
Di halaman belakang rumah. kini dua orang dewasa itu tengah duduk berhadapan, Dihapan keduanya tersaji aneka gorengan yang di buat sendiri oleh wanita cantik itu,
Dengan dua cangkir teh hangat untuk menemani keduanya, agar tenggorokan tidak kering nantinya, Desi masih terus menunduk. tidak berani mengangkat kepalanya, Sebab dia tahu jika pria di depan nya itu terus menatap nya sejak tadi,
Devan yang merasa semakin yakin jika ada sesuatu yang tidak beres dengan wanita yang telah berhasil melukuhkan hati nya itu, Sejak mereka duduk berhadapan wanita itu terus saja menunduk, Bahkan sengaja menghindari kontak mata dengan nya, Saat tak sengaja bertemu pandang,
" Maaf Mas jika apa yang akan aku sampaikan ini menyinggung perasaan mas Devan, "
Desi akhirnya bersuara setelah terduam beberapa menit lama nya,
Namun ia masih tetap tak berani untuk menatap Devan yang kini tengah mengerinyitkan kening nya karena bingung,
Namun ia masih tetap diam, Menanti apa yang akan di sampaikan Desi kepada nya, Walau perasaan nya kini semakin tidak enak, Di raih nya cangkir teh yang ada di hadapan nya, Kemudian meneguk nya dengan perlahan, Guna membasahi tenggorokan nya yang mendadak kering,
"Mas Devan. bisakah aku meminta Mas dan Citra untuk menjaga jarak dengan kami,..?, " Ucap Desi dengan susah payah mengumpulkan keneranianya untuk mengatakan hal itu,
Deg!!
Hati Devan terasa di remas dengan kuat, Saat mendengar perkataan yang keluar dari mulut Ibu dari Danur itu, Wanita yang akan ia lamar, Bahkan dirinya telah menyiapkan Sebuah cincin di saku Jas nya,
" Des.. apa maksud nya perkataan mu ini?, " Tanya Devan ingin mastikan jika pendengaran nya yang salah, Dengan tenggorokan tercekat ia berusaha mengeluarkan suaranya,
"Apa Citra menyusahkan mu? Atau....?, "
"Nggak Mas. Citra anak yang baik dan pintar, Nggak ada masalah dengan itu, Hanya saja aku merasa sudah saat nya Mas mencarikan pengasuh baru untuk nya, Aku.. aku merasa kurang nyaman dengan pandangan para tetangga jika Mas dan Citra setiap hari datang kemari, " Bohong Desi, Dia tidak ingin Devan bermasalah dengan mantan mertuanya Nenek dari Citra, Jika ia mengatakan yang sebenarnya,
"Benarkah seperti itu?, Apa tidak ada yang lain?, "
"Benar Mas, Tidak ada yang lain, " potong Desi cepat, Masih dengan wajah tertunduk layu, Permintaan nya sangat bertolak dengan perasaan nya saat ini, Namun jika mengingat ancaman Nyonya Gayatri, Dirinya mengesampingkan semua rasa yang telah tumbuh tanpa dia sadari untuk Pria tampan yang ada di hadapan nya itu,
__ADS_1
Bagi Desi keselamatan serta kebahagiaan Anak-anak nya jauh di atas segalanya, Soal dirinya. mungkin ia harus bekerja keras untuk melupakan rasa yang baru saja tumbuh untuk seorang Devan, Duda tampan dengan satu anak itu sudah berhasil menggetarkan hati nya,
Namun kedatangan Nyonya Gayatri membuat nya kembali tersadar dan membuka mata, Siapa dirinya. siapa seorang Devan Erlangga,
Seorang pengacara ternama yang sering memenagkan banyak kasus para client nya,
Tidak pantas untuk bersanding dengan dirinya, Yang hanya seorang janda miskin dengan tiga orang anak, Apa kata keluarga dan teman-reman Devan nanti jika hal itu terjadi, Devan akan di katakan Get 1 free 3, Seperti kata yang sering ia dengar dari para tetangganya yang julid, Saat menggosipinya,
"Tapi kenapa..?, Kenapa kamu tiba-tiba begini Des?," Devan menelan saliva nya yang terasa seret di tenggorokan, "Bagaimana dengan ku dan Citra Des?, " Lanjut nya dengan tatapan sendu kepada Desi yang semakin menundukkan kepalanya,
"Des.. lihat aku, Aku tahu kamu pasti berbohong, Ada sesuatu yang membuat mu seperti ini, " Ucap Devan lagi
Namun Desi tetap tak mengangkat kepalanya, Didirnya semakin tak berani memandang Wajah Devan setelah ia mendengar perkataan pria itu barusan, Yang mengatakan jika dirinya berbohong tentang alasan nya menolak kehadiran mereka,
Tidak tahan dengan kediaman Desi, Devan beranjak dari duduk nya, Ayah Dari Dianora Citra itu memutari meja bundar yang menjadi penghalang antara dirinya dan Desi, Sesampainya di dekat wanita yang telah mengusik hatinya itu, Devan langsung menarik lengan Desi untuk berdiri berhadapan dengan nya,
Untuk sesaat keduanya terdiam, Dengan kedua netra mereka yang saling mengunci, Devan terlihat semakin ganteng di mata Desi, berulang-ulang ia menelan saliva nya, Dengan jantung berdetak tak karuan, Saat jarak keduanya semakin menipis, lengan kokoh nan berotot milik Devan kini telah bertenger di kedua sisi bahu Desi,
"Katakan ada apa sebenar nya hem, Apa aku melakukan kesalahan sehingga kau ingin menjaga jarak dengan ku. dengan Citra?, " Tanya Devan dengan suara serak, Akibat menahan gemuruh di dadanya,
Desi menggelengkan kepala nya dengan kuat, Sebagai jawaban jika Devan dan Citra tidak melakukan kesalahan apapun,
"Lalu. kenapa kamu ingin menjauh dari kami?, " Tanya Devan lagi,
Rasanya sangat tidak masuk akal dengan alasan yang di kemukakan oleh Desi,
"Aku... aku telah mengatakan yang sebenarnya Mas, Mas Devan adalah orang berpunya, Sangat berbeda dengan ku, Yang hanya..., "
Grep!
__ADS_1
Devan mendekap tubuh Desi dengan erat, Agar wanita itu menghentikan ucapan yang tidak sedap untuk di dengar telinga,
"Jangan mengatakan sesuatu hal yang tidak kusuakai, Kita tidak berbeda, Kita sama-sama mahluk sangat pencipta, " Tukas Devan dengan mata terpejam, Meresapi hangat nya pelukan mereka,
" Bagiku kita tiada beda nya, Jangan perna merendahkan dirimu didepan siapapun hem, " lanjut nya,
Desi menahan nafas nya karena kaget. saat Devan menarik nya kedalam dekapan nya, Lengan kokoh itu melingkupi tubuh mungil nya, Desi terlihat sangat mungil didalam dekapan Papa dari Citra itu,
Detak jantung nya begitu cepat seakan mau keluar dari tempat nya, Desi yang sudah lama tidak merasakan sentuhan lawan jenis nya itupun mersa sangat nyaman berada dalam dekapan hangat Devan,
Pada pernikahan nya terdahulu Desi hanya merasakan indah nya sebuah hubungan dalam waktu dua tahun saja, Setelah itu hanya penderitaan yang ia alami, Penghianatan suaminya selalu menemani hari-hari nya selama bertahun-tahun, Hingga nm pada akhir nya dia menyerah dan meminta berpisah dengan. sang suami,
Tidak ingin berlarut-larut dan terbuai dengan kenyamanan yang di berikan Devan padanya, Desi pun perlahan menarik diri dari pelukan yang teramat nyaman itu,
Sebelum keteguhan nya goyah dengan perlakuan pria tampan didepan nya itu, Keamanan dan kebahagiaan Anak-anak nya jauh lebih penting bagi nya,
"Maaf Mas. tapi keputusan ku sudah telak, Aku beri waktu 2 hari dari sekarang untuk Mas mencari kan Citra seorang pengasuh, Citra anak yang baik, Ini untuk kebaikan bersama Mas, " ucap Desi dengan mata yang sudah berkaca-kaca siap meluncurkan cairan beningnya,
Sementara Devan hanya mampu terdiam dengan keputusan Desi,
Dalam hatinya ia menduga pasti ada sesuatu yang di sembunyikan oleh wanita itu,
karena asik dengan lamunan nya Devan tidak sadar jika Desi sudah membalikan tubuh nya dan hendak beranjak dari hadapan nya, Kesadaran nya kemabli saat Wanita itu melangkahkan kakinya nya kedepan, Dengan langkah lebar Devan berjalan di belakang Desi dan langsung......
HAYO...LANGSUNG APA YA BABANG Devan, NYA🤣🤣✌
DI TUNDA DULU YA OTHOR KEBELET NIH PAPAY
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR NYA YA BESTIE🥰🥰
__ADS_1