
" Astaga..! Maaf Mas.Kakiku kepleset barusan, Dengan kikuk Arum bangkit dari Tubuh Azka yang menatap nya entah,
"Em Sebentar, Aku ambil gunting dulu ya," Arum dengan. segera berlari kecil memasuki pintu dapur itu, Dengan jantung yang masih Dag Dig dug, tanpa menunggu jawaban dari Azka,
Sedang Azka, Sepeninggal Arum, Tangan nya menyentuh dadanya yang juga masih menimbulkan irama, Dag dig dug ser, Sedetik kemudian bibir nya menarik garis miring hingga memperlihatkan sederet gigi nya yang putih dan rapih itu,
Ingatanya kembali membayangkan saat benda kenyal itu menimpa Dada nya dengan bebas, Membuat desiran halus kian merasuk kereling hatinya,
Dirinya merasakan sesuatu yang mengeliat di area pribadinya, terasa seperti berdenyut-denyut, Setelah sekian lama mengalami kelumpuhan, Dengan berbagai perasaan muak dan juga benci, saat menyaksikan Istri dan juga Asistennya itu bercumbu di hadapan nya,
Membuat hati Azka seolah mati dengan yang namanya Cinta, Dan selama itu pula Ia tak pernah lagi merasakan ada kehidupan lain di tubuh nya, Yang biasanya setiap pagi selalu terbangun, Seperti Lelaki dewasa pada umum nya,
Namun kali ini, hanya dengan tertimpa Tubuh Arum bagian Depan saja, Adik kecil nya itu sudah mengeliat, Seperti baru terbangun dari tidur panjang nya,
Azka menghela nafas nya lega, Setidak nya bagian dirinya yang paling penting itu dalam keadaan baik-baik saja saat ini, dirinya sempat khawatir dengan kondisi adik kecil nya itu, sebab selama dua di tahun lebih ini dia tak pernah bangun sekalipun,
" Mas, Mas mau di potong model yang gimana?" Arum yang ternyata sudah kembali dengan gunting dan sisir di tangan nya, Kini telah berdiri di belakang nya dengan mulai menyisir rambut nya yang gondrong itu,
Azka sampi sedikit kaget karena nya, Sebab sedari tadi dirinya sibuk memikirkan Masadepan Adik kecil nya yang baru saja bangun dari koma nya itu, Berkat Sentuhan Ajaib dari benda kenyal milik Arum tadi,
" Oh. em Sembarang kamu saja Rum, menurutmu aku cocok nya kek mana?," jawab Azka, mendongak menatap Arum yang juga sedang menatap nya Dari belakang,
" Ok, Jadi sesuai seleraku ya Mas?," Pungkas nya, " Tapi pertama-tama kita Cukur dulu brewok sama kumis nya ya, Setelah itu baru aku tentukan Mas cocok model apa, "
Dengan perlahan Arum mencukur cambang dan juga kumis Azka yang sudah sanga. panjang itu, Arum saja yang melihat nya sempat khawatir kalau-kalau Azka keselek Kumis nya sendiri karena sudah terlalu panjang,
__ADS_1
Setelah mencukur habis Kumis serta brewok nya, Arum terpaku dengan wajah tampan Suaminya itu, Wajah dengan pahatan sempurna itu kini tersaji di hadapan nya,
tanpa sadar tangan nya terangkat dan membelai Setiap lekuk wajah Azka yang sempurna itu, Jari-jari lentik nya menyusuri Rahang tegas dengan sepasang mata tajam itu, Dengan bola mata warna coklat, kedua alisnya yang tebal semakin menambah, Nilai ketampanan nya, bibir nya yang sedikit tebal itu sangat memesona, Bagi siapa saja yang memandang nya,
Azka memejamkan matanya, Kala tangan halus itu menyusuri setiap permukaan wajah nya, mengelus kedua Alis tebal nya, turun ke mata, Dan sedikit lagi Tangan Arum akan sampai pada bibir Azka, Namun kesadaran Arum segera kembali, Sehingga..
"Maaf Mas, Sekarang Aku potong rambut nya ya, " Dengan gugup Arum berpindah ke belakang tubuh Suaminya, dan mulai menyisir Rambut panjang suaminya itu, Dengan wajah yang sudah memerah,
Arum merutuki dirinya yang tidak bisa mengontrol tangan nakal nya, Astagaa.. malunya sampai ke ubun-ubun, Dengan lihay tangan Arum menyisir dan memotong rambut Suaminya itu dengan cekatan,
Azka yang menyaksikan kelakuan Istrinya itupun hanya tersenyum kecil, sejatinya ia juga sangat menikmati sentuhan tangan Halus istrinya itu tadi, Dan dia sama sekali tidak keberatan akan hal itu,
" Nah, Sudah selesai, Coba Mas ngaca,Mas ganteng banget, Ceplos Arum Tampa sadar, sembari mengangsurkan sebua cermin berukuran 6R itu ke tangan Azka,
"Gimana?" Tanya Arum masih mengamati mimik wajah Azka, Dengan potongan Cepak itu sangat sempurna membentuk wajah nya, dengan brewok serta kumis myanyang sudah di cukur bersih oleh Istrinya itu,
" Sekarang tinggal kita potong kuku Mas, Arum sudah duduk bersilah di lantai, setelah menyapu bersih sisa-sisa Rambut Azka yang tercecer di lantai saat ia potong tadi,
Arum duduk sila kemudian mengangkat Satu kaki Azka, Dan meletak kan nya di pangkuan nya, Dan mulai memotong Kuku-kuku yang memanjang itu,
Azka terus memperhatikan wajah cantik, Arum yang dengan telaten memotong serta membersihkan kuku kaki nya,
" Kamu baik banget sih Rum, lelaki macam apa yang sudah tega menyakitimu seperti ini," Azka membatin dengan tetap fokus memperhatikan Wanita cantik yang sedang membersihkan kuku kaki nya, Tanpa rasa jijik sedikit pun,
Selesai membersihkan kuku kaki Azka, Kini Arum mendongak, Dengan Bibir nya yang sedikit terbuka, Membuat Dada Azka ketar ketir, Saat melihat bibir Ranum nan Sexy terbelah milik Arum itu,
__ADS_1
Kalau-kalau dirinya tak dapat menahan diri dan mencium wanita yang sudah sah menjadi istri nya itu, Ia takut jika Arum akan kaget sebab mereka baru saja menikah kemarin pagi, Oh ya ampun,
" Sudah selesai semuanya, sekarang waktunya mandi, Yuk mas Aku bantu mandi ya, soal ny ini kaki, dan juga kepalanya harus di gosok sampai bersih biar rambut-rambut bekas gunting nya hilang semua, biar nggak gatel, "
Pungkas Arum sembari berdiri dari duduk nya, dan bersiap memapah Azka untuk kembali menduduk kan nya di kursi Roda nya,
Dan mendorong nya sampai ke kamar mereka,
Seperti biasa, Arum memapah Azka dan membantunya menuju kamar mandi, dan menduduk kan nya di kursi plastik yang ia gunakan tadi di belakang saat memotong Rambut Azka,
Lagi-lagi Dada Arum tak sengaja menempel di tubuh nya saat memapah nya menuju kamar mandi, Sekila Azka melirik Box Arkha yang masih terlelap, Bayi itu benar-benar mengerti kesibukan Ibu nya ternyata, Good boy,
Dengan nafas terengah-engah Arum berhasil menduduk kan kembali Suaminya di kursi plastik itu, Yang sudah ia letak kan terlebih dahulu ke dalam kamar mandi itu tadi,
Setelah itu Arum membantu membuka baju Azka, Dan juga celana selutut yang di kenak kan suaminya itu dalam keseharian nya, Dengan menutup bagian pribadinya dengan selembar handuk kecil Arum memandikan Duaminya dengan telaten,
Seperti ia memandikan Arkha, Walaupun Jantung nya terus saja berdetak dengan kencang, saat menyentuh Tubuh polos Suaminya yang putih bersih itu, Arum sekuat tenaga bersikap tenang di hadapan Suaminya, Walaupun tangan nya gemetar saat meloloskan celana Azka dan menutup bagian penting Suaminya itu dengan handuk,
Arum menutup matanya saat melakukan itu, Setelah itu barulah ia membuka matanya dan mulai membasuh Tubuh Suminya dengan Air dan menyabuni nya, Tak lupa juga Arum memberikan Shampo ke kepala Azka dan sedikit memijat'mijat kepalanya layak nya di Salon,
Azka Sangat menikmati semua yang Arum lakukan pada tubuh nya itu, tak dapat di pungkiri, Akibat sapun tangan lembut Arum ke permukaan kulitnya, Membuat adik kecil nya bereaksi, begitu cepat, Adik ny yang baru saja siuman itu kini tengah merubah ukuran nya dari yang biasa, menjadi luar biasa,
Dengan susah payah Azka menenangkan Dirinya, Agar adik nya itu ikut tenang juga, ia khawatir Arum melihat perubahan itu, "Astaga kenapa terlalu cepat kamu bereaksi bro!" Batin Azka,
Next.....
__ADS_1
jejak nya ya guys. jejak..😂