Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Bab, 112


__ADS_3

Wati sangat kesal dengan anak-anak tetangga mereka di kampung itu, Putra nya lagi-lagi pulang dengan menangis yang selalu membuatnya kesal,


Bagaimna tidak kesal, Anak-anak nakal itu selalu saja meledek putranya, mengatai nya tidak memiliki bapak, Dan hal itu selalu bisa membuat putra nya menangis,


Juragan Gatot memang tidak pernah menjenguk putranya itu sejak dia dilahirkan dulu, Entah kenapa sebab nya pria tua itu seakan tidak perduli dengan darah dagingnya sendiri,


Bahkan memberi uang jajan saja untuk anak nya sangat jarang, Dua bulan sekali belum tentu itupun sekali ngasih paling banyak 500rb, walaupun hidup di desa tapi yang segitu mana cukup menghidupi seorang anak yang kadang banyak ingin nya,


Wati tidak bisa menuntut terlalu banyak, Sebab yang meminta berpisah dulu adalah dirinya, Apalagi pernikahan mereka hanya sah di mata agama, tidak tercatat di KUA setempat,


Belum lagi istri tertua pria itu yang memegang kendali semuanya, semakin membuat Wati tidak bisa apa-apa,Mereka hidup dengan hanya mengandalkan pendapatan sang kakek dan juga nenek nya yang setiap harinya makan gaji di ladang orang, Dengan upah yang tak seberapa,


Lulu dan Damar masih setia berdiri didepan pintu mendengarkan percakapan ibu dan anak itu,


Sampai sebuah suara mengagetkan keduanya,


"Cari siapa ya? "


Lulu dan Damar terlonjak kaget saat suara ituenyapa mereka,


Keduanya kompak menoleh kebelakang, Dan ternyata itu adalah suara Nenek nya Wati yang baru pulang dari sawah,


Lulu dan Damar nampak salah tingkah sebab telah ketahuan menguping di depan pintu,


"Kalian cari siapa? " Tanya ulang sang Nenek, dengan dahi yang mengkerut bingung, semakin menambah kerutan di wajah tuanya menjadi garis-garis kecil yang bsrjejer sangat rapih,


Wanita tua itu terlihat sangat rapuh namun wajah judes nya masih terlihat jelas tercetak di Indonesia wajah tuanya,


"Eh ini nek kami mencari nenek, " Jawab Lulu cepat,


" mencariku? " Ucap nya semakin bingung, Di amatinya wajah gadis di depan nya itu, serasa tidak asing,

__ADS_1


" Kamu bukan nya putrinya pak Bambang. Ada perlu apa mencariku? "


"Em begini nek sebaiknya kita bicara didalam saja. apa boleh?" Tanya Lulu dengan sopan, sedang Damar hanya diam saja mengamati wajah tua nenek dari Nona mudanya itu,


Akhirnya Mereka berdua di persilaHkan masuk kedalam, Damar duduk bersilah dengan di alasi tikar rotan yang sudah mulai jabuk di makan usia, Dengan pandangan kesana kemari memperhatikan isi dalam rumah itu,


"Hust gak usah lirik sana sini nanti dikira apa, " Bisik Lulu pelan setelah tinggal mereka berdua, sementara sang nenek pamit untuk membersihkan diri karena kotor dari sawah,


Tak lama Wati keluar dari kamar dengan menggandeng Anak nya yang masih berwajah sembab, Wati yang melihat kehadiran Lulu di rumah nya sedikit terkejut,


Mau apa sahabat sepupunya itu kemari, Selama ini jika bukan bersama Arum Lulu tidak pernah kemari, Dan semenjak Arum pergi entah kemana, Lulu tidak pernah sama sekali menampakan batang hidung nya kerumahnya,


"Wah ada angin apa nih gubuk reot kami kedatangan tamu terhormat" Tukas Wati sedikit sinis memandang Lulu,


Kemudian fokusnya beralih kepada pria tampan yang duduk bersebelahan dengan Lulu,


"Wah siapa pria ini, Ganteng banget, " Batin Wati kagum terhadap Damar pria terganteng yang pernah ia lihat di desa itu,


"Ehem!! Tolong mata di kondisikan. Jangan jelalatan liat calon suami orang, " Ucap Lulu tak kalah ketus nya, Wati dan Lulu memang tidak perna akur sejak Dulu jika mereka bertemu maka selalunya beradu mulut,


"Menyebalkan sedari dulu" Dumel Wati dalam hati,


"Ada akeperkuan apa kamu kesini?" Tanya nya berusaha mengalihkan keadaan yang telah membuatnya malu,


"Aku kesini ingin bertemu Nenekmu beliau lagi bebersih di belakang tadi pamit nya, " Jelas Lulu, kemudian pandangan nya tertuju pada Armand yang sedari tadi hanya berdiri diam di samping ibunya, Dengan wajah sembab dengan sisa-sisa tangisan nya,


Lulu meeaih satu kantung besar jajanan yang ia beli di toko sebelum ia kesini tadi, dan memberikan ya kepada Arman,


"Nih buatmu dari Tante Arum, " Ucap Lulu sengaja menekan kata Arum agar Wati bisa mendengar nya,


Dan benar saja dugaan Luku. Wati langsung menatap nya dengan tatapan meminta penjelasan, Dengan apa yang ia ucapkan barusan,

__ADS_1


"Kamu bertemu dengan nya Dan memberikan anakku jajan dari Arum" Tanya Wati hendak mengambil kantung kresek itu dari tangan Anak nya yang sudah bersiap membuka isinya,


"Kamu jangan.. "Ucapan Wati terpotong oleh ucapan Lulu yang sukses membuat nya diam tak berkutik,


"Iya aku bertemu dengan nya, kenapa? " Tanya Lulu dengan wajah jutek nya, sembari mencegah tangan Wati agar tidak menggapai kantung kresek itu, Luluenyutuh Arman untuk duduk di sampingnya, Dan Anak itu dengan polos nya menuruti perintah Lulu, Tanpa menoleh kepada ibunya yang menahan kesal,


"Nah anak pinter duduk disini aja ya dekat tante, biar ngak di ganggu sama ibumu itu, " Ucap Lulu, Kemudian menyahuti pertanyaan Wati tadi,


" Kamu nggak suka Arum membelikan anakmu jajan. Kalau kamu nggak suka ya nggak usah kamu makan, biar anakmu saja yang makan, Biar sebenci apapun kamu sama Arum dia tetap tante dari anakmu, Nggak ada salahnya di membelikan jajan untuk Armand keponakan nya, "


Tukas Lulu sedikit kesal, melihat tingkah Wati yang masih saja sombong walaupun nggak punya apa-apa,


Wati akan menyahutimperkataan Lulu namun Sang nenek sudah keluar dari belakang setelah selesai membersihkan tubuh tuanya,


Kemudian wanita tuan itu duduk di samping Armand yang kini tengah memakan roti rasa coklat kesukaan nya,


"Wahh Armand makan apa itu siapa yang kasih? Tanya wanita tua itu saat menyadari jika cucu buyutnya tengah memakan Roti,


Armand menunjuk Lulu yang ada disamping nya tanpa berucap, sebab mulut nya penuh dengan roti,


Nenek Siti kemudian menoleh kepada Lulu dan bertanya ada keperluan apa datang menemuinya,


" Ada apa nak Lulu datang menemui nenek? " Tanyanya dengan suara sedikit bergetar khas nenek nenek, (biasa faktor usia, )


Lulu mengangsurkan sebuah amplop yang cukup tebal kehadapan nek Siti, "Ini ada titipan sari Arum, biar tidak seberapa tolong di Terima, barangkali bisa buat membeli keperluan sehari-hari, " Ucap Lulu sopan,


Nek Siti nampak sangat terkejut mendengar nama Arum di sebut, kemudian melihat Amplop yang ada di hadapan nya yang cukup tebal,


Jantung tuanya berserakan kala melihat amplop setebal itu ada di hadapan nya, "Apakah yang tebal itu uang semua? " Batin nya,


AHH NENEK KUKIRA JANTUNGMU BERDETAK KARENA KANGEN DENGAN ARUM, AHH TERNYATA…. AKU KECOWA NEEKK🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️

__ADS_1


Btw jangan lupa likom nya ya... 🥰


dan juga maaf bila banyak typo 🙏


__ADS_2