
Setelah menuntaskan hajat nya Lulu keluar dari dalam toilet, Saat akan kembali ke meja , ponsel nya berdering, Ternyata suaminya menelpon,
📱"Halo!! iya bang aku lagi bersama Arum. Mau makan siang bareng, " Lulu menerima pangggilan masuk dari suaminya yang berada di luar kota, Dengan memperlambat langkah nya,
📱" Oh!! dengan siapa saja?, "
📱"Kami rame-rame. Ada mba Desi dan anak-anak nya juga, Abang sudah makan siang?, "
📱"Belum.ini baru mau keluar cari makan!, " Jawab Damar di sebrang sana,
📱"Jangan sampai telat makan bang,Nanti sakit. " Peringat nya kepada suaminya itu,
📱"Iya sayang ku, abang sudah otw ini, Kamu juga makan yang banyak ya, "
📱" Hem. Kapan abang pulang?, " Tanya nya kemudian, Dengan berhenti sejenak di depan Aquarium yang penuh dengan ikan hias,
📱"Kenapa.apa istriku sudah merindukan ku sekarang?,, " Damar terkekeh setelah mengucapkan hal itu, Sedang Lulu hanya diam saja bingung mau menjawab apa,
📱"Sayang!,, " Panggil Damar karena tidak ada suara yang dia dengar
📱"Hem!, " Jawab Lulu dengan deh emang,
📱"Abang kangen! Abang kangen kamu sayang, " Tukas nya
Mendengar perkataan suaminya, Lulu tersipu dengan kedua pipinya yang merona merah,
Wanita itu salah tingkah padahal Damar tidak berada di depan nya saat ini,
Untuk menghilangkan kemuruh didadanya Lulu mengalihkan pandangan nya ke sembarang arah, Namun seketika alis nya mengkerut saat melihat ada sesuatu yang janggal di penglihatan nya,
📱"Bang. Sudah dulu ya. nanti aku telpon balik kalau sudah sampai Apartemen, Aku tutup sekarang, " Lulu menutup panggilan telpon nya lebih dulu tanpa mendegar sahutan dari suaminya di sebrang sana,
Dengan langkah lebar wanita itu berjalan menghampiri meja dimana Arum dan yang lain nya berada,
Dari jarang 1 meter ia bisa melihat seorang pelayanan yang berjalan dengan nampan di tangan nya, Di atas nampan itu sebuah mangkuk yang masih mengepulkan asap nya,
__ADS_1
Semakin dekat pelayanan itu dengan meja rombongan nya, Semakin menepi pula pelayanan itu,
Insting Lulu mengatakan jika sang pelayan tersebut memiliki niat jahat, Dengan langkah lebar Lulu berjalan di belakang pelayan itu,
Tepat saat sang pelayan akan menumpahkan Nampan berisi sup panas itu ke arah Desi dan Citra, Dengan berlagak kesandung Lulu dengan cepat menangkis nya dan mendorong tubuh pelayan itu hingga terduduk di lantai,
Byurrr!!!
"Aaahhh panas!!!, " Teriak nya menahan sakit di lengan dan kakinya,
Nampan yang berisi sup panas tersebut berbalik menyiram lengan dan kaki sang pelayan tersebut,
Semuanya kaget dengan kejadian yang begitu tiba-tiba itu, Semua mata yang ada di ruangan itu tertuju pada sosok yang merintih kesakitan itu,
Ada yang merasa kasihan,, Namun tidak sedikit yang menyayangkan hal itu karena tidak berhati-hati dalam bekerja,
Desi yang kaget sontak mengangkat tubuh Citra dan mendudukan nya di atas meja,
"Sayang apa ada yang sakit?, " Tanya nya dengan panik, Tidak memperdulikan rasa panas di tangan nya yang terkena percikan kuah sup panas tadi,
"Citra baik-baik saja bu. Nggak ada yang sakit kok, " Jwab gadis itu dengan tersenyum manis,
Saat ini Citra adalah tanggung jawab nya, Jika sampai kenap-kenapa, ia tidak yakin jika Devan tidak menyalahkan nya,
"Panggil manager mu kemari, Aku ingin mempertanyakan kinerja karyawannya. Kenapa sampai ada pelayan yang sengaja akan mencelakai Keluarga Nonaku, " Tegas Lulu kepada pelayan senior di resto itu,
"Maaf Nona tapi.. Apa tidak bisa kita bicarakan baik-baik. Saya janji akan mengurus nya dengan baik, " Tukas sang pelayan senior sembari menatap begis kepada Nurlinda yang masih terduduk di lantai sembari merintih kesakitan,
Bukan apa-apa jika sampai manager nya yang di panggil maka bukan hanya Nur yang akan di pecat. Tetapi dirinya pun akan kena imbas nya nanti,
"Nggak bisa!! " Tolak Lulu. " Aku mau manager mu kemari, Jika kamu nggak mau memanggil nya, Aku akan mengadukan hal ini kepada Tuan mudaku, " Tegas Lulu.
"Kamu tahu nggak siapa yang akan dia sakiti ini? " Tanya Lulu kepada pelayan senior itu, Yang nampak bingung,
"Dia adalah kakak ipar Tuan Azka Dewantara, " Bisik Lulu pelan di telinga pelayan senior itu, Dan sontak saja wanita itu terkejut, Saat Lulu menyebut Nama Azka Dewantara pengusaha sukses di kotanya itu,
__ADS_1
Tidak jauh berbeda dengan Nur yang mendengar nama Azka. Membuat nya tida percaya, Bagaimna Desi bisa berhubungan dengan keluarga Dewantara,
Dengan masih menahan sakit Nurlinda bangkit dari duduk nya dan menoleh kepada Desi dan orang-orang di sekitar wanita itu,
Tak sengaja pandangan nya bertemu dengan Desi yang juga memandang nya dengan tatapan marah,
Desi tidak mengingat siapa Nur, Namun Citra masih mengingat wanita itu,
"Bu.itu mba Nur, " Tunjuk nya kearah pelayan yang masih meringis menahan sakit itu,
"Mba Nur? " Desi mengkerut kan alis nya, mencoba mengingat- ingat siapa itu Nur,
"He'em.mba Nur yang dulu jagain Citra, " Jelas gadis kecil itu,
Desi kembali menoleh kepada Nurlinda dengan hati bertanya-tanya, Ada apa dengan gadis muda itu. Menggapa dia ingin mencelakai Citra, Apa ada sesuatu yang tidak ia ketahuilah tentang gadis itu,
"Ada apa ini ribut-ribut, apa yang terjadi Risca? " Rupanya sang manager sudah di beri tahu oleh karyanya nya jika ada hal yang terjadi di resto itu, Beliau pun segera keluar dari ruangan nya,
"Bapak manager di resto ini kan?, " Tanya Lulu kepada pria yang berumur sekitar 35thn itu.
" Iya betul. perkenalkan saya Andy manager di resto ini, " Pria tersebut mengulur kan tangan nya, memperkenalkan diri kepada Lulu,
Namun Lulu hanya menyatukan kedua tangan nya di depan dada, sembari mengangguk kan kepalanya,
" Ada yang bisa saya bantu?, " Tanyanya kepada dengan menarik kembali tangan nya yang terabaikan,
"Begini pak. Pelayan ini telah sengaja ingin menumpahkan kuah sup panas kepada keluarga Nona saya, " Jelas Lulu dengan menunjuk Nur yang masih meringis menahan sakit,
"Apa bapak tahu jika yang akan dia celakai itu adalah keluarga Tuan Azka Dewantara?, " Tukas Lulu sengaja dia ingin Pelayan tidak tahu diri itu di pecat atau di penjarakan sekalian,
Sang manager tersebut sangat terkejut saat mendengar perkataan Lulu barusan, Dengan tatapan tajam ia memandang Nurlinda yang menunduk kan kepalanya karena takut,
"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya nya Nona, Atas perbuatan karyawan saya, Saya akan mengurus nya dengan bijaksana, " Ucap nya seraya membungkukkan badan nya sebagai permintaan maaf nya,
BESTIE SEGINI DOLO YA, SEMOGA BESOK ADA PERUBAHAN MOOD DAN GAK MAGER LAGI 😄😄
__ADS_1
TERIMA KASIHH BUAT SEMUANYA 🥰🥰😘
MOHON MAAF BILA BANYAK TYPO NYA YA, BELUM SEMPAT DI REVISI 🙏🤧🤧