
"Brengsek!!! Semua ini karena wanita itu, " Nur berteriak di kostΒ²an nya meluapkan segala amarah yang terpendam di hatinya,
Dirinya tidak hanya di pecat dengan tidak hormat, gajinya pun dipotong seratus persen oleh manager nya, Dia keluar hanya membawa badan dengan rasa sakit akibat terkena kuah sup panas,
Belum lagi rasa malu yang tidak terhingga akibat ulah Lulu yang memaki-maki nya di depan umum,
"Kurang ajar sekali dia!!! Kenapa Wanita murahan itu bisa mengenal orang-orang seperti Tuan Azka sih, " Gerutunya sembari mengoles kan salep pada lengan nya yang memerah,
"Apa dia beneran kerabat nya Tuan Azka?" monolog nya, Sesekali meringis saat salep itu mengenai kulit nya yang hampir melepuh itu,
"Hah Kalau saja wanita itu tidak menghalangiku, Aku pasti sudah berhasil membuat Janda gatel itu di benci oleh Tuan Devan, " Kesal nya dengan meremas kuat kemasan salep itu,
"Awas saja aku pasti akan membalas semua ini!! Lihat saja nanti, " Geram nya masih tidak sadar dengan apa yang telah di perbuat nya,
"Hahh sekarang harus kerja apa lagi, Nyonya Tua itu juga nggak ada kabar nya, Butik nya juga sudah ganti bos, " Nur berbicara sendiri seraya membaringkan dirinya di kasur,
"Kemana ya perginya Kenapa dia bisa menghilang bagaikan di telan bumi saja, " Ucap nya lagi,
Terkadang seseorang yang sudah tertutup mata hatinya tidak bisa berpikir dengan baik, Sudah salah tapi tidak sadar, Malah menyalahkan orang lain dan semakin membenci orang yang telah ia sakiti itu,
πππππππππ
"Terima kasih banyak ya Lu. Untung ada kamu yang menghalangi wanita itu, kalau nggak mba nggak tahu apa yang akan terjadi tadi, " Desi mengucapkan terimakasih kepada Lulu karena telah melindungi Citra dari bahaya,
"Sama-sama mba, nggak perlu sungkan sama aku," Jawab Lulu,
"Wanita tadi bukan nya dulu adalah pengasuh Citra?, " Tanya Arum sebab dulu Devan pernah berkunjung ke rumah nya dengan membawa Citra dan pengasuh nya itu,
"Iya Ar. namanya Nur dia sudah lama di pecat karena suatu masalah, Aku juga nggak tahu apa masalah nya dia dipecat oleh mas Devan," Jelas Desi yang memang tidak tahu tentang penyebab di pecat nya pengasuh Citra itu,
Yang dia tahu hanya Devan datang menitipkan Citra kepadanya, Tanpa memberitahu nya tentang pengasuh nya itu,
__ADS_1
"Apa ada sesuatu yang terjadi diantara wanita itu dengan Mas Devan?, " Ucap Arum menebak-nebak,
"Entahlah mba juga nggak tau Ar. Mungkin nanti akan mba tanyakan sama mas Devan apa yang terjadi dengan Pengasuh itu, menggapa sampai di pecat, " Ucap Desi masih diliouti tanda tanya di hatinya,
"Saran aku nih ya. Sebaik nya mba Desi ceritakan tentang kejadian tadi kepada mas Devan, karena merunut ku wanita tadi nggak akan kapok pasti nanti akan mengulangi perbuatan nya lagi, " Saran Lulu kepada Desi,
"Nah benar tuh mba, Lebih baik mba beritahu mas Devan biar bisa mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan di kemudian hari, " Sahut Arum mendukung saran Lulu,
"Iya mba lebih cepat lebih baik jangan mendunda-nunda sesuatu, kita nggak tahu rencana apa apalagi yang akan dia lakukan kedepan nya, " Tukas Lulu lagi ketiga wanita itu sedang menikmati pijatan pijatan di kepala dan batu mereka, di sebuah salon kecantikan,
"Permisi mba Lilik. Apa pak Devan ada didalam?, "
Sekretaris Lilik memperhatikan wanita yang berdiri di depan meja nya itu dengan seksama,
Seperti familiar Namun ini lebih cantik dan fresh dengan rambut sebahu nya,
"Maaf apa sudah membuat janji dengan beliau?, " Tanya nya sebab tidak ada agenda akan kedatangan tamu hari ini
"Belum mba, Tapi saya ada perlu dengan beliau, bisa tolong katakan jika Desi ingin bertemu, " Tukas Desi dengan tersenyum ramah kepada sekretaris calon suaminya itu,
"Halo pak, Ini ada yang ingin bertemu bapak, Nanya Desi pak. Iya Pak baik, " Sekretaris Lilik menaruh gagang telpon itu ke tempatnya semula, kemudian memandang Desi dari atas kebawah,
"Silahkan mba, pak Devan ada didalam, " Sekretaris Lilik mempersilahkan Desi untuk langsung masuk kedalam ruangan Devan,
"Terima kasih mba, " Ucap Desi sebelum berlalu dari hadapan Lilik,
Ya setelah mereka selesai dari salon, Arum menyuruh Desi untuk menemui Devan sore itu, Sedang anak-anak akan Arum bawa pulang bersamanya,
Desi pun menyetujui saran dari Arum, Demi keselamatan bersama, Desi tidak ingin kejadian yang menimpa Danur terulang kembali,
Desi mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk, Setelah mendengar suara Devan yang mempersilahkan nya masuk Desi pun mendorong pintu itu dengan perlahan,
__ADS_1
"Maaf mas aku datang mengganggu mu " Ucap Desi dengan senyum manis nya,
Devan yang baru menoleh setelah mendengar suara lembut kekasih nya, begitu terpana dengan penampilan Desi kali ini,
Sore itu Desi mengenakkan sebuah Dress warna hijau muda dengan motif daun, rambutnya yang biasa di kuncir kuda kini telah dipotong sebatas bahu yang dibiarkan terurai bebas, Wanita pujaan nya itu terlihat sangat cantik hari ini,
Desi di buat bingung sebab pria itu menatap nya tanpa berkedip, Desi melihat penampilan apakah ada yang aneh pada dirinya,
"Mas Devan apa kedatangan ku mengganggu pekerjaan mu?, " Tanya Desi dengan raut bingung dan juga khawatir jika ia telah mengganggu pekerjaan pria itu,
"Ah tidak sama sekali sayang, Maaf aku terpesona dengan penampilan baru calon istriku ini, " Devan berjalan menyambut kedatangan wanita tercintanya itu,
"Tapi dari tadi mas hanya diam saja, aku pikir telah mengganggu waktumu!, " Lanjut Desi lagi,
"Nggak seperti itu sayang aku terlalu terpana dengan penampilan yang seperti ini, kamu tambah cantik aja hari ini, " Devan berucap seraya membawa Desi kedalam pelukan nya,
menghirup aroma rambut Desi yang wangi, Ia tahu jika wanitanya ini pasti baru saja dari salon,
"Kamu sengaja menemuiku ada apa?, " Tanya Devan saat pelukan mereka terurai,
"Hem.aku ingin membicarakan sesuatu kepadamu mas, " Ucap Desi serius,
"Membicarakan sesuatu dengan ku?, " Tanya Devan mengulang perkataan Desi, dengan mengkerut kan kedua alis nya,
"Apa yang ingin kamu bicarakan sayang, Aku siap mendengarkan nya, " Ucap Devan lagi,
" Maaf mas sebelum nya aku ingin bertanya dahulu, Tentang.. tentang Nurlinda. " Desi berucap dengan hati-hati jangan sampai Devan merasa tersinggung akan pertanyaan nya,
Devan tentu sangat terkejut saat Desi menyebut nama mantan pengasuh putri nya yang telah ia pecat karena perbuatan lancang nya,
All bestie segitu dulu yess π
__ADS_1
Maaf keun jika banyak typonya, belum sempat revisiπ
jangan lupa jejak jejak nya ya π₯°π₯°π₯°π