Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab, 136


__ADS_3

"Wahh gila! berani juga tuh cewek, " Ucap Iqbal tidak percaya dengan apa yang di katakan sahabat nya itu,


"Gue dari awal udah ngerasa tuh cewek nggak bener bro! Cara dia mandang elo itu beda, Semacam orang yang sudah terobsesi gitu!, "


Sahut Roy yang tidak kaget sama sekali dengan kelakuan Nur, "Gue nggak heran dia bisa berbuat sedemikian, Orang yang sudah terobsesi dengan sesuatu pasti akan melakukan segala cara untuk mendapatkannya," Lanjut Roy lagi menatap Devan dan Iqbal yang duduk di hadapan nya,


" Gue nggak nyangka aja dia senekat itu, Sampai berniat mau nyelakain anak gue!, " Devan memijat pelipis nya yang berdenyut pening,


"Seandainya nggak ada Lulu yang menghalanginya mungkin anak gue sekarang sudah berada di rumah sakit dengan kondisi yang mengenaskan, " Sambung Devan lagi


Ya sore tadi setelah Desi menjelaskan tentang kejadian di restoran itu, Devan segera menghubungi Roy dan Iqbal untuk meminta bantuan,


Dan disini lah Meraka sekarang di sebuah Cafe KOPI MANTAN, Tempat mereka biasa nongkrong,


"Memang nya loe pecat dia karena apa? Mungkin dendam kali ke elo bro!, " Ucap Iqbal menduga-duga,


"Gue pecat karena kelakuan nya yang kurang pantas ke gue!, " Sahut Devan dengan raut kesal kala ingatan nya kembali teringat dengan kelakuan Nur malam itu,


'Perlakuan kurang pantas!!!, " Seru Roy dan Iqbal bersamaan, Kedua pria dewasa itu saling pandang mereka bukan anak kecil yang tidak paham dengan maksud perkataan Devan,


"Gila!! Seberani itu dia, " Seru Iqbal dengan geleng-geleng kepala, "Ngomong-ngomong elu nggak tergoda bro?, " Lanjut Iqbal lagi dengan menaikan sebelah alis nya,


Membuat Devan melotot dengan tatapan kesal ke arah nya,


"Dia nggak akan tergoda bal. Dia sekarang sudah punya pawang nya yang bisa menjinakkan Predator nya, " Sahut Roy di iringi kekehan oleh pria tiga anak itu,


" Gue curiga Roy jangan-jangan itu predator udah gak bisa bangun karena kelamaan puasa, " Sambung Iqbal dengan tertawa kencang,


"Asem memang loe berdua ya, Teman lagi pusing begini kalian malah sempat-sempat nya ngeledek!!, " Sahut Devan dengan wajah kesal nya,


Roy dan Iqbal semakin tertawa kencang kala melihat wajah kesal Devan,


"Santai bro! Besok gue suruh Andre dan anak buah nya untuk mengawasi wanita itu, Gue yakin jika dia akan melakukan hal-hal lain nya lagi, " Tukas Roy serius, Setelah berhasil meredam tawan nya


Malam itu ketiga pria dewasa itu menghabiskan waktu nya di Cafe, Mines Azka dan Gustra yang tidak bisa hadir karena suatu hal,


Devan juga baru malam ini bisa nongkrong bersama teman-teman nya itu, Karena Citra memilih bermalam di rumah Desi, Dengan alasan ingin tidur di peluk ibu,


Begitu katanya saat tadi sore ia mengantar Desi ke rumah Azka, Devan ingin sekalian mengajak pulang putrinya namun gadis kecil itu menolak,

__ADS_1


Keesokan harinya,


Tok!! Tok!! Tok!!


"Nurlinda!!! Nur!! bangun kamu bayar sewa kost²an mu. Mau sampai kapan kamu menunda-nunda nya lagi hah!!, "


Teriakan Tante Ningsih sang pemilik kost²an tersebut membuat beberapa penghuni kost keluar, karena terganggu dengan suara cempreng Tante Ningsih sang pemilik kost itu,


Ada juga yang sebagian hanya mengintip saja dari sela-sela gorden ingin tahu apa yang telah terjadi di luar,


"Nurlinda!!!, " Teriak nya lagi, sembari mengetuk pintu itu kembali,


Tok!! Tok!! Tok!!


Nur yang masih terlelap dalam buaian mimpi indah nya yang sedang bermesraan dengan Devan, Serasa di seret paksa ke alam nyata oleh suara Tante Ningsih yang menggelegar bagaikan suara petir di pagi buta,


"Siapa sih ngeselin banget pagi-pagi sudah berisik aja!, " Gerutunya tangan nya meraba-raba meja di samping tempat tidur nya mencari ponsel nya,


Perlahan ia membuka matanya yang masih menyipit karena silau akan cahaya terang yang masuk menerobos ventilasi kamar nya itu,


"Hah!! sudah jam sembilan ternyata, pantes saja itu si nenek lampir udah teriak-teriak aja, "


"Nur!!!, "


bukan lagi ketukan yang terdengar. melainkan gedoran yang amat kuat, disertai suara halilintar yang melengking didepan pintu kamar kost nya,


"Haish si nenek lampir ini, gak sabaran banget, mana uang gak ada lagi gaji gak di kasih. kerjaan udah hilang, Aduh bayar kost'an pake apa coba! , "


Nur berkeluh saat mengingat nasip nya yang sudah di ujung tanduk, uang tidak ada dia juga sudah kehilangan pekerjaan nya,


"Ini semua gara-gara wanita gatel itu. Kalau bukan dia yang merayu Tuan Devan. mungkin aku sudah menjadi Nyonya Syailendra sekarang yang hidup dengan harta berlimpah " monolog nya dengan membayangkan wajah tampan Devan,


"Kalau kamu nggak mau membuka pintunya aku akan menyuruh orang untuk mendongkrak nya!!!, " Ningsih masih berteriak-teriak didepan kamar kost Nur,


"Ya ampun nenek lampir ini!!, " Geram Nur sembari berdiri dan membuka pintunya, Begitu pintu terbuka..,


"Mana uang sewamu hah!! kamu sudah janji-janji terus sejak seminggu yang lalu, " Semprot Ningsih dengan suara nyaring nya,


"Kamu jangan main-main sama aku ya! Aku bisa melempar mu keluar jika tidak membayar sewa!peringat nya lagi, dengan mata melotot kepada Nur yang masih berbuka bantal,

__ADS_1


" Maaf tante aku belum ada uang sekarang. tolong beri aku waktu lagi, " Nur berkata dengan suara sedikit pelan, Karena tidak ingin didengar penghuni kost lain. Itu akan sangat memalukan dirinya,


"Apa katamu!! tidak punya uang? " Pekik Ningsih dengan mata melotot. Biji matanya seakan hendak keluar dari tempatnya, " Kamu janji ke aku satu minggu yang lalu, Dan sekarang kamu bilang tidak punya uang!, "


Ningsih merasa sangat geram dengan gadis didepan nya ini, Sudah dia bulan menunda pembayaran kost nya, Dan sekarang bilang tidak punya uang,


"Bejo!!!!, " Teriak nya memanggil antek-antek nya untuk menyelesaikan masalah itu dengan baik,


"Saya disini Tante!, " Jawab Bejo yang sedari tadi memang berdiri di belakang Ningsih


"Lakukan tugas mu. bersihkan kamar nya sebersih-bersihnya. Cepat!!!, "


"Baik Tante laksanakan!, " Bejo merengsek masuk kedalam kamar Nur dengan cepat, "


membuat gadis itu yang masih berdiri di ambang pintu sangat terkejut, " Tante tolong jangan lakukan ini. Saya janji sore nanti akan saya lunasi semua sewa nya, Tolong jangan Usir saya Tante!!, " Mohon nya dengan wajah memelas, Berharap masih di beri kesempatan untuk kesekian kalinya,


"Halah nggak akan aku termakan dengan janji palsu mu itu, wajah memelas mu ini nggak akan merubah keputusan ku untuk mengusir mu keluar, Kamu tahu masih banyak orang yang mau menyewa tempat ini,"


Dalam hitungan detik semua barang-barang nya sudah berada di luar, Wajah Nur semakin memerah menahan malu sebab telah menjadi bahan tontonan para penghuni kost lain nya,


Belum lagi suara bisik-bisik yang mengghibahinya, Membuatnya semakin malu bercampur kesal,


"Hah! semua ini gara-gara wanita itu, jika bukan karena dia aku nggak akan kehilangan gaji dan juga pekerjaan ku dan berakhir seperti ini, "


Nurlinda terus saja menggerutu sepanjang jalan menyusuri trotoar, Dengan menggeret koper ditangan nya,


Tanpa ia sadari jika sedari tadi dirinya diikuti oleh seseorang,


*Terkadang manusia tidak sadar dengan kesalahannya sendiri, Dan ketika di beri ujian dirinya malah menyalahkan orang lain tanpa intropeksi diri terlebih dahulu,


All bestie sekian dulu ya insya Allah akan di lanjut di bab berikut nya😄😄,


TERIMAKASIH masih tetap setia bersamaku😘


ehh bersama karya receh ku maksud nya🤣🤣🏃‍♀️


Maaf kan bila banyak typo ya karna bagaimanapun juga Othor hanya wanita biasa 😌, ups, Manusia biasa maksud nya yang penuh salah dan khilap🙏


Belum bisa balas All bestie satu² Tapi percayalah membaca komen² kalian semua membuatku sangat bahagia, Bagaikan anak abege yang membaca surat cinta dari gebetan nya🤣🤣🤣

__ADS_1


Lope² sekebon toge lah pokonya buat All bestie semua 🥰🥰🤗🤗*


__ADS_2