
" Mas. Buka bajunya," Tukas Arum setelah mereka sampai di dapur di jam yang sudah menunjuk kan angka 2 itu,
Membuat Azka terbengong tak mengerti, Buka baju? Buat apa? Kan mau masak, batin nya,
"Kok buka baju? Kan mau masak bukan mau mandi," Tukas Azka bingung memandang Wajah Arum yang sudah merona dengan tertunduk malu,
" Em.. Aku pengen nya Mas masak nasi gorengnya nggak pake baju, Gitu Mas," jelas nya dengan malu-malu,
Azka tersenyum penuh arti, Saat mendengar keinginan istrinya itu, Agak nya ada yang sedang mengagagumi tubuh nya saat ini,
" Oke Nyonya seperti keinginan mu, " jawab nya kemudian ia membuka kaos tipis nya degan gaya Cool nya, Sengaja ingin menggoda sang istri yang menatap nya penuh damba,
Arum yang mengenakan kan baju tidur satin tali satu itu kini tengah duduk di kursi meja Dapur, Arum menyaksikan tubuh atas Suaminya dengan otot-otot liat nya,
Otot lengan nya yang mengetat kala mengaduk nasi goreng itu dengan spatula, membuat Arum menelan saliva nya dengan susah payah, Dengan tenggorokan yang mendadak kering,
Azka yang mengetahui jika Arum terus memandang nya itu pun, Semakin berlama-lama dalam mengaduk olahan nasi goreng tersebut,
Ia sengaja ingin mengetahui sejauh mana istrinya itu akan bertindak, Dengan pemandangan mengiurkan yang ia suguhkan di tengah malam itu,
Sedang tekun mengaduk isi Rinjing anti lengket tang berisi Nasi dengan rempah ala nasih goreng Resto itu, Dirinya di kaget kan dengan sentuhan lembut yang menyapu perut berotot nya, Di iringi dengan kecupan basah di punggung liat nya,
Membuat nya seketika meremang, Bagai tersengat aliran listrik tegangan tinggi, Gerakan tangan nya yang tadinya tekun mengaduk nasi goreng itu kini terhenti, Akibat ulah Istrinya yang berubah hot itu,
Azka terdiam seraya memejamkan matanya, Menikmati sapuan hangat bibir istrinya di punggung nya, Dengan. Kedua tangan halus nya naik turun mengusir perut nya hingga dada bidang nya,
Dan tanpa ia duga tangan harus itu telah turun dan masuk kedalam sana, Dalam sekejap saja ia telah merasakan kehangatan melingupinya, Dengan gairah yang membuncah, Tanpa menunggu lama Azka segera mematikan kompor nya dan membalik kan tubuh nya,
Dalam sekali raup Azka telah menggendong Tubuh Arum dan men duduk kan nya di kitchen table setinggi pinggang nya itu,
Sejurus kemudian Azka telah membenamkan bibir nya di atas bibir sexy Arum yang telah mengecupi punggung liat nya tadi,
" Kau sengaja ingin menggodaku hem?," Udara Azka telah serak berselimut gairah yang memuncak, Tangan nya telah menurunkan tali baju tidur istrinya kemudian mengecupi bahu hingga leher mulus itu, meninggalkan beberapa tanda kepemilikan nya di sana,
__ADS_1
De sa han indah telah lolos dari bibir Sexy Arum, Membuat Azka semakin semangat mengecupi gundukan indah yang kini telah bertambah ukuran itu, Semakin menjulang sekian menantang dirinya,
"Ah..,Mas…"
Arum tidak bisa meredam Suara nya kala Azka menyatukan tubuh mereka dengam Hati-hati tentunya, Demi keamanan calon Azka Junior di dalam sana,
.
Azka menghela nafas nya dengan pasrah, Saat melihat Arum telah terlelap dengan menggulung dirinya dengan selimut tebal itu, Jam sudah menunjuk kan angka 3:20,
Setelah percintaan mereka yang luar biasa tadi, Arum segera Tidur tanpa memakan Nasi goreng yang telah ia buat dengan penuh perjuangan itu,
Dengan alasan jika ia lelah dan ngantuk,
" Aku ngantuk Mas, Capek banget, Nasi goreng nya Mas aja yang makan, Ingat jangan di buang ya, Sayang," Ucap Arum sebelum ia tertidur nyenyak tanpa rasa bersalah sedikitpun,
Dan kini Azka tengah menghadapi sepiring Nasi goreng buatan nya sendiri, dengan segelas Air putih, Saat satu sendok suapan pertama masuk kedalam mulut nya,
Azka hampir saja tersedak oleh Nasi goreng yang baru ia kunyah tersebut, Karena terkejut dengan rasanya, Dengan cepat ia melepeh isi mulut nya yang terasa seperti mengunyah butiran garam itu,
"Untung saja Arum nggak jadi memakan nya, " Ucap nya lagi, Sembari berdiri membawa piring nasi goreng naas itu dan membuang nya ke tong sampah,
.
" Halo.. Maaf Pak, Mengganggu waktunya, Ini non Citra katanya ingin ketemu Bapak, Mau makan siang di Kantor Bapak,"
"Ya sudah, siap-siap sekarang, Sebentar lagi supir kantor akan menjemput kalian," Ucap Devan, Seraya menghembuskan Nafas nya pelan,
" Kenapa lo?" Tanya Roy yang siang itu tengah berada di kantor Devan,
"Biasa Si Citra mau kesini, barusan Nur nelpon Katanya Mau makan siang disini, Ya sudah mau gimana lagi, Semoga Aja dia nggak buat ulah nanti disini," Ucap Devan,
Bukan tanpa alasan Devan berkata seperti itu, Citra sudah sering datang kekantor nya dan berujung dengan ngambek, Karena keinginan nya tidak terpenuhi,
__ADS_1
" Kok Si Nur yang Nelpon?,Bukan Anak elo?," Tanya Roy penuh selidik, Memandang Devan,
" Ya kan memang seperti itu biasanya, Citra jarang menelpon, Kalau mau apa-apa ya dia nyuruh si Nur yang nelpon gue," Tukas Devan acuh,
"Btw Kemana nih yang lain kok belum pada datang?" Ucap Roy lagi,
"Mungkin lagi otw kesini,Azka aja yang nggak bisa hadir katanya bini nya lagi rewel, Minta di kelom terus," Kekeh Devan,
" Enak banget hidup si Azka, Kelonan mulu dia," Cibir Roy, Yang sebenar nya ikut bahagia atas kabar hamil nya Istri dari sahabat nya itu, Yang telah lama menginginkan Seorang anak sejak pernikahan nya dengan Sabira dulu,
"Ehh.. Lagi pada ngomongin apa nih? Kek nya seru banget, Belum telat kan kita?," Ucap Gustra yang baru saja nongol bersama Iqbal,
"Belum bro! Makanan nya juga belum dateng kok," Tukas Devan sembari menyambut kedua sahabat nya dengan beradu Kepalan tangan khas laki banget,
" Eh beneran kalau si Azka bentar lagi bakal menjadi seorang Ayah seutuh nya?," Tanya Iqbal yang sudah memiliki anak kembar sepasang berusia 4 tahun,
" Beneran dong, Minggu lalu Si Devan kebagian tugas dalam memenuhi Ngidam bini nya Azka," Sahut Roy, yang telah di ceritakan oleh Devan tadi,
" Oh ya?," Tanya Gustra pun dengan Iqbal yang penasaran,
" Beneran lah, Gue di suruh masak seblak bareng Kakak nya yang….,"
"Papa…! Pah Kita makan di mana?,"
Devan tidak dapat melanjutkan cerita nya, Karena kedatangan Citra yang langsung menubruk nya,Dan duduk di pangkuan nya, Sembari menunggu jawaban sang Papa tentang pertanyaan nya barusan,
Membuat Roy menaikan sebelah alis nya kala mendengar pertanyaan Putri dari devan tersebut, kemudian menoleh kepada Nur yang memandang sahabat nya itu dengan pandangan yang tak biasa,
Membuat Roy semakin mengkerutkan Kedua alis nya,
Ada apa dengan si Nur ya?
Next….
__ADS_1
Jangan lupa dukungan nya ya bestie ku sayang muachhh,😘