Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab, 122


__ADS_3

Tok! Tok! Tok!


Suara ketukan di pintu itu terus saja terdengar, Bahkan suara ketukan itu kini telah berubah menjadi gedoran yang lumayan kencang, Saat sangat empunya kamar tidak juga menyahut atau membuka pintu berwarna coklat tersebut,


Membuat seorang wanita parubaya yang sejak tadi mengetuk pintu tersebut menjadi panik, Pasalnya sedari pagi putran nya itu tidak keluar kamar sama sekali,


Bahkan untuk makan saja tidak mau sejak beberapa hari ini, Putranya itu menggurung dirinya didalam kamar, Sebagai seorang ibu yang hanya memiliki satu mn orang putra, Merasa begitu khawatir akan keadaan anak nya itu,


"Sayang buka pintu nya! " Panggilnya lagi suara nya bahkan sudah terdengar serak karena tenggorokan nya yang kering akibat berteriak memanggil sang anak yang masih belum juga menunjukan batang hidung nya


"Randy sayang! Ayo keluar nak jangan seperti ini, Wanita didunia ini banyak bukan hanya dirinya, Ibu yakin kamu bisa mendapatkan perempuan yang lebih baik dan lebih cantik dari si Lulu itu, " Ucap nya dengan wajah lelah betis nya terasa pegal karena kelamaan berdiri didepan pintu kamar sang


anak,


Sejak beberapa hati ini Randy terus saja mengurung dirinya di dalam kamar, pemuda manja itu bahkan mogok makan demi rasa protes nya kepada sang bapak karena tidak bisa mengabulkan keinginan nya untuk menikah dengan Lulu wanita pujaan nya sejak jaman sekolah dulu,


"Randy jika kamu tidak keluar juga, Ibu akan menlamarkan marni untuk istrimu! " Ancam bu lurah yang sudah kelelahan sejak tadi membujuk putra nya itu namun sang putra masih bertahan dengan kekeraskepala nya,


Ceklekk!!!


Suara hendel pintu terbuka menampilkan seraut wajah kusut dengan tampang acak-acakan, Baju yang di kenakan nya adalah sepasang piyama bermotif Ultraman, salah satu tokoh pahlawan favorit sang empunya,


Rupanya ancaman yang di layangka sang ibu mampu membuat pertahanan si anak jebol, Mendengar nama Marni si janda genit itu membuat Randy mau tak mau keluar dari sarang nya,


Bu lurah mengusap bulir-bulir keringat yang ada di kening nya, Rasan pegal yang mendera betis nya sudah tidak tertahankan lagi, Dengan terseok-seok wanita parubaya itu berjalan menuju sofa yang ada di sisi kiri kamar putranya, Kemudian Mendudukan bokong nya disana,


Randy yang melihat raut lelah ibunya pun tidak banyak bertanya dan segera mengikuti langkah terseok wanita yang telah melahirkan nya kedunia itu,


" Randy nggak mau sama si sundel itu bu, Randy maunya sama Lulu, Lulu!!!! " Rengenk nya kepada sang ibu sesat setelah mereka duduk di sofa itu,

__ADS_1


Bu lurah menarik nafas nya dengan panjang. Saat mendengar perkataan putranya, Kasihan sekali nasib putra nya itu wanita pujaan nya kini telah sah menjadi milik orang,


"Nggak bisa begitu sayang. Lulu sekarang sudah menjadi milik orang," Ucap bu lurah memandang wajah putranya nya yang bermuram durja, Menandakan betapa menderitanya dia saat ini,


"Bagaimna jika ibu mencarikan mu gadis lain, Gadis di desa ini masih banyak cantik-cantik pula nggak kalah sama si Lulu," Lanjut nya lagi berusaha membujuk sang putra agar mau menerima kenyataan yang menyakitkan hatinya itu,


"Tapi Randy mau nya Lulu bu! Nggak ada yang secantik Lulu di desa ini, " Jawab nya dengan wajah sendu menatap ibunya, berharap akan ada keajaiban yang akan membuatnya bisa bersama wanita pujaan nya itu,


"Tidak bisa. Kamu ini bagaimna sih mana bisa kamu berharap begitu, Sedang tadi pagi Lulu telah sah menjadi istri orang, pokonya kalau kamu masih seperti ini ibu terpaksa melamarkan marni untuk menjadi istrimu, " Kesal bu lurah dengan tingkah putranya itu,


Wanita itu kemudian bangkit dari duduk nya berniat akan kekamar nya untuk beristirahat, Sudah cukup lelah yang dia rasa selama berjam-jam membujuk putranya agar mau keluar dari kamar nya,


"Ibu jangan begitu dong masa tega sama anak sendiri, Masa ibu tega menikahkan Randy sama si sundel itu, " Randy ikut bangkit dari duduk nya kemudian mengekori sang ibu yang berjalan menuju kamar nya,


Bun lurah menghentikan langkah nya setelah melewati ruang makan, Kemudian menoleh kepada anak nya yang mengekori nya seperti anak ayam itu,


"Sekarang pergi makan sana. Ibu capek mau istirahat capek ngurusin kamu, " Kesal nya sembari melanjutkan langkah nya menuju kamar nya untuk beristirahat,


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Jam sudah menunjukan pukul sembilan malam, Makan malam baru saja usai, Dan kini waktunya mengistirahatkan tubuh yang lelah setelah beraktifitas seharian ini,


Sepasang suami istri itu segera berjalan menuju kamar mereka, Dengan sang suami yang menggandeng mesra tangan istrinya, Menuntun nya dengan hati-hati,


Seakan takut bila sang istri akan terpeleset, Sang pria membukakan pintu untuk istri nya kemudian menuntun nya naik keatas ranjang, Yang ia yakini mampu menampung bobot mereka,


" Auhh pelan-pelan.Sakit banget itu! " Ucap sang wanita yang tengah berbaring dengan posisi telentang,


Sang pria terkejut melihat raut kesakitan sang istri "Maaf sayang aku nggak bermaksud menyakitimu, " Ucap nya dengan raut wajah sendiri,

__ADS_1


Sang suami menghentikan kegiatan nya sejenak setelah mendengar rintihan kesakitan istrinya, Tak tega rasanya ia melanjut kan kegiatan nya jika itu membuat istri tercintanya kesakitan,


"Apa rasanya sangat sakit sayang? " Tanyanya kemudian setelah berdiam beberapa saat, Sembari memandang raut wajah istrinya yang masih nampak kesakitan,


"Iya sakit banget rasanya seperti di silet-silet gitu, " Jelas nya,


"Maaf Sayang, semua ini karena mas kamu jadi harus mengalami semua ini" Ucap nya dengan raut bersalah, memandang wajah istri tercintanya itu,


Melihat wajah suaminya yang nampak sendu, membuat wanita itu tidak tega, Perlahan ia bangun dari berbaring nya dengan hati-hati,


Kemudian mendekati suaminya, kedua tangan nya merangkum wajah suaminya yang tampan itu, "Mas nggak usah merasa bersalah gitu, Ini semua sudah kodrat setiap perempuan, " Jelas nya dengan lembut,


"Dan setiap wanita hamil itu berbeda-beda bawaan nya, Dulu saat aku hamil Arkha sama sekali tidak mengalami hal seperti ini, Anak itu sangat anteng beradap dalam kandungan ku, Hanya sesekali saja aku mengidam sesuatu, Selebihnya dia nggak pernah rewel, " Jelas Arum kepada Azka yang masih merasa bersalah itu.


"Hanya saja dulu saat usia kandungan ku memasuki bulan ke 9 aku sulit untuk tidur. Karena dia selalu menendang dengan kuat saat malam hari, Dan mba Desi selalu setia dan sabar menghadapi aku saat itu yang setiap malam minta di pijit punggung nya aru bisa tidur,"


Jelas nya kepada suami tercintanya itu, " tapi sekarang punggung aku gak terlalu pegal. Tapi ganti dengan ini yang sangat nyeri bila di sentuh, "


Lanjut nya dengan menunjukkan kakinya yang terkena varises, Karena kelamaan berdiri saat mereka perki ke Mall waktu itu,


"Ya sudah sekarang ayo kita istirahat, Besok kita kunjungi dokter Atika untuk memeriksa kaki mu, " Usai mengatakan itu Azka segera merebahkan tubuh nya di samping Arum,


Tangan nya terentang menyambut sang istri yang ikut berbaring di samping nya, Dan langsung meringkuk dalam dekapan suaminya, Dengan menghirup dahulu aroma khas suaminya yang selalu membuatnya Nyaman,


Sambung selanjutnya ya bebs² cu😘😘


Jangan lupa like nya juga komen nya, Komen kalian sangat berat bagiku, 😁 kalian penyemangat ku😘😘


Othor. Mau nyiapin tenaga jempol, nyiapin hati biar gak anuu, saat ngetik bab MP nya LUDAR 🤣🤣🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️

__ADS_1


__ADS_2