
Lulu yang sedang menunggu suaminya merespon panggilan nya, Berdiri dengan menghadap tembok, Wanita itu memejamkan matanya sepersekian detik, Namun insting nya yang kuat akan pergerakan seseorang yang berada di belakang nya semakin kuat saja,
Lulu semakin mengeratkan genggaman tangan nya pada ponsel yang menempel pada telinganya, Saat langkah kaki itu semakin mendekat kepadanya,
Tepat saat Damar merespon panggilan nya, Seketika itu pula Lulu berbalik dengan melayangkan satu tendangan yang lumayan keras tepat mengenai sasaran,
Phak!! Bugg!!
Tendangan maut Lulu tepat mengenai dada seseorang yang sedikit terlempar dan jatuh membentur dinding lorong itu,
"Siapa kau?!!, " Tanya Lulu tidak memperdulikan ponsel yang ada di tangan nya yang sudah tersambung dengan Damar,
"Ku.. kurang ajar!! " Sabira mengumpat dengan memegang dadanya yang nyeri akibat terkena tendangan Lulu yang cukup keras, Botol karbol yang ada di tangan nya terlempar lumayan jauh,
"Wanita sialan!! Beraninya kamu ha!!, " Sabira berdiri berniat membalas Lulu namun belum juga ia berdiri tegak Lulu sudah kembali menendang Lutut nya hingga membuat Sabira tersungkur di lantai,
"Katakan apa niat mu menyerangku? Apa yang kau inginkan dariku atau jangan-jangan kau mengincar Nona mudaku?!! " Tanya Lulu dengan suara yang begitu nyaring, Lulu tidak bisa mengenali Sabira sebab wanita itu mengenakan kan masker yang menutupi sebagian wajah nya,
Sabira tidak menjawab pertanyaan dari Lulu, wanita itu masih sibuk dengan menahan nyeri di bagian dada nya akibat tendangan Lulu tadi,
"Oh rupanya wanita miskin itu telah berhasil meraih mimpinya menjadi Cinderella dalam dongeng! " Cibir sabira dengan senyum sinis
Lulu yang mendengar perkataan wanita itu mengedar kan pandangan nya di sepanjang lorong toilet itu, suasana toilet saat itu mendadak sepi tidak seperti biasanya, Apakah semua ini sudah di rencanakan oleh wanita di depan nya ini, Batin Lulu,
Jika demikian itu berarti wanita ini tidak mungkin sendiri, Pasti ada yang lain nya yang belum keluar menunjukan diri mereka, Lulu semakin waspada sesekali matanya melirik pintu toilet yang masih tertutup rapat itu,
Bertanda jika Arum belum selesai dengan urusan nya di dalam sana, Dengan ekor matanya mengawasi sekitar nya,
Teringat dengan ponsel yang ada di tangan nya, Lulu segera men cek ponsel nya yang ternyata masih tersambung dengan suaminya
Baru saja Lulu akan berbicara untuk memberitahukan posisi dan yang tengah terjadi saat ini kepada Damar,
Namun sebuah tendangan melayang ke arah nya dari arah samping, Lulu dengan gesit menghindar kemudian membalas nya dengan tendangan pula yang sukses mengenai perut pria tersebut yang juga mengenakan kan masker di wajah nya,
Perkelahian di antara Lulu dengan Adit tidak terelakkan lagi, Adit yang melihat dari jauh istrinya terlempar akibat mendapatkan serangan dari target mereka, Segera mendekat dan berniat membalas serangan Lulu kepada sang istri,
Sementara Damar yang mendengar suara gaduh dari sambungan telpon ya dengan Lulu segera meninggalkan relasi bisnis Dewantara group itu tanpa pamit, Pria tampan itu berjalan dengan langkah lebar dengan wajah tegang,
Jantung nya berdegup kencang saat mendengar suara Lulu yang merintih dari earphones yang ada di telinganya nya, yang tersambung dengan ponsel nya,
Damar mendatangi Azka yang sedang menyuapi Rakha dengan eskrim di tangan nya,
__ADS_1
"Tuan muda kemana Nona dan Lulu?, " Tanya nya dengan wajah panik yang begitu kentara,
Azka bisa melihat itu dengan jelas, perasaan nya semakin tidak karuan saat ini, "Toilet!!, " Ucap nya dan seketika ia beranjak dari kursinya dengan panik,
Hal itu tidak luput dari perhatian Roy dan yang lain nya, Ketiga pria itu kompak berdiri dan menghampiri kedua pria yang tengah panik itu,
"Bro titip anak gue!!, " Setelah mengatakan hal itu Azka segera berlari menuju toilet dimana istrinya berada saat ini, di susul oleh Damar di belakang nya,
Sementara itu di depan toilet Lulu kembali melayang kan tendangan nya kepada Adit namun Adit cepat menghindar dengan membalas melayangkan tendangan nya yang mengenai perut Lulu,
Membuat Lulu berjongkok meringis menahan sakit yang luar biasa pada bagian bawah perut nya, dengan satu tangan nya yang bertumpu pada lantai,
Cekleek!!
Suara pintu toilet yang terbuka membuat Lulu mengangkat wajah nya dan menoleh kearah Arum yang nampak pias saat bertatapan dengan Sabira,
Apalagi saat pandangan mereka bertemu, Arum semakin panik saat melihat sudut bibir Lulu yang mengeluarkan darah segar,
"Hay wanita murahan! Sudah lama kita nggak bertemu ya, Sepertinya kamu sangat bahagia dan Sangatt!! Menikmati peran mu sebagai Nyonya Dewantara heh!! " Sabira berjalan mendekati Arum dengan sedikit tertatih,
Arum berdiri dengan kedua tangan nya reflek memeluk perut buncit nya, Dengan perasaan panik,
"Menjauh dari Nonaku!!, " Teriak Lulu
Namun baru dua langkah Adit kembali Melayangkan tendangan nya kepada Lulu, Sehingga membuat Lulu kembali tersungkur,
Sekuat-kuatnya seorang wanita pasti tidak akan sebanding dengan kekuatan seorang pria,
"Kau tahu. Aku sangat menantikan hal ini, Menantikan kehancuran Azka, kehancuran kalian yang telah membuat hidup ku bagai di neraka, Aku sangat membenci kalian berdua karena kalian telah menghancurkan hidupku, " Teriak nya yang menggema di lorong toilet itu,
"Bukan kah Nyonya sendiri yang menginginkan pernikahan kami? Lalu apa masalah nya sekarang. mengapa nyonya Sabira menyalahkan saya dan suami saya atas apa yang anda alami saat ini, "
Tukas Arum mencoba membalas perkataan Sabira yang menyudutkan nya,
"Bukan kah ini yang anda mau Nyonya? Anda yang menyingkirkan suami anda dengan cara halus, dengan menikahkan nya dengan ku, Apa anda melupakan hal itu Nyonya Sabira?, "
Arum berkata dengan menatap wajah Sabira yang menghentikan langkah nya dan menatap nya dengan berang,
"Jangan melempar semua kesalahan kepada kami, Kami hanya korban dari keserakahan kalian berdua yang ingin menguasai harta kekayaan Mas Azka," Lanjut Arum lagi mencoba menghalau rasa panik nya, sembari berdoa dalam hati semoga Suaminya segera datang menolong nya,
sesekali ia melirik Lulu yang masih berusaha melawan Adit dengan sisa tenaganya, Arum semakin panik saat melihat keadaan Lulu
__ADS_1
"Sabira semakin kesal saat mendengar semua perkataan Arum, Memang dirinyalah yang menginginkan semua ini, Tapi ternyata rencana nya tidak berjalan sesuai dengan apa yang dia inginkan,
Tidak pernah menyangka jika Wanita muda yang di depan nya itu akan sungguh-sungguh merawat Azka hingga pria itu sembuh dan kembali mengambil alih semua hartanya,
" Tutup mulut mu wanita sialan!!, " Sabira mengeluarkan pisau di tangan nya "kau sebaik nya mati saja!!, " Sabira mengayunkan pisau di tangan nya kearah Arum dengan tiba-tiba, membuat Arum tidak dapat menghindar serangan tersebut,
Bug!!!
"Aku bilang jangan sentuh Nona ku!!,"
Lulu sekuat tenaga menendang kepala Adit hingga termundur beberapa langkah dan segera berlari kearah Arum dan Sabira, Sebelum pisau itu mengenai Tubuh Arum Lulu segera menghalanginya dengan tubuh nya,
"Ukh!!, "
Lulu merintih tertahan saat pisau tajam itu menbus bahu kirinya, sedang Arum termundur beberapa langkah karena terdorong oleh tubuh Lulu yang berusaha menyelamatkan kan nya hingga tidak dapat menjaga keseimbangan nya dan jatuh terduduk lumayan keras karena bobot tubuh nya yang tengah hamil besar,
"Brengsek!!! " Teriak Azka yang berlari mendekat dengan beberapa anak buah nya dan Juga Damar,
Bug!!!
Tanpa Aba-aba Azka menghajar Adit, Adit yang tidak siap dan tidak menyangka akan kehadiran Azka membuatnya tidak bisa mengelak pukulan membabi buta dari Pria yang dulu adalah teman baik nya itu,
"Sayang. maaf kan aku. maaf kan aku yang tidak bisa menjagamu, "
Sedangkan Sabira yang panik karena kehadiran Azka dan Anak buah nya pun segera berlari tanpa menghiraukan Suaminya yang sudah babakbelur ditangan Azka,
"Tangkap wanita sialan itu dan bawa mereka ke markas!!" Perintah Damar dingin kepada beberapa orang anak buah nya yang baru ia hubungi tadi saat menuju ke toilet itu,
"Sayang!! " Damar menghampiri Istrinya yang sudah tidak sadarkan diri, dengan pisau yang masih menancap di bahunya, Damar segera menggendong tubuh Istrinya dan berlari keluar dari hotel itu melalui pintu samping,
Sedang Azka sudah lebih dulu membawa Arum di bantu dengan kenapa orang anak buah nya,
Mohon maaf ya All bestie up nya moyoy lagi🙏
terus terang agak syusahh nyari anuu nya😌😌
takut gak sesuai harapan All bestie semua☺
maaf kan ya jika bab kali ini agak Gaje mungkin, 🙏
Dan jangan lupa ya untuk komen dan like nya Aku menunggumu persis seperti judul lagu🤣
__ADS_1