
Devan terus berjalan dengan satu tangan nya menggandeng tangan kekasih tercintanya, Tanpa memperdulikan tatapan para karyawan nya,
"Mas lepas aja orang-orang melihat kita, " Desi berkata sangat pelan karena merasa risih di tatap beberapa orang yang melihat nya dengan tatapan sinis,
"Biarkan saja jangan pedulikan mereka, " Ucap Devan dengan melepas gandengan tangan Desi kemudian berganti merangkul pinggang nya,
Desi merasa sangat tidak nyaman sebab mata-mata mereka menyiratkan ketidak sukaan mereka kepadanya, Sangat terlihat di raut wajah setiap karyawan wanita yang berpaspasan dengan mereka,
Tïba di depan ruangan nya Damar melewati meja sekretaris nya, Damar berhenti sejenak, " Lilik jika ada yang mencariku katakan aku sedang sibuk, Jangan biarkan siapapun masuk kedalam ruangan ku, "
Pesan nya setelah mengatakan itu tanpa menunggu jawaban dari sekretaris nya, Devan berlalu dari sana membawa Desi kedalam ruangan nya,
Sekretaris Lilik hanya menganggukan kepalanya sebagai respon, Mau menjawab pun orang nya sudah berlalu dari hadapan nya,
Dalam hati Lilik bertanya-tanya, Ada hubungan apa Atasan nya itu dengan wanita yang ia ketahuilah sebagai owner katering yang pernah mereka order dulu,
Sesampainya didalam Devan langsung mengunci pintu ruangan nya agar tidak ada Yang menggagu dirinya yang ingin berduaan dengan w anita tercintanya itu,
Tanpa aba-aba Devan langsung memeluk tubuh Desi dari belakang, Saat wanita itu sedang asik menata makanan yang ia bawa diatas meja,
"Mas! ayo makan dulu, " Ajak Desi mengusap lengan Devan yang melingkar di pinggang nya, Dada nya berdesir menimbulkan arus-arus listrik yang menjalar di seluruh tubuh nya, kala Devan memeluknya dari belakang,
"Nanti sayang mas ingin makan yang lain dulu, " Devan menyibsk rambut sebahu Desi memperlihatkan leher putih nan mulus Desi, Devan mencium celuk itu menghirup aroma tubuh desi yang sudah menjadi candunya,
"Mas jangan begini, " Desi ingin menyudahi kegiatan Devan yang sedang asik nenciumi celuk lehernya, Hal ini tidak baik untuk dirinya dan juga Devan, Desi takut bila kehilangan kendali akan sentuhan seorang pria,
Tidak bisa dipungkiri dirinya yang sebagai wanita dewasa yang sudah pernah menikah sebelum nya, Juga merindukan sentuhan seorang pria, Namun Dengan segala kekuatan nya ia melawan semua itu saat berdekatan atau bermesraan dengan Devan,
"Ahh sayang aku nggak tahan ingin lebih dari ini, " Devan menyudahi cumbuanya, Dengan menempelkan kepalanya di punggung Desi yang masih membelakanginya,
Jika tidak segera ia sudahi dia akan kehilangan kendali dan akan di pastikan dirinya akan membopong wanitanya itu kedalam kamar pribadinya yang ada di ruangan itu,
Mendengar keluhan Devan membuat Desi merasa sedikit bersalah, Pasalnya dirinya lah yang menginginkan pernikahan mereka di laksanakan setelah kesembuhan Danur,
__ADS_1
"Sabar ya mas. Maafkan aku yang telah membuatmu menunggu, " Desi membalikan tubuhnya sehingga wanita itu bisa melihat wajah murung Devan,
Dengan kedua tangan nya Desi merangkum wajah pria yang telah memberinya cinta itu, Dengan perlahan ia mendekatkan wajah nya, Sehingga keduanya tidak berjarak lagi, Jantung nya selalu berdesir setiap kali berdekatan dengan pria ini,
Pria Duda satu anak ini telah berhasil mencuri hatinya, Meluluhkan hatinya yang beku akibat kelam nya masalalu yang perna ia alami,
Dengan segenap keberanian nya Desi menempelkan bibir nya pada bibir Devan yang tentu saja menyambut nya dengan bahagia, Wanitanya sudah mulai berani mencium nya lebih dulu,
Masih dengan tautan kedua bibir mereka Devan membawa Desi duduk di sofa dengan Desi yang berada di atas pangkuan nya, Keduanya saling memberi rasa menyalurkan dahaga yang telah lama terpendam,
Satu tangan Devan mengusap-usap punggung Desi, sedang satu nya lagi menahan tengkuk Desi guna mmperdalam ciuman mereka,
"Sudah cukup mas, sekarang ayo kita makan, " Ucap Desi setelah tautan bibir mereka terlepas, Dengan kedua tangan nya Desi merangkum wajah Devan yang memandangvnya dengan tatapan sayunya,Sangat terlihat sekali bila pria itu menginginkan hal lebih,
"Sabar ya sebentar lagi, " Desi memeluk kepala Devan dengan sayang, Menyalurkan semangat kepada calon suaminya itu Sementara Devan pria itu mati-matian berusaha untuk tetap waras dan mengendalikan dirinya, Si otong sudah sangat berkedut di bawah sana,
Dia sudah berjanji akan menunggu sampai saat nya tiba,
" Ayo mas makan dulu nanti keburu dingin makanan nya, " Desi turun dari pangkuan Devan setelah pria itu melonggarkan belitan tangan nya di pinggangnya, Kemudian wanita cantik itu mengulurkan tangan nya untuk berpindah tempat,
Devan menyambut uluran tangan wanitanya kemudian berdiri dan berjalan berpindah tempat dimana sajian makan siang nya telah tertata dengan rapih di atas meja,
Dari aroma nya saja sudah membuat perutnya kroncongan minta segera di isi "Silahkan mas semoga mas suka dengan masakan aku,"
Desi menyodorkan piring yang telah ia isi dengan nasi dan juga lauk pauk nya kepada calon suaminya itu, Yang di sambut dengan senang oleh Devan, " Terima kasih sayang,"
Desi juga mengisi piring nya dengan nasi serta lauk nya, Keduanya tidak bersuara saat keduanya menikmati acara makan siang mereka,
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Damar terbangun saat mendengar dering ponsel nya yang ada di atas nakas sebelah tempat tidur nya, Satu tangan nya meraih ponsel tersebut, Ternyata Azka yang mengirimkan pesan, Menyuruhnya menemuinaya malam ini di rumah,
Setelah membalas pesan Azka dan meletakan kembali ponsel nya di atas nakas, Kini perhatian Damar tertuju pada wanita yang kini tengah berada dalam pelukan nya, Gadis bar-bar nya itu sekarang sudah menjadi seorang wanita seutuh nya setelah ia berhasil membobol gawang pertahanan nya,
__ADS_1
Damar mengecupi wajah Lulu yang masih setia memejamkan matanya itu, Sehingga membuat nya terganggu dan akhirnya membuka matanya dengan perlahan,
" Hem abang gelii!! " Lulu berusaha menyingkirkan tangan Damar yang asik bermain-main di area gunung kembar nya, Namun bukan nya berhenti kini pria itu telah mengubah posisi nya menjadi di atas Lulu, Dengan mencumbui istrinya kembali,
Hal itu sontak saja membuat Lulu panik, Bukan apa-apa, inti tubuhnya masih sangat nyeri sehabis di bobol, Dan kini suaminya itu terlihat akan mengulangi nya lagi,
"Abang!!! hentikan ini masih sakit! " Rengek nya dengan tampang memelas mentap wajahnya suaminya yang kini juga menatap nya,
"Apa masih sangat sakit? " Tanya Damar dengan mengecup bibir Lulu sedikit lama,
"He'em.aku juga lapar bang, " Baru saja Lulu mengatakan jika dirinya lapar, Kini perut nya ikut berbunyi menandakan jika memang dirinya sangat lapar saat ini,
"Baiklah sayangku, Kita mandi dulu ya setelah itu kita makan," Damar turun dari tempat tidur nya dengan tubuhnya polos nya berjalan menganbil handuk didalam lemari kemudian melilitkan nya di pinggangnya,
Lulu yang melihat itu semua hanya mengalihkan pandangan nya dengan kedua pipi yang sudah merona malu, Saat kembali melihat tubuh lolos suaminya,
Setelah melilitkan handuk Damar berjalan menuju kamar mandi mengisi . Bathup dengan air hangat kemudian ia kembali keluar dan duduk di samping Lulu yang kini sudah duduk dengan bersandar di kepala ranjang sembari merintih menahan ngilu dan juga perih diinti tubuh nya,
"Mau makan apa sayang biar abang pesan kan, " Dengan ponsel di tangan nya Damar bertanya kepada istrinya, Makanan apa yang diinginkan nya,
"Apa saja bang. Samain aja sama abang, " Jawab Lulu setelah itu ia mencoba menurunkan kaki nya bermaksud ingin kekamar mandi, Dengan tangan menahan selimut yang menutupi tubuh nya yang masih polos,
"Oke, " Jawab nya setelah itu Damar segera memesan makanan untuk dirinya dan istrinya,
*Aaauhhhh sakitnya!! " Lulu kembali duduk di pinggir ranjang setelah mencoba berdiri dan langsung merintih kesakitan di area intinya,
" Apa sesakit itu sayang? " Tanya Damar kaget dengan berjongkok didepan Lulu dengan menggenngam kedua tangan nya, Lulu Menganggukan kepalanya mengiyakan pertanyaan suaminya,
"Biar abang bantu mandi ya!," Damar berdiri dan meraih tubuh istrinya kedalam gendongan nya dan membawanya kekamar mandi, Damar membantu membersihkan tubuh istrinya sembari menunggu pesanan nya datang,
Sampai sini dulu ya beb maaf nih up nya molor. biasa mager melanda 🤧🤧
Jangan lupa jenak nya ya bebs makasihh🙏🙏🤗
__ADS_1