Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab, 158


__ADS_3

Andre meletakkan tubuh kurus Nurlinda di atas tempat tidur empuk nya, wanita itu tidak terganggu sedikitpun, Sepertinya tidur nya sangat pulas sehingga tidak bergeming saat Andre membawanya sampai ke kamar,


Dipandanginya wajah pucat wanita yang sudah beberapa kali ia kukung itu,Sangat terlihat wajahnya tirus nan pucat, Walaupun begitu wanita itu tetap cantik di matanya,


" Kamu itu cantik dan manis, Kenapa kita harus bertemu dengan cara seperti ini, Kenapa kamu harus terlibat dalam masalah yang berat, yang membuat rugi dirimu sendiri,"


Lirih Andre sangat pelan, Tangan nya menyibak anak rambut yang menutupi wajah cantik wanita yang telah beberapa kali memberikan kehangatan padanya,


Wanita yang telah mengusik pikiran dan juga perasaan nya selama seminggu ini, Usapan tangan nya perlahan turun hingga kini ibu jarinya telah mengusap pelan bibir ranum yang sedikit pucat dan kering itu,


Perlahan Andre membungkuk kan badan nya, Sehingga dengan mudah meraih bibir Ranum itu dengan bibir nya, Menyesap nya perlahan dengan lembut, Walaupun tidak ada perlawanan dari sang empunya,


Pria itu terus me lu mat dan menyesap benda kenyal yang sangat manis itu, semakin lama lu ma tan itu semakin menuntut, Sang adik yang sejak tadi tertidur pulas kini sudah mulai menggeliat dan mengencangkan otot-otot nya, Siap melakukan pertempuran yang membawa ke nikmatan tiada Tara,


Sebelah tangan nya sudah tidak sanggup lagi berdiam diri, Kini mulai bekerja sesuai instruksi otak nya,. Tangan lebar nan kekar itu kini mulai memainkan squisi yang telah menjadi mainan favoritnya nya,


Dan perbuatan tangan nakal nya itu membuat sang empunya tubuh menggeliat antara geli dan juga nikmat secara bersamaan, Bagai mimpi namun terasa begitu nyata, Perlahan Nurlinda membuat kedua matanya yang seketika tertutup kembali akibat silau cahaya lampu yang menyorot netra nya,


Nurlinda sangat kaget dengan apa yang terjadi saat ini, dengan segera ia mendorong tubuh tegap seseorang yang tengah mengukung nya, Namun bukan nya lepas dan menjauh pria itu semakin mengeratkan kukungan nya,


Kruuk...


Sebuah suara yang berasal dari perut Nurlinda berhasil memecah kesunyian di malam yang masih terbilang sore itu, Suara yang tidak terduga namun mampu membuat sang pria menghentikan aktifitas nya,


Perlahan Andre menarik tubuh nya dari Nurlinda, di pandangi nya wajah tirus itu kini tengah memalingkan wajah nya dengan kedua pipi nya yang memerah menahan malu.akibat dari suara perut nya sendiri,


"Kamu lapar?," Tanya Andre dengan mengusap sebelah pipi Nurlinda yang kini tengah menatap nya setelah ia menghadap kan wajah mereka,


"Kamu tidak makan dengan benar selama aku tidak ada?," Lanjut nya dengan memicingkan matanya menatap Nurlinda yang kembali membuang pandangan nya ke arah lain,


Nurlinda duduk di kursi dengan tangan menumpu di atas meja, sejak tadi perhatian nya tidak teralih dari sesosok pria kekar nan tampan itu yang sedang berkutat dengan alat-alat dapur,

__ADS_1


Pria dingin nan kejam itu tengah memasak untuk nya,. Nurlinda terus saja memperhatikan Andre, "benarkah dia itu pria kejam yang aku kenal beberapa bulan ini, ". Batinya bertanya-tanya,


Sepiring nasi goreng seafood kini telah terhidang di depan nya, liur nya hampir saja menetes saat mencium aroma lezat itu,


"Ayo makan, jangan menatap nya saja, makanan tidak akan mungkin berpindah keperutmu dengan hanya menatap nya tanpa berkedip,"


Tukas Andre sembari meletaknkan segelas susu murni di samping piring nasi goreng tersebut.Kemudia pria itu menarik kursi di sebelah Nurlinda dan mendudukkan dirinya disana,


Nurlinda mendengus kesal saat mendengar nada suara Andre yang selalu membuat nya jengkel,


"Apa perlu aku menyuapimu?," Tanya Andre melirik Nurlinda, " Makan yang benar.jika kamu menurut dan bisa mengatur pola makan mu, Minggu depan aku akan membawa mu mengunjungi Ibu," Tukas Andre lembut,


Nurlinda sontak menoleh kepada pria yang baru pertama kali melembutkan intonasi suaranya itu, Namun yang membuat nya terkejut adalah perkataan pria itu yang mengatakan ingin membawanya bertemu dengan ibunya,


"Apa yang kamu..."


"Ya. Jika kamu menurut dan tidak mengabaikan pola makan mu, Minggu depan kita akan mengunjungi ibu mu di Desa," Jelas Andre dengan wajah serius menatap Nurlinda yang juga menatap nya tanpa berkedip,


Setelah menidurkan Arkha dan juga menegok baby twins nya dan memastikan semuanya baik-baik saja, Arum kembali ke kamar nya, Untuk beristirahat. Hari ini sangat lelah belum sempat membaringkan tubuh nya karena teman-teman Azka yang berkunjung ke rumah nya,


Tidak enak jika ia tinggal masuk ke kamar kan, Alhasil Arum pun menemani mereka hingga sore hari, Setelah menidurkan putra nya ia segera kembali ke kamar nya,


" Sini sayang, " Azka merentang kan sebelah tangan nya sebagai isyarat agar Arum masuk dalam pelukan nya, Saat melihat istrinya masuk kedalam kamar,


Arum pun menuruti kemauan sang suami, wanita itu langsung merangkak naik ke tempat tidur dan merebahkan kepalanya di lengan kokoh sang suami,


Azka langsung merengkuh tubuh istri nya menenggelamkan wajahnya di celuk leher Arum dan menghirup aroma khas sang istri yang selalu menjadi candu untuk nya,


"Mas kangen banget sama kamu sayang," Ucap nya samar.sebab pria itu sudah mengecup leher nya tanpa henti,


Selama berada di rumah sakit Azka selalu menahan hasrat dan keinginan nya untuk melakukan lebih, ia hanya berani memeluk istri nya saja, Sadar dengan kondisi dan juga tempat nya,

__ADS_1


Dan sekarang dirinya telah bebas dan leluasa memeluk dan juga menciumi sang istri, tanpa khawatir akan di ganggu seseorang,


"Mas geli jangan begitu, lagian kangen gimana kan tiap hari juga bersama selama di rumah sakit, " Ucap Arum dengan suara tertahan saat merasakan sesuatu di balik tubuhnya yang sudah mengeras,


"Mas nggak bisa menahan nya lagi sayang, kamu bisa merasakannya kan? kepala mas rasanya sakit banget kalau nggak di salurkan," Sahut Azka dengan suara serak nya, bibir nya terus saja menyusuri leher hingga bahu Arum,


Tak puas sampai disitu, Azka kini telah meloloskan pakaian yang dikenakan kan sang istri hingga hanya tersisa dalaman saja,


"Tapi mas. Aku belum bisa.., "


"Mas paham sayang,kamu jangan khawatir hem," Potong Azka cepat, Jakun Azka naik turun saat melihat bukit kembar favoritnya yang selalu ia rindu kan itu,


Apalagi saat ini benda itu begitu bulat dan padat, bahkan ukuran nya lebih besar dari sebelum nya, Semakin membuatnya tak sabar ingin segera mencicipi nya,


Arum mengigit bibir nya saat merasakan hangat nya bibir Azka yang menjelajah area bukit kembar nya, Satu tangan Azka meraih tangan kanan nya dan menuntun nya menuju sang Adik yang sudah terbangun sempurna,


"Tolongin mas sayang ahh!! " Azka mengeram tertahan dengan mulut terkatup menyesap ujung bukit yang bernutrisi itu, saat merasakan remasan hangat tangan Arum pada adik nya,


Arum yang merasa kasihan saat melihat wajah memerah suaminya pun segera memberikan pijatan lembut namun begitu memabukkan pada benda keras namun tak bertulang itu, Yang berhasil membuat sang empunya mengeram berkali-kali,


Semakin lama kulu man Azka pada bukit kembar nya semain brutal seiring dengan tangan Arum yang mempercepat durasi pijatan nya, pada benda yang mulai berkedut itu, Siap menumpahkan lahar hangat nya,


Setelah mendapatkan pijatan selama 25 menit, kini tubuh Azka telah ambruk di sebelah Arum sedang keringat yang mengembun di kening nya,


"Terima kasih sayang. Kamu memang yang terbaik," Ucap Azka dengan mencium kening dan Melu mat bibir sexy istrinya begitu lama,Sehingga Arum memukul lengan nya sebab sudah hampir kehabisan nafas, Akibat ulah nya,


"Maaf sayang. mas kangen banget sih, Apalagi dengan ini, " Azka menyentuh daerah intim Arum yang masih bersegel, Arum segera menepis pelan tangan suaminya, Kurang nyaman baginya jika masih bersegel di sentuh, setalah itu ia bangun dan melangkah menuju kamar mandi guna membersihkan tangan nya yang lengket oleh cairan kental suaminya,


Melihat itu Azka pun segera menyusul sang istri, Untuk membersihkan tubuh bagian bawah nya dengan sang adik yang telah terkulai lemas usai mendapatkan pijatan luar biasa,


SUDAH YA, SUDAH PANJANG TERNYATA, AKU MAU REHAT DULU, MAU MELURUSKAN URAT2 JEMPOLKU YANG KAKU,🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2