
"Selamat pagi sayang!, " Cup! Satu kecupan mendarat di bibir Arum yang baru saja membuka mata pagi itu,
Siapa lagi pelaku nya jika bukan Azka sang suami tercintanya,
"Em.. Mas ih aku masih bau gini udah di sosor aja!, " Protes Arum dengan menyembunyikan wajah nya di balik selimut,
Azka terkekeh mendengar perkataan istrinya, " Enak aja mas dibilang nyosor! Emang mas ini bebek apa, " Azka membuka paksa selimut yang membungkus tubuh sang istri dan melempar nya ke sembarang arah,
"Mas!! Malu ih aku belom pake apa-apa ini, " Arum terpekik dengan upah suaminya itu tantan nya reflek mengambil bantal dan menutupi bagian intim nya,
Semalam setelah melakukan olahraga malam yang cukup panjang dan melelahkan, Arum jatuh tertidur nyenyak karena kelelahan tanpa menggunakan kembali pakaian nya,
"Sini bumil ku sayang biar mas tunjukan seperti apa sosor mensosor itu, " Ucap Azka dengan. Merangkak naik ke tempat tidur, dengan senyum nakal nya,
"Mas..!mas mau ngapain ini sudah pagi mas nggak ke kantor?, " Arum berkata cepat untuk menghentikan aksi suaminya itu,
"Ke kantor. Tapi sebelum itu mas mau menunjukan kepada istriku yang cantik ini bagaimana pria tukang sosor ini, " Tukas nya,
"Ahh mas sudah hentikan mas geli!!, " Arum tak kuasa menahan tawanya ketika Azka menciumi seluruh tubuh nya, Tanpa terlewat sedikitpun,
"Mas sudah akau capek nih dari tadi ketawa mulu, " Arum meraup wajah suaminya yang masih betah berdiam di bagian favoritnya itu,
"Em mau lagi sayang!, " Azka mengeram ketika bagian intinya terbangun sempurna,
"Sudah siang loh nanti mas terlambat ke kantor, Aku juga mau mandi nih, " Ucap Arum mengingatkan suaminya itu,
"Ya sudah yuk mas bantu mandiin, " Ucap Azka penuh semangat, Pria itu terlebih dahulu bangkit dari tempat tidur. kemudian membantu Arum bangun dan memakaikan nya handuk kimono,
"Ayo sayang mas akan membantumu membersihkan diri, " Ucap Azka lagi sembari menuntun Arum menuju kamar mandi,
Arum memincingkan matanya penuh curiga kepada suaminya itu, Dirinya sudah sangat hafal dengan berbagai modus yang sering dilakukan oleh pria itu,
Benar saja mandi yang biasanya hanya 20 menit, Kini sudah setengah jam namun kedua manusia itu belum juga keluar dari kamar mandi,
Beberapa saat kemudian,
"Sayaang!!, " Panggil Azka dengan menatap wajah istri nya dari pantulan cermin yang ada didepan mereka,
Arum duduk di depan meja rias nya dengan wajah cemberut, Sedang Azka dengan telaten menyisir rambut nya yang sudah dia potong kemarin,
__ADS_1
Bagaimna tidak cemberut suaminya itu banyak sekali mau nya jika sudah melihat nya tanpa busana,
"Jangan merenggut gitu dong sayang, Entar makin cantik trus mas kembali khilaf gimana?, " Ucap Azka menggoda istrinya,
"Mas!! Jangan gitu ih aku masih kedinginan ini, " Sahut arum yang semakin Memanyunkan bibir nya, Dan hal itu sukses membuat Azka tertawa,
"Uluhh sayang ku ngambek!!, " Azka kembali menggoda istrinya yang semakin menekuk wajah nya,
"ih Mas Azka nyebelin lutut aku sampe lemes begini, " Ucap Arum dengan bibir yang semakin maju,
Cup!
Azka kembali mengecup bibir manyun istrinya dengan gemas, "Iya.. iya maafkan mas sayang habis nya enak sih jadi mau lagi dan lagi, " Ucap nya meminta maaf tapi juga membela dirinya secara bersamaan,
Arum mendelik kan matanya saat mendengar perkataan suaminya, Sedang Azka yang melihat istrinya semakin kesal hanya tertawa kencang disertai kecupan dia berikan kepada istrinya,
"Mama!!! Ayah!! , "
Buk!! buk!! buk!!
Suara Arkha membuat kedua suami istri bertukar pandang,
"Mas tolong bukain pintunya, " Pintar Arum,
" Hay jagoan sudah wangi ternyata, Siapa yang mandiin hem? " Aska menggendong tubuh putra nya yang sudah wangi itu,
"Cudah mandi cama bu Citi, " Jawab nya
Dengan tersenyum malu-malu, Karena mendapat pujian dari sang Ayah,
"Hay sayang! Sini sama mama, " Arum merentangkan kedua tangan nya kepada putra nya itu, Yang langsung minta di turun kan oleh sang Ayah,
"Hem.... Wanginya anak mama, Sudah sarapan?, " Tanya Arum setelah puas menciumi pipi gembul putra nya,
"Beyum, Akha mau salapan cama mama juga Ayah, " Ucap bocah tampan itu,
"Ya udah yuk kita sarapan, " Ajak Azka sembari meraih tangan mungil Arkha dan menuntun nya keluar kamar, Tidak ketinggalan sebelah tangan nya merangkul bahu sang istri,
Pemandangan sebuah keluarga kecil yang bahagia,
__ADS_1
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Setelah sekian lama berjalan kaki dibawa teriknya mentari pagi menjelang siang itu, Nur memilih berteduh di bawa pohon rindang yang bersebelahan dengan sebuah sekolah Dasar,
"Ha!! Panas sekali. Mana haus pula uang gak ada, Ih!! dasar nenek lampir sisa uangku di ambil semua lagi, " Gerutunya dengan tangan mengipas-ngipas wajah nya yang kegerahan,
Wajah nya menoleh ke sana kemari dengan perasaan dongkol, Saat menoleh kearah gerbang sekolah pandangan nya menajam,
Kala matanya menangkap seorang anak SD yang baru keluar dari gerbang sekolah itu, Wajah nya begitu familiar, Nur berpikir keras siapa anak laki-laki tersebut,
Matanya membola kala mengingat siapa anak laki-laki tersebut, dengan senyum smirk wanita itu menggeret koper nya berjalan menuju dimana anak itu berdiri,
Mengesampingkan rasa panas mentari yang menyengat kulit nya, Nur terus saja berjalan hingga jarak nya dan anak itu semakin dekat,
"Ah.. bukan kah nasib baik tengah berpihak kepadaku, Kita lihat saja apa yang akan aku lakukan, " Monolog nya kaki nya terus melangkah mendekati Dimas yang berdiri di atas trotoar menunggu jemputan nya tiba,
Jalan raya siang itu terlihat sangat padat sebab sebentar lagi waktu makan siang tiba, Banyak pengendara motor yang melaju lumayan kencang,
Tinggal beberapa langkah lagi semua akan beres, begitu lah yang ada di otak sempit nya,
Nur memelankan langkah nya saat akan mendorong Dimas ke jalan Raya,
"Maaf adik tapi ini juga karena ibumu, Jadi silahkan salahkan ibumu yang telah merebut calon suamiku, " Batin nya sebelum tangan nya terulur hendak mendorong Dimas,
Namun sedetik berikut nya tangan seseorang lebih dulu membungkam mulut wanita itu dengan sebuah sapu tangan yang telah di beri obat bius,
kejadian itu sangat cepat sehingga tidak ada yang menyadari hal itu, Tubuh Nur dengan cepat berpindah kedalam sebuah mobil kemudian mobil itu melaju dengan cepat,
Tak berselang lama Desi muncul dari arah yang berlawanan dengan mobil yang membawa tubuh Nur, Untuk menjemput Dimas,
"Maaf sayang ibu telat jemput nya, Tadi ibu anter pesanan risol dulu, " Ucap Desi meminta maaf kepada putra nya karena terlambat menjemput nya,
"Nggak apa-apa bu, belum lama juga kok keluar nya, " Jawab Dimas, sembari naik keatas motor dan memeluk pinggang ibunya dengan erat,
All bestie maaf ya up nya moyoi 😁😁
jangan Lupa ya komen komen nya 🥰
aku tunggu loh😉😉🥰😘
__ADS_1