
Hari berganti hari semua berjalan seperti semestinya, Berita yang sempat viral kini telah lenyap, Bahkan hampir semua Netizen kini tengah fokus dengan berita dan gosip berbagai dari para artis tanah air,
Begitulah para nerizen yang mana berita yang paling heboh maka akan dengan mudah melupakan Berita heboh sebelumnya, karena sibuk mencibir sana sini,
Hal itu semakin membuat Sabira murka, Usahanya selalu gagal untuk menghancurkan kebahagian Azka mantan suaminya, Otak nya berpikir keras, Cara apa lai yang harusnya gunakan untuk membuat Arum menderita,
Dirinya tidak terima jika Azka bahagia dengan keluarganya, Sedang dirinya hidup susah dengan uang yang pas-pasan, Bagaimana tidak, Dirinya yang sekarang tidak bisa lagi berfoya-foya dengan menghambur-hamburkan uang banyak seperti dulu saat ia masih bergelar Nyonya Dewantara,
Sementara Arum yang hanya seorang wanita miskin yang ia segaja menjadikan nya sebagai jalan untuk nya berpisah dari Azka, Malah bisa menikmati kekayaan dan kemewahan milik Azka sepuasnya,
Tidak dirinya tidak rela hal itu terjadi,
"Kamu liat saja nanti wanita sialan! Aku akan mengambil kebahagiaanmu, Aku tidak Terima kamu menikmati semua harta Azka dengan bahagia, "
Sabira meremas foto Arum yang sedang tersenyum dengan Azka yang merangkul bahunya, Foto itu didapat oleh anak buahnya,
"Tenang sayang! jangan terbawah emosi, kita masih punya cara lain untuk menghancurkan Azka! " Ucap Adit dengan memeluk istrinya dari belakang, Satu tangan nya memberi kode kepada Anak buahnya yang masih setia berdiri di ruangan itu menanti perintah dari sang boss,
Melihat kode yang diberikan Adit anak buah nya langsung mengerti dan segera keluar dari ruangan itu, Dirinya sudah cukup paham dengan kode yang di berikan sang boss,
Setelah anak buahnya berlalu Adit langsung membalikan tubuh Sabira hingga mereka berhadapan, Tanpa menunggu lama Adit segera mencumbu sang istri dengan tangan yang sudah berpindah pindah posisi,
Sabira yang begitu mengerti dengan kebiasaan suaminya pun tidak tinggal diam, Dia pun mengimbangi permainan sang suami, Adit selalu candu dengan sentuhan istrinya,Dirinya sangat menggilai tubuh wanita yang ada dalam pelukannya itu,
Sehingga membuatnya nekat merebutnya dari Azka yang bagaikan saudara baginya, Kedengkian serta iri hatinya telah mengalahkan akal sehatnya, Sehingga begitu tega melakukan perbuatan tercela itu,
__ADS_1
Kebaikan Azka selama mereka menjalin tali pertemanan telah terkubur begitu dalam didasar hatinya, Saat bayang-bayang kekayaan dan juga wanita cantik yang begitu ia kagumi
Selalu menari di alam khayalan nya hampir setiap malam,
Impiannya semakin nyata ketika Sabira menyambut cintanya dan menjalin hubungan gelap di belakang Azka, Yang sudah begitu baik kepadanya, Devinisi dari kacang lupa kulit nya sangat pantas disematkan kepada seorang Aditya Erlangga,
Begitulah manusia sudah ditolong dengan tulus namun malah menikam kita dari belakang, Tidak sedikit orang diluar sama mengalami hal serupa, Kebaikannya dibalas dengan penghianatan,
… … … … … .. … … … … … … … … ..
"Lu! nanti kamu balik lagi kesini kan? " Arum bertanya kepada Lulu yang tengah memasukan bajunya kedalam tas ransel yang akan ia bawa pulang ke desa,
"Ya pasti balik dong Ar, kan aku cuma mau nengokin bapak aja, Kata ibu beliau mogok makan sampai aku pulang ke desa," Sahut Lulu dengan wajah malas,
Lulu ikut duduk di samping Arum setelah selesai memasukkan keperluan nya kedalam tas ransel, Tidak banyak membawa baju karena ia akan pulang kerumahnya sendiri,
"Tapi gimana nanti jika kamu langsung dikawinkan sama bapakmu Lu? " Ucap Arum serius menatap Lulu,
Mendengar perkataan Arum Lulu menjadi bimbang, Bagaimana jika hal itu terjadi, Dirinya akan dinikahkan dengan anak pak lurah itu,
"Ihh jangan lah Ar! Tega bener doain aku kek gitu, Aku gak mau nikah sama si kimprit itu, Mana medit nya gak ketulungan lagi ihh amit-amit dah, " Ucap Lulu dengan sewot,
" Kan itu hanya praduga Aku aja Lu, bukan ngedoain ihh! Lagian kan belum tentu juga bapak kamu begitu kan? Masa tega sama anak sendiri, " Jawab Arum sambil terkekeh kecil,
"hem, kek nggak tahu bapak aja gimana Ar, kalau sudah keputusan nya nggak ada yang bisa membatah, Kecuali aku hehe, " Ucap nya dengan terkekeh kecil,
__ADS_1
"Moga aja Om Bambang berubah pikiran setelah kamu kabur selama berbulan-bulan Lu, " Lanjut Arum lagi,
Lulu menghela nafasnya dengan panjang mendengar perkataan Arum dalam hatinya sangat berharap, Jika bapak nya akan berubah pikiran, , Memikirkan sebuah kemungkinannya yang baik-baik saja, Namun jika mengingat bapak nya yang sudah termakan bujuk rayu pak lurah itu, Sangat kecil kemungkinan jika sang bapak tidak tega kepadanya,
Iming-iming sebagai besan Lurah yang terkenal kaya di desanya agak nya sudah merajai hati dan pikiran sang bapak, Sehingga sangat sulit untuk menolak perjodohan yang ditawarkan pak lurah itu
"hey! jangan melamun! " Arum menepuk pundak Lulu yang sedang asik dengan lamunan nya, "Jangan berpikir negatif dulu, siapa tahu memang bapakmu sedang sakit dan ingin bertemu dengan putrinya, " Jelas Arum menyemangati Sahabatnya itu,
"Aku nanti mau nitip sesuatu untuk kakek dan nenekku, Jika mereka bertanya tentangku, Katakan saja jika Aku baik-baik saja, Itu sudah cukup! " Terang Arum dengan raut wajah yang sulit ditebak,
"Hem kamu itu terlalu baik sama mereka Ar, Tapi mereka begitu kejam sama kamu, Apalagi si Wati itu suka bener bikin masalah lalu melemparnya kekamu, " Tukas Lulu dengan kesal mengingat perlakuan keluarga Arum yang kurang baik itu,
" Sudahlah Lu, yang lalu biarlah berlalu, Jika terus diingat maka akan menimbulkan penyakit hati untuk kita, Itu nggak baik, lagi pula mereka sudah nggak bisa lagi berbuat apa-apa sama Aku kan, Aku sudah punya kehidupan sendiri tidak merepotkan mereka lagi, " Jelas Arum dengan pandangan menerawang jauh Mengingat masa kecil hingga remajanya,
"Biar bagaimana pun mereka tetaplah keluargaku, Hal itu nggak akan bisa di ubah, Sekuat apapun aku menolak nggak akan mengubah kenyataan jika darah mereka mengalir dalam darahku juga, Jadi aku memutuskan untuk berdamai saja dengan keadaan, " Jelas Arum panjang lebar,
"Tapi Ar aku takut jika mereka tahu kehidupan kamu yang sekarang, mereka akan memanfaatkan nya! Apalagi si Wati itu dia pasti akan membujuk Kakek mu untuk meminta ini itu," Jelas Lulu yang sudah hafal dengan kelakuan saudara sepupu sahabatnya itu,
"Jika mereka berani melakukan itu, itu berarti mereka tidak punya malu, Tapi kan itu hanya praduga saja, lagian aku yakin mereka nggak akan berani macam-macam sekarang, Mereka pasti takut dengan Mas Azka, " ucap Arum lagi,
"Hem semoga saja ya Ar, aku juga berharap begitu, " Harap Lulu dengan tersenyum kepada Arum, ia begitu kagum dengan kebaikan Sahabatnya itu, Bahkan terlewat baik sehingga keluarganya sendiri selalu memperlakukan nya dengan seenaknya,
jangan lupa like komen nya ya bestie,
mohon maaf jika banyak typo nya🙏
__ADS_1