
Pagi hari yang cerah. Sinar mentari bersinar terang di ufuk timur, Nampak gagah dengan cahaya nya yang terang, Yang mampu menyinari alam semesta, Walaupun sebagian orang masih betah bergelung didalam selimut tebal nan hangat mereka di waktu pagi yang dingin,
Tetapi tidak dengan seorang wanita cantik yang baru saja menjalani sebuah kehidupan baru yang bernama rumah tangga,
Ya wanita itu adalah Lulu, sejak pagi sekali dirinya telah bangun dan kini tengah berkutat dengan alat-alat kebersihan, Sejak remaja memang dirinya sudah terbiasa dengan hal itu, Kesibukan ibu nya di warung membuat nya tidak tega bila harus mengerjakan lagi pekerjaan rumah,
Hampir setengah jam Lulu membersihkan dan juga merapihkan seluruh ruangan Apartement tersebut, Semalam sebelum mereka jatuh tertidur karena kelelahan sehabis mendaki gunung dan menjelajahi lembah,
Lulu meminta suaminya agar tidak usah mempekerjakan seseorang untuk membersihkan Apartemen, Lulu akan melakukan nya sendiri,
Damar yang merasa keberatan dengan permintaan istrinya awal ny
a menolak, Namun karena istri nya itu memohon dengan segala cara,
Akhirnya terpaksa Damar mengiyakan permintaan istrinya itu,
"Ahh akhirnya kelar juga beberes nya, " Lulu menoleh jam yang tergantung didinding waktu sudah menunjukan pukul 6:20 menit,
Lulu membawa alat bersih-bersihnya keruang belakang khusus untuk mrnyimpan segala keperluan bersih-bersih lainya, Setelah itu ia segera ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuk dirinya dan suaminya,
Damar akan berangkat pukul 9 nanti masih ada waktu menyiapkan sarapan, Lulu sudah bertekat ingin mengurus dan melayani suaminya dengan baik, Dengan harapan semoga hubungan keduanya semakin akrab dan juga harmonis sepeeti pasangan pada umum nya, Yang saling mencintai,
"Bang! Ayo bangun sudah mau jam 7.Nanti kesiangan loh, " Lulu menepuk bahu Damar yang polos tubuhnya hanya tertutup selimut tebal, Pria Itu masih setia memejamkan mata nya,
"Em! Sini sayang peluk dulu, " Damar menarik tangan Lulu sehingga wanita Itu jatuh kedalam pelukan nya,
"Bang nanti abang telat gimana? Ayo bangun mandi biar kusiapkan pakaian nya,
"Biarkan seperti ini sebentar saja sayang. Ini sangat nyaman," Damar semakin mengeratkan pelukan nya pada tubuh istrinya,
__ADS_1
Ingin rasanya ia mengajak serta istrinya itu, Rasa nya sangat berat bila harus berpisah dengan wanita yang nari ia nikahi beberapa hari lalu, Tetapi dirinya juga tidak ingin mengambil resiko bila musih mengincar istrinya,
"Bang ayo bangun nanti abang terlambat berangkat nya, " Lulu berucap dalam pelukan hangat suaminya, Pipi nya menempel di dada bidang sangat suami yang masih betah memeluk nya itu,
"Iya sayang sebentar lagi, " Sahut nya tangan nya membelai kepala Lulu yang berada dalam dekapan nya,
"Silahkan bang maaf hanya bisa menyiapkan sarapan ini saja, Kulkas nya masih kosong belum ada isinya, " Lulu berkata setelah menyendokan nasi goreng seafood kepiring Damar, Dengan telur ceplok di atas nya,
" Terimakasih sayang. Iya maklum abang jarang makan dirumah, Dan juga tidak sempat memasak bila sudah sibuk dengan pekerjaan di kantor! , Jadi kulkas nya memang nggak ada isi nya hanya minuman softdrink dan air mineral saja isinya, "
Damar berkata dengan terkekeh pelan, Tanpa menunggu lama ia segera menyantap nasi goreng spesial masakan pertama yang di buat sang istri untuknya setelah mereka sah sebagai suami istri,
"Hem rasanya sangat enak sayang! Ternyata istriku ini sangat pintar memasak, " Puji Damar sunguh-sungguh, Membuat Lulu yang mendegar nya Tersipu-sipu bahagia, Masakan nya mendapat pujian walaupun hanya nasi goreng saja tetapi tidak ditolak oleh suaminya,
"Bang nanti aku juga sekalian berangkat ke rumah Arum ya, Semalam ia bilang ingin membeli perlengkapan bayi, takut nya nanti nggak sempat kalau perut nya sudah semakin membesar, Takut susah gerak katanya, " Ijin Lulu setelah keduanya selesai dengan sarapan mereka,
"Nggak dulu bang aku akan tetap pulang kesini, nggak baik kalau rumah dibiarkan kosong, udara didalam nya kurang segar, "
"Apa abang mau ku antar kebandara? " Tanya Lulu sembari memperhatikan suaminya yang sedang membuka laptopnya dari samping,
"Nggak usah sayang nanti supir kantor yang akan menjemput abang, Ini kamu pakai mobil ini jika ingin kemana-mana, Tapi ingat jangan nakal ya. Apalagi sampai genit dengan pria lain, " Tukas nya serius,
"Ish abang nih seharus nya aku yang berkata begitu, Abang jangan genit-genit dengan cewek lain di luar kota ya, Pasti banyak yang mengejar-ngejar abang di luar sana, Dan tentu saja mereka cantik-cantik dan modis, nggak sepertiku hanya wanita kampung,
" Jangan pernah berkata seperti itu, Bagiku hanya kamu wanita sempurna yang pantas mendampingiku, " Damar merengkuh tubuh istrinya yang berdiri di samping nya, menyandarkan kepalanya diperut Lulu, "Apa ini masih sakti?, " Tanya nya dengan menyentuh inti tubuh istrinya, kepalanya mendongak mentap wajah sang istri
"Udah nggak begitu sakit bang, " Jawab Lulu tangan nya terulur mengusap wajah suami nya yang begitu tampan itu,
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
__ADS_1
"Jadi ini kita kemana dulu Bumil? " Tanya Lulu sembari fokus mengemudi, Kini mereka sudah berada di jalan rencana nya dari rumah tadi ingin membeli keperluan bayi, Akan tetapi di tengah jalan bumil tersebut mendadak menginginkan sesuatu,
"Hem kita cari es dawet dulu deh. Setelah itu baru kita ke toko khusus perlengkapan baby, " Jawab Arum dengan membayangkan rasa dawet yang manis dan gurih perpaduan gula merah dan santan yang begitu menggoda selera nya,
"Oke! Sekarang dimana yang menjual dawet yang enak? " Tanya Lulu kemudian, "Jangan membeli yang ada dipinggir jalan nanti ketahuan Tuan Muda bisa kena omel aku! " Peringatan Lulu sebelum Arum menjawab nya, Pasal nya Tuan Muda sudah memperingatinya saat ia akan menjadi Asisten Arum,
Jangan membiarkan Arum membeli jajan dipinggir jalan, Itu tidak baik bagi kesehatan dirinya dan juga Bayi dalam kandungan nya, Karena tidak semua pedagang kaki lima itu menjaga kebersihan dengan baik, banyak yang berlaku curang demi meraup keuntungan, Tanpa memperdulikan keselamatan para konsumen nya,
"Hem iya iya! Tenang saja Kita ke restoran D'CENDOLS aja yang di jalan Xx itu, Disana lengkap semua jenis Dawet dan kamawan-kawan nya, " Jawab Arum membuat Lulu sedikit memelankan laju kendaraan nya, Kali ini mereka hanya berdua Arkha di tinggal dirumah bersama Duo serangkai bu Siti dan bu Tina,
"Itukan jalan yang sudah kita lewatin tadi bumil! Kenapa nggak bilang dari tadi?, "
" Kan pengen nya baru sekarang Lu. Tadi mah belum ada keinginan buat makan itu, " Arum menjawab dengan cengiran serta mata memohon,
"Hais! Jangan bilang karena kamu melihat penjual dawet dipinggir jalan yang kita lewati tadi jadi kamu ingin juga?, " Tebak Lulu,
" Hehehe! Sebenar nya tadi pas di lampu merah aku liat anak kecil di bonceng ibunya, Dan anak itu lagi asik menyeruput es Dawet sepertinya sangat enak Lu!, "
Setelah memutar arah 10 menit kemudian kedua wanita itu turun dari mobil dengan hati-hati Lulu menggandeng tangan Arum masuk kedalam restoran D'CENDOLS,
Lulu memilih tempat di dekat kaca besar yang langsung berhadapan dengan pemandangan jalan Raya, yang padat,
Seorang pelayanan menghampiri keduanya untuk merayakan pesanan mereka,
ADUHH KOK AKU JUGA JADI NGILER YA PENGEN MAKAN DAWET🤤🤤, TAPI OTHOR HANYA MAMPU BELI YANG ADA DIPINGGIR JALAN AJA, MAKLUM LAH OTHOR KAN HANYA RAKYAT BIASA, JADI SELERA NYA JUGA SANGAT BIASA 🤣🤣🤣(JANGAN DI BULLY😉)
Jangan lupa tinggalkan jejak nya ya bestie,
Komenannya walau sepatah dia patah saja nggak apa² yang penting terlihat ada jejak nya ya bebs🥰🥰🤗😘
__ADS_1