Sakit sekali rasanya memergoki suamunya sedang berduaan dengan wanita yang berpakaian super ketat itu,
"Jawab aku mas..!! "
"Cukup Arini..!! " Tekan Anton intonasi suaranya mulai meninggi terkesan dingin yang mampu membuat tubuh Arini menjadi kaku,
"Aku sudah peringatkan padamu. jangan mengganguku untuk saat ini. "
"Oh supaya aku tidak menggangu aksi perselingkuhan mu begitu mas? " Potong Arini dengan mata memerah menatap suaminya yang nampak santai. seolah hal ini sudah tidak aneh lagi,
"Sudahlah Arini. sebaiknya kamu pulang dan renungkan kesalahanmu, " Tegas Anton merasa pening mendengar cercaan Arini,
"kamu mengusirku mas? " Arini tidak percaya jika suaminya mengusir nya dari kantor.
"Kamu mengusir ku demi wanita ja lang itu!! "
"Ya.kamu mau pulang sendiri secara baik-baik atau aku panggilkan Security untuk menyeretmu keluar dari gedung ini? " Ancam Anton.
"Mas.aku ini istri kamu. kenapa kamu tega berlaku seperti ini kepadaku? " Arini mengepalkan kedua tangannya demi menekan emosinya,
Sementara Anton tertawa sumbang. Mendengar kalimat yang keluar dari bibir wanita yang berstatus sebagai istrinya itu,
__ADS_1
"Seharusnya kata-kata itu pantas nya untuk kamu, Aku ini suamimu. tapi menggapa kamu menyembunyikan hal sebesar itu dariku, Kamu menyembunyikan statusmu sebagai seorang Anak dan Ibu!! " Murka Anton dengan wajah memerah,
Arini membalikkan tubuhnya dan berlalu dari ruangan itu Saat mendengar perkataan Anton yang mampu membuatnya bungkam,
Menceritakan alasan sebenarnya bukanlah hal yang baik, ia sadar itu,
Sekilas ia menoleh pada meja sekretaris yang dilalui nya, Meja tersebut tanpa penghuni. 'Sepertinya wanita sialan itu sudah bersembunyi, '
Karena tidak melihat keberadaan sekretaris suaminya, akhirnya Arini pun berlalu darisana dengan perasaan kesal
"Aku tidak berniat menyakitimu. Aku hanya terlalu kecewa terhadap sikap egois mu, Kamu membohongi ku selama bertahun-tahun, " Gumam Anton,
Anton menatap mobil Arini dari lantai tiga gedung kantor nya, Ia sengaja melakukan hal ini agar sang istri tahu bagaimana rasanya dibohongi, Bagaimana rasanya kecewa yang begitu dalam yang ia rasakan saat ini,
๐น๐น๐น๐น๐น
Waktu bergulir begitu cepat, Hari yang ditungu-tuggupun kini telah tiba, Hari ini adalah hari dimana baby twins Azka dan Arum akan mengadakan tasyakuran,
Pagi-pagi sekali kediaman Azka telah ramai oleh orang-orang dari berbagai kalangan,
300 orang anak yatim telah duduk dengan tertip dan rapih di ruangan depan, Semuanya tengah menikmati cemilan yang disediakan untuk mereka,
Para tamu lain pun kini sudah mulai berdatangan,
Mulai dari tetangga Arum semasa mereka tinggal di permukiman, Dan juga para Relasi dan kolega bisnis Azka,
Desi dan Devan berdiri bersisian menemani Azka menyambut para tamu yang hadir, mewakili Arum yang tidak bisa meninggalkan kedua bayi kembar nya, yang berada diruang tengah,
"Mama.adek nya nggak akan ada yang bawa kan ma?" Tanya Arkha dengan mimik wajah yang khawatir,
Mendengar pertanyaan putra nya Arum tersenyum geli, " Nggak akan ada yang membawa adik bang, kan ada abang hebat yang jagain mereka, " Jawab Arum sembari menjawil pipi bulat Arkha yang menggemaskan,
"Onty boleh nggak minta adik nya satu bang. Buat temen Onty dirumah biar gak kesepian, " Goda Lulu yang gemas dengan tingkah Arkha yang begitu posesif terhadap kedua adiknya,
"Nggak boleh Onty! Ini adek Abang. Gak boleh ada yang ambil, Iyakan ma? " Sahut Arkha dengan sewot. Sekaligus meminta dukungan dari sang mama yang sudah menahan senyum sedari tadi,
"Iya sayang ini adik abang, jadi abang harus sayang sama adik-adiknya ya, " Ucap Arum menaggapi sang putra,
__ADS_1
"Ar.rencanya aku mau syukuran di Desa nanti, Kata ibu anak pertama wajib melakukan acara itu, Kamu tahu sendiri lah gimana ibu, " Ucap Lulu memberitahu Arum,
"Hem semoga nanti mas Azka nggak sibuk ya Lu aku ingin ikut pulang ke desa, Aku kangn kampung halaman kita, Rumah juga sudah siap huni, "
"Oya?. eh Kamu sudah tahu tentang rumah itu? " Tanya Lulu terkejut, Sebab setaunya Damar pernah mengatakan jika rumah itu adalah surprise untuk Arum dari Azka, Dan harus dirahasiakan,
"Sudah. Mas Azka mengatakan nya setelah rumah itu sudah jadi, " Jawab Arum tersenyum manis.
"Waw Suami mu memang terbaik Ar, Si Wati pasti gak tahu tuh kalau rumah mewah disebelah nya itu adalah milik sepupunya yang selalu ia fitnah saat kalian masih kecil dulu, " Tukas Lulu sedikit kesal jika mengingat perilaku Wati dulu,
"Sudahlah Lu, nggak usah ingat jeleknya dia, Ingat kamu lagi isi, amit-amit jabang bayi Lu. jangan sampai anak mu mirip sama Wati. Mas Damar akan bertanya-tanya nantinya, " Peringat Arum sembari menggoda bumil yang sejak datang kerumah nya sudah mengenak kan masker. karena tidak tahan dengan aroma orang-orang yang berlalu lalang dengan aroma parfum yang berbeda-beda,
"Iyuhh jangan sampai deh, " Tukas Lulu dengan mengusap-usap perut nya yang masih rata, matanya memincing menatap Arum yang menahan tawanya,
"Aku bikin sama abang kok, masa iya jadinya mirip si kutu kupret itu, amit-amit dah " Lanjut nya,
Arum terkekeh-kekeh dengan reaksi Lulu yang bergidik membayangkan anak nya mirip sama si Wati sepupunya,
"Makanya kan aku ingatin, jangan membahas dia, Gak ada untung nya juga kan, " Ucap Arum lagi,
Candaan keduanya berhenti saat Azka datang menghampir mereka,
"Sayang diluar sudah banyak tamu yang datang, Yuk mas bantu pindahkan baby di box yang ada diluar ya, biar nyaman jika mereka ingin menyapa, " Ucap Azka bersiap mengangkat salah satu putrinya dari dalam box,
"Iya mas ayo! "
"Ayah.adek mau dibawa kemana? Adek nggak akan di ambil orang kan yah? " Arkha menjegat sang ayah yang akan membawa adik nya menuju ruang depan yang sudah didesain secantik dan secute mungkin dengan tema Hello kitty,
Azka terkekeh mendengar perkataan putranya yang posesif itu, "Nggak akan ada yang berani menyentuh adik-adiknya. kan ada abang nya yang jagain disamping, Iyakan abang Arkha?"
Senyum cerah serta perasaan bangga pada diri sendiri kini tengah dirasakan Arkha yang berstatus sebagai abang yang baik. Abang yang akan menyayangi dan melindungi adik-adiknya seperti kata Ayah nya,
Bestie segitu dulu ya,
Maafkan diriku jika alur nya gaje๐
Maafin juga karena selalu molor anunya๐
__ADS_1
Terimakasih untuk kalian yang masih setia dengan karya recehku ini,
I LOPE YU SEKEBOON LOMBOK๐๐