Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
Kesal,


__ADS_3

"Udah siap belom?,"  


Tanya Desi menoleh kebelakang,Memastikan jika Danur sudah duduk dengan baik dan memangku  dua kresek besar yang berisi Dua puluh box Makanan, Pesanan Depan,


Ya hari itu Depan memesan dua puluh box makanan untuk  Makan siang bersama teman-teman nya, Dengan menu Nila bakar  beserta lalapan nya, 


100 pc risol mayo,  Dan 100 pc pai buah untuk cuci mulut nya, Begitu pesan Devan dua hari yang lalu,  Melalui aplikasi Whatsapp, 


Dengan catatan jika yang mengantar nanti harus dirinya tidak boleh orang lain,


Dan siang ini dirinya bersama Danur yang kebetulan pulang cepat karena gurunya ada rapat mendadak itupun, Segera meluncur  ke Kantor Devan, 


Jam sudah menunjukan pukul 11:30, Tangan sampai mereka telat,   Akan 


sangat tidak enak nantinya  jika telat,


"Sudah Bu," Sahut Danur dari belakang,


Dengan perlahan Desi menarik gas motor nya, Meninggalkan halaman rumah kontrakan nya, 


" Bu Siti..,Sudah siap semua?,"  Tanya Arum yang baru keluar dari kamar nya, Dengan  penampulan yng sudah rapih, Arum mengenakan Dress sepanjang betis khusus Bumil.Dengan perut nya yang membuncit, 


Umur kehamilan nya baru memasuki usia 4 bulan, Akan tetapi perut nya sudah seperti hamil 7 bulan,  Ya Arum tengah mengandung anak kembar,


Azka sangat bahagia saat mrngetehui jika sang istri tengah mengandung anak nya, Dan semakin bahagia pula saat dokter mengatakan jika Janin nya Ada dua,yaitu kembar,


Bahkan Rakha setiap mau tidur sekalu mencium perut Mama nya, Dan mengucapkan selamat bobo,


 


"Sudah, Ini sudah siap,Tinggal angkut," Sahut Bu siti, 


Ya siang itu untuk pertama kalinya, Arum ingin membawakan makan siang untuk suaminya, Sebelumnya dia telah mengabari Azka jika dirinya ingin makan siang bersama,


Tentu saja pria itu tidak keberatan, Bahkan dirinya sangat bahagia begitu tahu jika istrinya akan kekantor membawakan makan siang,


" Bu Tina.. Titip Rakha ya, Dia nggak mau ikut aku, katanya kasian mainan lego nya di rumah sendirian nggak ada temen nya," Kekeh Arum mengingat perkataan putra nya itu,


"Tenang saja, Dia mah anteng kalau di tinggal pinter nggak banyak tingkah, " sahut Bu Tina, 


" Ya udah yuk kita ke depan aja nungguin si Damar, Ini biar aku bawain sekalian," Ucap Bu Siti, sembari mengangkat Paper bag  yang berusi Kotak makanan, kesukaan Azka, Pepes Nila, 


Ketiga nya pun kini berjalan keluar Rumah, dan duduk di kursi teras, Menunggu Damar yang akan menjemput nya,


"Nah itu si Damar udah nongol," Seru Bu Tina yng melihat mobil yang di kemudian oleh Damar memasuki gerbang, Setelah scurity membukakan pintu gerbang yang tinggi menjulang itu,


"Aku pergi dulu ya, Klian jangan lupa makan siang, Dan titip Rakha," Ucap Arum pamit, Dan segera masuk kedalam mobil yang telah di buka kan pintunya jyboleh Damar,

__ADS_1


"Siap..! Hati-hati bawa mobil nya ya Dam, Jangan ngrebut,  tukas Bu Siti Dan juga Bu Tina,


" Asiapp Bu,"Jawab Damar sebekum masuk ke dalam mobil, Perlhan mobil mewah itu meninggalkan kediaman Mewah nya, 


Sampai sekarang pun Arum masih seperti bermimpi, Bisa duduk di dalam mobil mewah dan tinggal di rumah elite itu, Terlebih mendapatkan suami yang menyayanginya dan Anak nya, Arum sangat bersyukur akan hal itu,


Jika mengingat Masa kecil nya setelah di tinggalan kedua orang tua nya, Dan tinggal bersama Nenek nya, Hidup serba kekurangan, Tumbuh tanpa kasih sayang,


Selalu di tuduh yang tidak ia  perbuat oleh Nenek dan kakek nya, 


Arum menghela Nafas nya dengan pelan, menoleh ke luar jendela, mobil yang menampilkan seorang anak seumuran Dimas, Sedang penjajah kan dagannya, Berupa Tissue, Di tengah terikat nya matahari siang itu, 


Anak tersebut menawarkan dari mobil ke mobil, Yang berhenti menunggu pergantian Lampu merah ke hijau, 


 


Sampailah ke mobil yang membawa Arum, Anak tersebut mengetuk kaca mobil nya, Damar yang sudah terbiasa itupun tidak menghiraukan anak tersebut,  Pandangan nya tetap lurus ke depan menatap lampu merah yang Belum juga berganti,


Arum yang kasihan pun langsung menurunkan kaca mobil di bagian penumpang itu,


"Berapa Dek Tissue, nya?, " Tanya nya, Anak tersebut tersenyum dengan dahi coklat mengkilat karena sering nya terpapar sinar mentari, 


"10 ribu kak, Mau berapa?," 


"Kamu punya berapa Bungkus lagi emang?," Arum melihat tangan anak tersebut yang menggengam kantong Tissue, yang masih banyak, 


Arum mengambil uang di dalam tas nya, kemudian memberikan nya kepada anak tersebut, 


" Ini, Kakak beli semua,"  Ucap Arum sembari mengangsurkan 5 lembar uang pecahan 100 ribu, kepada Anak tersebut, 


Yang menerima nya dengan wajah bahagia, 


"Terima kasih banyak kak, Semoga Kakak bahagia selalu," Ucap Anak tersebut tulus,


"Sama-sama, Sekarang pulang istirahat ya panas ini,  Tidur siang biar cepat gede," Arum melambaikan tangan nya seiring dengan mobil nya yang mulai melaju,


"Mba Arum, Buat apa beli Tissue segitu banyak nya?, Anak kecil kek tadi itu kadang sengaja di manfaatin sama orang tua nya, Supaya orang kasihan liat nya, " 


Ucap Damar, Saat ia sudah dekat dengan kantor Azka,


" Nggak apa-apa Mas Damar, Aku kasian sama Anak Tadi, Panas-panasan di jalan, 


"Oya Mas Damar, Ini untuk makan siang Mas Damar, Sengaja aku pisain," Tukas Arum Menyodorkan Paper bag yang berisi  Kotak makan untuk Damar,


"Wahh.. Makasih banyak Ya Mba, udah repot-repot segala, Pasti enak nih kalau masakan mba Arum," Ucap Damar sekaligus memuji istri Tuan muda nya yang baik itu,


.

__ADS_1


" Hem.? Kok tanya Papa, Bukan nya…," 


"Maaf Tuan, Non Citra tadi bilang dia ingin makan di Mall yang ada di sebrang situ iya kan Non?,"   


Tukas Nur, Berhasil memotong perkataan Devan dengan Cepat


"He'eh…, Ayo Pah. Citra mau makan ayam goreng, Sama mau makan donat," Rengek nya, Sembari tangan nya memainkan kancing kemeja Papa nya,


Devan menghela nafas nya dengan panjang, Beginilah kalau putrinya sudah mengunjunginya di Kantor, Permintaan nya akan berbeda-beda, Tidak sesuai dengan keinginan awal nya, 


Sedang Roy,Pria itu terus menatap dan mengamati gesture Pengasuh Citra tersebut,


" Van.., Emang nya tadi Anak lo bilang nya mau apa?," Tanya Roy akhirnya,masih mengamati mimik wajah Nur yang terlihat terkejut, Saat mendengar pertanyaan nya ke pada Devan,


"Tadi…,"


Tok!


Tok!


Tok!


"Masuk," jawab Devan kepada Sekretaris nya itu,  Dan tidak melanjutkan Perkataan nya, Nur yang sudah dag dig dug itupun kini merasa lega, " 


Dan hal itu, dapat di tangkap oleh Mata tajam Roy, Yang kini telah menarik senyum semrik nya,


" Ini Pak, Pesanan nya sudah Dateng,," Jawab Sekretaris Devan Tersebut, 


"Oh suruh naik saja kesini Din, Langsung kamu anterin sampai kedalam sini ya!," 


"Baik Tuan saya permisi,"  Dian kembali keluar dari Ruangan Atasan nya itu,


Tak berselang lama, 


"Silahkan masuk.. " Tukas Dian mempersilahkan Desi dan Danur  untuk masuk kedalam Ruangan Devan dengan kikuk,


" Tante Desi..Mas Danur…! Citra kangen, pengen main bareng kak Danur dan juga yang lin nya,"  Pekik Citra Yang telah turun dari pangkuan Devan dan berlari memeluk kaki Desi yang menenteng Kantong yang bersisi Risol mayo, dan Pai buah,


Hal itu membuat seseorang di dalam ruangan itu merasa sangat kesal, 


Dan lagi-lagi, Hal itu tak luput dari mata tajam Roy yang kali ini menampakkan senyum kecut,


Next… 


Mohon maaf y bestie Up nya telat 🙏


Jangan lupa like nya 😍🤗

__ADS_1


__ADS_2